Breaking News
light_mode
Beranda » Ekspor-Impor » Kinerja Ekspor Kuat Didukung Produk Logam Mulia dan Perhiasan: Tren Terkini dan Analisis

Kinerja Ekspor Kuat Didukung Produk Logam Mulia dan Perhiasan: Tren Terkini dan Analisis

  • account_circle radarekonomi
  • calendar_month Sab, 8 Nov 2025
  • visibility 191
  • comment 0 komentar

Di tengah dinamika perekonomian global yang terus berubah, sektor ekspor Indonesia menunjukkan kinerja yang kuat, khususnya di bidang produk logam mulia dan perhiasan. Kinerja ini tidak hanya menjadi penopang utama devisa negara, tetapi juga mencerminkan kekuatan industri dalam negeri yang semakin mampu bersaing di pasar internasional. Dengan berbagai inovasi dan kreativitas yang dimiliki oleh para perajin lokal, sektor ini telah menjadi salah satu tulang punggung pertumbuhan ekonomi nasional.

Peningkatan ekspor barang perhiasan dan barang berharga dari Indonesia mencatatkan angka yang mengesankan. Pada Desember 2023, nilai ekspor sektor ini mencapai 547,5 juta dolar AS, meningkat 67,7 persen dibandingkan capaian pada Desember 2022. Angka ini menunjukkan bahwa permintaan terhadap produk perhiasan Indonesia di pasar global semakin tinggi. Selain itu, pada Januari–Juni 2025, nilai ekspor perhiasan dan barang berharga mencapai US$4,05 miliar atau sekitar Rp 62 triliun, tumbuh 23 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Capaian ini membuktikan bahwa sektor ini tidak hanya stabil, tetapi juga berkembang pesat.

Salah satu faktor utama yang mendorong pertumbuhan sektor ini adalah kualitas produk yang dihasilkan. Para perajin lokal telah mampu menciptakan desain perhiasan yang sesuai dengan tren pasar global, baik dalam hal estetika maupun kualitas bahan baku. Keberagaman desain dan inovasi dalam penggunaan logam mulia seperti emas dan perak memberikan daya tarik tersendiri bagi konsumen internasional. Selain itu, komitmen pemerintah untuk mendukung pengembangan industri perhiasan melalui berbagai program pelatihan dan pameran internasional juga berperan penting dalam memperkuat posisi Indonesia di pasar global.

pameran perhiasan internasional

Pameran-pameran seperti Jakarta International Jewellery Fair (JIJF) dan Surabaya International Jewellery Fair (SIJF) menjadi ajang penting bagi pelaku industri perhiasan untuk memperluas akses pasar. Di JIJF 2024, sebanyak 140 peserta terlibat, termasuk 20 pelaku usaha perhiasan binaan Ditjen IKMA. Beberapa brand ternama seperti Samara Collection, Kemayu Jewellery, dan Rockologist turut serta dalam pameran ini. Pameran tersebut tidak hanya menjadi wadah promosi, tetapi juga menjadi kesempatan untuk menjalin kerja sama bisnis antara pelaku industri dan pemangku kepentingan lainnya.

Selain perhiasan, harga emas global juga mencerminkan tren positif yang berdampak pada sektor ekspor. Pada tahun 2025, harga emas batangan mencapai 113,9 dolar AS per gram, yang berdampak pada kenaikan harga emas domestik. Hal ini memberikan peluang bagi pelaku industri untuk meningkatkan pendapatan, terutama karena emas sering kali dianggap sebagai aset safe haven di tengah ketidakpastian ekonomi. Namun, kenaikan harga emas juga bisa menjadi tantangan, terutama bagi industri yang bergantung pada emas sebagai bahan baku. Untuk mengatasi ini, pemerintah telah mengambil langkah strategis, seperti pengurangan pajak dan insentif fiskal untuk investasi di sektor hilirisasi emas.

emas dan perhiasan

Dalam konteks ekspor, sektor logam mulia dan perhiasan Indonesia memiliki pangsa pasar yang cukup signifikan. Pada 2024, pangsa pasar ekspor perhiasan dan barang berharga Indonesia mencapai 2,5 persen, menempatkan Indonesia di posisi ke-12 dunia. Negara tujuan utama ekspor meliputi Swiss, Hong Kong, India, Uni Emirat Arab, dan Yordania. Dengan adanya Bank Bullion yang diluncurkan pada Februari 2025, pelaku industri dapat lebih mudah memperoleh bahan baku emas dan memperkuat rantai pasok mereka. Program ini bertujuan untuk meningkatkan likuiditas dan efisiensi dalam industri perhiasan.

ekspor logam mulia perhiasan Indonesia

Namun, meskipun ada potensi besar, sektor ini juga menghadapi tantangan. Fluktuasi harga emas yang tajam dapat memengaruhi biaya produksi dan harga jual produk. Selain itu, kenaikan harga emas juga dapat meningkatkan inflasi dan mengurangi daya beli masyarakat. Oleh karena itu, penting bagi pemerintah dan pelaku industri untuk bekerja sama dalam mengelola risiko ini secara cermat. Dengan kebijakan yang tepat, sektor logam mulia dan perhiasan Indonesia dapat terus berkembang dan menjadi bagian penting dari perekonomian nasional.

FAQ

  1. Apa saja produk logam mulia dan perhiasan yang diekspor Indonesia?

    Produk yang diekspor meliputi perhiasan emas, perak, batu mulia, serta barang berharga lainnya yang diproduksi oleh pelaku industri lokal.

  2. Bagaimana kinerja ekspor logam mulia dan perhiasan Indonesia pada tahun 2025?

    Pada Januari–Juni 2025, nilai ekspor perhiasan dan barang berharga mencapai US$4,05 miliar, tumbuh 23 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

  3. Apa peran pemerintah dalam mendukung sektor ini?

    Pemerintah memberikan insentif fiskal, seperti pengurangan pajak dan fasilitas Tax Holiday, serta meluncurkan Bank Bullion untuk memperkuat likuiditas dan rantai pasok industri perhiasan.

Tag:

EksporLogamMulia #PerhiasanIndonesia #PengusahaPerhiasan #EksporPerhiasan #KinerjaEkspor #IndustriPerhiasan #LogamMuliaIndonesia

  • Penulis: radarekonomi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mengapa Jepang Menerapkan Kebijakan Ekonomi Perang? Analisis Sejarah dan Dampaknya

    Mengapa Jepang Menerapkan Kebijakan Ekonomi Perang? Analisis Sejarah dan Dampaknya

    • calendar_month Rab, 10 Des 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 300
    • 0Komentar

    Pada masa Perang Dunia II, Jepang menerapkan kebijakan ekonomi perang sebagai bagian dari strategi pemerintahannya untuk memperkuat posisi militer dan ekonomi negara. Kebijakan ini tidak hanya bertujuan untuk mendukung operasi militer, tetapi juga untuk mengontrol sumber daya alam dan meningkatkan produksi barang yang diperlukan dalam perang. Meskipun kebijakan ini terlihat seperti tindakan eksploitatif, ia memiliki […]

  • Keluarga Almarhum Supriyono di Sepatan Kebingungan, Sertifikat Rumah Nomor B2814/Pasir Nangka Hilang

    Keluarga Almarhum Supriyono di Sepatan Kebingungan, Sertifikat Rumah Nomor B2814/Pasir Nangka Hilang

    • calendar_month Sel, 10 Mar 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 131
    • 0Komentar

    RadarEkonomi.com, Keluarga Supriyono, warga Kampung Cadas Rt 06/01 Desa Karet Kecamatan Sepatan Tangerang Banten, masih terkejut dengan hilangnya sertifikat rumah yang dimiliki oleh almarhum ayah mereka. Supriyono, yang telah meninggal, tidak pernah menyebutkan keberadaan sertifikat dengan nomor B2814/Pasir Nangka, membuat keluarga kesulitan mencari tahu apa yang terjadi. “Saya tidak tahu di mana sertifikat itu hilang,” […]

  • Cara Beli Saham BRI untuk Pemula: Panduan Lengkap dan Langkah Mudah

    Cara Beli Saham BRI untuk Pemula: Panduan Lengkap dan Langkah Mudah

    • calendar_month Ming, 21 Des 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 211
    • 0Komentar

    Di tengah tren investasi yang semakin berkembang, banyak masyarakat Indonesia mulai tertarik untuk memulai investasi saham. Salah satu saham yang paling diminati adalah saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI). Bagi pemula, cara beli saham BRI bisa terasa menantang, tetapi dengan panduan yang tepat, proses ini bisa menjadi lebih sederhana dan aman. Berikut panduan lengkap cara beli […]

  • OJK Mengungkap Pertumbuhan Kredit UMKM yang Masih Lambat Sepanjang Tahun 2025

    OJK Mengungkap Pertumbuhan Kredit UMKM yang Masih Lambat Sepanjang Tahun 2025

    • calendar_month Sel, 4 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 199
    • 0Komentar

    Pertumbuhan kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia masih tercatat melambat sepanjang tahun 2025. Data dari Bank Indonesia (BI) menunjukkan bahwa pertumbuhan kredit UMKM pada Juni 2025 hanya mencapai 2,18 persen secara tahunan (year on year), jauh di bawah laju pertumbuhan kredit nasional yang berada di angka 7,77 persen. Hal ini menjadi indikasi […]

  • Cara Cek Bantuan UMKM 2021 yang Masih Berlaku dan Cara Mengajukannya

    Cara Cek Bantuan UMKM 2021 yang Masih Berlaku dan Cara Mengajukannya

    • calendar_month Sel, 16 Des 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 180
    • 0Komentar

    Pandemi yang melanda Indonesia sejak tahun 2020 hingga kini telah memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian, terutama bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM). Untuk membantu mereka tetap bertahan, pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM mengeluarkan berbagai bantuan, termasuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) atau Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM). Bagi Anda yang ingin tahu cara cek […]

  • Judul Skripsi Perbankan Syariah Kuantitatif yang Menarik dan Relevan

    Judul Skripsi Perbankan Syariah Kuantitatif yang Menarik dan Relevan

    • calendar_month Kam, 20 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 227
    • 0Komentar

    Contoh Judul Skripsi Perbankan Syariah Kuantitatif yang Menarik dan Relevan Dalam dunia akademis, menentukan judul skripsi adalah langkah awal yang sangat penting. Terutama bagi mahasiswa jurusan Perbankan Syariah, judul skripsi harus mampu mencerminkan topik penelitian yang relevan, menarik, dan memiliki kontribusi nyata terhadap perkembangan ilmu ekonomi syariah. Salah satu pendekatan yang sering digunakan dalam penelitian […]

expand_less