Breaking News
light_mode
Beranda » Ekspor-Impor » Kinerja Ekspor Kuat Didukung Produk Logam Mulia dan Perhiasan: Tren Terkini dan Analisis

Kinerja Ekspor Kuat Didukung Produk Logam Mulia dan Perhiasan: Tren Terkini dan Analisis

  • account_circle radarekonomi
  • calendar_month Sab, 8 Nov 2025
  • visibility 256
  • comment 0 komentar

Di tengah dinamika perekonomian global yang terus berubah, sektor ekspor Indonesia menunjukkan kinerja yang kuat, khususnya di bidang produk logam mulia dan perhiasan. Kinerja ini tidak hanya menjadi penopang utama devisa negara, tetapi juga mencerminkan kekuatan industri dalam negeri yang semakin mampu bersaing di pasar internasional. Dengan berbagai inovasi dan kreativitas yang dimiliki oleh para perajin lokal, sektor ini telah menjadi salah satu tulang punggung pertumbuhan ekonomi nasional.

Peningkatan ekspor barang perhiasan dan barang berharga dari Indonesia mencatatkan angka yang mengesankan. Pada Desember 2023, nilai ekspor sektor ini mencapai 547,5 juta dolar AS, meningkat 67,7 persen dibandingkan capaian pada Desember 2022. Angka ini menunjukkan bahwa permintaan terhadap produk perhiasan Indonesia di pasar global semakin tinggi. Selain itu, pada Januari–Juni 2025, nilai ekspor perhiasan dan barang berharga mencapai US$4,05 miliar atau sekitar Rp 62 triliun, tumbuh 23 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Capaian ini membuktikan bahwa sektor ini tidak hanya stabil, tetapi juga berkembang pesat.

Salah satu faktor utama yang mendorong pertumbuhan sektor ini adalah kualitas produk yang dihasilkan. Para perajin lokal telah mampu menciptakan desain perhiasan yang sesuai dengan tren pasar global, baik dalam hal estetika maupun kualitas bahan baku. Keberagaman desain dan inovasi dalam penggunaan logam mulia seperti emas dan perak memberikan daya tarik tersendiri bagi konsumen internasional. Selain itu, komitmen pemerintah untuk mendukung pengembangan industri perhiasan melalui berbagai program pelatihan dan pameran internasional juga berperan penting dalam memperkuat posisi Indonesia di pasar global.

pameran perhiasan internasional

Pameran-pameran seperti Jakarta International Jewellery Fair (JIJF) dan Surabaya International Jewellery Fair (SIJF) menjadi ajang penting bagi pelaku industri perhiasan untuk memperluas akses pasar. Di JIJF 2024, sebanyak 140 peserta terlibat, termasuk 20 pelaku usaha perhiasan binaan Ditjen IKMA. Beberapa brand ternama seperti Samara Collection, Kemayu Jewellery, dan Rockologist turut serta dalam pameran ini. Pameran tersebut tidak hanya menjadi wadah promosi, tetapi juga menjadi kesempatan untuk menjalin kerja sama bisnis antara pelaku industri dan pemangku kepentingan lainnya.

Selain perhiasan, harga emas global juga mencerminkan tren positif yang berdampak pada sektor ekspor. Pada tahun 2025, harga emas batangan mencapai 113,9 dolar AS per gram, yang berdampak pada kenaikan harga emas domestik. Hal ini memberikan peluang bagi pelaku industri untuk meningkatkan pendapatan, terutama karena emas sering kali dianggap sebagai aset safe haven di tengah ketidakpastian ekonomi. Namun, kenaikan harga emas juga bisa menjadi tantangan, terutama bagi industri yang bergantung pada emas sebagai bahan baku. Untuk mengatasi ini, pemerintah telah mengambil langkah strategis, seperti pengurangan pajak dan insentif fiskal untuk investasi di sektor hilirisasi emas.

emas dan perhiasan

Dalam konteks ekspor, sektor logam mulia dan perhiasan Indonesia memiliki pangsa pasar yang cukup signifikan. Pada 2024, pangsa pasar ekspor perhiasan dan barang berharga Indonesia mencapai 2,5 persen, menempatkan Indonesia di posisi ke-12 dunia. Negara tujuan utama ekspor meliputi Swiss, Hong Kong, India, Uni Emirat Arab, dan Yordania. Dengan adanya Bank Bullion yang diluncurkan pada Februari 2025, pelaku industri dapat lebih mudah memperoleh bahan baku emas dan memperkuat rantai pasok mereka. Program ini bertujuan untuk meningkatkan likuiditas dan efisiensi dalam industri perhiasan.

ekspor logam mulia perhiasan Indonesia

Namun, meskipun ada potensi besar, sektor ini juga menghadapi tantangan. Fluktuasi harga emas yang tajam dapat memengaruhi biaya produksi dan harga jual produk. Selain itu, kenaikan harga emas juga dapat meningkatkan inflasi dan mengurangi daya beli masyarakat. Oleh karena itu, penting bagi pemerintah dan pelaku industri untuk bekerja sama dalam mengelola risiko ini secara cermat. Dengan kebijakan yang tepat, sektor logam mulia dan perhiasan Indonesia dapat terus berkembang dan menjadi bagian penting dari perekonomian nasional.

FAQ

  1. Apa saja produk logam mulia dan perhiasan yang diekspor Indonesia?

    Produk yang diekspor meliputi perhiasan emas, perak, batu mulia, serta barang berharga lainnya yang diproduksi oleh pelaku industri lokal.

  2. Bagaimana kinerja ekspor logam mulia dan perhiasan Indonesia pada tahun 2025?

    Pada Januari–Juni 2025, nilai ekspor perhiasan dan barang berharga mencapai US$4,05 miliar, tumbuh 23 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

  3. Apa peran pemerintah dalam mendukung sektor ini?

    Pemerintah memberikan insentif fiskal, seperti pengurangan pajak dan fasilitas Tax Holiday, serta meluncurkan Bank Bullion untuk memperkuat likuiditas dan rantai pasok industri perhiasan.

Tag:

EksporLogamMulia #PerhiasanIndonesia #PengusahaPerhiasan #EksporPerhiasan #KinerjaEkspor #IndustriPerhiasan #LogamMuliaIndonesia

  • Penulis: radarekonomi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Semua yang Perlu Anda Ketahui tentang Bantuan UMKM Tahap 2

    Semua yang Perlu Anda Ketahui tentang Bantuan UMKM Tahap 2

    • calendar_month Sel, 23 Des 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 236
    • 0Komentar

    Bantuan UMKM Tahap 2 menjadi salah satu langkah penting pemerintah dalam mendukung pelaku usaha mikro di tengah tantangan ekonomi yang masih terasa. Dengan adanya bantuan ini, diharapkan dapat memberikan angin segara bagi para pengusaha kecil yang terdampak pandemi dan kondisi pasar yang tidak stabil. Bantuan UMKM Tahap 2 adalah bentuk dukungan langsung dari pemerintah kepada […]

  • Likuiditas Bank: Apakah Cukup untuk Menghadapi Kebutuhan Akhir Tahun?

    Likuiditas Bank: Apakah Cukup untuk Menghadapi Kebutuhan Akhir Tahun?

    • calendar_month Jum, 7 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 262
    • 0Komentar

    Pada masa libur panjang akhir tahun, likuiditas perbankan menjadi salah satu aspek penting yang harus diperhatikan. Di tengah lonjakan transaksi dan permintaan uang tunai dari masyarakat, bank-bank di Indonesia berupaya memastikan kesiapan mereka dalam memberikan layanan yang optimal. Salah satu contohnya adalah PT Bank Syariah Indonesia (BSI) yang telah menyiapkan dana tunai sebesar Rp12,2 triliun […]

  • Korporasi Mendorong Transformasi Digital untuk Meningkatkan Efisiensi Operasional

    Korporasi Mendorong Transformasi Digital untuk Meningkatkan Efisiensi Operasional

    • calendar_month Kam, 6 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 255
    • 0Komentar

    Di tengah arus perubahan yang semakin cepat, transformasi digital menjadi salah satu strategi utama yang diambil oleh berbagai korporasi di Indonesia. Dengan memadukan teknologi modern ke dalam operasional bisnis, perusahaan tidak hanya mampu meningkatkan efisiensi tetapi juga memperkuat daya saing di pasar yang semakin kompetitif. Proses ini melibatkan penerapan berbagai alat digital seperti cloud computing, […]

  • Harga Saham PGAS Hari Ini: Update Terkini dan Analisis Pasar

    Harga Saham PGAS Hari Ini: Update Terkini dan Analisis Pasar

    • calendar_month Sen, 17 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 433
    • 0Komentar

    Pada perdagangan hari ini, harga saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) kembali menunjukkan tren positif. Dengan kode saham PGAS, emiten yang telah terdaftar di Bursa Efek Indonesia sejak 2000-01-01 ini tetap menjadi salah satu pilihan utama bagi investor baik retail maupun institusi. Berikut adalah update terkini mengenai pergerakan harga saham PGAS beserta analisis pasar […]

  • Pemerintah Kaji Perluasan Insentif Pajak Kendaraan Listrik: Apa yang Perlu Diketahui?

    Pemerintah Kaji Perluasan Insentif Pajak Kendaraan Listrik: Apa yang Perlu Diketahui?

    • calendar_month Kam, 6 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 258
    • 0Komentar

    Di tengah tuntutan global untuk mengurangi emisi karbon dan mendorong penggunaan energi terbarukan, pemerintah Indonesia kini tengah mempertimbangkan perluasan insentif pajak bagi kendaraan listrik. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat transisi dari kendaraan berbahan bakar fosil ke kendaraan bertenaga listrik, sekaligus memberikan dorongan ekonomi bagi industri otomotif nasional. Insentif pajak saat ini telah diberlakukan melalui Peraturan […]

  • Pemerintah Perlu Mengambil Tindakan Cepat untuk Mitigasi Dampak Kenaikan Harga Makanan 6,44 Persen

    Pemerintah Perlu Mengambil Tindakan Cepat untuk Mitigasi Dampak Kenaikan Harga Makanan 6,44 Persen

    • calendar_month Sab, 1 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 256
    • 0Komentar

    Di tengah tekanan ekonomi global dan fluktuasi harga pangan, pemerintah Indonesia dihadapkan pada tantangan besar dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok. Data terbaru menunjukkan bahwa inflasi volatile food (makanan volatil) mencapai 6,44 persen, yang berpotensi memengaruhi daya beli masyarakat, khususnya kelompok menengah ke bawah. Dalam situasi ini, pemerintah harus segera mengambil langkah mitigasi yang efektif, […]

expand_less