Breaking News
light_mode
Beranda » Bisnis » BUMN Tak Lagi Mandiri? Ini Penjelasan di Balik Penggabungan di Wisma Danantara

BUMN Tak Lagi Mandiri? Ini Penjelasan di Balik Penggabungan di Wisma Danantara

  • account_circle radarekonomi
  • calendar_month Sab, 28 Mar 2026
  • visibility 370
  • comment 0 komentar

Penggabungan atau merger antar BUMN kembali menjadi topik yang menarik perhatian publik. Kali ini, isu penggabungan usaha manajer investasi milik Bank BUMN menyedot perhatian masyarakat. Di tengah kontroversi tersebut, banyak yang bertanya-tanya apakah BUMN kehilangan kemandirian mereka. Untuk menjawab pertanyaan ini, kita perlu memahami latar belakang dan alasan di balik rencana penggabungan tersebut.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari berbagai sumber, Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) telah mengumumkan rencana konsolidasi sejumlah anak usaha bank BUMN yang bergerak di bidang pengelolaan aset. Tiga bank BUMN utama yaitu Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Mandiri, dan Bank Negara Indonesia (BNI) akan menggabungkan entitas pengelola aset mereka. Dengan demikian, ketiga perusahaan tersebut akan membentuk satu perusahaan pengelola aset baru yang diperkirakan mengelola dana sebesar US$8 miliar atau setara dengan Rp132,77 triliun.

Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, menyatakan bahwa pihaknya akan mengikuti kebijakan para pemegang saham terkait rencana penggabungan ini. “Kita ikut apa yang menjadi kebijakan ultimate shareholder (Danantara), nanti rencana bisnisnya dari Danantara,” ujarnya. Hal ini menunjukkan bahwa keputusan akhir tetap berada di tangan Danantara, yang merupakan badan pengelola investasi yang berada di bawah naungan pemerintah.

Penggabungan BUMN di Wisma Danantara

Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir, menegaskan bahwa tujuan penggabungan ini adalah untuk memperkuat performa kinerja perusahaan. “Semua kalau mau gabung-gabung itu untuk membuat perusahaan makin efisien, makin kuat. Sudah, pasti,” katanya. Dengan menggabungkan kekuatan ketiga bank BUMN tersebut, Danantara berharap dapat menciptakan perusahaan pengelola aset yang lebih kuat dan kompetitif baik di tingkat nasional maupun regional.

Selain itu, penggabungan ini juga dilakukan sebagai upaya untuk membangun pengelola aset yang mampu bersaing dalam pasar modal. Dalam hal ini, Danantara tidak hanya fokus pada pengelolaan dana internal, tetapi juga membuka peluang bagi sektor swasta untuk berkolaborasi dalam berbagai program investasi. Salah satunya adalah proyek waste-to-energy atau Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL).

Konsolidasi BUMN di Wisma Danantara

Tidak hanya terbatas pada pengelolaan aset, Danantara juga memiliki rencana konsolidasi lainnya. Seperti konsolidasi perusahaan asuransi dan reasuransi pelat merah, dari 15 perusahaan menjadi 3 entitas. Selain itu, Danantara juga berencana untuk mengalokasikan 15% dari total dividen BUMN yang diperoleh untuk sejumlah program investasi, termasuk modal ventura.

Namun, proses konsolidasi ini tidak berjalan mulus. Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menyatakan bahwa penggabungan BUMN karya tidak memungkinkan untuk dilakukan di tahun ini. “Kita carry over ke tahun depan. Tidak selesai di tahun ini. Khusus untuk karya tidak selesai di tahun ini,” katanya. Alasan utama yang menghambat proses ini adalah kondisi keuangan BUMN karya yang dinilai cukup dalam dan memerlukan penanganan lebih dulu sebelum masuk tahap konsolidasi.

Dony menjelaskan bahwa pihaknya akan memprioritaskan konsolidasi pada perusahaan yang menghadapi tekanan finansial paling berat. Karena itu, merger Brantas Abipraya dan Nindya Karya belum akan dilakukan dalam tahap awal. “Belum. Justru yang akan kita lakukan itu adalah memperbaiki dulu kondisi keuangan dari perusahaan-perusahaan yang menghadapi persoalan keuangan,” ujarnya.

Dengan demikian, meskipun ada isu bahwa BUMN kehilangan kemandirian mereka, penggabungan ini justru dilakukan untuk memperkuat posisi BUMN di pasar. Dengan menggabungkan kekuatan dan sumber daya, BUMN diharapkan bisa lebih efisien dan kompetitif. Namun, proses ini membutuhkan waktu dan langkah-langkah yang matang agar hasilnya optimal.

Penggabungan ini juga menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk mengoptimalkan aset BUMN dan menciptakan nilai tambah. Dengan jumlah 1.044 perusahaan di 12 sektor, Danantara berkomitmen untuk menjalankan tugasnya dengan hati-hati dan penuh pertimbangan. Tujuannya adalah memastikan bahwa setiap keputusan yang diambil memberikan manfaat jangka panjang bagi negara dan masyarakat.

  • Penulis: radarekonomi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kebijakan Memperkuat Ketahanan Pangan Melalui Kerja Sama Antar Daerah: Tantangan dan Peluang

    Kebijakan Memperkuat Ketahanan Pangan Melalui Kerja Sama Antar Daerah: Tantangan dan Peluang

    • calendar_month Ming, 9 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 325
    • 0Komentar

    Di tengah tantangan global terkait krisis pangan dan perubahan iklim, Indonesia membutuhkan strategi yang lebih komprehensif untuk menjaga ketahanan pangan. Salah satu langkah penting adalah kebijakan memperkuat ketahanan pangan melalui kerja sama antar daerah. Kebijakan ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan produksi pangan secara nasional, tetapi juga mengoptimalkan pengelolaan sumber daya alam dan penyebaran infrastruktur […]

  • Pembiayaan Swasta Jadi Fokus Utama dalam Kebijakan PSN Baru

    Pembiayaan Swasta Jadi Fokus Utama dalam Kebijakan PSN Baru

    • calendar_month Ming, 9 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 346
    • 0Komentar

    Dalam rangka memacu pertumbuhan ekonomi dan mempercepat pembangunan infrastruktur, pemerintah Indonesia baru saja mengumumkan 14 proyek strategis nasional (PSN) baru yang akan sepenuhnya didanai oleh sektor swasta. Hal ini menjadi perubahan signifikan dari kebijakan sebelumnya, di mana sebagian besar proyek tersebut dibiayai melalui APBN. Dengan fokus pada pembiayaan swasta, kebijakan ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk […]

  • Kewajiban Maskapai Mengajukan Kebijakan Pajak DTP ke DJP Sebelum April 2026

    Kewajiban Maskapai Mengajukan Kebijakan Pajak DTP ke DJP Sebelum April 2026

    • calendar_month Ming, 9 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 345
    • 0Komentar

    Maskapai penerbangan di Indonesia kini memiliki tanggung jawab penting terkait pelaporan kebijakan pajak yang diberikan oleh pemerintah. Kebijakan ini, yang dikenal sebagai Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP), telah menjadi salah satu langkah strategis untuk mendukung mobilitas masyarakat dan meningkatkan daya beli selama masa liburan. Namun, seiring dengan pemberlakuan kebijakan tersebut, maskapai juga harus […]

  • Pengertian dan Manfaat Jurnal E-Commerce Internasional untuk Bisnis Online

    Pengertian dan Manfaat Jurnal E-Commerce Internasional untuk Bisnis Online

    • calendar_month Rab, 19 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 326
    • 0Komentar

    Dalam era digital yang semakin berkembang, bisnis online menjadi salah satu sektor yang paling dinamis dan berpotensi besar. Salah satu alat penting yang digunakan oleh pelaku bisnis dalam mengelola operasional dan strategi adalah jurnal e-commerce internasional. Jurnal ini tidak hanya berfungsi sebagai catatan transaksi, tetapi juga menjadi sumber informasi kritis untuk pengambilan keputusan bisnis. Dengan […]

  • Cara Membuat Logo E-commerce yang Menarik dan Profesional di Indonesia

    Cara Membuat Logo E-commerce yang Menarik dan Profesional di Indonesia

    • calendar_month Sab, 27 Des 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 292
    • 0Komentar

    Pada era digital saat ini, bisnis e-commerce semakin berkembang pesat di Indonesia. Dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat akan belanja online, banyak pelaku usaha memilih untuk membangun toko daring sebagai bagian dari strategi pemasaran mereka. Salah satu hal penting dalam membangun brand e-commerce adalah memiliki logo yang menarik dan profesional. Logo tidak hanya menjadi identitas visual perusahaan, […]

  • Profil dan Aktivitas PT Sinergi Properti Pratama Terkini

    Profil dan Aktivitas PT Sinergi Properti Pratama Terkini

    • calendar_month Sel, 25 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 427
    • 0Komentar

    PT Sinergi Properti Pratama (SPP) adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang jasa konstruksi, manajemen gedung, serta penyedia tenaga kerja. Didirikan pada tahun 2015, SPP telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir, dengan fokus utama pada proyek-proyek konstruksi umum dan pengelolaan fasilitas gedung untuk instansi pemerintah maupun swasta. Salah satu mitra strategisnya adalah PT PLN […]

expand_less