Panduan Lengkap Berinvestasi di Saham Lo Kheng Hong untuk Pemula
- account_circle radarekonomi
- calendar_month Sen, 17 Nov 2025
- visibility 219
- comment 0 komentar

Investasi saham menjadi salah satu pilihan yang semakin diminati oleh banyak orang, terutama bagi mereka yang ingin mengembangkan kekayaan dalam jangka panjang. Salah satu tokoh yang sangat dihormati di Indonesia adalah Lo Kheng Hong, yang dikenal dengan pendekatan investasi cerdas dan hasil yang mengesankan. Dengan pengalaman bertahun-tahun di pasar modal, Lo Kheng Hong sering dijuluki sebagai “Warren Buffett-nya Indonesia” karena kesuksesannya dalam berinvestasi.

Dalam beberapa tahun terakhir, portofolio Lo Kheng Hong mencatat kinerja positif. Contohnya, PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) naik 64,63% ke level Rp 1.210. Sementara itu, PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) melesat 89,29% secara tahunan. Selain itu, PT Bank CIMB Niaga (BNGA) dan PT Intiland Development Tbk (DILD) masing-masing naik 44,54% dan 14,97%. Meski begitu, tidak semua saham yang dimilikinya berada di zona hijau. Contohnya, PT Global Mediacom Tbk (BMTR) turun 6,47% secara tahunan.

Lo Kheng Hong percaya bahwa sukses dalam investasi saham bergantung pada kemampuan mengontrol emosi. Ia pernah membeli saham PT United Tractors Tbk (UNTR) pada 1998 ketika laba bersih perusahaan minus Rp 1 triliun. Namun, ia melihat potensi dari pendapatan perusahaan yang sekitar Rp 2 triliun-Rp 4 triliun. Dari saham UNTR ini, Lo berhasil meraih cuan besar hingga 5.900%.
Selain itu, Lo juga membeli saham PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) pada harga Rp 1.000/saham dan menjualnya pada harga rata-rata Rp 10.000/saham. Dari saham INKP, Lo berhasil meraup cuan besar dari Rp 35 miliar menjadi Rp 350 miliar dalam kurun waktu 1,5 tahun. Ini menunjukkan bahwa investasi yang tepat bisa memberikan keuntungan yang signifikan.

Bagi pemula yang ingin belajar berinvestasi seperti Lo Kheng Hong, berikut beberapa tips penting:
-
Pilih Saham Perusahaan yang Punya Laba Besar
Lo Kheng Hong menekankan pentingnya memilih saham dari perusahaan yang memiliki laba yang konsisten dan besar. Perusahaan dengan laba besar biasanya memiliki arus kas yang sehat dan mampu bertahan dalam situasi pasar yang tidak menentu. -
Perhatikan Utang Perusahaan
Menurut Lo Kheng Hong, salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam memilih saham adalah tingkat utang perusahaan. Perusahaan dengan utang yang terlalu tinggi berisiko besar, terutama jika terjadi perubahan kondisi ekonomi. Oleh karena itu, investor harus memilih perusahaan dengan struktur utang yang sehat. -
Beli Saham yang Masih Undervalue
Lo Kheng Hong sangat fokus pada mencari saham yang undervalued, yaitu saham yang harganya lebih rendah dibandingkan dengan nilai intrinsiknya. Saham-saham seperti ini memiliki potensi untuk naik signifikan ketika pasar menyadari nilai sebenarnya. -
Cari Perusahaan dengan Keunggulan Kompetitif
Lo Kheng Hong juga menekankan pentingnya memilih perusahaan yang memiliki keunggulan kompetitif yang jelas, seperti brand yang kuat, produk unggulan, atau teknologi yang sulit ditiru. -
Sabar dan Fokus Jangka Panjang
Prinsip utama Lo Kheng Hong dalam berinvestasi adalah kesabaran. Dia menyarankan untuk tidak terburu-buru menjual saham, melainkan berfokus pada potensi pertumbuhan perusahaan dalam jangka panjang.
Dengan prinsip-prinsip tersebut, Lo Kheng Hong membuktikan bahwa investasi saham bukan hanya tentang mendapatkan keuntungan cepat, tetapi juga tentang membangun masa depan yang stabil. Bagi pemula, mulailah dengan mempelajari dasar-dasar investasi saham, pilih saham dengan fundamental yang kuat, dan jangan lupa untuk tetap sabar dan fokus pada jangka panjang.
Dengan langkah-langkah yang tepat, siapa pun bisa menjadi investor yang sukses seperti Lo Kheng Hong. Mulailah dengan investasi kecil, pelajari setiap langkah, dan terus berkembang. Mungkin, Anda adalah investor berikutnya yang akan sukses di pasar modal Indonesia.
- Penulis: radarekonomi



Saat ini belum ada komentar