Breaking News
light_mode
Beranda » Keuangan » Pasar Saham ATH Dipimpin Oleh Investor Domestik, Mengabaikan Outflow Asing di SBN

Pasar Saham ATH Dipimpin Oleh Investor Domestik, Mengabaikan Outflow Asing di SBN

  • account_circle radarekonomi
  • calendar_month Sen, 3 Nov 2025
  • visibility 415
  • comment 0 komentar

Pasar saham Indonesia kembali menunjukkan tren positif meski diperkirakan akan terus menghadapi tekanan dari arus keluar dana asing. Dalam beberapa bulan terakhir, investor domestik semakin memperkuat posisinya sebagai pemain utama dalam pasar modal, sementara aliran dana asing tetap terus berlangsung meskipun tidak sebesar sebelumnya. Hal ini menjadi perhatian besar bagi para analis dan pengamat pasar modal.

Menurut data Bank Indonesia, sejak awal 2025 hingga 6 Februari, investor asing melakukan penjualan bersih sebesar Rp 2,85 triliun di pasar saham. Sementara itu, di pasar surat utang dalam negeri seperti Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), investor asing justru mencatatkan pembelian bersih senilai masing-masing Rp 10,73 triliun dan Rp 10,44 triliun. Tren ini menunjukkan bahwa investor asing lebih memilih instrumen investasi berisiko rendah dibandingkan saham.

Namun, di tengah ketidakpastian ekonomi global dan nasional, investor domestik justru menjadi pendorong utama pertumbuhan pasar saham. Menurut Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Mohamad Adityo, investor asing masih terus menjual saham dengan volume yang lebih besar dibandingkan pembelian. Namun, daya beli investor asing terhadap saham Indonesia belum pulih sepenuhnya.

“Secara nominal, aksi jual investor asing sudah mulai berkurang, tetapi permintaan atau demand-nya untuk saham Indonesia masih belum baik,” ujarnya. Ia juga menyebut bahwa rupiah yang melemah ke level Rp 16.000 tidak memengaruhi selera investor asing yang memilih untuk menyimpan uangnya di SBN. Bahkan, sebagian besar investor asing (sekitar 14% dari total investor) masih memilih instrumen ini.

Salah satu indikator penting yang menunjukkan dominasi investor domestik adalah jumlah investor ritel yang terus meningkat. Bursa Efek Indonesia (BEI) melaporkan bahwa jumlah investor pasar modal Indonesia telah mencapai 16,99 juta per Juni 2025, di mana 16,94 juta di antaranya merupakan investor ritel domestik. Angka ini melonjak hampir enam kali lipat dibandingkan tahun 2019, saat jumlah investor hanya sekitar 2,5 juta.

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa Efek Indonesia, Irvan Susandy, menjelaskan bahwa dominasi investor asing di pasar saham Indonesia telah bergeser sejak pandemi 2020. Pada 2019, komposisi kepemilikan investor asing mencapai 51,85%, namun pada 2020 angka tersebut turun menjadi 49,21%. Seiring waktu, investor domestik semakin kuat dan menjadi “cushion” yang lebih baik jika terjadi tekanan eksternal.

Dari sisi aktivitas transaksi, investor ritel domestik menyumbang sekitar 44% dari total transaksi hingga Juni 2025. Meskipun kontribusi ini tergolong minoritas dibandingkan investor asing, pengaruhnya tidak bisa diabaikan. Menurut Budi Frensidy, pengamat pasar modal dari Universitas Indonesia, investor ritel domestik cenderung tersebar di banyak saham, sementara investor asing lebih fokus pada saham-saham big caps.

“Karena itu, efek dari aksi jual atau beli investor asing bisa lebih besar, terutama pada saham-saham kapitalisasi besar,” katanya. Di sisi lain, partisipasi investor ritel yang tinggi juga memberikan dampak positif pada likuiditas pasar.

Meski investor asing masih mengalami outflow di pasar saham, IHSG tetap stabil di bawah tekanan. Beberapa hari lalu, indeks ini sempat turun ke bawah 6.500 dari posisi di level 7.000 pada awal Februari. Namun, investor domestik tetap percaya diri dan terus membeli saham, terutama di sektor-sektor yang dinilai memiliki potensi pertumbuhan.

Chief Economist & Head of Research Mirae Asset Sekuritas, Rully Arya Wisnubroto, menjelaskan bahwa faktor-faktor eksternal dan internal memengaruhi perilaku investor asing. Salah satunya, sentimen terkait kebijakan Presiden AS Donald Trump, yang pernah memicu outflow dana asing pada masa kepemimpinannya dulu. Selain itu, kebijakan pemerintah Indonesia yang dianggap tidak konsisten dengan pertumbuhan ekonomi domestik juga menjadi penyebab.

Di tengah situasi ini, BI diharapkan dapat memberikan stimulus melalui kebijakan moneter. Saat ini, suku bunga BI berada di level 5,75 persen. Namun, menurut Suhindarto, ekonom PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), kemungkinan besar BI akan lebih kaku dalam mengambil kebijakan pelonggaran moneter. Hal ini didorong oleh kebutuhan pemerintah untuk membayar bunga utang dari penerbitan SBN yang bisa mencapai sebesar Rp 800 triliun.

“Jika suku bunga dijaga lebih tinggi, daya tarik investor untuk berinvestasi di SBN akan meningkat,” kata Suhindarto. Namun, hal ini juga berpotensi memengaruhi prospek penurunan suku bunga di masa depan.

FAQ

Apa yang menyebabkan outflow dana asing di pasar saham?

Outflow dana asing di pasar saham disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk ketidakpastian ekonomi global dan nasional, serta sentimen terkait kebijakan pemerintah. Selain itu, kebijakan Presiden AS Donald Trump juga berdampak pada perilaku investor asing.

Mengapa investor domestik semakin mendominasi pasar saham?

Investor domestik semakin mendominasi pasar saham karena peningkatan jumlah investor ritel, edukasi keuangan yang lebih baik, dan kepercayaan terhadap potensi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Selain itu, investor domestik juga lebih fleksibel dalam memilih instrumen investasi.

Bagaimana pengaruh suku bunga BI terhadap pasar modal?

Suku bunga BI sangat berpengaruh terhadap pasar modal. Jika suku bunga diturunkan, daya tarik investor untuk berinvestasi di SBN dan SRBI bisa meningkat. Namun, penurunan suku bunga juga bisa memengaruhi inflasi dan stabilitas nilai tukar rupiah.

Apa peran investor ritel dalam pasar modal?

Investor ritel berperan penting dalam meningkatkan likuiditas pasar. Meskipun kontribusi mereka terhadap nilai transaksi masih tergolong minoritas, partisipasi mereka memberikan dampak positif terhadap keseimbangan pasar.

Apa yang diharapkan dari pemerintah terkait pasar modal?

Pemerintah diharapkan dapat memberikan kebijakan yang lebih pro-pertumbuhan dan stabil. Ini termasuk dukungan terhadap sektor-sektor strategis, peningkatan infrastruktur, dan kebijakan fiskal yang lebih jelas.

Tagging:

PasarSahamATH #InvestorDomestik #OutflowAsing #SBN #SuratBerhargaNegara #SRBI #IndeksHargaSahamGabungan #BankIndonesia #EkonomiIndonesia #InvestasiBursa #PasarModalIndonesia #InvestorRitel #KebijakanMoneter #IHSG #SukuBungaBI #InvestorAsing #PengembanganEkonomi

  • Penulis: radarekonomi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Apa Itu Staff E-commerce dan Peran Mereka dalam Bisnis Online

    Apa Itu Staff E-commerce dan Peran Mereka dalam Bisnis Online

    • calendar_month Sab, 8 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 705
    • 0Komentar

    Di tengah perkembangan pesat dunia digital, bisnis online semakin menjadi pilihan utama bagi para pengusaha. Salah satu aspek penting dalam menjalankan bisnis online adalah keberadaan staff e-commerce. Mereka merupakan tulang punggung yang memastikan seluruh operasional bisnis berjalan lancar, mulai dari pengelolaan produk hingga koordinasi dengan tim lain. Artikel ini akan membahas secara lengkap apa itu […]

  • Berikut Ini Adalah Faktor yang Mendorong Perdagangan Internasional Kecuali

    Berikut Ini Adalah Faktor yang Mendorong Perdagangan Internasional Kecuali

    • calendar_month Rab, 3 Des 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 401
    • 0Komentar

    Perdagangan internasional adalah aktivitas penting dalam perekonomian global, di mana negara-negara saling bertukar barang dan jasa. Namun, tidak semua faktor yang ada dapat dianggap sebagai pendorong perdagangan. Ada beberapa hal yang justru menjadi penghambat. Artikel ini akan membahas faktor-faktor yang mendorong perdagangan internasional, serta menjelaskan mengapa beberapa aspek tertentu tidak termasuk dalam kategori tersebut. Salah […]

  • Pemerintah Kaji Perluasan Insentif Pajak Kendaraan Listrik: Apa yang Perlu Diketahui?

    Pemerintah Kaji Perluasan Insentif Pajak Kendaraan Listrik: Apa yang Perlu Diketahui?

    • calendar_month Kam, 6 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 398
    • 0Komentar

    Di tengah tuntutan global untuk mengurangi emisi karbon dan mendorong penggunaan energi terbarukan, pemerintah Indonesia kini tengah mempertimbangkan perluasan insentif pajak bagi kendaraan listrik. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat transisi dari kendaraan berbahan bakar fosil ke kendaraan bertenaga listrik, sekaligus memberikan dorongan ekonomi bagi industri otomotif nasional. Insentif pajak saat ini telah diberlakukan melalui Peraturan […]

  • Beli Beras Sekarang atau Tunggu Maret? Ini Jawaban Pakar Logistik

    Beli Beras Sekarang atau Tunggu Maret? Ini Jawaban Pakar Logistik

    • calendar_month Jum, 27 Mar 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 328
    • 0Komentar

    Beras adalah makanan pokok yang menjadi kebutuhan dasar bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Dengan permintaan yang tinggi, tidak heran jika banyak orang mempertanyakan kapan waktu terbaik untuk membeli beras. Apakah lebih baik membeli sekarang atau menunggu hingga bulan Maret? Pertanyaan ini sering muncul karena fluktuasi harga dan ketersediaan beras yang bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor […]

  • Kinerja Perusahaan Pembiayaan Non-Bank Tetap Sehat: Tren dan Analisis Terkini

    Kinerja Perusahaan Pembiayaan Non-Bank Tetap Sehat: Tren dan Analisis Terkini

    • calendar_month Jum, 7 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 414
    • 0Komentar

    Di tengah dinamika perekonomian yang terus berkembang, kinerja perusahaan pembiayaan non-bank di Indonesia tetap menunjukkan kestabilan. Meski menghadapi berbagai tantangan, seperti penurunan pertumbuhan piutang dan perlambatan ekonomi, sejumlah indikator menunjukkan bahwa industri ini masih mampu bertahan dengan kondisi yang relatif sehat. Dengan data terbaru dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kita dapat melihat bagaimana sektor pembiayaan […]

  • Cara Daftar Bantuan UMKM 2022 yang Mudah dan Terbaru

    Cara Daftar Bantuan UMKM 2022 yang Mudah dan Terbaru

    • calendar_month Sel, 2 Des 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 387
    • 0Komentar

    Slug: cara-daftar-bantuan-umkm-2022 Di tengah tantangan ekonomi yang terus berubah, pemerintah Indonesia kembali menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT) UMKM tahun 2022. Dengan besaran dana sebesar Rp1,2 juta, bantuan ini bertujuan untuk mendorong pertumbuhan usaha kecil-menengah yang menjadi tulang punggung perekonomian nasional. Bagi pelaku UMKM yang belum tahu cara daftar bantuan UMKM 2022, artikel ini akan membantu […]

expand_less