Breaking News
light_mode
Beranda » Pajak » DPR Minta OJK Tindak Cepat Percepat Realisasi Hapus Tagih UMKM

DPR Minta OJK Tindak Cepat Percepat Realisasi Hapus Tagih UMKM

  • account_circle radarekonomi
  • calendar_month Jum, 14 Nov 2025
  • visibility 211
  • comment 0 komentar

Pemerintah dan lembaga keuangan terus berupaya mempercepat realisasi program penghapusan kredit macet atau “hapus tagih” bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia. Dalam beberapa bulan terakhir, isu ini menjadi perhatian utama baik dari pemerintah maupun masyarakat, khususnya karena dampak pandemi yang masih dirasakan oleh sebagian besar pelaku usaha.

DPR RI, sebagai lembaga legislatif, telah menyampaikan permintaan agar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bertindak lebih cepat dalam melaksanakan kebijakan tersebut. Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Hanif Dhakiri, yang menyebutkan bahwa hingga awal November 2025, baru sekitar 67 ribu debitur UMKM yang terealisasi dari target 1 juta debitur. Angka ini hanya mencapai sekitar enam persen, sehingga dinilai sangat lambat.

Menurut Hanif, program ini merupakan prioritas nasional yang harus segera diselesaikan. “Kami akan kawal agar OJK dan perbankan menuntaskannya,” tegasnya. Ia juga mengingatkan pentingnya komunikasi antara OJK dan pihak-pihak terkait untuk memastikan proses penghapusan piutang berjalan efektif dan transparan.

UMKM Indonesia pembiayaan kredit

Selain itu, Komisi XI DPR RI juga menyoroti pentingnya edukasi kepada masyarakat tentang mekanisme penghapusan hutang. Anggota Komisi XI, Didik Haryadi, menyatakan bahwa masih banyak masyarakat yang salah paham antara “hapus buku” dan “hapus tagih”. Edukasi yang diperkuat akan membantu mencegah persepsi keliru dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem keuangan.

Di sisi lain, OJK juga menilai bahwa penyaluran kredit UMKM saat ini masih lesu. Menurut Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, pertumbuhan kredit UMKM hanya naik 0,23% secara tahunan pada September 2025. Sementara itu, pertumbuhan kredit secara keseluruhan mencapai 7,70% yoy. Ini menunjukkan bahwa sektor UMKM masih menghadapi tantangan dalam mendapatkan akses pembiayaan.

Namun, OJK tidak tinggal diam. Pihaknya telah merilis Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 19 Tahun 2025 tentang Kemudahan Akses Pembiayaan kepada UMKM. Aturan ini bertujuan untuk mempermudah proses penyaluran pembiayaan, sehingga pelaku UMKM dapat lebih mudah mendapatkan modal tanpa terlalu banyak hambatan administratif.

OJK Indonesia kebijakan UMKM

Meski demikian, OJK tetap menekankan bahwa bank harus menjalankan prinsip kehati-hatian dalam memberikan kredit. Risiko di segmen UMKM memang lebih tinggi dibandingkan segmen lainnya, sehingga perlu adanya penilaian yang lebih teliti. Selain itu, peningkatan kemampuan pelaku UMKM juga penting agar kredit tidak mengalami kemacetan atau macet.

Dalam konteks yang lebih luas, OJK juga mendorong agar kebijakan hapus tagih bagi UMKM di Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) diperpanjang. Hal ini dilakukan untuk menjaga daya tahan sektor UMKM sekaligus memperluas akses keuangan masyarakat di tengah kondisi ekonomi global yang penuh tantangan.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, menyampaikan bahwa pihaknya telah berdiskusi dengan Menteri Keuangan dan kementerian-kementerian terkait untuk memperkuat aturan penghapusan piutang. Tujuannya adalah agar proses penyelesaian kredit macet di bank Himbara bisa lebih cepat dan efektif.

OJK DPR UMKM kebijakan hapus tagih

Program penghapusan piutang ini tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 47 Tahun 2024. Targetnya adalah menghapus piutang macet sebanyak 1 juta UMKM. Namun, hingga saat ini, baru sekitar 67 ribu UMKM yang berhasil terealisasi. Angka ini jauh dari target yang ditetapkan, sehingga membutuhkan upaya lebih keras dari pemerintah dan OJK.

Selain itu, mayoritas pembiayaan UMKM di Jawa Tengah disalurkan ke sektor perdagangan (48,49%) dan pertanian (29,47%), yang memiliki risiko musiman tinggi. Oleh karena itu, pendampingan usaha dan pengembangan kapasitas pelaku UMKM sangat penting agar mereka mampu bertahan dan berkembang.

UMKM Indonesia penghapusan hutang

Dari semua aspek tersebut, tampak jelas bahwa kebijakan hapus tagih UMKM tidak hanya sekadar tentang penghapusan utang, tetapi juga bagian dari strategi pemerintah untuk meningkatkan inklusi keuangan dan membangkitkan kembali semangat bisnis di kalangan pelaku UMKM. OJK dan DPR RI memiliki peran kunci dalam memastikan kebijakan ini berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

FAQ

Apa tujuan dari program hapus tagih UMKM?

Program hapus tagih UMKM bertujuan untuk meringankan beban utang para pelaku usaha kecil dan menengah yang terdampak pandemi dan tekanan ekonomi. Dengan penghapusan kredit macet, diharapkan UMKM dapat kembali bangkit dan berproduksi tanpa beban utang yang berat.

Bagaimana proses penghapusan piutang dijalankan?

Proses penghapusan piutang dilakukan melalui kebijakan yang dikeluarkan oleh OJK dan pemerintah. Pelaku UMKM yang memenuhi syarat akan diajukan untuk penghapusan kredit macet, yang kemudian diproses oleh bank dan OJK.

Apakah semua UMKM bisa mengajukan penghapusan piutang?

Tidak semua UMKM dapat mengajukan penghapusan piutang. Ada kriteria yang harus dipenuhi, seperti besarnya pinjaman, durasi keterlambatan pembayaran, dan kondisi keuangan pelaku usaha.

Apa yang dilakukan OJK untuk mempercepat realisasi program ini?

OJK melakukan diskusi dengan berbagai kementerian dan lembaga terkait, serta memperkuat aturan penghapusan piutang agar prosesnya lebih cepat dan efektif. Selain itu, OJK juga memberikan kemudahan akses pembiayaan melalui POJK Nomor 19 Tahun 2025.

Bagaimana peran DPR dalam program ini?

DPR RI berkomitmen untuk mengawal pelaksanaan program hapus tagih UMKM. DPR menuntut OJK dan perbankan agar menyelesaikan target 1 juta debitur UMKM secepat mungkin.

Tagging

  • DPR
  • OJK
  • UMKM
  • Hapus Tagih
  • Kredit Macet
  • Program UMKM
  • Penghapusan Utang
  • Pembiayaan UMKM
  • Inklusi Keuangan
  • Ekonomi Indonesia
  • Penulis: radarekonomi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perbedaan Ekonomi Makro dan Ekonomi Mikro Penjelasan Lengkap untuk Pemula

    Perbedaan Ekonomi Makro dan Ekonomi Mikro Penjelasan Lengkap untuk Pemula

    • calendar_month Sen, 15 Des 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 253
    • 0Komentar

    Perbedaan Ekonomi Makro dan Ekonomi Mikro: Penjelasan Lengkap untuk Pemula Ekonomi adalah ilmu yang mempelajari bagaimana manusia mengelola sumber daya yang terbatas untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan. Dalam studi ekonomi, terdapat dua cabang utama yang sering dibahas, yaitu ekonomi makro dan mikro. Meskipun keduanya saling berkaitan, perbedaan antara keduanya sangat penting untuk dipahami, terutama bagi […]

  • Jelaskan Kebijakan dan Strategi Pembangunan Ekonomi yang Efektif

    Jelaskan Kebijakan dan Strategi Pembangunan Ekonomi yang Efektif

    • calendar_month Sel, 25 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 204
    • 0Komentar

    Pembangunan ekonomi adalah proses kompleks yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan pendapatan per kapita, lapangan pekerjaan, dan kualitas hidup secara keseluruhan. Dalam konteks Indonesia, kebijakan dan strategi pembangunan ekonomi menjadi kunci untuk mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan dan inklusif. Artikel ini akan membahas secara rinci berbagai kebijakan dan strategi yang dapat diterapkan untuk memastikan […]

  • BKPM dan Pemda NTT Kolaborasi Tingkatkan Wirausaha dan Hilirisasi Ekonomi

    BKPM dan Pemda NTT Kolaborasi Tingkatkan Wirausaha dan Hilirisasi Ekonomi

    • calendar_month Jum, 14 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 204
    • 0Komentar

    Di tengah dinamika perekonomian yang terus berkembang, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Republik Indonesia kembali menunjukkan komitmennya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui kerja sama dengan pemerintah daerah. Salah satu inisiatif terbaru adalah kolaborasi antara BKPM dengan Pemerintah Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam upaya meningkatkan wirausaha dan mempercepat proses hilirisasi ekonomi. […]

  • UBS Hadirkan Peluang Bisnis Menjanjikan, Raih Penghasilan dan Wujudkan Impian Bersama

    UBS Hadirkan Peluang Bisnis Menjanjikan, Raih Penghasilan dan Wujudkan Impian Bersama

    • calendar_month Sab, 11 Apr 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 162
    • 0Komentar

    RadarEkonomi.com, Jakarta – UBS menghadirkan peluang bisnis modern berbasis sharing marketing community opportunity, sebuah konsep usaha yang memberikan kesempatan yang sama bagi setiap orang untuk sukses bersama. Program ini dirancang untuk siapa saja yang ingin memiliki penghasilan tambahan, bahkan membangun kemandirian finansial. Dengan sistem yang mudah dijalankan dan dukungan komunitas yang kuat, setiap anggota berpeluang […]

  • Masalah Pokok Ketenagakerjaan yang Dihadapi Pemerintah Indonesia

    Masalah Pokok Ketenagakerjaan yang Dihadapi Pemerintah Indonesia

    • calendar_month Jum, 9 Jan 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 161
    • 0Komentar

    Di tengah dinamika ekonomi global dan pertumbuhan penduduk yang pesat, masalah ketenagakerjaan di Indonesia menjadi salah satu isu utama yang memerlukan perhatian serius. Tantangan ini tidak hanya mengancam kesejahteraan masyarakat, tetapi juga berdampak pada stabilitas perekonomian nasional. Berikut adalah beberapa masalah pokok ketenagakerjaan yang dihadapi oleh pemerintah Indonesia. Tingkat Pengangguran yang Masih Tinggi Meskipun angka […]

  • Likuiditas Perbankan Dinyatakan Optimal untuk Mendukung Kredit: Analisis Terkini

    Likuiditas Perbankan Dinyatakan Optimal untuk Mendukung Kredit: Analisis Terkini

    • calendar_month Kam, 6 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 196
    • 0Komentar

    Likuiditas perbankan di Indonesia terus menunjukkan kondisi yang stabil dan optimal, berkontribusi signifikan dalam mendukung penyaluran kredit yang diperlukan untuk memacu pertumbuhan ekonomi. Hal ini dibuktikan melalui sejumlah indikator penting seperti rasio alat likuid terhadap dana pihak ketiga (AL/DPK), rasio kecukupan modal (CAR), serta tingkat risiko kredit yang terkendali. Bank Indonesia (BI) mencatat bahwa pada […]

expand_less