Breaking News
light_mode
Beranda » Keuangan » Pasar Saham ATH Dipimpin Oleh Investor Domestik, Mengabaikan Outflow Asing di SBN

Pasar Saham ATH Dipimpin Oleh Investor Domestik, Mengabaikan Outflow Asing di SBN

  • account_circle radarekonomi
  • calendar_month Sen, 3 Nov 2025
  • visibility 346
  • comment 0 komentar

Pasar saham Indonesia kembali menunjukkan tren positif meski diperkirakan akan terus menghadapi tekanan dari arus keluar dana asing. Dalam beberapa bulan terakhir, investor domestik semakin memperkuat posisinya sebagai pemain utama dalam pasar modal, sementara aliran dana asing tetap terus berlangsung meskipun tidak sebesar sebelumnya. Hal ini menjadi perhatian besar bagi para analis dan pengamat pasar modal.

Menurut data Bank Indonesia, sejak awal 2025 hingga 6 Februari, investor asing melakukan penjualan bersih sebesar Rp 2,85 triliun di pasar saham. Sementara itu, di pasar surat utang dalam negeri seperti Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), investor asing justru mencatatkan pembelian bersih senilai masing-masing Rp 10,73 triliun dan Rp 10,44 triliun. Tren ini menunjukkan bahwa investor asing lebih memilih instrumen investasi berisiko rendah dibandingkan saham.

Namun, di tengah ketidakpastian ekonomi global dan nasional, investor domestik justru menjadi pendorong utama pertumbuhan pasar saham. Menurut Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Mohamad Adityo, investor asing masih terus menjual saham dengan volume yang lebih besar dibandingkan pembelian. Namun, daya beli investor asing terhadap saham Indonesia belum pulih sepenuhnya.

“Secara nominal, aksi jual investor asing sudah mulai berkurang, tetapi permintaan atau demand-nya untuk saham Indonesia masih belum baik,” ujarnya. Ia juga menyebut bahwa rupiah yang melemah ke level Rp 16.000 tidak memengaruhi selera investor asing yang memilih untuk menyimpan uangnya di SBN. Bahkan, sebagian besar investor asing (sekitar 14% dari total investor) masih memilih instrumen ini.

Salah satu indikator penting yang menunjukkan dominasi investor domestik adalah jumlah investor ritel yang terus meningkat. Bursa Efek Indonesia (BEI) melaporkan bahwa jumlah investor pasar modal Indonesia telah mencapai 16,99 juta per Juni 2025, di mana 16,94 juta di antaranya merupakan investor ritel domestik. Angka ini melonjak hampir enam kali lipat dibandingkan tahun 2019, saat jumlah investor hanya sekitar 2,5 juta.

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa Efek Indonesia, Irvan Susandy, menjelaskan bahwa dominasi investor asing di pasar saham Indonesia telah bergeser sejak pandemi 2020. Pada 2019, komposisi kepemilikan investor asing mencapai 51,85%, namun pada 2020 angka tersebut turun menjadi 49,21%. Seiring waktu, investor domestik semakin kuat dan menjadi “cushion” yang lebih baik jika terjadi tekanan eksternal.

Dari sisi aktivitas transaksi, investor ritel domestik menyumbang sekitar 44% dari total transaksi hingga Juni 2025. Meskipun kontribusi ini tergolong minoritas dibandingkan investor asing, pengaruhnya tidak bisa diabaikan. Menurut Budi Frensidy, pengamat pasar modal dari Universitas Indonesia, investor ritel domestik cenderung tersebar di banyak saham, sementara investor asing lebih fokus pada saham-saham big caps.

“Karena itu, efek dari aksi jual atau beli investor asing bisa lebih besar, terutama pada saham-saham kapitalisasi besar,” katanya. Di sisi lain, partisipasi investor ritel yang tinggi juga memberikan dampak positif pada likuiditas pasar.

Meski investor asing masih mengalami outflow di pasar saham, IHSG tetap stabil di bawah tekanan. Beberapa hari lalu, indeks ini sempat turun ke bawah 6.500 dari posisi di level 7.000 pada awal Februari. Namun, investor domestik tetap percaya diri dan terus membeli saham, terutama di sektor-sektor yang dinilai memiliki potensi pertumbuhan.

Chief Economist & Head of Research Mirae Asset Sekuritas, Rully Arya Wisnubroto, menjelaskan bahwa faktor-faktor eksternal dan internal memengaruhi perilaku investor asing. Salah satunya, sentimen terkait kebijakan Presiden AS Donald Trump, yang pernah memicu outflow dana asing pada masa kepemimpinannya dulu. Selain itu, kebijakan pemerintah Indonesia yang dianggap tidak konsisten dengan pertumbuhan ekonomi domestik juga menjadi penyebab.

Di tengah situasi ini, BI diharapkan dapat memberikan stimulus melalui kebijakan moneter. Saat ini, suku bunga BI berada di level 5,75 persen. Namun, menurut Suhindarto, ekonom PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), kemungkinan besar BI akan lebih kaku dalam mengambil kebijakan pelonggaran moneter. Hal ini didorong oleh kebutuhan pemerintah untuk membayar bunga utang dari penerbitan SBN yang bisa mencapai sebesar Rp 800 triliun.

“Jika suku bunga dijaga lebih tinggi, daya tarik investor untuk berinvestasi di SBN akan meningkat,” kata Suhindarto. Namun, hal ini juga berpotensi memengaruhi prospek penurunan suku bunga di masa depan.

FAQ

Apa yang menyebabkan outflow dana asing di pasar saham?

Outflow dana asing di pasar saham disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk ketidakpastian ekonomi global dan nasional, serta sentimen terkait kebijakan pemerintah. Selain itu, kebijakan Presiden AS Donald Trump juga berdampak pada perilaku investor asing.

Mengapa investor domestik semakin mendominasi pasar saham?

Investor domestik semakin mendominasi pasar saham karena peningkatan jumlah investor ritel, edukasi keuangan yang lebih baik, dan kepercayaan terhadap potensi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Selain itu, investor domestik juga lebih fleksibel dalam memilih instrumen investasi.

Bagaimana pengaruh suku bunga BI terhadap pasar modal?

Suku bunga BI sangat berpengaruh terhadap pasar modal. Jika suku bunga diturunkan, daya tarik investor untuk berinvestasi di SBN dan SRBI bisa meningkat. Namun, penurunan suku bunga juga bisa memengaruhi inflasi dan stabilitas nilai tukar rupiah.

Apa peran investor ritel dalam pasar modal?

Investor ritel berperan penting dalam meningkatkan likuiditas pasar. Meskipun kontribusi mereka terhadap nilai transaksi masih tergolong minoritas, partisipasi mereka memberikan dampak positif terhadap keseimbangan pasar.

Apa yang diharapkan dari pemerintah terkait pasar modal?

Pemerintah diharapkan dapat memberikan kebijakan yang lebih pro-pertumbuhan dan stabil. Ini termasuk dukungan terhadap sektor-sektor strategis, peningkatan infrastruktur, dan kebijakan fiskal yang lebih jelas.

Tagging:

PasarSahamATH #InvestorDomestik #OutflowAsing #SBN #SuratBerhargaNegara #SRBI #IndeksHargaSahamGabungan #BankIndonesia #EkonomiIndonesia #InvestasiBursa #PasarModalIndonesia #InvestorRitel #KebijakanMoneter #IHSG #SukuBungaBI #InvestorAsing #PengembanganEkonomi

  • Penulis: radarekonomi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jasa Perbankan yang Bermanfaat bagi Siswa dalam Mengelola Keuangan

    • calendar_month Rab, 26 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 335
    • 0Komentar

    Pada era digital saat ini, pengelolaan keuangan menjadi keterampilan penting yang harus dikuasai oleh setiap individu, termasuk para siswa. Dengan semakin berkembangnya teknologi dan layanan perbankan, banyak jasa-jasa perbankan yang dimanfaatkan oleh siswa untuk membantu mereka mengatur keuangan secara lebih efisien dan aman. Artikel ini akan membahas berbagai jasa perbankan yang bermanfaat bagi siswa dalam […]

  • Ini Cara Mengenali Penipuan Investasi Titip Dana yang Sering Terjadi

    Ini Cara Mengenali Penipuan Investasi Titip Dana yang Sering Terjadi

    • calendar_month Jum, 19 Des 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 339
    • 0Komentar

    Investasi merupakan salah satu cara untuk menambah penghasilan atau mencapai tujuan keuangan tertentu. Namun, berinvestasi juga memiliki risiko, salah satunya adalah penipuan. Salah satu modus penipuan investasi yang marak terjadi adalah penipuan investasi titip dana. Modus ini sering kali dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab dengan iming-iming keuntungan tinggi. Penipuan investasi titip dana biasanya […]

  • Daftar Perusahaan Investasi Terbesar di Dunia yang Wajib Diketahui

    Daftar Perusahaan Investasi Terbesar di Dunia yang Wajib Diketahui

    • calendar_month Ming, 7 Des 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 426
    • 0Komentar

    Investasi adalah salah satu cara untuk memperluas kekayaan dan menciptakan penghasilan tambahan. Di tengah dinamika pasar global, sejumlah perusahaan investasi besar menjadi tulang punggung dalam mengelola aset miliaran dolar. Mereka tidak hanya menjadi mitra bagi investor individu, tetapi juga menjalankan peran penting dalam menentukan arah ekonomi dunia. Berikut ini adalah daftar perusahaan investasi terbesar di […]

  • Sektor Hilirisasi Kontribusikan 29,3 Persen dari Total Investasi Nasional pada Q1 2025

    Sektor Hilirisasi Kontribusikan 29,3 Persen dari Total Investasi Nasional pada Q1 2025

    • calendar_month Ming, 2 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 341
    • 0Komentar

    Di tengah tantangan ekonomi global yang terus berubah, sektor hilirisasi di Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Pada kuartal pertama tahun 2025, sektor ini memberikan kontribusi besar terhadap total investasi nasional, mencapai 29,3 persen atau senilai Rp136,3 triliun. Angka ini naik 79,82 persen secara year on year (yoy) dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Ini […]

  • Sekolah Tinggi Pariwisata AMPTA Yogyakarta kampus utama

    Sekolah Tinggi Pariwisata AMPTA Yogyakarta kampus utama

    • calendar_month Sen, 10 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 403
    • 0Komentar

    Informasi Lengkap tentang Sekolah Tinggi Pariwisata AMPTA Yogyakarta Sekolah Tinggi Pariwisata AMPTA Yogyakarta, atau yang dikenal dengan STP AMPTA, merupakan salah satu institusi pendidikan unggulan di bidang pariwisata dan perhotelan. Berdiri sejak 13 Januari 1987, AMPTA telah menjadi pilihan utama bagi calon mahasiswa yang ingin menempuh studi di bidang ini. Dengan lokasi strategis di kawasan […]

  • Manfaat dan Strategi Pemberian Insentif untuk Pengembangan Energi Terbarukan

    Manfaat dan Strategi Pemberian Insentif untuk Pengembangan Energi Terbarukan

    • calendar_month Ming, 2 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 339
    • 0Komentar

    Pengembangan energi terbarukan di Indonesia semakin menjadi fokus utama pemerintah dalam upaya mengurangi emisi gas rumah kaca dan memenuhi komitmen global. Dalam konteks ini, pemberian insentif berperan penting sebagai alat strategis untuk mendorong sektor swasta dan pelaku usaha berinvestasi dalam energi bersih. Melalui berbagai kebijakan yang telah dirancang, pemerintah berupaya menciptakan lingkungan bisnis yang mendukung […]

expand_less