Cara Membuat Jurnal Penutup Perusahaan Dagang yang Akurat dan Lengkap
- account_circle radarekonomi
- calendar_month Sel, 18 Nov 2025
- visibility 184
- comment 0 komentar

Jurnal penutup adalah langkah penting dalam siklus akuntansi yang bertujuan untuk menutup sementara akun-akun pendapatan, biaya, dan dividen. Proses ini memastikan bahwa laporan keuangan perusahaan akurat dan siap digunakan untuk periode akuntansi berikutnya. Dalam konteks perusahaan dagang, jurnal penutup menjadi bagian dari proses penyusunan laporan keuangan yang sangat krusial.
Dalam artikel ini, kita akan membahas secara lengkap apa itu jurnal penutup, akun-akun yang perlu ditutup, serta cara membuatnya dengan benar. Dengan pemahaman yang tepat, perusahaan dapat menjaga keakuratan data keuangan dan memudahkan pengambilan keputusan strategis.
Apa Itu Jurnal Penutup?
Jurnal penutup (closing entries) adalah jurnal yang dibuat setiap akhir periode pembukuan akuntansi, biasanya tanggal 31 Desember. Tujuannya adalah menutup sementara semua akun nominal dan akun pembantu modal agar saldonya kembali ke nol untuk periode berikutnya. Akun nominal meliputi pendapatan dan beban, sedangkan akun pembantu modal mencakup prive dan ikhtisar laba/rugi.
Proses penutupan dilakukan dengan mendebet atau menkredit akun sementara dengan jumlah saldo yang sama, sehingga hasil akhirnya adalah posisi balance atau nol. Dengan demikian, perusahaan dapat memulai periode akuntansi baru dengan akun-akun yang bersih dan siap digunakan.

Perbedaan Jurnal Penutup dan Jurnal Pembalik
Jurnal penutup dan jurnal pembalik adalah dua jenis jurnal dalam akuntansi yang digunakan untuk menutup periode akuntansi dan mempersiapkan periode berikutnya. Jurnal penutup wajib dibuat, sedangkan jurnal pembalik opsional.
Jurnal penutup digunakan untuk menutup akun-akun sementara di akhir periode akuntansi agar saldo kembali ke nol untuk periode berikutnya. Sementara itu, jurnal pembalik digunakan untuk membalik jurnal penyesuaian agar pencatatan lebih mudah di tahun baru. Contohnya, jika pada akhir tahun dicatat “Beban Gaji Rp10 juta” sebagai utang, maka di awal tahun jurnal pembalik akan mencatat “Utang Gaji Rp10 juta” untuk menghapusnya, sehingga saat gaji benar-benar dibayarkan, pencatatannya lebih sederhana.
Tujuan dan Fungsi Jurnal Penutup
Jurnal penutup memiliki beberapa tujuan utama:
- Menutup semua akun sementara, sehingga saldonya menjadi nol.
- Memberi tanda bahwa saldo akhir pada akun sementara bersifat pasti dan akurat.
- Membuat akun sementara mulai dari nol, hal ini bertujuan untuk memisahkan akun-akun ini dari periode akuntansi yang berbeda.
- Menyajikan informasi keuangan yang sebenarnya (riil) dari suatu perusahaan setelah dilakukan penutupan buku.
Selain itu, jurnal penutup juga membantu manajemen dan pemegang saham memahami profitabilitas perusahaan, tingkat pengeluaran, dan aspek keuangan lainnya yang krusial dalam pengambilan keputusan strategis.
Metode Pencatatan Jurnal Penutup pada Perusahaan Dagang
Proses jurnal penutup dapat dilakukan baik dalam metode perpetual maupun periodik. Metode perpetual melibatkan pencatatan terus-menerus setiap kali terjadi transaksi, sedangkan metode periodik hanya dilakukan pada akhir periode akuntansi. Meskipun ada perbedaan dalam penerapannya, kedua metode ini tetap memerlukan penutupan akun-akun sementara seperti pendapatan, biaya, dan dividen.
5 Akun yang Ditutup dalam Jurnal Penutup
Ada lima akun yang perlu ditutup dalam jurnal penutup, yaitu:
- Akun Pendapatan: Digunakan untuk mencatat semua pendapatan selama periode akuntansi. Saldo akun ini akan dihapuskan dengan mencatat pendapatan dalam posisi debet dan ikhtisar laba/rugi dalam posisi kredit.
- Akun Beban: Digunakan untuk mencatat semua biaya yang dikeluarkan selama periode akuntansi. Saldo akun ini akan dihapuskan dengan mencatat jumlah yang sama sebagai kredit dan ikhtisar laba/rugi dalam posisi debet.
- Akun Prive: Digunakan untuk mencatat penarikan pemilik atau pemegang saham. Saldo akun ini akan dihapuskan dengan mencatat jumlah yang sama sebagai kredit dan akun modal dalam posisi debet.
- Akun Ikhtisar Laba/Rugi: Digunakan untuk mengumpulkan semua pendapatan dan biaya selama periode akuntansi. Saldo akun ini akan ditutup dengan mencatat jumlah yang sama sebagai debet atau kredit, tergantung pada apakah perusahaan menghasilkan laba atau rugi.
- Dividen: Digunakan untuk mencatat pembagian laba kepada pemegang saham. Saldo akun ini akan ditutup dengan mencatat jumlah yang sama sebagai kredit dalam akun dividen dan debet dalam akun laba ditahan.
Cara Membuat Jurnal Penutup
Untuk membuat jurnal penutup, Anda membutuhkan dua dokumen utama: laporan laba rugi dan laporan perubahan modal. Berikut langkah-langkahnya:
- Menutup akun-akun pendapatan:
- Identifikasi semua akun pendapatan yang memiliki saldo kredit.
-
Catat jumlah yang sama sebagai debet untuk menutupnya dengan akun ringkasan pendapatan di kredit.
-
Menutup akun biaya dan kontra-pendapatan:
-
Untuk setiap akun biaya dan kontra-pendapatan, catat jumlah yang sama sebagai kredit untuk menutupnya dengan akun ringkasan pendapatan di debet.
-
Menutup akun ringkasan pendapatan ke akun laba ditahan:
- Catat jumlah pendapatan bersih sebagai debet pada akun Ringkasan Pendapatan.
- Kredit akun Ringkasan Pendapatan dengan jumlah yang sama untuk menutupnya.
-
Catat jumlah yang sama sebagai debet pada akun Laba Ditahan (atau “Modal Pemilik”).
-
Menutup akun dividen ke laba ditahan:
- Catat jumlah dividen yang dibayarkan sebagai kredit pada akun Dividen.
-
Debet akun Laba Ditahan (atau “Modal Pemilik”) dengan jumlah yang sama.
-
Membuat laporan laba ditahan:
- Buat laporan laba ditahan yang mencantumkan saldo awal laba ditahan, penambahan dari pendapatan bersih, dan pengurangan dari pembayaran dividen.

Contoh Jurnal Penutup Perusahaan Dagang
Berikut contoh jurnal penutup untuk PT. Penerang Jaya per 31 Desember 2023:
- Pendapatan: Rp98.000.000
- Beban sewa gedung: Rp22.000.000
- Beban gaji dan upah: Rp51.000.000
- Beban perlengkapan: Rp7.000.000
- Laba ditahan: Rp42.000.000
- Dividen: Rp15.000.000
Langkah-langkah penutupan:
- Menutup akun pendapatan:
- Debet: Pendapatan Rp98.000.000
-
Kredit: Ikhtisar Laba/Rugi Rp98.000.000
-
Menutup akun beban:
- Debet: Ikhtisar Laba/Rugi Rp80.000.000
- Kredit: Beban Sewa Gedung Rp22.000.000
- Kredit: Beban Gaji dan Upah Rp51.000.000
-
Kredit: Beban Perlengkapan Rp7.000.000
-
Menutup ikhtisar laba/rugi ke laba ditahan:
- Debet: Ikhtisar Laba/Rugi Rp18.000.000
-
Kredit: Laba Ditahan Rp18.000.000
-
Menutup dividen ke laba ditahan:
- Debet: Laba Ditahan Rp15.000.000
- Kredit: Dividen Rp15.000.000
Kesimpulan
Jurnal penutup merupakan langkah standar dalam siklus akuntansi yang bertujuan untuk memastikan bahwa informasi keuangan yang disajikan dalam laporan keuangan akurat dan sesuai dengan periode akuntansi yang relevan. Setelah proses jurnal penutup selesai, perusahaan siap untuk memulai periode akuntansi baru dengan akun-akun pendapatan, biaya, dan dividen yang kosong atau memiliki saldo awal nol.
Dengan memahami dan menerapkan jurnal penutup secara benar, perusahaan dapat menjaga ketertiban pencatatan keuangan dan meningkatkan efisiensi operasional bisnis. Jika diperlukan, penggunaan software akuntansi seperti Impact atau aplikasi majoo dapat membantu otomatisasi proses pembukuan dan meningkatkan akurasi laporan keuangan.
- Penulis: radarekonomi



Saat ini belum ada komentar