Breaking News
light_mode
Beranda » Umum » Fintech Indonesia Meningkatkan Kepercayaan Publik di BFN 2025

Fintech Indonesia Meningkatkan Kepercayaan Publik di BFN 2025

  • account_circle radarekonomi
  • calendar_month Rab, 12 Nov 2025
  • visibility 347
  • comment 0 komentar

Bulan Fintech Nasional (BFN) 2025 kembali hadir sebagai momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara regulator, pelaku industri, dan masyarakat dalam membangun ekosistem keuangan digital yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan tema Kolaborasi Tanpa Batas: Transformasi Fintech dalam Mewujudkan Ekonomi yang Inklusif, BFN 2025 tidak hanya menjadi ajang promosi teknologi, tetapi juga upaya nyata untuk meningkatkan literasi dan kepercayaan publik terhadap layanan keuangan digital.

Sebagai asosiasi resmi penyelenggara Inovasi Teknologi Sektor Keuangan (ITSK) di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech) telah menjadikan BFN 2025 sebagai wadah strategis untuk mempercepat transformasi keuangan digital nasional. Kegiatan ini didukung penuh oleh Bank Indonesia (BI) dan OJK, yang menilai bahwa kolaborasi lintas sektor adalah kunci utama dalam menciptakan inovasi yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Dalam laporan Annual Members Survey (AMS) 2024-2025, Aftech menyebutkan bahwa adopsi fintech di Indonesia terus meningkat, namun masih menghadapi tantangan pada aspek literasi dan kepercayaan publik. Sekitar 70%–80% pengguna fintech masih terkonsentrasi di Pulau Jawa, dengan dominasi dari kelompok berpendapatan menengah (Rp5-10 juta per bulan). Sementara itu, masyarakat berpenghasilan rendah dan wilayah non-Jawa belum sepenuhnya terjangkau layanan keuangan digital.

Ketua Umum Aftech Pandu Sjahrir menegaskan bahwa peluncuran BFN 2025 bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi momentum penting untuk memperkuat kedaulatan digital Indonesia. Ia menekankan pentingnya kepercayaan publik dalam pertumbuhan industri fintech. “Di sektor fintech, Indonesia harus memimpin, bukan mengikuti. Melalui kampanye nasional #FintechAmanTerpercaya, kami ingin membangun layanan digital yang tumbuh karena dipercaya, bukan sekadar populer. Tanpa kepercayaan, fintech hanyalah teknologi. Dengan kepercayaan, fintech menjadi kekuatan bangsa,” ujarnya.

Salah satu bentuk nyata kolaborasi tersebut adalah program ILO Promise II Impact, hasil kerja sama AFTECH dan International Labour Organization (ILO) dengan dukungan OJK. Program ini mengintegrasikan data Enterprise Resource Planning (ERP) koperasi sapi perah di Jawa Timur dengan solusi fintech untuk meningkatkan profil kredit dan mempermudah akses pembiayaan bagi peternak kecil. Arsjad menjelaskan, program ini menunjukkan bagaimana teknologi keuangan mampu memperluas akses finansial dan memperkuat ekosistem agrikultur.

Selain itu, Aftech bersama BI, OJK, dan Bappenas juga mengembangkan platform Digital × Real Sector Launchpad, yang mempertemukan pelaku fintech dan sektor riil guna menciptakan solusi pembiayaan produktif, asuransi, serta perencanaan keuangan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia usaha.

Ketua Dewan Etik AFTECH Harun Reksodiputro menegaskan pentingnya tata kelola dan etika dalam pertumbuhan industri fintech. AFTECH tengah mengintegrasikan Kode Etik Fintech Nasional sebagai pedoman seluruh pelaku industri dalam menjaga keamanan, transparansi, dan tanggung jawab sosial. “Kepercayaan publik adalah modal utama. Tanpa etika dan kepatuhan, pertumbuhan fintech tidak akan berkelanjutan,” tegasnya.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta menilai tema BFN 2025 sangat relevan dengan kondisi ekonomi nasional, di mana digitalisasi kini menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor antara regulator, industri, dan masyarakat agar transformasi digital dapat berlangsung inklusif dan berkelanjutan.

Sementara itu, Deputi Komisioner Hubungan Internasional, APU-PPT, dan Daerah OJK Bambang Mukti Riyadi menilai penyelenggaraan BFN 2025 menjadi bukti nyata sinergi nasional dan membuka peluang kerja sama internasional untuk mempercepat transformasi ekonomi digital. “Kami mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat koordinasi, menghadirkan inovasi yang bertanggung jawab, dan memastikan transformasi digital benar-benar inklusif bagi seluruh rakyat Indonesia,” tutur Bambang.

Rangkaian Bulan Fintech Nasional 2025 berlangsung dari 11 November hingga 12 Desember 2025, menampilkan berbagai kegiatan seperti cashback dan promo fintech, seminar edukatif, business matching, investor meet-up, virtual job fair, hingga BFN Fest 2025 yang digelar pada 10-11 Desember di The Kasablanka Hall, Jakarta. Kegiatan ini menargetkan 10 juta penerima manfaat, menghadirkan lebih dari 240 pembicara, dan melibatkan lebih dari 100 perusahaan fintech dari berbagai subsektor.

Dalam konteks yang lebih luas, masa depan fintech di Indonesia pada tahun 2025 akan ditentukan oleh beberapa faktor, termasuk adaptasi, kolaborasi lintas sektor, dan inovasi dengan AI sebagai salah satu cara memanfaatkan teknologi. Perkembangan teknologi itulah yang mampu mengubah pola pikir bahwa inovasi layanan keuangan digital saat ini bukan hanya sebagai pelengkap, namun sebagai layanan yang dibutuhkan.

Beberapa tren teknologi fintech yang diperkirakan akan mendominasi di tahun 2025 antara lain peningkatan penggunaan AI dan Machine Learning, perkembangan fintech syariah, inklusi keuangan digital yang semakin luas, kolaborasi finance yang semakin terbuka, layanan keuangan tersedia di mana-mana, serta regulasi yang beradaptasi untuk menciptakan ekosistem fintech yang sehat.

Meskipun ada berbagai tantangan, seperti tingkat literasi digital yang masih rendah di sebagian masyarakat dan keterbatasan infrastruktur teknologi di wilayah terpencil, fintech tetap menjadi inovasi yang sangat potensial untuk dikembangkan. Dengan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat, fintech dapat menjadi solusi untuk mempercepat transformasi digital di sektor keuangan, memperluas jangkauan layanan, serta menciptakan ekosistem keuangan yang lebih tertata.

Peran SPE Solution sebagai fintech enabler juga menjadi penting dalam membangun solusi fintech handal yang menyesuaikan kebutuhan bisnis. Dengan pendekatan berbasis inovasi teknologi, SPE Solution memberikan peluang untuk institusi keuangan, UMKM, startup, dan perusahaan dalam mengembangkan layanan keuangan digital yang mandiri dan aman. Peran ini tidak hanya memajukan industri fintech, tetapi juga mendorong inklusi keuangan dan menciptakan masa depan finansial yang lebih sejahtera bagi semua kalangan.

FAQ

  1. Apa tujuan dari Bulan Fintech Nasional 2025?
    Tujuan dari BFN 2025 adalah untuk memperkuat kolaborasi antara regulator, pelaku industri, dan masyarakat dalam membangun ekosistem keuangan digital yang inklusif dan berkelanjutan.

  2. Mengapa kepercayaan publik penting dalam pertumbuhan fintech?
    Kepercayaan publik merupakan modal utama dalam pertumbuhan fintech karena tanpa kepercayaan, layanan keuangan digital tidak akan berkembang secara berkelanjutan.

  3. Apa saja tantangan yang dihadapi fintech di Indonesia?
    Tantangan utama yang dihadapi fintech di Indonesia antara lain tingkat literasi digital yang masih rendah, keterbatasan infrastruktur teknologi di wilayah terpencil, serta maraknya pinjaman online ilegal.

  4. Bagaimana SPE Solution berkontribusi dalam pengembangan fintech?
    SPE Solution berperan sebagai fintech enabler dengan memberikan solusi teknologi yang mendorong inklusi keuangan dan menciptakan masa depan finansial yang lebih sejahtera.

  5. Apa tren teknologi fintech yang akan mendominasi di tahun 2025?
    Beberapa tren teknologi fintech yang diperkirakan akan mendominasi di tahun 2025 antara lain peningkatan penggunaan AI dan Machine Learning, perkembangan fintech syariah, serta regulasi yang beradaptasi untuk menciptakan ekosistem fintech yang sehat.

Tagging

FintechIndonesia #BFN2025 #KepercayaanPublik #InovasiFintech #EkonomiDigital #TrenFintech #KolaborasiLintasSektor #PengembanganFintech #TransformasiDigital #FintechSyariah

  • Penulis: radarekonomi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cara Memulai Bisnis Tiket Pesawat Online yang Sukses di Tahun Ini

    Cara Memulai Bisnis Tiket Pesawat Online yang Sukses di Tahun Ini

    • calendar_month Rab, 7 Jan 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 301
    • 0Komentar

    Dalam era digital saat ini, bisnis tiket pesawat online menjadi salah satu peluang usaha yang menjanjikan. Dengan semakin tingginya minat masyarakat untuk bepergian, baik dalam maupun luar negeri, memulai bisnis tiket pesawat online bisa menjadi pilihan strategis. Namun, untuk membangun bisnis yang sukses, diperlukan persiapan dan strategi yang tepat. Pertama-tama, pemahaman tentang rute penerbangan yang […]

  • Polresta Deli Serdang Ringkus Dua Pengedar Sabu, 24,76 Gram Narkoba Disita

    Polresta Deli Serdang Ringkus Dua Pengedar Sabu, 24,76 Gram Narkoba Disita

    • calendar_month Rab, 5 Agu 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 84
    • 0Komentar

    Radarekonomi.com, Deli Serdang – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Deli Serdang mengamankan dua orang pria berinisial MEL (33), warga Gang Family II Desa Bandar Kalipah Kec. Percut Sei Tuan Kab. Deli Serdang yg selama ini berdomisili di Pagar Merbau dan inisial REB (20) warga Dusun 1 Desa Pagar Merbau I Kec. Pagar Merbau Kab. Deli […]

  • Jelaskan Perbedaan Ekonomi Mikro dengan Ekonomi Makro dengan Jelas dan Mudah Dipahami

    Jelaskan Perbedaan Ekonomi Mikro dengan Ekonomi Makro dengan Jelas dan Mudah Dipahami

    • calendar_month Ming, 23 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 359
    • 0Komentar

    Pendahuluan Ekonomi adalah ilmu yang mempelajari bagaimana manusia mengambil keputusan dalam mengalokasikan sumber daya yang terbatas untuk memenuhi kebutuhan yang tidak terbatas. Dalam studi ekonomi, terdapat dua cabang utama yang sering menjadi fokus pembahasan, yaitu ekonomi mikro dan ekonomi makro. Meskipun keduanya merupakan bagian dari ilmu ekonomi, keduanya memiliki fokus, ruang lingkup, dan tujuan yang […]

  • OJK Waspadai Risiko Sistemik dari Pertumbuhan Cepat Sektor TekFintech

    OJK Waspadai Risiko Sistemik dari Pertumbuhan Cepat Sektor TekFintech

    • calendar_month Sel, 4 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 336
    • 0Komentar

    OJK Waspadai Risiko Sistemik dari Pertumbuhan Cepat Sektor TekFintech Di tengah laju pertumbuhan pesat sektor teknologi finansial (tekfin) di Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kini lebih waspada terhadap risiko sistemik yang mungkin muncul. Dengan semakin berkembangnya layanan keuangan digital seperti fintech lending, pembayaran digital, dan inovasi lainnya, OJK mengambil langkah-langkah proaktif untuk memastikan stabilitas sistem […]

  • Profil dan Aktivitas PT Marga Harjaya Infrastruktur Terkini

    Profil dan Aktivitas PT Marga Harjaya Infrastruktur Terkini

    • calendar_month Kam, 27 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 369
    • 0Komentar

    PT Marga Harjaya Infrastruktur adalah salah satu perusahaan yang bergerak di bidang infrastruktur, khususnya dalam pengembangan jalan tol. Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan ini telah menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, baik dalam hal proyek yang dikerjakan maupun kontribusi terhadap perekonomian nasional. Dengan fokus pada pengembangan jalan tol, PT Marga Harjaya Infrastruktur menjadi bagian dari strategi pemerintah […]

  • Ekspor YTD Naik 8,14 Persen Dibanding Periode Sama Tahun 2024: Analisis dan Tren Terkini

    Ekspor YTD Naik 8,14 Persen Dibanding Periode Sama Tahun 2024: Analisis dan Tren Terkini

    • calendar_month Rab, 12 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 334
    • 0Komentar

    Indonesia kembali menunjukkan pertumbuhan positif di sektor ekspor, terutama dalam kinerja ekspor nonmigas yang mencatatkan peningkatan signifikan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor nonmigas pada periode Januari hingga Agustus 2024 mencapai US$160,36 miliar, naik 8,14 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2023. Angka ini menjadi indikator kuat bahwa perekonomian nasional sedang bergerak […]

expand_less