Pemerintah Dorong Kredit Industri Hijau Melalui Perbankan: Inisiatif Terbaru dan Dampaknya
- account_circle radarekonomi
- calendar_month Sab, 1 Nov 2025
- visibility 179
- comment 0 komentar

Di tengah tantangan lingkungan yang semakin mengkhawatirkan, pemerintah Indonesia mulai memberikan perhatian serius terhadap pengembangan industri hijau. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah dengan memfasilitasi kredit industri hijau melalui sektor perbankan. Inisiatif ini tidak hanya bertujuan untuk mendukung keberlanjutan lingkungan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Kementerian Perindustrian telah menetapkan beberapa strategi untuk mendorong implementasi industri hijau, termasuk optimisasi pemanfaatan sumber daya lokal terbarukan dan efisiensi energi dalam proses produksi. Langkah-langkah ini diharapkan dapat membantu pelaku industri dalam menjalankan operasional mereka secara lebih ramah lingkungan. Selain itu, pemerintah juga berupaya memperkuat standar dan sertifikasi produk batik sebagai bagian dari upaya menciptakan industri hijau yang lebih kuat.
Bank Indonesia juga telah mengambil inisiatif penting dalam mendukung transisi hijau. Hingga 1 Juli 2025, pembiayaan hijau yang telah disalurkan oleh perbankan mencapai Rp 33,7 triliun untuk perumahan hijau dan kendaraan listrik. Selain itu, Bank Indonesia memberikan insentif likuiditas hingga 0,5% dari Dana Pihak Ketiga (DPK) bagi bank yang menyalurkan pembiayaan hijau. Ini merupakan bentuk dukungan langsung dari lembaga keuangan terhadap pengembangan sektor hijau.
Selain itu, Bank Indonesia juga melonggarkan Kebijakan Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial (RPIM) untuk mendorong lembaga keuangan menyalurkan pembiayaan ke sektor hijau. Program ini dirancang untuk membantu dunia usaha, termasuk pelaku UMKM, dalam melakukan transisi menuju model bisnis yang lebih ramah lingkungan. Untuk mempermudah proses ini, Bank Indonesia menyediakan Pedoman Model Bisnis UMKM Hijau serta Kalkulator Hijau sebagai alat bantu untuk menghitung emisi karbon.
Dalam rangka memperkuat pasar keuangan hijau, Bank Indonesia juga melakukan pembelian Sukuk Negara Hijau dan penerbitan Sukuk BI Inklusif dengan underlying 100% berupa Sukuk Negara Hijau. Ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan akses pelaku usaha terhadap pembiayaan hijau yang lebih mudah dan terjangkau.
Inisiatif Keuangan Berkelanjutan Indonesia (IKBI) juga menjadi salah satu program penting dalam mendukung pengembangan industri hijau. Forum kolaborasi ini melibatkan 15 bank, World Wildlife Fund (WWF), dan PT. Sarana Multi Infrastruktur. IKBI memiliki visi yang sama untuk mendorong penerapan keuangan berkelanjutan di Indonesia. Pada Mei-Juni 2025, IKBI bersama Bank Indonesia telah memfasilitasi business matching pembiayaan untuk UMKM hijau, dengan nilai pembiayaan hijau mencapai Rp 96 miliar.
Program piloting yang dilakukan oleh Bank Indonesia juga berhasil mengklasifikasikan pembiayaan yang disalurkan kepada UMKM hijau senilai Rp 29,3 triliun. Proses ini mencakup UMKM hijau secara langsung maupun rantai pasok, termasuk melalui penerbitan obligasi hijau. Selain itu, business matching yang diselenggarakan Bank Indonesia bersama 14 Kementerian/Lembaga dan 10 lembaga keuangan telah mempertemukan 394 UMKM dengan pihak pembiayaan dan menghasilkan komitmen pembiayaan senilai lebih dari Rp 300 miliar selama Februari hingga Juni 2025.
Pertumbuhan kredit hijau juga tercatat pada bank besar seperti BCA, BNI, dan Mandiri. Sepanjang 2023, kredit hijau dari ketiga bank tersebut tumbuh pesat. Meskipun nominalnya masih kecil dibandingkan dengan kredit secara keseluruhan, kredit hijau mulai mendapatkan panggung yang layak. Pertumbuhan ini sejalan dengan meningkatnya kesadaran perihal Environmental, Social, and Governance (ESG).
Bahkan, Kementerian Perindustrian terus memacu pengembangan industri batik nasional agar lebih berdaya saing global, termasuk mendorong penerapan industri hijau. Langkah strategis yang perlu dijalankan antara lain mengoptimalkan pemanfaatan potensi sumber daya lokal terbarukan serta melakukan efisiensi energi dalam proses produksinya. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menekankan pentingnya pengelolaan limbah industri yang dihasilkan agar tidak merusak ekosistem lingkungan.
Selain itu, satuan kerja di bawah binaan Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kemenperin siap menerapkan beberapa strategi yang diharapkan dapat membantu mewujudkan implementasi industri hijau. Beberapa strategi tersebut antara lain penyusunan standar, labelisasi, dan sertifikasi produk batik sebagai upaya untuk penjaminan kualitas mutu batik. Selain itu, terdapat penyediaan Lembaga Uji dan Sertifikasi seperti Laboratorium Uji dan Kalibrasi Industri Kerajinan dan Batik, Lembaga Sertifikasi Produk dan Sistem Manajemen Mutu, serta Lembaga Sertifikasi Profesi batik.
Upaya pemerintah dan perbankan dalam mendukung industri hijau juga berdampak positif terhadap lingkungan dan masyarakat. Pembiayaan hijau berkontribusi pada kualitas lingkungan hidup dan kesehatan, menciptakan lapangan kerja baru, serta meningkatkan ketahanan ekonomi masyarakat dalam jangka panjang. Sinergi antara bank sentral, regulator sektor keuangan, kementerian teknis, lembaga pembiayaan, dan pelaku usaha menjadi prasyarat utama untuk membangun ekosistem keuangan hijau yang kokoh dan berkelanjutan.
FAQ
-
Apa itu kredit industri hijau?
Kredit industri hijau adalah jenis pembiayaan yang diberikan kepada pelaku usaha atau proyek yang berfokus pada keberlanjutan lingkungan dan pengurangan dampak negatif terhadap ekosistem. -
Bagaimana pemerintah mendukung kredit industri hijau?
Pemerintah mendukung kredit industri hijau melalui kebijakan makroprudensial, insentif likuiditas, dan pendampingan kepada pelaku usaha. Selain itu, pemerintah juga bekerja sama dengan sektor perbankan untuk memperluas akses pembiayaan hijau. -
Apa manfaat dari kredit industri hijau?
Kredit industri hijau membantu mendorong pengembangan sektor yang ramah lingkungan, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan ketahanan ekonomi masyarakat. -
Siapa saja yang bisa mengajukan kredit industri hijau?
Semua pelaku usaha, baik besar maupun kecil, yang ingin melakukan transisi menuju model bisnis yang lebih berkelanjutan dapat mengajukan kredit industri hijau. -
Bagaimana cara mengajukan kredit industri hijau?
Pelaku usaha dapat mengajukan kredit industri hijau melalui bank yang bekerja sama dengan pemerintah dan lembaga keuangan. Proses pengajuan biasanya melibatkan penilaian kelayakan dan evaluasi dampak lingkungan.
Tagging
PemerintahMemfasilitasiKreditIndustriHijauMelaluiPerbankan
KreditHijau
IndustriHijau
PembiayaanHijau
BankIndonesia
KementerianPerindustrian
EkoEkonomiSirkular
- Penulis: radarekonomi



Saat ini belum ada komentar