Breaking News
light_mode
Beranda » Keuangan » Arus Modal Asing Keluar dari Pasar SBN dan SRBI: Analisis Terkini

Arus Modal Asing Keluar dari Pasar SBN dan SRBI: Analisis Terkini

  • account_circle radarekonomi
  • calendar_month Kam, 16 Apr 2026
  • visibility 425
  • comment 0 komentar

Pasar keuangan Indonesia kembali mengalami arus keluar modal asing pada awal November 2025. Data yang dirilis oleh Bank Indonesia (BI) menunjukkan bahwa investor asing melakukan penjualan bersih sebesar Rp4,58 triliun dalam periode 3-6 November 2025. Ini menjadi perubahan signifikan dibandingkan periode sebelumnya, di mana tercatat aliran masuk sebesar Rp1,0 triliun. Arus keluar ini terutama terjadi di pasar Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), sementara pasar saham masih menjadi satu-satunya penopang dengan net buy sebesar Rp2,54 triliun.

Penyebab Arus Keluar Modal Asing

Salah satu faktor utama yang mendorong arus keluar modal asing adalah penguatan dolar AS. Setelah rilis data tenaga kerja yang tetap solid, dolar AS kembali memperkuat nilai tukarnya. Hal ini membuat investor global lebih memilih instrumen aman seperti obligasi pemerintah AS, yang imbal hasilnya semakin menarik.

Selain itu, spekulasi bahwa The Federal Reserve (The Fed) belum akan menurunkan suku bunga di pertemuan Desember mendatang juga memberi tekanan pada arus modal asing. Kenaikan imbal hasil US Treasury turut mendorong investor melakukan rotasi portofolio dari aset berisiko ke aset aman. Hal ini mencerminkan ketidakpastian di pasar global, terutama di tengah situasi politik di Amerika Serikat.

Tekanan di Pasar SBN dan SRBI

Penurunan investasi asing di pasar SBN dan SRBI

Tekanan terbesar terhadap pasar keuangan Indonesia berasal dari pasar SBN dan SRBI. Dalam periode 3-6 November 2025, investor asing melakukan jual neto sebesar Rp4,42 triliun di pasar SBN dan Rp2,69 triliun di pasar SRBI. Kondisi ini berbeda dengan posisi sebelumnya, di mana terdapat pembelian bersih di pasar SBN dan SRBI.

Meskipun terdapat sedikit aliran masuk pada akhir Oktober, secara kumulatif selama tahun 2025, arus modal asing masih berada di zona negatif. Total penjualan asing di pasar saham mencapai Rp39,13 triliun, diikuti dengan Rp0,91 triliun di pasar SBN, serta Rp137,71 triliun di instrumen SRBI. Angka ini menunjukkan bahwa investor asing cenderung menjauhi aset berisiko dan lebih memilih instrumen yang dinilai lebih stabil.

Indikator Risiko Investasi

Kenaikan CDS sebagai indikator risiko investasi

Kenaikan premi Credit Default Swap (CDS) Indonesia tenor 5 tahun menjadi indikator lain yang menunjukkan meningkatnya persepsi risiko terhadap surat utang Indonesia. Pada 6 November 2025, CDS naik ke level 75,49 basis poin (bps), meningkat dari 73,03 bps pada 31 Oktober 2025. CDS sendiri merupakan instrumen derivatif yang mencerminkan biaya perlindungan terhadap risiko gagal bayar suatu negara. Semakin tinggi nilai CDS, semakin besar pula premi risiko yang harus dibayar oleh investor.

Meskipun kenaikan CDS menunjukkan peningkatan risiko, nilai tersebut masih relatif aman. Investor global tetap melihat Indonesia sebagai negara yang memiliki potensi pertumbuhan ekonomi, meski dengan beberapa tantangan di luar negeri.

Tantangan Eksternal dan Internal

Tantangan eksternal yang muncul dari kebijakan Presiden AS Donald Trump juga turut memengaruhi arus modal asing. Kebijakan unilateralisme yang diambil oleh pemerintahan Trump menimbulkan ketidakpastian di pasar global. Hal ini berdampak pada aliran investasi yang terhambat, termasuk di Indonesia. Selain itu, perubahan kebijakan perdagangan dan defisit APBN yang cukup besar turut memengaruhi sentimen investor.

Di sisi internal, kebijakan pemerintah yang dinilai kontradiktif dengan pertumbuhan ekonomi domestik juga menjadi faktor penurunan minat investor. Misalnya, pengurangan anggaran belanja pemerintah yang dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto menunjukkan ketidakjelasan dalam kebijakan fiskal. Hal ini memengaruhi kinerja sektor-sektor strategis, seperti perbankan BUMN, yang sering menjadi incaran investor asing.

Kebijakan BI dan Proyeksi Masa Depan

Dalam situasi ini, Bank Indonesia (BI) diharapkan dapat mengambil langkah-langkah yang tepat untuk menjaga stabilitas pasar keuangan. Salah satunya adalah menurunkan suku bunga, yang saat ini berada di level 5,75 persen. Namun, penurunan suku bunga tidak mudah dilakukan karena kebutuhan pemerintah untuk membayar bunga utang dari penerbitan SBN yang bisa mencapai sebesar Rp800 triliun.

Ekonom PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) Suhindarto menilai, BI kemungkinan akan lebih kaku dalam mengambil kebijakan pelonggaran moneter. Meskipun ada kebijakan pelonggaran, penurunan suku bunga diperkirakan akan terbatas pada tahun 2025.

Kesimpulan

Arus modal asing yang keluar dari pasar SBN dan SRBI mencerminkan ketidakpastian di pasar keuangan Indonesia. Faktor-faktor seperti penguatan dolar AS, spekulasi The Fed, serta gejolak politik di AS menjadi penyebab utama. Meskipun demikian, investor masih melihat potensi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Untuk menjaga stabilitas pasar, kebijakan BI dan pemerintah perlu lebih proaktif dalam menghadapi tantangan eksternal dan internal. Dengan langkah-langkah yang tepat, Indonesia dapat tetap menjadi tujuan investasi yang menarik bagi investor global.

  • Penulis: radarekonomi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 5 Keuntungan Utama Menggunakan E-Commerce untuk Bisnis dan Konsumen

    5 Keuntungan Utama Menggunakan E-Commerce untuk Bisnis dan Konsumen

    • calendar_month Jum, 23 Jan 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 328
    • 0Komentar

    Di tengah perkembangan teknologi yang pesat, e-commerce telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Tidak hanya memberikan kemudahan bagi konsumen, tetapi juga membuka peluang besar bagi pelaku usaha. Dengan adanya e-commerce, proses jual beli tidak lagi terbatas oleh waktu dan tempat. Berikut ini adalah lima keuntungan utama dari penggunaan e-commerce baik untuk bisnis maupun […]

  • BI Berupaya Jaga Yield SBN Tetap Menarik Bagi Investor Asing

    BI Berupaya Jaga Yield SBN Tetap Menarik Bagi Investor Asing

    • calendar_month Sab, 15 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 337
    • 0Komentar

    Di tengah dinamika pasar keuangan global dan domestik, Bank Indonesia (BI) terus berupaya memastikan bahwa yield Surat Berharga Negara (SBN) tetap menarik bagi para investor asing. Hal ini menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas sistem keuangan nasional serta menarik aliran dana asing yang stabil. Dengan berbagai langkah strategis, BI mencoba mengimbangi tekanan dari perubahan kebijakan […]

  • Cara E-Wallet dan QRIS Mempermudah Peralihan Transaksi Keuangan dari Offline ke Online

    Cara E-Wallet dan QRIS Mempermudah Peralihan Transaksi Keuangan dari Offline ke Online

    • calendar_month Rab, 5 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 396
    • 0Komentar

    Dalam era digital yang semakin berkembang, masyarakat Indonesia mulai beralih dari penggunaan uang tunai ke metode pembayaran nontunai. Salah satu alat yang memainkan peran penting dalam proses ini adalah e-wallet dan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard). Kombinasi keduanya telah menjadi solusi efisien untuk mempercepat dan mempermudah transaksi keuangan, baik secara online maupun offline. Dengan […]

  • Polresta Deli Serdang Ringkus Dua Pengedar Sabu, 24,76 Gram Narkoba Disita

    Polresta Deli Serdang Ringkus Dua Pengedar Sabu, 24,76 Gram Narkoba Disita

    • calendar_month Rab, 5 Agu 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 83
    • 0Komentar

    Radarekonomi.com, Deli Serdang – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Deli Serdang mengamankan dua orang pria berinisial MEL (33), warga Gang Family II Desa Bandar Kalipah Kec. Percut Sei Tuan Kab. Deli Serdang yg selama ini berdomisili di Pagar Merbau dan inisial REB (20) warga Dusun 1 Desa Pagar Merbau I Kec. Pagar Merbau Kab. Deli […]

  • Konser Akbar Monas 2026 Siap Digelar, Panitia Ajak Masyarakat Nikmati Musik Klasik Gratis

    Konser Akbar Monas 2026 Siap Digelar, Panitia Ajak Masyarakat Nikmati Musik Klasik Gratis

    • calendar_month Sab, 18 Jul 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Jakarta, Radarekonomi.com– Panitia Konser Akbar Monas 2026 mengajak masyarakat dari berbagai kalangan untuk menghadiri pertunjukan musik klasik terbuka yang akan digelar di kawasan Monumen Nasional (Monas), Sabtu (18/7/2026) pukul 18.30 WIB. Dalam konferensi pers menjelang pelaksanaan acara, Konduktor Aula Simfonia Jakarta, Yuni Storm, didampingi Ketua Panitia Wijaya Subekti, menjelaskan bahwa konser akan berlangsung sekitar dua […]

  • Profil dan Informasi Terbaru PT Adhi Commuter Properti

    Profil dan Informasi Terbaru PT Adhi Commuter Properti

    • calendar_month Sen, 1 Des 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 419
    • 0Komentar

    PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP) adalah salah satu anak usaha dari PT Adhi Karya (Persero) Tbk, yang bergerak dalam bidang pengembangan properti, hospitality, dan layanan pendukung. Sejak didirikan, perusahaan ini telah menjadi bagian penting dalam memenuhi kebutuhan masyarakat akan kawasan hunian terintegrasi di sekitar jalur transportasi umum, khususnya Light Rapid Transit (LRT). Dengan fokus […]

expand_less