Breaking News
light_mode
Beranda » Keuangan » OJK Dorong Pengadopsian Cepat Teknologi di Sektor Jasa Keuangan

OJK Dorong Pengadopsian Cepat Teknologi di Sektor Jasa Keuangan

  • account_circle radarekonomi
  • calendar_month Rab, 5 Nov 2025
  • visibility 418
  • comment 0 komentar

Jakarta, 2025 – Dalam upaya mempercepat transformasi digital dan meningkatkan efisiensi layanan di sektor jasa keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong pengadopsian teknologi yang cepat dan berkelanjutan. Sejak penerbitan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 3 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan ITSK, minat dari penyelenggara teknologi informasi dan sistem keuangan (ITSK) untuk menjadi peserta sandbox OJK tercatat sangat tinggi. Hingga Juni 2025, OJK telah menerima 205 kali permintaan konsultasi dari calon peserta sandbox. Dari jumlah tersebut, terdapat 119 pihak yang telah menyampaikan form konsultasi dan 113 di antaranya telah melakukan konsultasi.

Pengadopsian teknologi dalam sektor jasa keuangan tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga untuk menciptakan inovasi yang dapat memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat. Dengan adanya POJK ini, OJK menunjukkan komitmennya untuk membuka ruang bagi perusahaan teknologi finansial (fintech) dan penyelenggara layanan keuangan digital untuk berkembang secara bertanggung jawab. Hal ini juga menjadi langkah strategis dalam menghadapi tantangan global yang semakin mempercepat transformasi digital di berbagai sektor ekonomi.

Salah satu inisiatif utama OJK adalah program sandbox, yang bertujuan untuk memberikan ruang bagi penyelenggara ITSK untuk menguji model bisnisnya dalam lingkungan yang terkendali. Sampai dengan periode Juni 2025, terdapat 47 penyelenggara ITSK yang mengajukan permohonan pendaftaran ke OJK, 30 di antaranya telah ditetapkan sebagai penyelenggara ITSK terdaftar. Proses pendaftaran ini menandai selesainya proses pendaftaran bagi seluruh penyelenggara ITSK dengan model bisnis Pemeringkat Kredit Alternatif (PKA) dan Penyelenggara Agregasi Jasa Keuangan (PAJK) yang sebelumnya telah dinyatakan lulus dari proses sandbox OJK.

Selain itu, OJK juga telah menyetujui perizinan bagi 23 entitas di ekosistem perdagangan aset kripto. Ini termasuk 1 bursa kripto, 1 lembaga kliring penjaminan dan penyelesaian, 1 pengelola tempat penyimpanan, serta 20 pedagang aset kripto. Selain itu, OJK sedang melanjutkan proses perizinan terhadap 10 calon pedagang aset kripto. Angka ini menunjukkan bahwa OJK terus memperkuat regulasi dan pengawasan terhadap industri aset kripto yang semakin berkembang.

Dalam rangka mendukung pengembangan sektor IAKD (Inovasi Teknologi Sistem Keuangan Digital), OJK pada tanggal 25 Juni 2025 telah memberikan persetujuan kepada Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI) sebagai asosiasi Penyelenggara ITSK. Dengan demikian, saat ini telah terdapat 3 (tiga) asosiasi resmi Penyelenggara ITSK di sektor IAKD yaitu Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH), Asosiasi Fintech Syariah Indonesia (AFSI), dan Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI). Eksistensi asosiasi di sektor IAKD diharapkan dapat menjadi mitra strategis OJK dalam mendorong ITSK yang bertanggung jawab dan mengedepankan aspek kepatuhan, pelindungan konsumen, serta meningkatkan literasi keuangan digital di masyarakat.

Tidak hanya fokus pada pengembangan infrastruktur teknologi, OJK juga terus memastikan bahwa inovasi yang dilakukan oleh penyelenggara ITSK tetap berada dalam kerangka regulasi yang ketat. Dengan adanya POJK Nomor 29 Tahun 2024 tentang Pemeringkat Kredit Alternatif dan POJK Nomor 4 Tahun 2025 tentang Penyelenggara Agregasi Jasa Keuangan, OJK memastikan bahwa setiap penyelenggara ITSK yang ingin beroperasi harus memenuhi standar tertentu, baik dari segi keamanan data, perlindungan konsumen, maupun transparansi bisnis.

Sejalan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan pasar, OJK juga memberikan penyesuaian kewajiban pembayaran pungutan bagi penyelenggara di sektor IAKD yang memperoleh izin dari OJK. Penyesuaian ini berdasarkan pertimbangan bahwa OJK sedang mengembangkan industri IAKD secara nasional, disamping juga kondisi secara umum industri IAKD saat ini yang masih berada pada tahap awal kegiatan operasional. Adapun penyesuaian kewajiban pembayaran pungutan yang diberikan yaitu penerapan tarif pungutan 0 persen (tidak dikenakan pungutan) pada tahun 2025 dan akan dilakukan peningkatan tarif pungutan secara bertahap pada tahun-tahun selanjutnya.

Dengan langkah-langkah ini, OJK tidak hanya memastikan stabilitas sektor jasa keuangan, tetapi juga memberikan ruang bagi inovasi dan pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia. Dengan dukungan dari berbagai pihak, termasuk asosiasi dan penyelenggara ITSK, diharapkan sektor jasa keuangan akan semakin kuat, inklusif, dan mampu bersaing di tingkat regional maupun global.

FAQ

Apa tujuan OJK dalam mendorong pengadopsian teknologi di sektor jasa keuangan?

Tujuan OJK adalah untuk mempercepat transformasi digital, meningkatkan efisiensi layanan, serta menciptakan inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Bagaimana proses pengadopsian teknologi oleh OJK dilakukan?

OJK melakukan pengadopsian teknologi melalui berbagai inisiatif seperti program sandbox, penerbitan POJK, dan kerja sama dengan asosiasi penyelenggara ITSK.

Apakah ada regulasi yang mengatur penggunaan teknologi di sektor jasa keuangan?

Ya, OJK telah menerbitkan POJK Nomor 3 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan ITSK dan POJK Nomor 29 Tahun 2024 serta POJK Nomor 4 Tahun 2025 yang mengatur penggunaan teknologi di sektor jasa keuangan.

Apa manfaat dari adanya asosiasi penyelenggara ITSK?

Asosiasi penyelenggara ITSK berperan sebagai mitra strategis OJK dalam mendorong ITSK yang bertanggung jawab, mengedepankan kepatuhan, pelindungan konsumen, serta meningkatkan literasi keuangan digital.

Bagaimana OJK memastikan keamanan dan keandalan teknologi di sektor jasa keuangan?

OJK memastikan keamanan dan keandalan teknologi melalui regulasi yang ketat, pengawasan terhadap penyelenggara ITSK, serta kerja sama dengan berbagai pihak seperti asosiasi dan lembaga pemerintah.

Tag:

OJK #TeknologiKeuangan #InovasiDigital #Fintech #SektorJasaKeuangan #PenyelenggaraITSK #RegulasiKeuangan #PengadopsianTeknologi #IndustriKripto #PeraturanOJK

  • Penulis: radarekonomi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kecanduan narkotika diduga menjadi pemicu DR nekat mencuri sepeda motor milik tetangganya sendiri di Jalan Pekapuran, Tambora

    Kecanduan narkotika diduga menjadi pemicu DR nekat mencuri sepeda motor milik tetangganya sendiri di Jalan Pekapuran, Tambora

    • calendar_month Sel, 22 Sep 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 67
    • 0Komentar

    Radarekonomi.com, Jakarta Barat, Selasa (22/9/2026) – Aksi DR bersama rekannya, DD, terekam kamera CCTV. Keduanya terlihat membawa kabur sepeda motor korban dengan cara didorong atau distut lantaran kendaraan tersebut tidak dapat dinyalakan. Dalam rekaman CCTV, kedua pelaku tampak mendorong motor hingga keluar dari lokasi. Setelah berhasil menjauh dari kawasan tersebut, keduanya kemudian menghilang dari pantauan […]

  • LSM KPK-RI Banten Laporkan Dugaan Korupsi Disdikbud Tangsel ke Kejati Banten, Soroti Pajak Kendaraan hingga Pengadaan Barang

    LSM KPK-RI Banten Laporkan Dugaan Korupsi Disdikbud Tangsel ke Kejati Banten, Soroti Pajak Kendaraan hingga Pengadaan Barang

    • calendar_month Jum, 9 Okt 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 73
    • 0Komentar

    Radarekonomi.com, Serang – Dugaan ketidaksesuaian dalam pengelolaan anggaran publik kembali menjadi sorotan. Ketua DPD Lembaga Swadaya Masyarakat Komunitas Penegak Keadilan Republik Indonesia (LSM KPK-RI) Provinsi Banten, M. Aqil B., S.H., resmi menyampaikan laporan dugaan tindak pidana korupsi kepada Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten, Kamis (8/10/2026). Laporan tersebut menyoroti sejumlah kegiatan pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota […]

  • Cara Antisipasi Lonjakan Permintaan Komoditas Jelang Hari Besar Keagamaan

    Cara Antisipasi Lonjakan Permintaan Komoditas Jelang Hari Besar Keagamaan

    • calendar_month Sen, 9 Mar 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 334
    • 0Komentar

    Pada setiap perayaan hari besar keagamaan, seperti Natal dan Tahun Baru, permintaan terhadap berbagai komoditas kebutuhan pokok cenderung meningkat. Hal ini menyebabkan kenaikan harga yang bisa memengaruhi daya beli masyarakat. Untuk menghadapi situasi ini, diperlukan strategi antisipasi yang tepat agar stabilitas ekonomi tetap terjaga. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah dengan memantau tren permintaan […]

  • Proyeksi Pertumbuhan PDB Kuartal IV 2025 di Indonesia

    Proyeksi Pertumbuhan PDB Kuartal IV 2025 di Indonesia

    • calendar_month Sen, 3 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 564
    • 0Komentar

    Proyeksi Pertumbuhan PDB Kuartal IV 2025 Tetap Positif: Analisis Terkini Indonesia terus menunjukkan tanda-tanda pemulihan ekonomi meskipun masih menghadapi tantangan. Salah satu indikator utama yang menjadi perhatian adalah proyeksi pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) pada kuartal IV tahun 2025. Berdasarkan data dan analisis dari berbagai sumber, termasuk laporan Badan Pusat Statistik (BPS) dan pernyataan pejabat […]

  • Bisnis Konstruksi Menghadapi Kenaikan Harga Material Utama: Strategi Mengatasi Tantangan

    Bisnis Konstruksi Menghadapi Kenaikan Harga Material Utama: Strategi Mengatasi Tantangan

    • calendar_month Jum, 14 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 498
    • 0Komentar

    Dalam dunia konstruksi, harga material bangunan merupakan salah satu aspek yang paling krusial. Mengetahui harga terbaru dari berbagai material tidak hanya penting bagi kontraktor dan pembangun rumah, tetapi juga bagi masyarakat umum yang sedang merencanakan pembangunan atau renovasi rumah mereka. Fluktuasi harga dapat mempengaruhi anggaran proyek secara signifikan, dan ketidakpastian dalam harga dapat mengakibatkan biaya […]

  • Investor Domestik sebagai Penyangga Utama Pasar Saham IHSG: Analisis Terkini

    Investor Domestik sebagai Penyangga Utama Pasar Saham IHSG: Analisis Terkini

    • calendar_month Ming, 9 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 557
    • 0Komentar

    Pasar saham Indonesia kembali menjadi sorotan setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami fluktuasi akibat berbagai sentimen eksternal dan internal. Namun, di tengah arus penjualan dana asing yang cukup besar, investor domestik terbukti menjadi penyangga utama bagi stabilitas pasar. Dengan peran pentingnya, investor lokal, khususnya institusi, berhasil menjaga kepercayaan pasar meskipun situasi ekonomi dalam negeri […]

expand_less