Breaking News
light_mode
Beranda » Bisnis » BUMN Tak Lagi Mandiri? Ini Penjelasan di Balik Penggabungan di Wisma Danantara

BUMN Tak Lagi Mandiri? Ini Penjelasan di Balik Penggabungan di Wisma Danantara

  • account_circle radarekonomi
  • calendar_month Sab, 28 Mar 2026
  • visibility 458
  • comment 0 komentar

Penggabungan atau merger antar BUMN kembali menjadi topik yang menarik perhatian publik. Kali ini, isu penggabungan usaha manajer investasi milik Bank BUMN menyedot perhatian masyarakat. Di tengah kontroversi tersebut, banyak yang bertanya-tanya apakah BUMN kehilangan kemandirian mereka. Untuk menjawab pertanyaan ini, kita perlu memahami latar belakang dan alasan di balik rencana penggabungan tersebut.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari berbagai sumber, Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) telah mengumumkan rencana konsolidasi sejumlah anak usaha bank BUMN yang bergerak di bidang pengelolaan aset. Tiga bank BUMN utama yaitu Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Mandiri, dan Bank Negara Indonesia (BNI) akan menggabungkan entitas pengelola aset mereka. Dengan demikian, ketiga perusahaan tersebut akan membentuk satu perusahaan pengelola aset baru yang diperkirakan mengelola dana sebesar US$8 miliar atau setara dengan Rp132,77 triliun.

Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, menyatakan bahwa pihaknya akan mengikuti kebijakan para pemegang saham terkait rencana penggabungan ini. “Kita ikut apa yang menjadi kebijakan ultimate shareholder (Danantara), nanti rencana bisnisnya dari Danantara,” ujarnya. Hal ini menunjukkan bahwa keputusan akhir tetap berada di tangan Danantara, yang merupakan badan pengelola investasi yang berada di bawah naungan pemerintah.

Penggabungan BUMN di Wisma Danantara

Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir, menegaskan bahwa tujuan penggabungan ini adalah untuk memperkuat performa kinerja perusahaan. “Semua kalau mau gabung-gabung itu untuk membuat perusahaan makin efisien, makin kuat. Sudah, pasti,” katanya. Dengan menggabungkan kekuatan ketiga bank BUMN tersebut, Danantara berharap dapat menciptakan perusahaan pengelola aset yang lebih kuat dan kompetitif baik di tingkat nasional maupun regional.

Selain itu, penggabungan ini juga dilakukan sebagai upaya untuk membangun pengelola aset yang mampu bersaing dalam pasar modal. Dalam hal ini, Danantara tidak hanya fokus pada pengelolaan dana internal, tetapi juga membuka peluang bagi sektor swasta untuk berkolaborasi dalam berbagai program investasi. Salah satunya adalah proyek waste-to-energy atau Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL).

Konsolidasi BUMN di Wisma Danantara

Tidak hanya terbatas pada pengelolaan aset, Danantara juga memiliki rencana konsolidasi lainnya. Seperti konsolidasi perusahaan asuransi dan reasuransi pelat merah, dari 15 perusahaan menjadi 3 entitas. Selain itu, Danantara juga berencana untuk mengalokasikan 15% dari total dividen BUMN yang diperoleh untuk sejumlah program investasi, termasuk modal ventura.

Namun, proses konsolidasi ini tidak berjalan mulus. Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menyatakan bahwa penggabungan BUMN karya tidak memungkinkan untuk dilakukan di tahun ini. “Kita carry over ke tahun depan. Tidak selesai di tahun ini. Khusus untuk karya tidak selesai di tahun ini,” katanya. Alasan utama yang menghambat proses ini adalah kondisi keuangan BUMN karya yang dinilai cukup dalam dan memerlukan penanganan lebih dulu sebelum masuk tahap konsolidasi.

Dony menjelaskan bahwa pihaknya akan memprioritaskan konsolidasi pada perusahaan yang menghadapi tekanan finansial paling berat. Karena itu, merger Brantas Abipraya dan Nindya Karya belum akan dilakukan dalam tahap awal. “Belum. Justru yang akan kita lakukan itu adalah memperbaiki dulu kondisi keuangan dari perusahaan-perusahaan yang menghadapi persoalan keuangan,” ujarnya.

Dengan demikian, meskipun ada isu bahwa BUMN kehilangan kemandirian mereka, penggabungan ini justru dilakukan untuk memperkuat posisi BUMN di pasar. Dengan menggabungkan kekuatan dan sumber daya, BUMN diharapkan bisa lebih efisien dan kompetitif. Namun, proses ini membutuhkan waktu dan langkah-langkah yang matang agar hasilnya optimal.

Penggabungan ini juga menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk mengoptimalkan aset BUMN dan menciptakan nilai tambah. Dengan jumlah 1.044 perusahaan di 12 sektor, Danantara berkomitmen untuk menjalankan tugasnya dengan hati-hati dan penuh pertimbangan. Tujuannya adalah memastikan bahwa setiap keputusan yang diambil memberikan manfaat jangka panjang bagi negara dan masyarakat.

  • Penulis: radarekonomi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Injeksi Likuiditas Rp200 Triliun ke Bank BUMN: Strategi Percepatan Kredit yang Harus Diketahui

    Injeksi Likuiditas Rp200 Triliun ke Bank BUMN: Strategi Percepatan Kredit yang Harus Diketahui

    • calendar_month Sel, 11 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 418
    • 0Komentar

    Di tengah tantangan ekonomi yang semakin kompleks, pemerintah Indonesia mengambil langkah strategis dengan menyalurkan dana sebesar Rp200 triliun ke lima bank BUMN. Injeksi likuiditas ini diharapkan menjadi katalis untuk mempercepat penyaluran kredit dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Langkah ini tidak hanya mengejutkan pelaku pasar, tetapi juga menandai perubahan arah kebijakan fiskal yang lebih proaktif. Kebijakan […]

  • Cara Mengecek Nomor Kartu BPJS Ketenagakerjaan dengan Mudah

    Cara Mengecek Nomor Kartu BPJS Ketenagakerjaan dengan Mudah

    • calendar_month Sab, 3 Jan 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 417
    • 0Komentar

    Di tengah perkembangan teknologi yang pesat, layanan digital semakin menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu layanan yang memanfaatkan teknologi ini adalah BPJS Ketenagakerjaan. Bagi para pekerja di Indonesia, memiliki nomor kartu BPJS Ketenagakerjaan sangat penting karena berfungsi sebagai identitas resmi dan akses untuk mengecek status keanggotaan, saldo JHT, hingga pengajuan klaim. Namun, terkadang […]

  • Investor Domestik sebagai Penyangga Utama Pasar Saham IHSG: Analisis Terkini

    Investor Domestik sebagai Penyangga Utama Pasar Saham IHSG: Analisis Terkini

    • calendar_month Ming, 9 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 555
    • 0Komentar

    Pasar saham Indonesia kembali menjadi sorotan setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami fluktuasi akibat berbagai sentimen eksternal dan internal. Namun, di tengah arus penjualan dana asing yang cukup besar, investor domestik terbukti menjadi penyangga utama bagi stabilitas pasar. Dengan peran pentingnya, investor lokal, khususnya institusi, berhasil menjaga kepercayaan pasar meskipun situasi ekonomi dalam negeri […]

  • Apakah BPJS Ketenagakerjaan Bisa Dicairkan? Ini Penjelasannya

    Apakah BPJS Ketenagakerjaan Bisa Dicairkan? Ini Penjelasannya

    • calendar_month Rab, 12 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 631
    • 0Komentar

    Pendahuluan BPJS Ketenagakerjaan adalah salah satu program jaminan sosial yang sangat penting bagi pekerja di Indonesia. Salah satu manfaat utama dari BPJS Ketenagakerjaan adalah Jaminan Hari Tua (JHT), yang bisa dicairkan ketika peserta mengalami perubahan status kerja, seperti mengundurkan diri, pensiun, atau terkena pemutusan hubungan kerja (PHK). Namun, banyak orang masih bingung apakah JHT ini […]

  • Bea Cukai Bengkalis dan Polri Bekuk Jaringan Narkotika Malaysia Jalur Laut

    Bea Cukai Bengkalis dan Polri Bekuk Jaringan Narkotika Malaysia Jalur Laut

    • calendar_month Ming, 23 Agu 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 158
    • 0Komentar

    Radarekonomi.com, Bengkalis, 23-08-2026 – Sinergi dan kolaborasi penegakan hukum di wilayah perbatasan perairan Indonesia kembali membuahkan hasil signifikan melalui penindakan narkotika oleh Bea Cukai Bengkalis bersama jajaran Polres Bengkalis dan Polsek Bantan. Dalam operasi terpadu yang berlangsung pada Rabu (12/8) tersebut, tim gabungan berhasil menggagalkan penyelundupan jaringan internasional asal Malaysia dengan menyita barang bukti berupa […]

  • Apa Itu Latar Belakang E-Commerce dan Pentingnya dalam Dunia Bisnis Modern

    • calendar_month Ming, 18 Jan 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 463
    • 0Komentar

    Di tengah perkembangan teknologi yang pesat, dunia bisnis semakin bergeser dari model tradisional ke model digital. Salah satu fenomena yang paling mencolok adalah munculnya e-commerce sebagai bagian integral dari ekonomi modern. Dalam konteks Indonesia, e-commerce tidak hanya menjadi alat transaksi, tetapi juga menjadi motor penggerak utama pertumbuhan ekonomi. Namun, untuk memahami peran e-commerce secara lebih […]

expand_less