Breaking News
light_mode
Beranda » Bisnis » BUMN Tak Lagi Mandiri? Ini Penjelasan di Balik Penggabungan di Wisma Danantara

BUMN Tak Lagi Mandiri? Ini Penjelasan di Balik Penggabungan di Wisma Danantara

  • account_circle radarekonomi
  • calendar_month Sab, 28 Mar 2026
  • visibility 252
  • comment 0 komentar

Penggabungan atau merger antar BUMN kembali menjadi topik yang menarik perhatian publik. Kali ini, isu penggabungan usaha manajer investasi milik Bank BUMN menyedot perhatian masyarakat. Di tengah kontroversi tersebut, banyak yang bertanya-tanya apakah BUMN kehilangan kemandirian mereka. Untuk menjawab pertanyaan ini, kita perlu memahami latar belakang dan alasan di balik rencana penggabungan tersebut.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari berbagai sumber, Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) telah mengumumkan rencana konsolidasi sejumlah anak usaha bank BUMN yang bergerak di bidang pengelolaan aset. Tiga bank BUMN utama yaitu Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Mandiri, dan Bank Negara Indonesia (BNI) akan menggabungkan entitas pengelola aset mereka. Dengan demikian, ketiga perusahaan tersebut akan membentuk satu perusahaan pengelola aset baru yang diperkirakan mengelola dana sebesar US$8 miliar atau setara dengan Rp132,77 triliun.

Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, menyatakan bahwa pihaknya akan mengikuti kebijakan para pemegang saham terkait rencana penggabungan ini. “Kita ikut apa yang menjadi kebijakan ultimate shareholder (Danantara), nanti rencana bisnisnya dari Danantara,” ujarnya. Hal ini menunjukkan bahwa keputusan akhir tetap berada di tangan Danantara, yang merupakan badan pengelola investasi yang berada di bawah naungan pemerintah.

Penggabungan BUMN di Wisma Danantara

Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir, menegaskan bahwa tujuan penggabungan ini adalah untuk memperkuat performa kinerja perusahaan. “Semua kalau mau gabung-gabung itu untuk membuat perusahaan makin efisien, makin kuat. Sudah, pasti,” katanya. Dengan menggabungkan kekuatan ketiga bank BUMN tersebut, Danantara berharap dapat menciptakan perusahaan pengelola aset yang lebih kuat dan kompetitif baik di tingkat nasional maupun regional.

Selain itu, penggabungan ini juga dilakukan sebagai upaya untuk membangun pengelola aset yang mampu bersaing dalam pasar modal. Dalam hal ini, Danantara tidak hanya fokus pada pengelolaan dana internal, tetapi juga membuka peluang bagi sektor swasta untuk berkolaborasi dalam berbagai program investasi. Salah satunya adalah proyek waste-to-energy atau Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL).

Konsolidasi BUMN di Wisma Danantara

Tidak hanya terbatas pada pengelolaan aset, Danantara juga memiliki rencana konsolidasi lainnya. Seperti konsolidasi perusahaan asuransi dan reasuransi pelat merah, dari 15 perusahaan menjadi 3 entitas. Selain itu, Danantara juga berencana untuk mengalokasikan 15% dari total dividen BUMN yang diperoleh untuk sejumlah program investasi, termasuk modal ventura.

Namun, proses konsolidasi ini tidak berjalan mulus. Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menyatakan bahwa penggabungan BUMN karya tidak memungkinkan untuk dilakukan di tahun ini. “Kita carry over ke tahun depan. Tidak selesai di tahun ini. Khusus untuk karya tidak selesai di tahun ini,” katanya. Alasan utama yang menghambat proses ini adalah kondisi keuangan BUMN karya yang dinilai cukup dalam dan memerlukan penanganan lebih dulu sebelum masuk tahap konsolidasi.

Dony menjelaskan bahwa pihaknya akan memprioritaskan konsolidasi pada perusahaan yang menghadapi tekanan finansial paling berat. Karena itu, merger Brantas Abipraya dan Nindya Karya belum akan dilakukan dalam tahap awal. “Belum. Justru yang akan kita lakukan itu adalah memperbaiki dulu kondisi keuangan dari perusahaan-perusahaan yang menghadapi persoalan keuangan,” ujarnya.

Dengan demikian, meskipun ada isu bahwa BUMN kehilangan kemandirian mereka, penggabungan ini justru dilakukan untuk memperkuat posisi BUMN di pasar. Dengan menggabungkan kekuatan dan sumber daya, BUMN diharapkan bisa lebih efisien dan kompetitif. Namun, proses ini membutuhkan waktu dan langkah-langkah yang matang agar hasilnya optimal.

Penggabungan ini juga menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk mengoptimalkan aset BUMN dan menciptakan nilai tambah. Dengan jumlah 1.044 perusahaan di 12 sektor, Danantara berkomitmen untuk menjalankan tugasnya dengan hati-hati dan penuh pertimbangan. Tujuannya adalah memastikan bahwa setiap keputusan yang diambil memberikan manfaat jangka panjang bagi negara dan masyarakat.

  • Penulis: radarekonomi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • KPK TIPIKOR: Air Mata Petani Air Hitam: Lahan Hidup Mereka Dikuasai PT Torganda, Nasib Mereka Kini Bergantung pada Keputusan Presiden.

    KPK TIPIKOR: Air Mata Petani Air Hitam: Lahan Hidup Mereka Dikuasai PT Torganda, Nasib Mereka Kini Bergantung pada Keputusan Presiden.

    • calendar_month Sab, 29 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 1.858
    • 0Komentar

    RadarEkonomi.id, Rokan Hilir, Riau – Sebuah laporan resmi berdasarkan Permendagri No.19 Tahun 2021 tentang Batas Daerah Kabupaten Rokan Hilir Dengan Kabupaten Rokan Hulu Provinsi Riau yang mengguncang telah dilayangkan hingga ke meja Istana Presiden Republik Indonesia, mengungkap skandal penguasaan tanah seluas ± 6.350 Hektar (Ha) oleh PT Torganda di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) yang diduga kuat […]

  • Cara Mendapatkan Uang dari Facebook: Strategi Terbukti dan Mudah Diterapkan

    Cara Mendapatkan Uang dari Facebook: Strategi Terbukti dan Mudah Diterapkan

    • calendar_month Sen, 17 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 282
    • 0Komentar

    Di era digital saat ini, Facebook tidak hanya menjadi platform untuk berbagi momen sehari-hari, tetapi juga menjadi peluang bisnis yang sangat menjanjikan. Banyak orang telah sukses menghasilkan uang dari Facebook dengan berbagai strategi kreatif dan efektif. Jika kamu ingin memanfaatkan platform ini untuk meningkatkan pemasukan, artikel ini akan membantu kamu memahami langkah-langkahnya. Memahami Potensi Penghasilan […]

  • Likuiditas Bank: Apakah Cukup untuk Menghadapi Kebutuhan Akhir Tahun?

    Likuiditas Bank: Apakah Cukup untuk Menghadapi Kebutuhan Akhir Tahun?

    • calendar_month Jum, 7 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 260
    • 0Komentar

    Pada masa libur panjang akhir tahun, likuiditas perbankan menjadi salah satu aspek penting yang harus diperhatikan. Di tengah lonjakan transaksi dan permintaan uang tunai dari masyarakat, bank-bank di Indonesia berupaya memastikan kesiapan mereka dalam memberikan layanan yang optimal. Salah satu contohnya adalah PT Bank Syariah Indonesia (BSI) yang telah menyiapkan dana tunai sebesar Rp12,2 triliun […]

  • Mitra Dagang Utama Indonesia Tetap Tiongkok, AS, dan India: Analisis Terkini

    Mitra Dagang Utama Indonesia Tetap Tiongkok, AS, dan India: Analisis Terkini

    • calendar_month Kam, 6 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 262
    • 0Komentar

    Indonesia terus mempertahankan posisi sebagai negara dengan mitra dagang utama yang stabil, yaitu Tiongkok, Amerika Serikat (AS), dan India. Meski situasi global terus berubah, ketiga negara ini tetap menjadi poros utama dalam perdagangan luar negeri Indonesia. Data terbaru menunjukkan bahwa hubungan ekonomi antara Indonesia dan ketiga negara tersebut tidak hanya bertahan, tetapi juga menunjukkan pertumbuhan […]

  • Likuiditas Perbankan Dinyatakan Optimal untuk Mendukung Kredit: Analisis Terkini

    Likuiditas Perbankan Dinyatakan Optimal untuk Mendukung Kredit: Analisis Terkini

    • calendar_month Kam, 6 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 263
    • 0Komentar

    Di tengah dinamika perekonomian yang terus berkembang, likuiditas perbankan menjadi salah satu indikator penting dalam menilai kesehatan sistem keuangan suatu negara. Di Indonesia, berbagai lembaga keuangan dan bank terus memantau kondisi likuiditas mereka agar dapat memberikan dukungan optimal bagi sektor kredit. Tidak hanya itu, likuiditas yang baik juga menjadi pondasi kuat dalam menjaga stabilitas ekonomi […]

  • Ciri Ciri E Commerce yang Wajib Anda Ketahui

    Ciri Ciri E Commerce yang Wajib Anda Ketahui

    • calendar_month Kam, 29 Jan 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 229
    • 0Komentar

    Ini Dia Ciri-Ciri E-Commerce yang Wajib Anda Ketahui Di era digital saat ini, e-commerce telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Berbelanja online kini menjadi pilihan utama banyak orang karena kemudahan dan fleksibilitasnya. Namun, tidak semua platform e-commerce memiliki ciri-ciri yang sama. Untuk memahami lebih dalam tentang e-commerce, berikut adalah beberapa ciri-ciri yang wajib […]

expand_less