Breaking News
light_mode
Beranda » Keuangan » Pasar Saham ATH Dipimpin Oleh Investor Domestik, Mengabaikan Outflow Asing di SBN

Pasar Saham ATH Dipimpin Oleh Investor Domestik, Mengabaikan Outflow Asing di SBN

  • account_circle radarekonomi
  • calendar_month Sen, 3 Nov 2025
  • visibility 208
  • comment 0 komentar

Pasar saham Indonesia kembali menunjukkan tren positif meski diperkirakan akan terus menghadapi tekanan dari arus keluar dana asing. Dalam beberapa bulan terakhir, investor domestik semakin memperkuat posisinya sebagai pemain utama dalam pasar modal, sementara aliran dana asing tetap terus berlangsung meskipun tidak sebesar sebelumnya. Hal ini menjadi perhatian besar bagi para analis dan pengamat pasar modal.

Menurut data Bank Indonesia, sejak awal 2025 hingga 6 Februari, investor asing melakukan penjualan bersih sebesar Rp 2,85 triliun di pasar saham. Sementara itu, di pasar surat utang dalam negeri seperti Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), investor asing justru mencatatkan pembelian bersih senilai masing-masing Rp 10,73 triliun dan Rp 10,44 triliun. Tren ini menunjukkan bahwa investor asing lebih memilih instrumen investasi berisiko rendah dibandingkan saham.

Namun, di tengah ketidakpastian ekonomi global dan nasional, investor domestik justru menjadi pendorong utama pertumbuhan pasar saham. Menurut Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Mohamad Adityo, investor asing masih terus menjual saham dengan volume yang lebih besar dibandingkan pembelian. Namun, daya beli investor asing terhadap saham Indonesia belum pulih sepenuhnya.

“Secara nominal, aksi jual investor asing sudah mulai berkurang, tetapi permintaan atau demand-nya untuk saham Indonesia masih belum baik,” ujarnya. Ia juga menyebut bahwa rupiah yang melemah ke level Rp 16.000 tidak memengaruhi selera investor asing yang memilih untuk menyimpan uangnya di SBN. Bahkan, sebagian besar investor asing (sekitar 14% dari total investor) masih memilih instrumen ini.

Salah satu indikator penting yang menunjukkan dominasi investor domestik adalah jumlah investor ritel yang terus meningkat. Bursa Efek Indonesia (BEI) melaporkan bahwa jumlah investor pasar modal Indonesia telah mencapai 16,99 juta per Juni 2025, di mana 16,94 juta di antaranya merupakan investor ritel domestik. Angka ini melonjak hampir enam kali lipat dibandingkan tahun 2019, saat jumlah investor hanya sekitar 2,5 juta.

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa Efek Indonesia, Irvan Susandy, menjelaskan bahwa dominasi investor asing di pasar saham Indonesia telah bergeser sejak pandemi 2020. Pada 2019, komposisi kepemilikan investor asing mencapai 51,85%, namun pada 2020 angka tersebut turun menjadi 49,21%. Seiring waktu, investor domestik semakin kuat dan menjadi “cushion” yang lebih baik jika terjadi tekanan eksternal.

Dari sisi aktivitas transaksi, investor ritel domestik menyumbang sekitar 44% dari total transaksi hingga Juni 2025. Meskipun kontribusi ini tergolong minoritas dibandingkan investor asing, pengaruhnya tidak bisa diabaikan. Menurut Budi Frensidy, pengamat pasar modal dari Universitas Indonesia, investor ritel domestik cenderung tersebar di banyak saham, sementara investor asing lebih fokus pada saham-saham big caps.

“Karena itu, efek dari aksi jual atau beli investor asing bisa lebih besar, terutama pada saham-saham kapitalisasi besar,” katanya. Di sisi lain, partisipasi investor ritel yang tinggi juga memberikan dampak positif pada likuiditas pasar.

Meski investor asing masih mengalami outflow di pasar saham, IHSG tetap stabil di bawah tekanan. Beberapa hari lalu, indeks ini sempat turun ke bawah 6.500 dari posisi di level 7.000 pada awal Februari. Namun, investor domestik tetap percaya diri dan terus membeli saham, terutama di sektor-sektor yang dinilai memiliki potensi pertumbuhan.

Chief Economist & Head of Research Mirae Asset Sekuritas, Rully Arya Wisnubroto, menjelaskan bahwa faktor-faktor eksternal dan internal memengaruhi perilaku investor asing. Salah satunya, sentimen terkait kebijakan Presiden AS Donald Trump, yang pernah memicu outflow dana asing pada masa kepemimpinannya dulu. Selain itu, kebijakan pemerintah Indonesia yang dianggap tidak konsisten dengan pertumbuhan ekonomi domestik juga menjadi penyebab.

Di tengah situasi ini, BI diharapkan dapat memberikan stimulus melalui kebijakan moneter. Saat ini, suku bunga BI berada di level 5,75 persen. Namun, menurut Suhindarto, ekonom PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), kemungkinan besar BI akan lebih kaku dalam mengambil kebijakan pelonggaran moneter. Hal ini didorong oleh kebutuhan pemerintah untuk membayar bunga utang dari penerbitan SBN yang bisa mencapai sebesar Rp 800 triliun.

“Jika suku bunga dijaga lebih tinggi, daya tarik investor untuk berinvestasi di SBN akan meningkat,” kata Suhindarto. Namun, hal ini juga berpotensi memengaruhi prospek penurunan suku bunga di masa depan.

FAQ

Apa yang menyebabkan outflow dana asing di pasar saham?

Outflow dana asing di pasar saham disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk ketidakpastian ekonomi global dan nasional, serta sentimen terkait kebijakan pemerintah. Selain itu, kebijakan Presiden AS Donald Trump juga berdampak pada perilaku investor asing.

Mengapa investor domestik semakin mendominasi pasar saham?

Investor domestik semakin mendominasi pasar saham karena peningkatan jumlah investor ritel, edukasi keuangan yang lebih baik, dan kepercayaan terhadap potensi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Selain itu, investor domestik juga lebih fleksibel dalam memilih instrumen investasi.

Bagaimana pengaruh suku bunga BI terhadap pasar modal?

Suku bunga BI sangat berpengaruh terhadap pasar modal. Jika suku bunga diturunkan, daya tarik investor untuk berinvestasi di SBN dan SRBI bisa meningkat. Namun, penurunan suku bunga juga bisa memengaruhi inflasi dan stabilitas nilai tukar rupiah.

Apa peran investor ritel dalam pasar modal?

Investor ritel berperan penting dalam meningkatkan likuiditas pasar. Meskipun kontribusi mereka terhadap nilai transaksi masih tergolong minoritas, partisipasi mereka memberikan dampak positif terhadap keseimbangan pasar.

Apa yang diharapkan dari pemerintah terkait pasar modal?

Pemerintah diharapkan dapat memberikan kebijakan yang lebih pro-pertumbuhan dan stabil. Ini termasuk dukungan terhadap sektor-sektor strategis, peningkatan infrastruktur, dan kebijakan fiskal yang lebih jelas.

Tagging:

PasarSahamATH #InvestorDomestik #OutflowAsing #SBN #SuratBerhargaNegara #SRBI #IndeksHargaSahamGabungan #BankIndonesia #EkonomiIndonesia #InvestasiBursa #PasarModalIndonesia #InvestorRitel #KebijakanMoneter #IHSG #SukuBungaBI #InvestorAsing #PengembanganEkonomi

  • Penulis: radarekonomi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Saham PGAS Hari Ini: Update Terkini dan Analisis Pasar

    Harga Saham PGAS Hari Ini: Update Terkini dan Analisis Pasar

    • calendar_month Sen, 17 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 264
    • 0Komentar

    Pada perdagangan hari ini, harga saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) kembali menunjukkan tren positif. Dengan kode saham PGAS, emiten yang telah terdaftar di Bursa Efek Indonesia sejak 2000-01-01 ini tetap menjadi salah satu pilihan utama bagi investor baik retail maupun institusi. Berikut adalah update terkini mengenai pergerakan harga saham PGAS beserta analisis pasar […]

  • Lokasi Terbaik untuk Membangun Kawasan Industri di Daerah: Faktor yang Perlu Dipertimbangkan

    Lokasi Terbaik untuk Membangun Kawasan Industri di Daerah: Faktor yang Perlu Dipertimbangkan

    • calendar_month Sab, 31 Jan 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Pemilihan lokasi yang tepat untuk membangun kawasan industri menjadi salah satu faktor kunci dalam menentukan keberhasilan bisnis. Di tengah pertumbuhan ekonomi yang semakin pesat, banyak perusahaan mencari daerah yang memiliki potensi untuk mendukung operasional produksi secara efisien dan berkelanjutan. Dalam artikel ini, kita akan membahas faktor-faktor penting yang harus dipertimbangkan saat memilih lokasi untuk membangun […]

  • Panduan Lengkap Keuangan dan Perbankan untuk UMKM di Indonesia

    Panduan Lengkap Keuangan dan Perbankan untuk UMKM di Indonesia

    • calendar_month Sab, 24 Jan 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 221
    • 0Komentar

    Di tengah dinamika perekonomian yang terus berkembang, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia. Dengan kontribusi sebesar 60,5% terhadap PDB nasional dan mampu menyerap 96,9% tenaga kerja, UMKM memainkan peran vital dalam membangun ketahanan ekonomi. Namun, salah satu tantangan utama yang dihadapi pelaku UMKM adalah manajemen keuangan dan perbankan yang efektif. […]

  • OJK Dorong Sinergisme dalam Adopsi Teknologi di Sektor Jasa Keuangan

    OJK Dorong Sinergisme dalam Adopsi Teknologi di Sektor Jasa Keuangan

    • calendar_month Rab, 5 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 194
    • 0Komentar

    Di tengah arus transformasi digital yang semakin pesat, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus berupaya memperkuat sinergisme antar pemangku kepentingan dalam mengadopsi teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan inklusi keuangan. Dalam beberapa waktu terakhir, OJK telah meluncurkan berbagai inisiatif dan regulasi yang bertujuan memastikan bahwa teknologi dapat digunakan secara optimal tanpa mengorbankan stabilitas sistem keuangan. Salah satu […]

  • Keuntungan Investasi Emas Antam yang Perlu Anda Ketahui

    Keuntungan Investasi Emas Antam yang Perlu Anda Ketahui

    • calendar_month Ming, 11 Jan 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 157
    • 0Komentar

    Investasi emas Antam telah menjadi pilihan utama bagi banyak masyarakat Indonesia, terutama karena stabilitasnya dan potensi keuntungan jangka panjang. Dalam artikel ini, kita akan membahas secara rinci mengenai keuntungan investasi emas Antam yang bisa Anda manfaatkan untuk meningkatkan portofolio keuangan Anda. Pertama-tama, perlu diketahui bahwa harga emas Antam terus mengalami kenaikan dari waktu ke waktu. […]

  • Wow! Apa itu Peluang Usaha Akademi Bosan Susah (UBS) 2026?

    Wow! Apa itu Peluang Usaha Akademi Bosan Susah (UBS) 2026?

    • calendar_month Sab, 4 Apr 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 139
    • 0Komentar

    RadarEkonomi.com, Jakarta – Dari Buya ERMAS ANDICO SYAMDA. PROGRAM CMS-SMS Assalamualaikum.. Jadikan MOMENTUM SUKSES TAHUN 2026 ini. Untuk SUKSES dapat komisi minimal Rp 75.000.000 per bulan, maksimum Rp  525.000.000-, harus lah ada dua orang minimal kita cetak LEADERS Di bawahnya LANGSUNG ya. Buya ERMAS , sebagai mantan Ketuanya PMC – UBS Premium Members Club ketika […]

expand_less