Breaking News
light_mode
Beranda » Bisnis » KPK TIPIKOR: Air Mata Petani Air Hitam: Lahan Hidup Mereka Dikuasai PT Torganda, Nasib Mereka Kini Bergantung pada Keputusan Presiden.

KPK TIPIKOR: Air Mata Petani Air Hitam: Lahan Hidup Mereka Dikuasai PT Torganda, Nasib Mereka Kini Bergantung pada Keputusan Presiden.

  • account_circle radarekonomi
  • calendar_month Sab, 29 Nov 2025
  • visibility 2.048
  • comment 0 komentar

RadarEkonomi.id, Rokan Hilir, Riau – Sebuah laporan resmi berdasarkan Permendagri No.19 Tahun 2021 tentang Batas Daerah Kabupaten Rokan Hilir Dengan Kabupaten Rokan Hulu Provinsi Riau
yang mengguncang telah dilayangkan hingga ke meja Istana Presiden Republik Indonesia, mengungkap skandal penguasaan tanah seluas ± 6.350 Hektar (Ha) oleh PT Torganda di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) yang diduga kuat tidak memiliki dasar hukum dan administratif yang sah. Laporan dari Yayasan Dewan Pimpinan Pusat Komisi Pengawasan Korupsi Tindak Pidana Korupsi (DPP KPK TIPIKOR) ini menyingkap titik nadir ketidakpastian hukum yang mengorbankan nasib ratusan Kelompok Tani (KT) dan membongkar praktik ambruknya tata kelola agraria dari level akar rumput.

Inti Skandal: Tanah “Hantu” yang Dikuasai Perusahaan

Investigasi mendalam yang dirilis pada Sabtu (28/11/2025) memfokuskan pada nasib pilu Kelompok Tani (KT) 3, 4, 7, 8, 9, dan KT 10 di Rokan Hilir. Secara administratif, lahan mereka masuk wilayah Kabupaten Rokan Hilir, namun secara de facto telah dikuasai dan ditanami kelapa sawit oleh PT Torganda. Yang mencengangkan, tanah seluas itu secara mencurigakan “tidak terdaftar” atau “gelap” dalam administrasi Pemerintahan Desa setempat, menciptakan sebuah kekosongan hukum yang dimanfaatkan perusahaan.

” Ini adalah bom waktu agraria. Bagaimana mungkin sebuah perusahaan bisa beroperasi dan mengajukan izin turunan, sementara status dasar lahannya sendiri adalah fatamorgana di tingkat desa? Ini bukan lagi sengketa, ini adalah bentuk peminggiran hukum terstruktur terhadap masyarakat,” tegas Arjuna Sitepu, pengadu dari DPP KPK TIPIKOR, dalam rilisnya yang diperkuat dengan analisis hukum tajam.

 

Membedah Rantai Kelemahan Hukum: Mustahilnya Izin Sah bagi PT Torganda

Laporan ini tidak hanya mengeluh, tetapi membongkar secara sistematis mengapa klaim PT Torganda atas lahan tersebut rapuh dan mustahil memiliki izin yang sah:

1. Hak Pengelolaan (HPL) Fiktif:
Status HPL yang dijadikan dasar PT Torganda adalah HPL tanpa wujud. Menurut PP No. 18 Tahun 2021, HPL wajib memiliki sertifikat. Faktanya, HPL ini tidak bersertifikat, sehingga klaim penguasaan perusahaan adalah omong kosong di mata hukum.
2. Kegagalan Sistem di Level Desa:
Pasal 67 UU Desa dengan tegas memberikan kewenangan pada desa. Ketidakterdaftaran lahan ini di Buku Tanah Desa Air Hitam membuatnya “tidak ada” dalam database BPN, Rencana Detail Tata Ruang (RDTR), dan APBDes. Ini adalah fatal error administrasi yang meruntuhkan seluruh klaim hukum di tingkat atas. Praktik ini berpotensi melanggar UUPA yang mengakui hak-hak tradisional masyarakat.
3. Analisis Kegagalan Izin Turunan:
· Izin Lingkungan (UKL-UPL/Amdal): Ditolak Otomatis. Syarat kepemilikan tanah yang sah tidak terpenuhi.
· HGU & Hak Pakai: Izin Ilegal. HGU hanya sah jika diberikan di atas HPL yang sudah bersertifikat. Tanpanya, pemberian HGU adalah tindakan melawan hukum.
· PBG (Persetujuan Bangunan Gedung): Tidak Dapat Diproses. HPL fiktif bukan bukti penguasaan tanah yang sah.
· Pajak (PPh & PBB): Lahan ini “Hantu” Fiskal. Karena tidak tercatat, lahan ini tidak memiliki Nomor Objek Pajak (NOP), sehingga kewajiban PBB pun nihil. Ini menimbulkan dugaan potensi pungli dan pelaporan pajak yang tidak transparan.

 

Peta Jalan Penyelesaian & Tuntutan Tegas

Laporan ini tidak berhenti pada kritik, tetapi menyodorkan peta jalan konkret menuju penyelesaian, sekaligus menuntut pertanggungjawaban:

1. Legalisasi atau Sita: PT Torganda harus segera mendaftarkan dan mensertifikatkan HPL-nya, atau lahan tersebut harus dikembalikan kepada negara.
2. Harmonisasi Data Segera: Pemerintah Daerah sebagai pemegang HPL wajib berkoordinasi dengan Desa Air Hitam untuk mencatatkan aset ini, mengakui keberadaan administrasinya.
3. Audit Total Izin & RTR: Menteri ATR/BPN, Gubernur Riau, dan Bupati Rohil harus melakukan audit menyeluruh terhadap status HPL dan seluruh izin PT Torganda, serta meninjau ulang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).
4. Penyelesaian Status Kawasan Hutan: Jika terbukti masuk kawasan hutan, wajib dilakukan proses pelepasan dari Kementerian LHK.

 

 

Tuntutan Ultimatum kepada Penguasa

Melalui laporan yang telah sampai ke Istana ini, Arjuna Sitepu dan DPP KPK TIPIKOR mendesak:

1. Presiden Republik Indonesia untuk turun tangan dan mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) khusus guna menyelesaikan sengketa yang telah menjadi duri dalam daging reforma agraria ini.
2. Pemberhentian Operasional PT Torganda di lahan sengketa hingga status hukumnya benar-benar jelas dan sah.
3. Proses Hukum terhadap semua pihak yang terbukti lalai atau melakukan tindakan melawan hukum dalam penerbitan izin-izin terkait.

“Tanpa penyelesaian fundamental di tingkat tapak, seluruh aktivitas PT Torganda di lahan tersebut adalah illegal dan merupakan pengkhianatan terhadap konstitusi yang menjamin hak-hak rakyat. Kami menunggu tindakan nyata, bukan janji,” tutup Arjuna dengan nada tegas.

Skandal ini bukan hanya tentang tanah, melainkan ujian nyata bagi komitmen pemerintahan dalam menegakkan hukum agraria dan melindungi hak-hak warga negara yang paling rentan. (Red)

  • Penulis: radarekonomi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penurunan Rasio Kredit Bermasalah (NPL) Terus Berlanjut: Tren dan Dampak terhadap Sektor Perbankan

    Penurunan Rasio Kredit Bermasalah (NPL) Terus Berlanjut: Tren dan Dampak terhadap Sektor Perbankan

    • calendar_month Sab, 1 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 507
    • 0Komentar

    Di tengah tantangan ekonomi yang semakin kompleks, tren penurunan rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) di sektor perbankan Indonesia menjadi kabar baik bagi para pelaku usaha dan masyarakat. Meskipun kondisi perekonomian masih menghadapi tekanan, angka NPL yang terus menurun menunjukkan bahwa sistem perbankan nasional berhasil menjaga stabilitas dan kualitas kredit. Dalam beberapa bulan terakhir, data […]

  • Cara Kerja Bisnis Online Agen Kuota yang Efisien dan Menguntungkan

    Cara Kerja Bisnis Online Agen Kuota yang Efisien dan Menguntungkan

    • calendar_month Sel, 27 Jan 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 386
    • 0Komentar

    Pendahuluan Dalam era digital saat ini, bisnis online semakin menjadi pilihan utama bagi banyak orang. Salah satu model bisnis yang menarik adalah menjadi agen kuota internet. Banyak orang tertarik untuk memulai bisnis ini karena modal yang relatif kecil dan proses yang sederhana. Namun, bagaimana sebenarnya cara kerja bisnis online agen kuota? Apa langkah-langkah yang perlu […]

  • Dalam Waktu Satu Tahun, BKN Dongkrak Penerapan Manajemen Talenta dari 42 Menjadi 306 Instansi

    Dalam Waktu Satu Tahun, BKN Dongkrak Penerapan Manajemen Talenta dari 42 Menjadi 306 Instansi

    • calendar_month Kam, 24 Sep 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Radarekonomi.com, Manado – Humas BKN, Dalam arahannya tentang penguatan Manajemen Talenta di Lingkungan Pemerintah Kota Manado, Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Prof. Zudan, menginstruksikan agar manajemen talenta tidak boleh hanya dimanfaatkan sebagai mekanisme pengisian jabatan. Manajemen talenta harus menjadi instrumen strategis untuk menemukan, memetakan, mengembangkan, dan menyiapkan ASN yang memiliki kompetensi serta potensi untuk menjawab […]

  • Neraca Perdagangan Indonesia Surplus US,34 Miliar pada September 2025

    Neraca Perdagangan Indonesia Surplus US$4,34 Miliar pada September 2025

    • calendar_month Rab, 5 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 403
    • 0Komentar

    Indonesia kembali mencatatkan surplus neraca perdagangan yang signifikan pada bulan September 2025. Angka ini menunjukkan pertumbuhan ekspor yang lebih baik dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya, meskipun impor juga mengalami peningkatan. Dengan surplus sebesar US$4,34 miliar, Indonesia memperkuat posisinya sebagai salah satu negara dengan kinerja perdagangan yang stabil dan kuat di kawasan Asia Tenggara. Surplus neraca perdagangan […]

  • Pemerintah Fokus pada Pembangunan Infrastruktur di Luar Jawa untuk Menciptakan Keseimbangan Regional

    Pemerintah Fokus pada Pembangunan Infrastruktur di Luar Jawa untuk Menciptakan Keseimbangan Regional

    • calendar_month Sab, 1 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 644
    • 0Komentar

    Di tengah tuntutan masyarakat akan keseimbangan ekonomi antarwilayah, pemerintah Indonesia kini semakin memperkuat komitmennya untuk membangun infrastruktur di luar Pulau Jawa. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk mengurangi ketimpangan yang selama ini terjadi antara wilayah Jawa dan daerah-daerah lainnya. Dengan fokus pada pengembangan infrastruktur, pemerintah berharap dapat menciptakan kesempatan ekonomi yang […]

  • Kebijakan Trade Remedy: Cara Melindungi Industri Domestik dari Persaingan Asing

    Kebijakan Trade Remedy: Cara Melindungi Industri Domestik dari Persaingan Asing

    • calendar_month Ming, 9 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 524
    • 0Komentar

    Industri domestik di Indonesia kini semakin menghadapi tantangan yang signifikan akibat persaingan ketat dari produk impor. Untuk menghadapi hal ini, pemerintah telah menerapkan kebijakan trade remedy sebagai instrumen perlindungan terhadap pelaku usaha dalam negeri. Kebijakan ini bertujuan untuk menjaga keseimbangan pasar dan memastikan bahwa industri lokal tetap dapat berkembang tanpa terganggu oleh praktik perdagangan yang […]

expand_less