Galian Liar di Bojongmangu Tanpa Papan Proyek & Rambu Keselamatan “Desa dan Kecamatan Diduga Tutup Mata”
- account_circle radarekonomi
- calendar_month Sen, 29 Jun 2026
- visibility 200
- comment 0 komentar

RadarEkonomi.com, Bekasi – Pekerjaan penggalian pemasangan kabel di Gang Haji Nahla, Desa Sukabungah, Kecamatan Bojongmangu, Kabupaten Bekasi, 28 Juni 2026 semakin mengundang kecurigaan. Selain jelas melanggar Standar Operasional Prosedur (SOP) karena tidak memasang papan proyek dan rambu keselamatan bagi pengguna jalan, keberadaan lubang besar yang berbahaya ini seolah-olah dibiarkan begitu saja tanpa ada tindakan apa pun dari pihak desa maupun kecamatan.
Pantauan di lokasi menunjukkan kondisi yang sangat memprihatinkan. Di pinggir jalan umum terdapat lubang galian yang cukup dalam dan lebar, terbuka lebar tanpa pagar pembatas, tanpa tanda bahaya, tanpa lampu peringatan, dan yang paling mencolok: tidak ada papan proyek sama sekali. Padahal, menurut aturan ketat pekerjaan di ruang publik, papan proyek adalah syarat mutlak yang wajib dipasang, berisi nama pelaksana, sumber dana, izin, hingga jadwal pengerjaan. Tanpa papan itu, pekerjaan ini sudah pasti dianggap ilegal dan menyalahi aturan.
Yang lebih disayangkan, lokasi ini berada di wilayah pengawasan langsung Pemerintah Desa Sukabungah dan Kecamatan Bojongmangu. Namun, sudah berhari-hari lubang ini ada dan dikerjakan, tak terlihat ada petugas desa, satpol PP kecamatan, atau pejabat terkait yang datang memeriksa, menegur, atau meminta izin pekerjaan.
“Seakan mereka semua tutup mata dan menutup telinga. Padahal ini jalan warga, berbahaya sekali kalau malam hari atau saat hujan. Kalau ada anak jatuh atau motor masuk lubang, siapa yang disalahkan? Pemerintah desa dan kecamatan kan yang bertanggung jawab menjaga ketertiban wilayahnya,” ungkap warga setempat yang kecewa.
Kelalaian ini sangat mencolok. Sesuai SOP dan peraturan jalan, setiap penggalian wajib memiliki izin, papan proyek lengkap, dan rambu keamanan. Pelanggaran ini jelas terlihat, namun tidak ada tindakan tegas. Masyarakat menilai ada indikasi pembiaran, seolah-olah pekerjaan liar ini dibiarkan berjalan lancar tanpa gangguan, padahal nyawa dan keselamatan warga menjadi taruhannya. JG
- Penulis: radarekonomi



Saat ini belum ada komentar