Breaking News
light_mode
Beranda » Makroekonomi » Pengertian dan Penerapan Kebijakan Ekonomi pada Masa Demokrasi Terpimpin

Pengertian dan Penerapan Kebijakan Ekonomi pada Masa Demokrasi Terpimpin

  • account_circle radarekonomi
  • calendar_month Jum, 23 Jan 2026
  • visibility 423
  • comment 0 komentar

Pada masa Demokrasi Terpimpin (1959-1965), Indonesia menghadapi tantangan ekonomi yang sangat berat. Kebijakan ekonomi yang diterapkan pada masa ini menjadi salah satu aspek penting dalam memahami dinamika perekonomian Indonesia. Meskipun pemerintah berupaya keras untuk menstabilkan kondisi, beberapa kebijakan tidak berhasil mencapai tujuan yang diharapkan. Artikel ini akan menjelaskan pengertian serta penerapan kebijakan ekonomi pada masa Demokrasi Terpimpin.

kebijakan pajak pada masa demokrasi terpimpin

Kebijakan ekonomi pada masa Demokrasi Terpimpin melibatkan sejumlah langkah yang bertujuan untuk mengatasi krisis ekonomi. Salah satu contohnya adalah devaluasi uang yang dilakukan pada 25 Agustus 1959. Tujuan dari devaluasi ini adalah untuk membendung inflasi yang tinggi dan meningkatkan nilai rupiah agar rakyat kecil tidak dirugikan. Dalam devaluasi tersebut, uang kertas pecahan bernilai Rp 500 menjadi Rp 50 dan uang kertas pecahan bernilai Rp 1.000 menjadi Rp 100. Namun, meskipun usaha ini dilakukan, dampaknya tidak signifikan dalam memperbaiki kondisi moneter negara.

pembentukan badan perancang pembangunan nasional

Selain itu, pemerintah juga membentuk Badan Perancang Pembangunan Nasional (Bappenas) sebagai upaya untuk merencanakan pembangunan ekonomi. Bappenas awalnya dikenal dengan nama Dewan Perancang Nasional (Depernas) yang dibentuk pada 15 Agustus 1959. Tujuan utama dari Depernas adalah untuk merencanakan pembangunan ekonomi di bawah Kabinet Djuanda atau Kabinet Karya (1958). Tugas Depernas mencakup persiapan rancangan Undang-undang Pembangunan Nasional dan penilaian penyelenggaraan pembangunan. Pada 1963, nama Depernas berganti menjadi Bappenas yang dipimpin oleh Presiden Soekarno. Tugas Bappenas meliputi menyusun rencana pembangunan jangka panjang dan tahunan, mengawasi pelaksanaan pembangunan, serta menyiapkan dan menilai mandataris untuk MPRS.

deklarasi ekonomi pada masa demokrasi terpimpin

Dalam rangka memperbaiki kondisi ekonomi, pemerintah juga membentuk Deklarasi Ekonomi (Dekon) pada 28 Maret 1953. Tujuan Dekon adalah untuk perbaikan ekonomi secara menyeluruh. Namun, Dekon mengalami kegagalan karena beberapa faktor. Pertama, pinjaman dari International Monetary Fund (IMF) sebesar US$ 400 juta tidak terwujud. Kedua, masalah ekonomi muncul akibat pemutusan hubungan dengan Singapura dan Malaysia dalam rangka kasi Dwikora. Ketiga, politik konfrontasi dengan Malaysia dan negara barat semakin memperparah kemerosotan ekonomi Indonesia.

Meskipun berbagai kebijakan telah diterapkan, hasilnya tidak sepenuhnya berhasil. Masalah ekonomi seperti ekspor dan investasi yang merosot, cadangan devisa yang menipis, inflasi yang mencapai ratusan persen, serta harga kebutuhan pokok yang mahal tetap menjadi tantangan besar. Kegagalan pemerintah dalam menangani masalah ekonomi disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk prioritas politik yang lebih diutamakan daripada ekonomi, ketidakjelasan peraturan, serta adanya penyelewengan dan kesalahan dalam pengelolaan sumber daya.

Secara keseluruhan, kebijakan ekonomi pada masa Demokrasi Terpimpin memiliki dampak yang cukup signifikan terhadap perekonomian Indonesia. Meskipun ada upaya-upaya yang dilakukan, banyak dari kebijakan tersebut gagal mencapai tujuan yang diharapkan. Pengalaman masa lalu ini memberikan pelajaran penting tentang pentingnya kebijakan ekonomi yang terarah dan efektif dalam membangun perekonomian yang stabil dan berkelanjutan.

  • Penulis: radarekonomi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cara Beli Saham BCA untuk Pemula: Panduan Lengkap dan Mudah Dipahami

    Cara Beli Saham BCA untuk Pemula: Panduan Lengkap dan Mudah Dipahami

    • calendar_month Sen, 22 Des 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 558
    • 0Komentar

    Banyak orang mulai tertarik untuk membeli saham BCA karena reputasinya sebagai salah satu bank terbesar di Indonesia. Saham BCA (BBCA) sering menjadi pilihan para investor pemula karena konsistensi kinerjanya dan likuiditas yang tinggi. Namun, bagi yang baru mengenal dunia saham, mungkin merasa bingung bagaimana cara membeli saham BCA. Berikut panduan lengkap cara beli saham BCA […]

  • OJK Blokir Ribuan Rekening Bank Terindikasi Judi Online: Apa yang Perlu Diketahui?

    OJK Blokir Ribuan Rekening Bank Terindikasi Judi Online: Apa yang Perlu Diketahui?

    • calendar_month Rab, 5 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 352
    • 0Komentar

    Di tengah pertumbuhan pesat teknologi digital dan akses internet yang semakin mudah, kejahatan siber juga berkembang pesat. Salah satu ancaman yang kini menjadi perhatian serius adalah aktivitas judi online. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengambil langkah tegas dengan memblokir ribuan rekening bank yang terindikasi terkait dengan praktik tersebut. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk menjaga […]

  • Wamendagri Bima Arya Tegaskan ASN Jangan Hanya Kejar Output, Pastikan Program Berdampak bagi Warga

    Wamendagri Bima Arya Tegaskan ASN Jangan Hanya Kejar Output, Pastikan Program Berdampak bagi Warga

    • calendar_month Rab, 24 Jun 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 206
    • 0Komentar

    RadarEkonomi.com, Jakarta – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menegaskan pentingnya transformasi pelayanan publik melalui penguatan orientasi pelayanan, empati, dan inovasi di kalangan aparatur sipil negara (ASN). Hal ini penting termasuk dalam mendukung pencapaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang pendidikan dan kesehatan. Penjelasan itu disampaikannya saat membuka Pelatihan Design Thinking bagi ASN Pemerintah […]

  • Cara Mendaftar UMKM Online dengan Mudah dan Cepat

    Cara Mendaftar UMKM Online dengan Mudah dan Cepat

    • calendar_month Jum, 16 Jan 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 334
    • 0Komentar

    Pendahuluan Di era digital saat ini, pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia semakin memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan bisnis mereka. Salah satu langkah penting yang harus dilakukan adalah mendaftarkan usaha secara resmi melalui sistem online. Proses pendaftaran UMKM online kini menjadi lebih sederhana berkat platform seperti OSS (Online Single Submission), yang memungkinkan pelaku usaha […]

  • Cara Main Saham Pemula di HP: Panduan Lengkap untuk Pemula

    Cara Main Saham Pemula di HP: Panduan Lengkap untuk Pemula

    • calendar_month Sab, 24 Jan 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 383
    • 0Komentar

    Di era digital yang semakin berkembang, berinvestasi saham kini bisa dilakukan dengan mudah melalui ponsel. Bagi para pemula, memahami cara main saham di HP adalah langkah penting untuk memulai perjalanan investasi yang sukses. Dengan bantuan aplikasi saham terpercaya dan pengetahuan dasar yang cukup, kamu bisa mulai mengelola dana dengan lebih cerdas. Pendahuluan Investasi saham bukan […]

  • Pemerintah Perlu Mengambil Tindakan Cepat untuk Mitigasi Dampak Kenaikan Harga Makanan 6,44 Persen

    Pemerintah Perlu Mengambil Tindakan Cepat untuk Mitigasi Dampak Kenaikan Harga Makanan 6,44 Persen

    • calendar_month Sab, 1 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 329
    • 0Komentar

    Di tengah tekanan ekonomi global dan fluktuasi harga pangan, pemerintah Indonesia dihadapkan pada tantangan besar dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok. Data terbaru menunjukkan bahwa inflasi volatile food (makanan volatil) mencapai 6,44 persen, yang berpotensi memengaruhi daya beli masyarakat, khususnya kelompok menengah ke bawah. Dalam situasi ini, pemerintah harus segera mengambil langkah mitigasi yang efektif, […]

expand_less