Breaking News
light_mode
Beranda » Umum » Kapan BPJS Ketenagakerjaan Bisa Dianggap Non Aktif? Informasi Terbaru

Kapan BPJS Ketenagakerjaan Bisa Dianggap Non Aktif? Informasi Terbaru

  • account_circle radarekonomi
  • calendar_month Sab, 15 Nov 2025
  • visibility 822
  • comment 0 komentar

BPJS Ketenagakerjaan adalah program penting yang memberikan perlindungan bagi pekerja di Indonesia, termasuk jaminan kecelakaan kerja, jaminan hari tua, dan jaminan pensiun. Namun, tidak semua peserta memahami kapan status kepesertaan mereka bisa dianggap non aktif. Hal ini sering menjadi pertanyaan utama bagi para pekerja yang sudah berhenti bekerja atau mengalami perubahan kondisi.

Secara umum, status kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan akan tetap aktif selama seseorang masih bekerja. Namun, ketika seorang pekerja berhenti bekerja—baik karena PHK, resign, atau alasan lain—maka sistem akan mengecek apakah perusahaan telah melaporkan perubahan tersebut. Jika perusahaan belum melakukan pemutusan kepesertaan, maka status kepesertaan akan tetap aktif meskipun pekerja sudah tidak bekerja lagi.

[IMAGE: BPJS Ketenagakerjaan non aktif status kepesertaan]

Ada beberapa alasan mengapa BPJS Ketenagakerjaan bisa tetap aktif meski seseorang sudah tidak bekerja. Pertama, perusahaan mungkin belum melaporkan pengunduran diri atau pemberhentian karyawan. Kedua, peserta mungkin belum melaporkan perubahan status kerja secara mandiri. Dalam kasus seperti ini, penting bagi peserta untuk segera mengajukan penonaktifan kepesertaan agar tidak terjadi kesalahan dalam data.

Selain itu, ada juga situasi di mana peserta BPJS Ketenagakerjaan bisa dianggap non aktif karena tunggakan iuran. Jika iuran bulanan tidak dibayarkan tepat waktu, maka status kepesertaan akan otomatis non aktif pada bulan berikutnya. Hal ini berlaku baik untuk peserta penerima upah maupun peserta mandiri. Untuk mengaktifkan kembali, peserta harus melunasi tunggakan iuran yang tertunggak.

[IMAGE: BPJS Ketenagakerjaan non aktif status kepesertaan]

Cara menonaktifkan BPJS Ketenagakerjaan bisa dilakukan melalui beberapa metode. Salah satunya adalah melalui Sistem Informasi Pelaporan Perusahaan (SIPP) Online. Perusahaan dapat mengakses laman resmi BPJS Ketenagakerjaan dan melakukan proses penonaktifan melalui sistem tersebut. Selain itu, peserta juga bisa mengajukan penonaktifan secara mandiri dengan mengunjungi kantor BPJS Ketenagakerjaan terdekat dan melengkapi dokumen yang diperlukan.

Bagi peserta mandiri, penting untuk memastikan pembayaran iuran dilakukan tepat waktu. Batas waktu pembayaran iuran BPJS Ketenagakerjaan biasanya hingga tanggal 10 setiap bulannya. Jika terlambat, maka status kepesertaan akan otomatis non aktif pada bulan berikutnya.

[IMAGE: BPJS Ketenagakerjaan non aktif status kepesertaan]

Dalam beberapa kasus, penonaktifan BPJS Ketenagakerjaan juga bisa dilakukan oleh perusahaan sendiri. Misalnya, jika seorang karyawan di-PHK, HRD perusahaan bisa mengajukan laporan penonaktifan melalui sistem BPJS. Setelah proses selesai, nomor BPJS Ketenagakerjaan akan menjadi tidak valid dan status kepesertaan akan dianggap non aktif.

Penting untuk diketahui bahwa penonaktifan BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya berdampak pada status kepesertaan, tetapi juga pada hak-hak yang didapat dari program tersebut. Oleh karena itu, bagi peserta yang sudah tidak bekerja, sebaiknya segera melakukan penonaktifan agar tidak terjadi kesalahan data atau masalah administratif di masa depan.

Dengan memahami kapan BPJS Ketenagakerjaan bisa dianggap non aktif, peserta dapat lebih waspada dan menjaga kepentingan serta hak-haknya sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Jika memiliki pertanyaan lebih lanjut, sebaiknya berkonsultasi langsung dengan pihak BPJS Ketenagakerjaan atau melalui layanan pelanggan yang tersedia.

  • Penulis: radarekonomi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Apakah Investasi Emas Menguntungkan? Ini Penjelasan Lengkap untuk Pemula

    Apakah Investasi Emas Menguntungkan? Ini Penjelasan Lengkap untuk Pemula

    • calendar_month Sab, 6 Des 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 440
    • 0Komentar

    Investasi emas apakah menguntungkan menjadi pertanyaan yang sering muncul di kalangan masyarakat, terutama bagi mereka yang baru memulai berinvestasi. Emas telah lama dianggap sebagai aset yang stabil dan aman, namun apakah benar-benar menguntungkan? Dalam artikel ini, kita akan membahas secara lengkap kelebihan, kekurangan, serta potensi keuntungan dari investasi emas. Harga emas Antam mencatatkan rekor tertinggi […]

  • Sistem Ekonomi Alibaba sebagai Gagasan Kebijakan Kabinet: Analisis dan Perkembangan Terkini

    Sistem Ekonomi Alibaba sebagai Gagasan Kebijakan Kabinet: Analisis dan Perkembangan Terkini

    • calendar_month Ming, 9 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 768
    • 0Komentar

    Pada masa pascakemerdekaan, Indonesia menghadapi tantangan besar dalam membangun perekonomian nasional yang mandiri. Salah satu upaya penting yang dilakukan adalah lahirnya sistem ekonomi Ali Baba, sebuah gagasan kebijakan kabinet yang mencoba mendorong kerja sama antara pengusaha pribumi dan Tionghoa untuk membangun perekonomian yang lebih seimbang. Meski sempat mendapat dukungan, sistem ini juga menghadapi berbagai tantangan […]

  • e-commerce companies in toronto leading online retailers

    • calendar_month Ming, 4 Jan 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 362
    • 0Komentar

    Daftar Perusahaan E-commerce Terkemuka di Toronto yang Harus Anda Ketahui Dalam era digital yang semakin berkembang, e-commerce menjadi salah satu sektor bisnis yang paling dinamis dan menjanjikan. Di kota Toronto, yang merupakan pusat ekonomi terbesar di Kanada, banyak perusahaan e-commerce berdiri dengan inovasi dan layanan yang luar biasa. Jika Anda mencari informasi tentang perusahaan e-commerce […]

  • PWI Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro Jaya Terkait Dugaan Penghinaan terhadap Wartawan

    PWI Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro Jaya Terkait Dugaan Penghinaan terhadap Wartawan

    • calendar_month Sen, 20 Jul 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 240
    • 0Komentar

    RadarEkonomi.com, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) melaporkan pengacara Hotman Paris Hutapea ke Polda Metro Jaya. Laporan itu berkaitan dengan dugaan penghinaan terhadap profesi wartawan saat konferensi pers.   Kasus tersebut bermula setelah Hotman memberikan keterangan kepada media usai pemeriksaan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah. Dalam konferensi pers itu, Hotman melontarkan pernyataan […]

  • Perkembangan Pembangunan Infrastruktur di Papua: Tantangan dan Progres Terkini

    Perkembangan Pembangunan Infrastruktur di Papua: Tantangan dan Progres Terkini

    • calendar_month Ming, 28 Des 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 541
    • 0Komentar

    Pembangunan infrastruktur di Papua menjadi salah satu fokus utama pemerintah Indonesia dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mempercepat pertumbuhan ekonomi di wilayah yang sebelumnya dianggap tertinggal. Dengan berbagai proyek besar yang sedang berjalan, seperti jalan trans dan proyek LNG Tangguh, Papua mulai menunjukkan perkembangan signifikan. Presiden RI Prabowo Subianto telah menginstruksikan percepatan pembangunan infrastruktur di […]

  • Bank Indonesia Reduces BI-Rate to 4.75% on October 22, 2025: Key Implications

    Bank Indonesia Reduces BI-Rate to 4.75% on October 22, 2025: Key Implications

    • calendar_month Sel, 7 Jul 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 343
    • 0Komentar

    Pada hari Rabu, 22 Oktober 2025, Bank Indonesia (BI) resmi menurunkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis points (bps) menjadi 4.75 persen. Keputusan ini diambil dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang diselenggarakan pada tanggal tersebut. Penurunan BI Rate ini menjadi bagian dari langkah kebijakan moneter yang bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sambil […]

expand_less