PT. Pelangi Indah Canindo Tbk Fokus Tingkatkan Produksi Steel Drum dan Perluas Pasar Baru pada 2026
- account_circle radarekonomi
- calendar_month Jum, 12 Jun 2026
- visibility 43
- comment 0 komentar

RadarEkonomi.com, Jakarta, Petajurnalis.co.id – PT. Pelangi Indah Canindo Tbk, menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kinerja bisnis pada tahun 2026 dengan memfokuskan strategi perusahaan pada produksi dan penjualan steel drum serta perluasan pasar baru guna mendorong pertumbuhan pendapatan dan profitabilitas.Hal tersebut disampaikan manajemen perusahaan dalam Paparan Publik usai penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Jakarta, Bapak Dandy, Direktur Utama PT. Pelangi Indah Canindo Tbk, mengatakan bahwa perusahaan yang berdiri sejak 26 September 1983 tersebut terus menunjukkan ketahanan di tengah berbagai tantangan industri manufaktur kemasan logam.
“Perusahaan telah beroperasi selama lebih dari 40 tahun dan terus berupaya menjaga keberlanjutan usaha melalui peningkatan efisiensi, kualitas produk, serta pengembangan pasar baru,” ujarnya.PT. Pelangi Indah Canindo Tbk bergerak di bidang industri wadah logam, kemasan kaleng, steel drum, dan metal printing. Perseroan memiliki modal dasar sebesar Rp522,9 miliar dengan modal ditempatkan dan disetor penuh sebesar Rp130,7 miliar.
Sepanjang periode 2021 hingga 2025, perusahaan mencatat tren peningkatan penjualan. Pada tahun 2026, manajemen menargetkan pertumbuhan lebih lanjut dengan mengoptimalkan kapasitas produksi yang tersedia.
Salah satu fokus utama perusahaan adalah peningkatan produksi steel drum berkapasitas 209 liter yang digunakan untuk kebutuhan pelumas dan kemasan food grade. Saat ini, kapasitas produksi steel drum mencapai 2,5 juta unit per tahun dengan pelanggan antara lain Pertamina, Castrol, dan sejumlah perusahaan industri lainnya.
Perseroan menargetkan tingkat utilisasi kapasitas produksi steel drum meningkat menjadi 75 persen pada tahun 2026. Sebelumnya, utilisasi tercatat sebesar 60 persen pada 2023, naik menjadi 70 persen pada 2024, namun kembali turun menjadi sekitar 60 persen pada 2025.
- Penulis: radarekonomi



Saat ini belum ada komentar