Breaking News
light_mode
Beranda » Bisnis » BUMN Tak Lagi Mandiri? Ini Penjelasan di Balik Penggabungan di Wisma Danantara

BUMN Tak Lagi Mandiri? Ini Penjelasan di Balik Penggabungan di Wisma Danantara

  • account_circle radarekonomi
  • calendar_month Sab, 28 Mar 2026
  • visibility 121
  • comment 0 komentar

Penggabungan atau merger antar BUMN kembali menjadi topik yang menarik perhatian publik. Kali ini, isu penggabungan usaha manajer investasi milik Bank BUMN menyedot perhatian masyarakat. Di tengah kontroversi tersebut, banyak yang bertanya-tanya apakah BUMN kehilangan kemandirian mereka. Untuk menjawab pertanyaan ini, kita perlu memahami latar belakang dan alasan di balik rencana penggabungan tersebut.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari berbagai sumber, Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) telah mengumumkan rencana konsolidasi sejumlah anak usaha bank BUMN yang bergerak di bidang pengelolaan aset. Tiga bank BUMN utama yaitu Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Mandiri, dan Bank Negara Indonesia (BNI) akan menggabungkan entitas pengelola aset mereka. Dengan demikian, ketiga perusahaan tersebut akan membentuk satu perusahaan pengelola aset baru yang diperkirakan mengelola dana sebesar US$8 miliar atau setara dengan Rp132,77 triliun.

Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, menyatakan bahwa pihaknya akan mengikuti kebijakan para pemegang saham terkait rencana penggabungan ini. “Kita ikut apa yang menjadi kebijakan ultimate shareholder (Danantara), nanti rencana bisnisnya dari Danantara,” ujarnya. Hal ini menunjukkan bahwa keputusan akhir tetap berada di tangan Danantara, yang merupakan badan pengelola investasi yang berada di bawah naungan pemerintah.

Penggabungan BUMN di Wisma Danantara

Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir, menegaskan bahwa tujuan penggabungan ini adalah untuk memperkuat performa kinerja perusahaan. “Semua kalau mau gabung-gabung itu untuk membuat perusahaan makin efisien, makin kuat. Sudah, pasti,” katanya. Dengan menggabungkan kekuatan ketiga bank BUMN tersebut, Danantara berharap dapat menciptakan perusahaan pengelola aset yang lebih kuat dan kompetitif baik di tingkat nasional maupun regional.

Selain itu, penggabungan ini juga dilakukan sebagai upaya untuk membangun pengelola aset yang mampu bersaing dalam pasar modal. Dalam hal ini, Danantara tidak hanya fokus pada pengelolaan dana internal, tetapi juga membuka peluang bagi sektor swasta untuk berkolaborasi dalam berbagai program investasi. Salah satunya adalah proyek waste-to-energy atau Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL).

Konsolidasi BUMN di Wisma Danantara

Tidak hanya terbatas pada pengelolaan aset, Danantara juga memiliki rencana konsolidasi lainnya. Seperti konsolidasi perusahaan asuransi dan reasuransi pelat merah, dari 15 perusahaan menjadi 3 entitas. Selain itu, Danantara juga berencana untuk mengalokasikan 15% dari total dividen BUMN yang diperoleh untuk sejumlah program investasi, termasuk modal ventura.

Namun, proses konsolidasi ini tidak berjalan mulus. Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menyatakan bahwa penggabungan BUMN karya tidak memungkinkan untuk dilakukan di tahun ini. “Kita carry over ke tahun depan. Tidak selesai di tahun ini. Khusus untuk karya tidak selesai di tahun ini,” katanya. Alasan utama yang menghambat proses ini adalah kondisi keuangan BUMN karya yang dinilai cukup dalam dan memerlukan penanganan lebih dulu sebelum masuk tahap konsolidasi.

Dony menjelaskan bahwa pihaknya akan memprioritaskan konsolidasi pada perusahaan yang menghadapi tekanan finansial paling berat. Karena itu, merger Brantas Abipraya dan Nindya Karya belum akan dilakukan dalam tahap awal. “Belum. Justru yang akan kita lakukan itu adalah memperbaiki dulu kondisi keuangan dari perusahaan-perusahaan yang menghadapi persoalan keuangan,” ujarnya.

Dengan demikian, meskipun ada isu bahwa BUMN kehilangan kemandirian mereka, penggabungan ini justru dilakukan untuk memperkuat posisi BUMN di pasar. Dengan menggabungkan kekuatan dan sumber daya, BUMN diharapkan bisa lebih efisien dan kompetitif. Namun, proses ini membutuhkan waktu dan langkah-langkah yang matang agar hasilnya optimal.

Penggabungan ini juga menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk mengoptimalkan aset BUMN dan menciptakan nilai tambah. Dengan jumlah 1.044 perusahaan di 12 sektor, Danantara berkomitmen untuk menjalankan tugasnya dengan hati-hati dan penuh pertimbangan. Tujuannya adalah memastikan bahwa setiap keputusan yang diambil memberikan manfaat jangka panjang bagi negara dan masyarakat.

  • Penulis: radarekonomi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bye-bye Minyak Goreng Mahal! Kebijakan Baru CPO Jadi Penyelamat Emak-emak

    Bye-bye Minyak Goreng Mahal! Kebijakan Baru CPO Jadi Penyelamat Emak-emak

    • calendar_month Rab, 25 Mar 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Harga minyak goreng yang selama ini menjadi perhatian utama masyarakat, khususnya para ibu rumah tangga, akhirnya mengalami perubahan signifikan. Dengan adanya kebijakan baru terkait minyak sawit (CPO), harga minyak goreng mulai menurun dan menjadikannya sebagai solusi untuk mengatasi masalah ekonomi keluarga. Kebijakan ini diharapkan dapat menjadi angin segar bagi emak-emak yang sebelumnya kesulitan menghadapi kenaikan […]

  • Industri Pengolahan Makanan dan Minuman Tetap Resilien di Tengah Gejolak Pangan

    Industri Pengolahan Makanan dan Minuman Tetap Resilien di Tengah Gejolak Pangan

    • calendar_month Sen, 10 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 208
    • 0Komentar

    Di tengah gejolak pangan global yang semakin mengancam stabilitas ekonomi, industri pengolahan makanan dan minuman (mamin) di Indonesia menunjukkan ketangguhan yang luar biasa. Sebagai salah satu sektor terbesar dalam struktur ekonomi nasional, industri ini tidak hanya bertahan, tetapi juga tumbuh secara signifikan. Dengan kontribusi besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), sektor mamin membuktikan bahwa keberagaman […]

  • Pemerintah Jaga Momentum Pertumbuhan dengan Memperkuat Daya Beli: Strategi dan Dampak Ekonomi

    Pemerintah Jaga Momentum Pertumbuhan dengan Memperkuat Daya Beli: Strategi dan Dampak Ekonomi

    • calendar_month Sen, 3 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 194
    • 0Komentar

    Di tengah tantangan global yang semakin kompleks, pemerintah Indonesia terus berupaya memperkuat momentum pertumbuhan ekonomi melalui berbagai strategi yang dirancang untuk meningkatkan daya beli masyarakat. Kebijakan-kebijakan ini tidak hanya bertujuan untuk menjaga stabilitas ekonomi dalam negeri, tetapi juga menciptakan dampak positif yang berkelanjutan di berbagai sektor. Daya beli masyarakat menjadi salah satu kunci utama dalam […]

  • Pembiayaan Swasta Jadi Fokus Utama dalam Kebijakan PSN Baru

    Pembiayaan Swasta Jadi Fokus Utama dalam Kebijakan PSN Baru

    • calendar_month Ming, 9 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 199
    • 0Komentar

    Dalam rangka memacu pertumbuhan ekonomi dan mempercepat pembangunan infrastruktur, pemerintah Indonesia baru saja mengumumkan 14 proyek strategis nasional (PSN) baru yang akan sepenuhnya didanai oleh sektor swasta. Hal ini menjadi perubahan signifikan dari kebijakan sebelumnya, di mana sebagian besar proyek tersebut dibiayai melalui APBN. Dengan fokus pada pembiayaan swasta, kebijakan ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk […]

  • Satu tahun Kepemimpinan Siska–Sudirman, pemkot Kendari gelar ekspose capaian pembangunan

    Satu tahun Kepemimpinan Siska–Sudirman, pemkot Kendari gelar ekspose capaian pembangunan

    • calendar_month Sel, 3 Mar 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 89
    • 0Komentar

    RadarEkonomi.com, Kendari – Pemerintah Kota Kendari akan menggelar ekspose satu tahun kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran dan Sudirman, pada Selasa, 3 Maret 2026 sore. Kegiatan tersebut akan dilaksanakan di lapangan upacara Kantor Balai Kota Kendari dan direncanakan dihadiri kurang lebih 2.500 orang dari berbagai unsur masyarakat, jajaran Organisasi Perangkat […]

  • Profil dan Sejarah PT Satoria Aneka Industri: Bisnis yang Berkelanjutan di Indonesia

    Profil dan Sejarah PT Satoria Aneka Industri: Bisnis yang Berkelanjutan di Indonesia

    • calendar_month Rab, 26 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 222
    • 0Komentar

    PT Satoria Aneka Industri (SAI) adalah salah satu perusahaan yang telah membangun reputasi kuat dalam dunia bisnis Indonesia. Dengan fokus pada perdagangan internasional, khususnya impor dan ekspor barang, perusahaan ini telah menjadi bagian penting dari rantai pasok global. Meski tidak banyak informasi publik yang tersedia, data perdagangan menunjukkan bahwa PT Satoria Aneka Industri memiliki kegiatan […]

expand_less