Breaking News
light_mode
Beranda » Ekspor-Impor » Beras SPHP Melimpah Tapi Harga Masih Goyang? Ini Penjelasan Bulog

Beras SPHP Melimpah Tapi Harga Masih Goyang? Ini Penjelasan Bulog

  • account_circle radarekonomi
  • calendar_month Kam, 26 Mar 2026
  • visibility 30
  • comment 0 komentar

Di tengah wacana impor beras yang sempat menggemparkan masyarakat, harga beras di berbagai daerah masih terlihat fluktuatif. Meski stok beras dalam negeri melimpah, khususnya beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang telah didistribusikan, harga di pasar tradisional belum sepenuhnya stabil. Hal ini menimbulkan pertanyaan, apakah kebijakan pemerintah untuk menyediakan beras SPHP cukup efektif?

Berdasarkan data dari Kementerian Perdagangan, harga beras medium di DKI Jakarta pada awal Maret 2021 tercatat sebesar Rp9.800 per kilogram. Namun, harga tersebut mulai naik hingga mencapai Rp9.878 per kilogram pada 9 Maret. Di Bandung, harga beras juga stabil di kisaran Rp9.683 per kilogram hingga 17 Maret. Sementara itu, harga beras premium tercatat stabil di kisaran Rp11.683 per kilogram.

Meskipun demikian, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menegaskan bahwa harga beras tidak mengalami penurunan, bahkan cenderung naik. Ia menampik isu bahwa harga beras turun setelah adanya wacana impor beras sebanyak 1,5 juta ton. “Kalau dibilang harga turun, harga tidak turun, malah naik,” ujar Lutfi dalam konferensi pers virtual.

Namun, meski harga beras tidak turun, banyak masyarakat merasa bahwa harga tetap tinggi. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk fluktuasi harga gabah di tingkat petani. Menurut Lutfi, harga gabah mengalami penurunan karena kualitas yang buruk akibat curah hujan yang tinggi sejak awal tahun. “Harga gabah turun karena Bulog tidak bisa membeli gabah yang kadar airnya lebih tinggi, sedangkan petani punya pengering,” katanya.

Petani menjual gabah di pasar tradisional

Berdasarkan rencana pemerintah, sebanyak 1,5 juta ton beras SPHP akan digelontorkan mulai bulan ini hingga Juli 2025. Dalam rangka menstabilkan harga beras, beras SPHP akan didistribusikan ke wilayah-wilayah dengan harga beras yang tinggi. Daerah dengan harga beras rendah atau stabil tidak menjadi prioritas untuk menghindari anjloknya harga di daerah tersebut.

Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi menjelaskan bahwa SPHP disiapkan 1,5 juta ton setahun, dengan distribusi sebanyak 250 ribu ton pada Juni-Juli. “Sebelumnya Januari-Februari 2025 181 ribu ton,” kata Arief. Distribusi beras SPHP ini bersamaan dengan penyaluran bantuan pangan beras yang menyasar 18,3 juta keluarga penerima manfaat (KPM). Masing-masing KPM akan menerima sebanyak 10 kilogram (kg) beras per bulannya.

Harga beras SPHP ditetapkan sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) beras medium. Di zona 1, HET beras medium adalah Rp12.500/kg, meliputi Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi. Zona 2 memiliki HET sebesar Rp13.100/kg, yaitu Sumatera selain Lampung dan Sumatera Selatan, Nusa Tenggara Timur, dan Kalimantan. Sedangkan zona 3 memiliki HET sebesar Rp13.500/kg, meliputi Maluku dan Papua.

Distribusi beras SPHP oleh Bulog ke pasar ritel modern

Menurut Arief, penyaluran beras SPHP dilakukan saat masa panen raya habis karena dalam situasi itu, biasanya harga gabah meningkat karena produksi yang telah menurun di masa tanam. Namun, hal ini tidak sepenuhnya membantu menurunkan harga beras di pasar.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menjelaskan bahwa beras SPHP tidak akan disalurkan kepada daerah dengan harga yang rendah. Hal itu akan berdampak pada semakin menurunnya harga beras dan gabah di daerah tersebut. “Pada tempat yang harga masih relatif rendah atau ada harga beras di bawah HPP (Harga Pembelian Pemerintah) di tempat itu, jangan keluar SPHP, kenapa? Tambah menekan harga di tingkat petani dan itu membuat petani kita bisa terpuruk,” ucapnya.

Dengan adanya beras SPHP yang melimpah, diharapkan dapat membantu menurunkan harga beras di pasar. Namun, faktor-faktor seperti curah hujan, kualitas gabah, dan distribusi yang tidak merata tetap menjadi tantangan besar dalam upaya menstabilkan harga beras.

Melalui kebijakan ini, pemerintah berharap dapat memberikan solusi yang efektif bagi masyarakat, khususnya yang tinggal di daerah dengan harga beras tinggi. Dengan penyaluran beras SPHP yang tepat sasaran, diharapkan harga beras dapat segera stabil dan tidak lagi menjadi beban bagi masyarakat.

  • Penulis: radarekonomi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cara Membeli Saham BCA untuk Pemula: Panduan Lengkap 2024

    Cara Membeli Saham BCA untuk Pemula: Panduan Lengkap 2024

    • calendar_month Sen, 19 Jan 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 160
    • 0Komentar

    Investasi di pasar modal kini semakin mudah dan terjangkau, terutama bagi para pemula yang ingin memulai perjalanan investasi. Salah satu saham yang populer dan diminati oleh banyak investor adalah saham Bank Central Asia (BCA) dengan kode BBCA. Bagi Anda yang baru mengenal dunia saham, berikut panduan lengkap cara membeli saham BCA baik secara online maupun […]

  • Penguatan Kerangka Regulasi TekFin Lintas Batas: Tren dan Persiapan Terkini

    Penguatan Kerangka Regulasi TekFin Lintas Batas: Tren dan Persiapan Terkini

    • calendar_month Ming, 2 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 133
    • 0Komentar

    Di tengah arus digitalisasi yang semakin mengglobal, sektor teknologi finansial (tekfin) kini menjadi salah satu pilar penting dalam membangun ekonomi nasional. Dengan kecepatan inovasi yang pesat, tekfin tidak hanya mengubah cara masyarakat bertransaksi, tetapi juga memengaruhi struktur sistem keuangan secara keseluruhan. Di tengah dinamika ini, penguatan kerangka regulasi tekfin lintas batas menjadi langkah strategis untuk […]

  • Aplikasi Penghasil Uang 2021 Terbukti Membayar Langsung ke Rekening

    Aplikasi Penghasil Uang 2021 Terbukti Membayar Langsung ke Rekening

    • calendar_month Jum, 23 Jan 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 77
    • 0Komentar

    Di tengah perkembangan teknologi dan digitalisasi, banyak orang mulai mencari cara tambahan untuk meningkatkan pemasukan. Salah satu metode yang semakin populer adalah dengan menggunakan aplikasi penghasil uang 2021 terbukti membayar langsung ke rekening. Tidak hanya memberikan kesempatan untuk mengisi survei atau menyelesaikan tugas sederhana, aplikasi ini juga memberikan imbalan berupa uang tunai yang bisa langsung […]

  • Industri Pengolahan Makanan dan Minuman Tetap Resilien di Tengah Gejolak Pangan

    Industri Pengolahan Makanan dan Minuman Tetap Resilien di Tengah Gejolak Pangan

    • calendar_month Sen, 10 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 156
    • 0Komentar

    Di tengah gejolak pangan global yang semakin mengancam stabilitas ekonomi, industri pengolahan makanan dan minuman (mamin) di Indonesia menunjukkan ketangguhan yang luar biasa. Sebagai salah satu sektor terbesar dalam struktur ekonomi nasional, industri ini tidak hanya bertahan, tetapi juga tumbuh secara signifikan. Dengan kontribusi besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), sektor mamin membuktikan bahwa keberagaman […]

  • Analisis Kebijakan Ekonomi pada Masa Pemerintahan SBY

    Analisis Kebijakan Ekonomi pada Masa Pemerintahan SBY

    • calendar_month Rab, 28 Jan 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 153
    • 0Komentar

    Pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), kebijakan ekonomi menjadi salah satu aspek yang mendapat perhatian besar. Di tengah tantangan global dan domestik, pemerintahan SBY mencoba menghadirkan stabilitas dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Dalam artikel ini, kita akan membahas secara mendalam kebijakan-kebijakan ekonomi yang diambil selama masa kepemimpinan SBY, serta dampaknya terhadap perekonomian Indonesia. […]

  • Cara Kebijakan Moneter Menjaga Stabilitas Ekonomi

    Cara Kebijakan Moneter Menjaga Stabilitas Ekonomi

    • calendar_month Sel, 20 Jan 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 104
    • 0Komentar

    Stabilitas ekonomi adalah salah satu tujuan utama dari pemerintah dan bank sentral di berbagai negara. Di Indonesia, Bank Indonesia (BI) memainkan peran kunci dalam menjaga kestabilan ekonomi melalui kebijakan moneter yang tepat. Kebijakan moneter dapat menjaga stabilitas ekonomi dengan cara yang terstruktur dan berbasis data. Artikel ini akan membahas bagaimana kebijakan moneter bekerja untuk mencapai […]

expand_less