Breaking News
light_mode
Beranda » Ekspor-Impor » Beras SPHP Melimpah Tapi Harga Masih Goyang? Ini Penjelasan Bulog

Beras SPHP Melimpah Tapi Harga Masih Goyang? Ini Penjelasan Bulog

  • account_circle radarekonomi
  • calendar_month Kam, 26 Mar 2026
  • visibility 335
  • comment 0 komentar

Di tengah wacana impor beras yang sempat menggemparkan masyarakat, harga beras di berbagai daerah masih terlihat fluktuatif. Meski stok beras dalam negeri melimpah, khususnya beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang telah didistribusikan, harga di pasar tradisional belum sepenuhnya stabil. Hal ini menimbulkan pertanyaan, apakah kebijakan pemerintah untuk menyediakan beras SPHP cukup efektif?

Berdasarkan data dari Kementerian Perdagangan, harga beras medium di DKI Jakarta pada awal Maret 2021 tercatat sebesar Rp9.800 per kilogram. Namun, harga tersebut mulai naik hingga mencapai Rp9.878 per kilogram pada 9 Maret. Di Bandung, harga beras juga stabil di kisaran Rp9.683 per kilogram hingga 17 Maret. Sementara itu, harga beras premium tercatat stabil di kisaran Rp11.683 per kilogram.

Meskipun demikian, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menegaskan bahwa harga beras tidak mengalami penurunan, bahkan cenderung naik. Ia menampik isu bahwa harga beras turun setelah adanya wacana impor beras sebanyak 1,5 juta ton. “Kalau dibilang harga turun, harga tidak turun, malah naik,” ujar Lutfi dalam konferensi pers virtual.

Namun, meski harga beras tidak turun, banyak masyarakat merasa bahwa harga tetap tinggi. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk fluktuasi harga gabah di tingkat petani. Menurut Lutfi, harga gabah mengalami penurunan karena kualitas yang buruk akibat curah hujan yang tinggi sejak awal tahun. “Harga gabah turun karena Bulog tidak bisa membeli gabah yang kadar airnya lebih tinggi, sedangkan petani punya pengering,” katanya.

Petani menjual gabah di pasar tradisional

Berdasarkan rencana pemerintah, sebanyak 1,5 juta ton beras SPHP akan digelontorkan mulai bulan ini hingga Juli 2025. Dalam rangka menstabilkan harga beras, beras SPHP akan didistribusikan ke wilayah-wilayah dengan harga beras yang tinggi. Daerah dengan harga beras rendah atau stabil tidak menjadi prioritas untuk menghindari anjloknya harga di daerah tersebut.

Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi menjelaskan bahwa SPHP disiapkan 1,5 juta ton setahun, dengan distribusi sebanyak 250 ribu ton pada Juni-Juli. “Sebelumnya Januari-Februari 2025 181 ribu ton,” kata Arief. Distribusi beras SPHP ini bersamaan dengan penyaluran bantuan pangan beras yang menyasar 18,3 juta keluarga penerima manfaat (KPM). Masing-masing KPM akan menerima sebanyak 10 kilogram (kg) beras per bulannya.

Harga beras SPHP ditetapkan sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) beras medium. Di zona 1, HET beras medium adalah Rp12.500/kg, meliputi Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi. Zona 2 memiliki HET sebesar Rp13.100/kg, yaitu Sumatera selain Lampung dan Sumatera Selatan, Nusa Tenggara Timur, dan Kalimantan. Sedangkan zona 3 memiliki HET sebesar Rp13.500/kg, meliputi Maluku dan Papua.

Distribusi beras SPHP oleh Bulog ke pasar ritel modern

Menurut Arief, penyaluran beras SPHP dilakukan saat masa panen raya habis karena dalam situasi itu, biasanya harga gabah meningkat karena produksi yang telah menurun di masa tanam. Namun, hal ini tidak sepenuhnya membantu menurunkan harga beras di pasar.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menjelaskan bahwa beras SPHP tidak akan disalurkan kepada daerah dengan harga yang rendah. Hal itu akan berdampak pada semakin menurunnya harga beras dan gabah di daerah tersebut. “Pada tempat yang harga masih relatif rendah atau ada harga beras di bawah HPP (Harga Pembelian Pemerintah) di tempat itu, jangan keluar SPHP, kenapa? Tambah menekan harga di tingkat petani dan itu membuat petani kita bisa terpuruk,” ucapnya.

Dengan adanya beras SPHP yang melimpah, diharapkan dapat membantu menurunkan harga beras di pasar. Namun, faktor-faktor seperti curah hujan, kualitas gabah, dan distribusi yang tidak merata tetap menjadi tantangan besar dalam upaya menstabilkan harga beras.

Melalui kebijakan ini, pemerintah berharap dapat memberikan solusi yang efektif bagi masyarakat, khususnya yang tinggal di daerah dengan harga beras tinggi. Dengan penyaluran beras SPHP yang tepat sasaran, diharapkan harga beras dapat segera stabil dan tidak lagi menjadi beban bagi masyarakat.

  • Penulis: radarekonomi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemerintah Memperkuat Pengawasan Kepatuhan Pembayaran Upah Minimum: Apa yang Perlu Diketahui?

    Pemerintah Memperkuat Pengawasan Kepatuhan Pembayaran Upah Minimum: Apa yang Perlu Diketahui?

    • calendar_month Sab, 1 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 395
    • 0Komentar

    Pemerintah Indonesia kembali memperkuat pengawasan terhadap kepatuhan pembayaran upah minimum di berbagai sektor. Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah untuk melindungi hak pekerja dan menjaga stabilitas ekonomi nasional. Seiring dengan peningkatan kenaikan upah minimum provinsi (UMP) tahun 2025 sebesar 6,5%, pemerintah juga menegaskan komitmen untuk memastikan bahwa aturan tersebut diterapkan secara adil dan transparan. Penjelasan tentang […]

  • Efek Jangka Panjang Pemotongan BI-Rate Terhadap Biaya Dana Perbankan: Analisis dan Dampak Ekonomi

    Efek Jangka Panjang Pemotongan BI-Rate Terhadap Biaya Dana Perbankan: Analisis dan Dampak Ekonomi

    • calendar_month Kam, 13 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 438
    • 0Komentar

    Pemotongan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) yang dilakukan secara bertahap dalam beberapa bulan terakhir menunjukkan dampak yang signifikan terhadap berbagai sektor perekonomian, khususnya perbankan. Salah satu aspek utama yang terpengaruh adalah biaya dana (Cost of Fund/CoF), yang menjadi salah satu indikator penting dalam menilai kinerja keuangan bank. Artikel ini akan membahas efek jangka […]

  • Konsolidasi Fiskal Tetap Optimal Pasca Anggaran Perubahan: Analisis Terkini

    Konsolidasi Fiskal Tetap Optimal Pasca Anggaran Perubahan: Analisis Terkini

    • calendar_month Jum, 7 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 385
    • 0Komentar

    Konsolidasi fiskal menjadi salah satu isu utama yang terus dipantau oleh pemerintah Indonesia, terutama setelah adanya perubahan anggaran. Dalam beberapa tahun terakhir, kebijakan fiskal telah menjadi tulang punggung dalam menjaga stabilitas ekonomi dan mendorong pertumbuhan. Kini, setelah melalui berbagai tantangan global, konsolidasi fiskal dinyatakan tetap optimal pasca anggaran perubahan. Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu), […]

  • Modus Estafet Terbongkar! 928 Gram Sabu Gagal Terbang dari Kualanamu ke Jakarta

    Modus Estafet Terbongkar! 928 Gram Sabu Gagal Terbang dari Kualanamu ke Jakarta

    • calendar_month Jum, 4 Sep 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 153
    • 0Komentar

    Radarekonomi.com, Deli Serdang, Upaya penyelundupan narkotika jenis sabu seberat 928 gram bruto melalui Bandar Udara Internasional Kualanamu berhasil digagalkan personel Subnit I Unit I Satresnarkoba Polresta Deli Serdang, Rabu (2/9/2026) dini hari. Seorang pria berinisial SAL alias AL (50) diamankan saat hendak berangkat menuju Jakarta. Barang haram tersebut diduga disembunyikan dengan cara diselipkan di bagian […]

  • OJK Dorong Diversifikasi Instrumen Keuangan di Pasar Modal: Tren dan Implikasi Terkini

    OJK Dorong Diversifikasi Instrumen Keuangan di Pasar Modal: Tren dan Implikasi Terkini

    • calendar_month Sel, 4 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 402
    • 0Komentar

    Pasar modal Indonesia terus mengalami perkembangan pesat, khususnya dalam upaya pemerintah dan lembaga pengawas untuk meningkatkan stabilitas serta pertumbuhan sektor keuangan. Salah satu inisiatif utama yang dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) adalah mendorong diversifikasi instrumen keuangan di pasar modal. Hal ini bertujuan untuk memperluas pilihan investasi bagi para pemodal, sekaligus meningkatkan daya saing pasar […]

  • PT. Jasa Raharja (Persero) Kanwil DKI Jakarta Edukasi Warga Tanah Abang dan Petamburan dengan Pelatihan PPGD serta Adakan Pengobatan Gratis untuk Tekan Fatalitas Kecelakaan Lalu Lintas

    PT. Jasa Raharja (Persero) Kanwil DKI Jakarta Edukasi Warga Tanah Abang dan Petamburan dengan Pelatihan PPGD serta Adakan Pengobatan Gratis untuk Tekan Fatalitas Kecelakaan Lalu Lintas

    • calendar_month Jum, 11 Sep 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 114
    • 0Komentar

    Radarekonomi.com, Jakarta – Tekan Angka Kecelakaan Lalu Lintas PT Jasa Raharja Kantor Wilayah Utama DKI Bekali Masyarakat di wilayah Kecamatan Tanah Abang Jakarta Pusat dan di Kelurahan Petamburan Jakarta Pusat Pelatihan PPGD dan Pemberian Pengobatan Gratis PT Jasa Raharja (Persero) Kantor Wilayah Utama DKI Jakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam menekan angka fatalitas kecelakaan lalu lintas […]

expand_less