Breaking News
light_mode
Beranda » Ekspor-Impor » Ekspor Nonmigas September 2025 Tembus US$23,68 Miliar, Ini Rincian dan Analisisnya

Ekspor Nonmigas September 2025 Tembus US$23,68 Miliar, Ini Rincian dan Analisisnya

  • account_circle radarekonomi
  • calendar_month Rab, 12 Nov 2025
  • visibility 406
  • comment 0 komentar

Pertumbuhan ekonomi Indonesia kembali menunjukkan tanda-tanda positif pada bulan September 2025. Nilai ekspor nonmigas yang mencapai US$23,68 miliar menjadi bukti bahwa sektor nonmigas masih menjadi tulang punggung perekonomian nasional. Angka ini naik sebesar 12,79 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, mengalahkan pertumbuhan ekspor migas yang turun hingga 13,61 persen.

Kenaikan ekspor nonmigas ini tidak terlepas dari berbagai komoditas utama yang mendominasi pasar global. Logam mulia dan perhiasan, besi dan baja, serta lemak dan minyak nabati menjadi salah satu penopang utama. Selain itu, sektor industri pengolahan juga memberikan kontribusi signifikan, dengan total ekspor sebesar US$19,90 miliar atau sekitar 84 persen dari total ekspor nonmigas.

Penjelasan Data Ekspor Nonmigas September 2025

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor nonmigas pada September 2025 mencapai US$23,68 miliar, meningkat secara tahunan sebesar 12,79 persen. Sementara itu, ekspor migas hanya mencatatkan penurunan sebesar 13,61 persen, dengan nilai sebesar US$0,99 miliar.

Peningkatan ekspor nonmigas ini didorong oleh beberapa komoditas utama. Salah satunya adalah logam mulia dan perhiasan (HS71) yang melonjak hingga 168,57 persen dengan andil sebesar 5,66 persen terhadap total ekspor. Selain itu, besi dan baja (HS72) meningkat 23,67 persen dengan andil 2,48 persen, sementara lemak dan minyak hewani/nabati (HS15) naik 18 persen dengan andil 1,70 persen.

Kontribusi Sektor Industri Pengolahan

Sektor industri pengolahan menjadi penyumbang terbesar ekspor nonmigas di bulan September 2025. Total ekspor sektor ini mencapai US$19,90 miliar, atau sekitar 84 persen dari total ekspor nonmigas. Pertumbuhan sektor ini mencapai 20,25 persen secara tahunan, dengan andil 15,13 persen terhadap total ekspor nasional.

Beberapa komoditas yang menjadi pendorong utama antara lain barang perhiasan dan barang berharga, logam dasar bukan besi, kimia dasar organik hasil pertanian, semikonduktor, dan minyak kelapa sawit. Kenaikan ini menunjukkan bahwa sektor industri pengolahan semakin memperkuat posisinya sebagai mesin utama ekspor nasional.

Perkembangan Ekspor Nonmigas Kumulatif Januari–September 2025

Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia pada Januari–September 2025 mencapai US$209,81 miliar, naik 8,14 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024. Dari jumlah tersebut, ekspor nonmigas mencatatkan angka US$199,77 miliar atau tumbuh 9,57 persen secara tahunan.

Peningkatan ekspor nonmigas ini juga ditunjukkan oleh kinerja sektor industri pengolahan yang mencapai US$104,43 miliar pada Januari–Agustus 2025, dengan kontribusi sebesar 71,32 persen terhadap total ekspor nasional. Hal ini menunjukkan bahwa sektor industri pengolahan tetap menjadi motor penggerak utama ekspor Indonesia.

Wilayah Penyumbang Ekspor Terbesar

Dari segi wilayah, Jawa Barat menjadi provinsi dengan ekspor terbesar pada September 2025, dengan nilai US$28,89 miliar atau 13,77 persen dari total ekspor nasional. Jawa Timur dan Kepulauan Riau masing-masing menyumbang US$22,19 miliar dan US$17,53 miliar.

Peningkatan ekspor dari Jawa Barat dan Jawa Timur menunjukkan bahwa daerah-daerah sentral industri masih menjadi pusat kegiatan ekspor nasional. Di sisi lain, Kepulauan Riau juga semakin memperkuat perannya sebagai daerah dengan potensi ekspor tinggi, terutama dalam sektor industri pengolahan.

Tren Pasar Ekspor Nonmigas

Pasar ekspor nonmigas Indonesia juga menunjukkan pertumbuhan yang positif. Tiongkok, Amerika Serikat, dan India tetap menjadi tiga pasar utama dengan total nilai ekspor sebesar US$83,52 miliar, atau 41,81 persen dari total ekspor nonmigas nasional pada Januari–September 2025.

Selain itu, negara-negara seperti Swiss, Bangladesh, dan Singapura mencatatkan pertumbuhan ekspor tertinggi secara kumulatif. Swis misalnya, mencatatkan peningkatan ekspor sebesar 228,88 persen, sedangkan Bangladesh dan Singapura masing-masing tumbuh 41,98 persen dan 36,81 persen.

Analisis dan Prospek Ekspor Nonmigas

Analisis terhadap data ekspor nonmigas September 2025 menunjukkan bahwa sektor industri pengolahan dan komoditas strategis seperti logam mulia dan perhiasan masih menjadi penopang utama. Selain itu, peningkatan ekspor ke pasar Asia dan Eropa menunjukkan bahwa Indonesia semakin mampu memperluas jaringan perdagangan internasional.

Namun, tantangan seperti fluktuasi harga komoditas global dan tekanan permintaan pasar harus tetap diperhatikan. Pemerintah dan pelaku usaha perlu terus memperkuat kebijakan hilirisasi dan substitusi impor untuk menjaga daya saing sektor ekspor.

Kesimpulan

Nilai ekspor nonmigas September 2025 yang mencapai US$23,68 miliar menjadi indikator positif bagi perekonomian Indonesia. Pertumbuhan yang signifikan ini menunjukkan bahwa sektor nonmigas tetap menjadi tulang punggung ekspor nasional. Dengan kontribusi besar dari sektor industri pengolahan dan komoditas strategis, Indonesia semakin memperkuat posisinya sebagai produsen ekspor yang stabil dan berkelanjutan.

Tantangan tetap ada, namun dengan strategi yang tepat dan kolaborasi antara pemerintah dan swasta, ekspor nonmigas akan terus berkembang dan memberikan kontribusi besar bagi perekonomian nasional.


Tag:

EksporNonmigas #EksporIndonesia #EksporSeptember2025 #EkonomiIndonesia #IndustriPengolahan #LogamMulia #EksporNasional #KomoditasEkspor #PerdaganganInternasional #EksporNonMigas2025

FAQ:

Q1: Apa yang dimaksud dengan ekspor nonmigas?
A: Ekspor nonmigas merujuk pada ekspor barang-barang yang bukan berasal dari sumber daya alam seperti minyak bumi dan gas bumi. Contohnya adalah produk industri, pertanian, dan jasa.

Q2: Bagaimana pertumbuhan ekspor nonmigas Indonesia pada September 2025?
A: Ekspor nonmigas pada September 2025 meningkat sebesar 12,79 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dengan total nilai mencapai US$23,68 miliar.

Q3: Apa komoditas utama yang mendukung ekspor nonmigas?
A: Beberapa komoditas utama yang mendukung ekspor nonmigas antara lain logam mulia dan perhiasan, besi dan baja, serta lemak dan minyak nabati.

Q4: Siapa saja pasar utama ekspor nonmigas Indonesia?
A: Pasar utama ekspor nonmigas Indonesia antara lain Tiongkok, Amerika Serikat, dan India. Selain itu, Swiss, Bangladesh, dan Singapura juga mencatatkan pertumbuhan ekspor yang signifikan.

Q5: Apa tantangan yang dihadapi sektor ekspor nonmigas?
A: Tantangan utama termasuk fluktuasi harga komoditas global dan tekanan permintaan pasar. Untuk menghadapi hal ini, pemerintah dan pelaku usaha perlu terus memperkuat kebijakan hilirisasi dan substitusi impor.

  • Penulis: radarekonomi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bea Cukai Batam Gagalkan Ekspor Ilegal 11.310 Gram Bubuk Emas ke Singapura

    Bea Cukai Batam Gagalkan Ekspor Ilegal 11.310 Gram Bubuk Emas ke Singapura

    • calendar_month Sen, 5 Okt 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Radarekonomi.com, Batam, 01-10-2026 – Bea Cukai Batam menggagalkan upaya pengeluaran 43 bungkusan bubuk padat mengandung emas dengan total berat bruto sekitar 11.310 gram melalui Pelabuhan Ferry Internasional Batam Centre dan Pelabuhan Ferry Internasional Harbour Bay. “Penindakan dilakukan dalam dua rangkaian kegiatan pada 22 dan 24 September 2026 terhadap delapan penumpang yang akan melakukan perjalanan dari […]

  • SAPMA PP Deli Serdang Tolak Geng Motor Anarkis, Ajak Generasi Muda Jadi Pelopor Kamtibmas

    SAPMA PP Deli Serdang Tolak Geng Motor Anarkis, Ajak Generasi Muda Jadi Pelopor Kamtibmas

    • calendar_month Kam, 13 Agu 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 110
    • 0Komentar

    Radarekonomi.com, Deli Serdang – Satuan Pelajar dan Mahasiswa Pemuda Pancasila (SAPMA PP) Kabupaten Deli Serdang menyatakan sikap tegas menolak segala bentuk aksi geng motor yang bersifat anarkis dan berpotensi mengganggu keamanan serta ketertiban masyarakat. Pernyataan tersebut disampaikan Ketua SAPMA PP Deli Serdang, Bima Ade Permana Siregar, yang sekaligus mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Deli Serdang dan […]

  • Jelaskan Kebijakan dan Strategi Pembangunan Ekonomi yang Efektif

    Jelaskan Kebijakan dan Strategi Pembangunan Ekonomi yang Efektif

    • calendar_month Sel, 25 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 439
    • 0Komentar

    Pembangunan ekonomi adalah proses kompleks yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan pendapatan per kapita, lapangan pekerjaan, dan kualitas hidup secara keseluruhan. Dalam konteks Indonesia, kebijakan dan strategi pembangunan ekonomi menjadi kunci untuk mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan dan inklusif. Artikel ini akan membahas secara rinci berbagai kebijakan dan strategi yang dapat diterapkan untuk memastikan […]

  • OJK Blokir Ribuan Rekening Bank Terindikasi Judi Online: Apa yang Perlu Anda Ketahui

    OJK Blokir Ribuan Rekening Bank Terindikasi Judi Online: Apa yang Perlu Anda Ketahui

    • calendar_month Ming, 9 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 401
    • 0Komentar

    Dalam beberapa bulan terakhir, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengambil langkah tegas dalam menangani praktik keuangan ilegal di Indonesia. Salah satu upaya paling signifikan adalah pemblokiran ribuan rekening bank yang terindikasi digunakan untuk aktivitas judi online. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen OJK dalam melindungi masyarakat dan menjaga stabilitas sektor keuangan negara. Sejak akhir November […]

  • SBY Berpotensi Absen pada Upacara Hari Pancasila 2026 di Jakarta

    SBY Berpotensi Absen pada Upacara Hari Pancasila 2026 di Jakarta

    • calendar_month Sen, 1 Jun 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 350
    • 0Komentar

    Radarekonomi.com, Jakarta – Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), kemungkinan tidak akan menghadiri upacara peringatan Hari Pancasila yang akan digelar di Gedung Pancasila, Jakarta, pada Senin (1/6/2026). Ketua Dewan Pakar Partai Demokrat, Andi Mallarangeng, mengungkapkan bahwa SBY telah menerima undangan resmi untuk menghadiri upacara tersebut. Namun, hingga saat ini SBY telah memiliki agenda […]

  • Cara Pelaku UMKM Mengoptimalkan Adopsi Platform Digital untuk Meningkatkan Efisiensi dan Pertumbuhan Bisnis

    Cara Pelaku UMKM Mengoptimalkan Adopsi Platform Digital untuk Meningkatkan Efisiensi dan Pertumbuhan Bisnis

    • calendar_month Sen, 3 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 407
    • 0Komentar

    Di tengah transformasi digital yang semakin pesat, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia tidak bisa lagi mengabaikan peran penting dari platform digital. Dengan adopsi teknologi ini, UMKM dapat memperluas jangkauan pasar, meningkatkan visibilitas merek, dan membangun hubungan yang lebih kuat dengan pelanggan. Tidak hanya itu, platform digital juga menjadi alat strategis untuk […]

expand_less