Harga Sewa Rumah Diprediksi Tetap Stabil di Kuartal IV: Analisis Terkini
- account_circle radarekonomi
- calendar_month Sel, 11 Nov 2025
- visibility 139
- comment 0 komentar

Di tengah berbagai tantangan ekonomi yang menghiasi kuartal keempat 2024, sektor properti Indonesia menunjukkan tanda-tanda kebangkitan, terutama dalam hal harga sewa rumah. Berdasarkan data dari Pinhome Home Value Index (PHVI) dan Pinhome Home Rental Index (PHRI), harga sewa rumah di berbagai wilayah di Indonesia diperkirakan tetap stabil atau bahkan mengalami peningkatan kecil, terutama untuk segmen rumah menengah atas dan mewah.
Pada kuartal I-2025, data menunjukkan bahwa harga sewa rumah di Jabodetabek cenderung stabil, khususnya untuk tipe mewah. Wilayah seperti Cilandak dan Kelapa Gading dengan harga lebih dari Rp6 miliar masih menunjukkan pertumbuhan. Sementara itu, kenaikan harga sewa untuk tipe rumah menengah atas di Jakarta Timur mencatat kenaikan sebesar 10 persen untuk tipe 55–120 dan 7 persen untuk tipe 121–200. Kota Bogor juga menunjukkan tren positif dengan kenaikan sewa 9 persen pada tipe 121–200. Namun, dua wilayah mencatat kenaikan signifikan, yaitu Kota Bekasi (+15 persen) dan Kota Bogor (+12 persen) secara kuartalan.
Perkembangan Harga Sewa di Berbagai Wilayah

Di luar Jabodetabek, kenaikan harga sewa juga terjadi di beberapa kota besar. Di Kota Pekanbaru, harga rumah tipe ≥201 mengalami kenaikan signifikan sebesar 17 persen. Sementara di Kota Denpasar dan Kabupaten Badung, harga sewa untuk tipe 55–120 dan 121–200 naik antara 2 hingga 5 persen secara kuartalan. Di Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat, kenaikan harga sewa pada tipe ≥201 mencapai 10 persen.
Namun, tidak semua wilayah mengalami kenaikan. Di Kota Semarang, harga sewa turun di semua tipe rumah setelah sempat naik di kuartal sebelumnya. Di Kota Surabaya, Kota Malang, dan Kabupaten Sidoarjo, harga sewa tetap stabil. Hal ini menunjukkan perbedaan dinamika pasar properti antar daerah, yang dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti perkembangan infrastruktur, tingkat permintaan, dan kondisi ekonomi lokal.
Faktor yang Mempengaruhi Stabilitas Harga Sewa

Stabilitas harga sewa rumah di kuartal IV dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Pertama, permintaan akan hunian sewa tetap tinggi, terutama di kawasan perkotaan yang padat penduduk. Banyak keluarga muda dan pekerja kantoran memilih menyewa rumah karena alasan biaya dan fleksibilitas. Kedua, pasokan properti yang tersedia di pasar sewa relatif stabil, sehingga tidak terlalu banyak tekanan pada harga.
Selain itu, kebijakan moneter yang mulai menurun, seperti penurunan suku bunga BI Rate menjadi 6% pada kuartal III-2024, juga memberikan sinyal positif bagi sektor properti. Penurunan suku bunga ini diharapkan bisa meningkatkan permintaan KPR dan KPA, yang pada akhirnya dapat memengaruhi permintaan hunian sewa. Meski demikian, pengaruhnya belum sepenuhnya terlihat di pasar sewa, karena keputusan pembelian rumah tetap bergantung pada kondisi finansial dan kebutuhan individu.
Tantangan dan Peluang di Sektor Sewa Properti

Meskipun harga sewa diperkirakan stabil, sektor ini tetap menghadapi tantangan. Salah satunya adalah fluktuasi harga tanah dan properti yang bisa memengaruhi biaya sewa. Selain itu, adanya ancaman inflasi dan kenaikan biaya hidup juga bisa membuat pemilik properti mengalami kesulitan dalam menjaga stabilitas harga sewa.
Namun, peluang di sektor sewa properti tetap terbuka lebar. Dengan semakin meningkatnya jumlah penduduk yang memilih tinggal di kota-kota besar, permintaan akan hunian sewa akan terus bertambah. Ini menjadi peluang bagi investor properti untuk menawarkan layanan sewa yang kompetitif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Perspektif dari Para Ahli

Menurut Dayu Dara Permata, CEO & Founder Pinhome, sektor properti memiliki potensi pulih di kuartal IV-2024. Ia optimistis bahwa penurunan permintaan KPR dan KPA yang terjadi pada kuartal II-2024 akan segera pulih jika suku bunga acuan terus menurun. “Kita lihat, dalam beberapa bulan ke depan pasti akan ada peningkatan tren pengajuan KPR menjadi lebih positif,” ujarnya.
Ferry Salanto, konsultan properti dari Colliers International, juga melihat potensi positif di sektor sewa. Menurutnya, banyak masyarakat yang memilih menyewa rumah karena harga hunian baru yang sulit dijangkau. “Bangun rumah itu hitungannya dari harga tanah, kalau terlalu mahal kita harus bikin produk harga mahal. Lahan di Jakarta makin sedikit, jadi makin mahal karena ada kelangkaan bahan baku tanah,” katanya.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, harga sewa rumah di kuartal IV-2024 diprediksi tetap stabil, meskipun terdapat perbedaan antar wilayah. Beberapa daerah seperti Bekasi dan Bogor mengalami kenaikan signifikan, sementara daerah lain seperti Semarang dan Surabaya mengalami penurunan atau stabil. Dinamika ini dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti permintaan, pasokan, dan kebijakan moneter.
Bagi para penyewa, harga sewa yang stabil memberikan kepastian dalam pengeluaran bulanan. Sementara bagi pemilik properti, stabilitas harga sewa menjadi indikator bahwa pasar masih dalam kondisi sehat. Dengan perbaikan ekonomi dan kebijakan yang mendukung, sektor properti di Indonesia diharapkan terus berkembang, termasuk di sektor sewa.
FAQ
Q: Apa yang memengaruhi harga sewa rumah di kuartal IV?
A: Harga sewa rumah dipengaruhi oleh permintaan dan pasokan, kondisi ekonomi, serta kebijakan moneter seperti suku bunga. Di kuartal IV, harga sewa cenderung stabil karena permintaan tetap tinggi dan pasokan cukup.
Q: Mengapa harga sewa di Bekasi dan Bogor naik lebih cepat?
A: Kenaikan harga sewa di Bekasi dan Bogor disebabkan oleh pertumbuhan populasi, akses transportasi yang semakin baik, dan peningkatan permintaan hunian dari masyarakat urban.
Q: Apakah harga sewa akan terus stabil di masa depan?
A: Prediksi menunjukkan bahwa harga sewa akan tetap stabil, terutama jika kebijakan moneter dan ekonomi nasional tetap mendukung. Namun, adanya inflasi atau kenaikan biaya hidup bisa memengaruhi stabilitas tersebut.
Q: Bagaimana pilihan menyewa rumah dibanding membeli rumah?
A: Menyewa rumah lebih fleksibel dan tidak memerlukan uang muka besar. Namun, membeli rumah memberikan kepemilikan jangka panjang. Pemilihan tergantung pada situasi finansial dan kebutuhan individu.
Q: Apakah ada peluang investasi di sektor sewa properti?
A: Ya, sektor sewa properti menawarkan peluang investasi yang menjanjikan, terutama di kawasan perkotaan dengan permintaan tinggi. Investasi ini bisa memberikan penghasilan rutin dan stabilitas jangka panjang.
Tag:
HargaSewaRumah #KuartalIV #PropertiIndonesia #Pinhome #EkonomiIndonesia #InvestasiProperti #TrenSewaRumah #StabilitasHarga #PerumahanMewah #BisnisProperti
- Penulis: radarekonomi



Saat ini belum ada komentar