Kontribusi Investasi Terbesar dari Sektor Mineral Capai Rp97,60 Triliun
- account_circle radarekonomi
- calendar_month Jum, 7 Nov 2025
- visibility 192
- comment 0 komentar

Di tengah dinamika perekonomian yang terus berkembang, sektor mineral kembali menunjukkan kontribusi signifikan dalam menopang pertumbuhan investasi nasional. Berdasarkan data terbaru, realisasi investasi sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada semester I 2025 mencapai 13,9 miliar dolar AS atau setara dengan Rp225,8 triliun. Dari total tersebut, sektor mineral menjadi penyumbang utama dengan nilai investasi mencapai Rp97,60 triliun. Angka ini mencerminkan peran strategis sektor ini dalam memacu pertumbuhan ekonomi dan daya saing Indonesia.
Kontribusi besar dari sektor mineral tidak terlepas dari upaya pemerintah dalam memperkuat regulasi dan memberikan insentif bagi para investor. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa realisasi investasi di sektor ini mengalami peningkatan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pada semester I 2024, total investasi mencapai 11,2 miliar dolar AS atau sekitar Rp181,01 triliun. Kenaikan sebesar 24,1 persen ini menunjukkan optimisme investor terhadap potensi sektor mineral.
Selain itu, kebijakan pemerintah dalam mendukung hilirisasi sumber daya alam juga berdampak positif terhadap meningkatnya minat investasi. Di antara subsektor yang tercatat, migas menjadi penyumbang terbesar dengan nilai investasi sebesar 8,1 miliar dolar AS atau sekitar Rp131,63 triliun. Sementara itu, sektor mineral dan batu bara (minerba) menyumbang 3,1 miliar dolar AS atau sekitar Rp50,38 triliun. Dengan demikian, sektor minerba menjadi salah satu tulang punggung investasi di Indonesia.
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Perkasa Roeslani, menjelaskan bahwa realisasi investasi di kuartal II 2025 mencapai Rp477,7 triliun. Angka ini mencerminkan respons positif terhadap kebijakan pemerintah dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif. Selain itu, penyerapan tenaga kerja mencapai 665.764 orang, yang menunjukkan bahwa investasi tidak hanya memberikan dampak ekonomi, tetapi juga sosial.
Dalam konteks regional, investasi di Jawa mencapai Rp237,5 triliun, sedangkan di luar Jawa mencapai Rp240,2 triliun. Hal ini menunjukkan bahwa pertumbuhan investasi tidak hanya terpusat di pulau Jawa, tetapi juga merata di berbagai wilayah. Lima negara asal investasi terbesar adalah Singapura, Hong Kong, Republik Rakyat Tiongkok, Amerika Serikat, dan Malaysia. Ini membuktikan bahwa Indonesia semakin diminati oleh investor internasional.

Selain itu, kebijakan pemerintah dalam memberikan kemudahan layanan investasi juga turut berkontribusi dalam meningkatkan jumlah investasi. Contohnya, Kota Tangerang yang telah mendapatkan apresiasi dari Pemprov Banten sebagai penyelenggara pelayanan perizinan terbaik. Wali Kota Tangerang, Arief R. Wismansyah, menyampaikan bahwa kemudahan layanan investasi secara daring serta hadirnya Mal Pelayanan Publik (MPP) telah mempercepat proses pengurusan perizinan. Hal ini tentu saja menjadi faktor pendukung bagi pertumbuhan investasi di kota tersebut.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto juga menyampaikan bahwa pemerintah Indonesia menawarkan investasi di sektor mineral kritis kepada Amerika Serikat. Tawaran ini mencakup tembaga, nikel, dan komoditas lain yang relevan dengan ekosistem kendaraan listrik (EV). Dengan tawaran ini, Indonesia berusaha memperkuat kerja sama ekonomi dengan negara-negara maju.

Investasi di sektor mineral bukan hanya tentang angka, tetapi juga tentang masa depan ekonomi Indonesia. Dengan adanya peningkatan investasi, diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat industri dalam negeri. Selain itu, investasi yang baik juga akan memperkuat posisi Indonesia dalam skala global.
Untuk memastikan keberlanjutan pertumbuhan investasi, diperlukan komitmen dari pemerintah dan swasta untuk terus mengoptimalkan potensi sektor mineral. Dengan dukungan yang kuat, sektor ini dapat menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia dalam jangka panjang.
FAQ
Apa saja subsektor yang mendapat kontribusi terbesar dalam investasi ESDM?
Subsektor migas menjadi penyumbang terbesar dengan nilai investasi sebesar 8,1 miliar dolar AS, disusul oleh sektor mineral dan batu bara (minerba) dengan nilai sekitar 3,1 miliar dolar AS.
Bagaimana realisasi investasi di kuartal II 2025?
Realisasi investasi di kuartal II 2025 mencapai Rp477,7 triliun dengan penyerapan tenaga kerja sebesar 665.764 orang.
Apa yang membuat sektor mineral menjadi incaran investor?
Sektor mineral memiliki potensi besar dalam mendukung industri seperti kendaraan listrik dan elektronik. Selain itu, kebijakan pemerintah yang mendukung hilirisasi sumber daya alam juga menjadi faktor penting.
Apakah investasi di sektor mineral hanya terfokus di pulau Jawa?
Tidak, investasi di sektor mineral tersebar merata di berbagai wilayah. Contohnya, di luar Jawa, realisasi investasi mencapai Rp240,2 triliun.
Bagaimana peran pemerintah dalam meningkatkan investasi sektor mineral?
Pemerintah memberikan kemudahan layanan investasi, memperkuat regulasi, dan menawarkan insentif untuk menarik investor. Selain itu, pemerintah juga fokus pada hilirisasi sumber daya alam.
Tag:
KontribusiInvestasiTerbesar #SektorMineral #InvestasiESDM #EkonomiIndonesia #InvestasiNasional #PertumbuhanEkonomi #HilirisasiSumberDayaAlam #InvestasiInternasional #KemudahanLayananInvestasi
- Penulis: radarekonomi



Saat ini belum ada komentar