Breaking News
light_mode
Beranda » Umum » Polda Metro Jaya Pulangkan Bertahap Korban TPPO di Libya, Dua Tersangka Sindikat Penempatan Ilegal Ditangkap

Polda Metro Jaya Pulangkan Bertahap Korban TPPO di Libya, Dua Tersangka Sindikat Penempatan Ilegal Ditangkap

  • account_circle radarekonomi
  • calendar_month Sel, 4 Agu 2026
  • visibility 93
  • comment 0 komentar

RadarEkonomi.com, Jakarta – Polda Metro Jaya menyatakan akan memulangkan secara bertahap warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Libya.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Iman Imanuddin, mengatakan proses pemulangan korban dilakukan melalui koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), serta Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di negara terkait.

“Polri bersama Kementerian Luar Negeri, KP2MI, dan perwakilan RI di luar negeri akan melakukan langkah-langkah proaktif dalam penyelamatan, evakuasi, dan pemulangan warga negara Indonesia yang menjadi korban TPPO,” ujar Iman dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jumat (24/7/2026).

Ia menambahkan, dalam beberapa hari ke depan penyidik akan menjemput para korban yang hingga kini masih berada di Libya.

“Dalam beberapa hari ke depan kami akan menjemput para korban setelah berkoordinasi dengan KBRI, Kementerian Luar Negeri, KP2MI, serta Kedutaan Besar RI di negara tujuan. Insyaallah para korban akan segera kami pulangkan ke Indonesia,” katanya.

Dalam perkara ini, Polda Metro Jaya telah menetapkan dua orang sebagai tersangka, yakni R alias Icha dan DY.

R diduga berperan sebagai pengendali perekrutan sekaligus penyandang dana keberangkatan para korban. Sementara itu, DY bertugas mencari calon pekerja migran dan mengurus seluruh proses keberangkatan hingga ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Modus operandi yang digunakan adalah menawarkan pekerjaan sebagai asisten rumah tangga di Turki dengan iming-iming gaji hingga Rp7 juta per bulan. Selain itu, keluarga calon pekerja juga diberikan uang muka sebesar Rp2 juta hingga Rp3 juta untuk meyakinkan mereka.

Dari hasil penyelidikan, sindikat tersebut diketahui telah memberangkatkan sekitar 105 orang. Sebagian besar korban saat ini masih berada di Libya.

Polisi juga mengungkap keuntungan yang diperoleh para tersangka. DY diduga meraup keuntungan sekitar Rp1,7 miliar, sedangkan rekening milik R alias Icha tercatat memiliki total transaksi mencapai Rp9,9 miliar yang diduga berasal dari praktik TPPO tersebut.

Sementara itu, Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) memberikan apresiasi kepada Polri, khususnya Polda Metro Jaya, atas keberhasilan mengungkap jaringan dugaan TPPO dalam penempatan ilegal pekerja migran Indonesia ke Libya.

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, menegaskan bahwa pengungkapan kasus ini merupakan bukti nyata komitmen pemerintah dalam melindungi pekerja migran Indonesia dari praktik penempatan nonprosedural yang berisiko tinggi.

Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil sinergi antara Polri, Kementerian P2MI, Kementerian Luar Negeri melalui KBRI Tripoli, Desk Koordinasi Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Satgas TPPO, serta berbagai kementerian dan lembaga terkait.

“Saya menyampaikan apresiasi kepada Polda Metro Jaya atas keberhasilan mengungkap kasus ini. Penempatan pekerja migran Indonesia secara ilegal bukan hanya melanggar hukum, tetapi juga membahayakan keselamatan dan mengancam hak-hak para pekerja migran. Pemerintah tidak akan memberikan ruang bagi siapa pun yang menjadikan masyarakat sebagai korban perdagangan orang dengan modus penempatan kerja ke luar negeri,” tegas Menteri Mukhtarudin di Jakarta.

Mukhtarudin menambahkan, Kementerian P2MI akan terus memberikan dukungan penuh kepada aparat penegak hukum melalui penyediaan data, informasi, dan koordinasi guna mendukung proses penyidikan serta mengungkap pihak-pihak lain yang diduga terlibat dalam jaringan perekrutan dan penempatan ilegal tersebut.

Selain mendukung proses hukum, Kementerian P2MI juga akan memberikan pendampingan kepada para korban, termasuk memastikan pemenuhan hak-hak mereka, pelaksanaan asesmen lanjutan, serta penguatan proses reintegrasi setelah kembali ke Indonesia.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran bekerja ke luar negeri dengan janji proses cepat dan gaji tinggi tanpa melalui prosedur resmi.

“Kami mengimbau masyarakat untuk memastikan seluruh proses penempatan dilakukan secara prosedural agar hak, keselamatan, dan perlindungan sebagai pekerja migran Indonesia dapat terjamin,” pungkasnya.

Kementerian P2MI menegaskan akan terus berkoordinasi dengan Polri, Kementerian Luar Negeri, pemerintah daerah, serta kementerian dan lembaga terkait guna mengawal proses penegakan hukum hingga tuntas sekaligus memastikan seluruh korban memperoleh perlindungan yang layak.

  • Penulis: radarekonomi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Injeksi Likuiditas Rp200 Triliun ke Bank BUMN: Dampak pada Pemulihan Ekonomi Segmen Terjangkau

    Injeksi Likuiditas Rp200 Triliun ke Bank BUMN: Dampak pada Pemulihan Ekonomi Segmen Terjangkau

    • calendar_month Sen, 10 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 333
    • 0Komentar

    Di tengah tantangan ekonomi yang terus menghadang, pemerintah Indonesia kembali mengambil langkah strategis untuk mempercepat pemulihan sektor riil. Salah satu inisiatif utamanya adalah injeksi dana sebesar Rp200 triliun dari kas negara ke sistem perbankan nasional, khususnya bank-bank BUMN. Langkah ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dengan meningkatkan aliran kredit dan menstimulasi aktivitas bisnis di berbagai […]

  • Perbedaan Saham dan Obligasi dalam Pasar Modal

    Perbedaan Saham dan Obligasi dalam Pasar Modal

    • calendar_month Jum, 12 Des 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 346
    • 0Komentar

    Perbedaan Saham dan Obligasi dalam Pasar Modal: Pemahaman Dasar untuk Investor Investasi menjadi salah satu cara penting untuk membangun masa depan finansial yang lebih baik. Di pasar modal, dua instrumen paling umum yang sering dipilih oleh investor adalah saham dan obligasi. Meski keduanya termasuk dalam instrumen pasar modal, ternyata memiliki perbedaan mendasar yang perlu diketahui […]

  • Fahira Idris memberi penghargaan dalam rangka acara hari Pers Nasional

    Fahira Idris memberi penghargaan dalam rangka acara hari Pers Nasional

    • calendar_month Ming, 1 Mar 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 213
    • 0Komentar

    RadarEkonomi.com, Anggota DPD RI Daerah Pemilihan DKI Jakarta, Fahira Idris, menyerahkan piagam penghargaan kepada sejumlah tokoh masyarakat dalam rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026. Kegiatan tersebut dirangkai dengan santunan anak yatim piatu serta buka puasa bersama yang berlangsung pada Sabtu (28/2/2026) di Dhapa Office Building. Penyerahan piagam penghargaan ini menjadi bagian dari apresiasi atas kontribusi […]

  • Apa Itu Latar Belakang BPJS Ketenagakerjaan dan Pentingnya bagi Pekerja?

    Apa Itu Latar Belakang BPJS Ketenagakerjaan dan Pentingnya bagi Pekerja?

    • calendar_month Sen, 19 Jan 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 319
    • 0Komentar

    Pada era modern ini, perlindungan sosial bagi tenaga kerja menjadi semakin penting. Salah satu bentuk perlindungan tersebut adalah BPJS Ketenagakerjaan. Dengan berbagai manfaat yang ditawarkan, program ini tidak hanya memberikan rasa aman bagi pekerja, tetapi juga menjaga kestabilan ekonomi keluarga jika terjadi risiko di tempat kerja. Untuk memahami lebih dalam, mari kita bahas latar belakang […]

  • Peluang UMKM Masuk Rantai Pasok Global Melalui Program Hilirisasi

    Peluang UMKM Masuk Rantai Pasok Global Melalui Program Hilirisasi

    • calendar_month Ming, 2 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 359
    • 0Komentar

    Di tengah dinamika perekonomian global, peluang bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk masuk ke rantai pasok global semakin terbuka. Dengan adanya program hilirisasi, UMKM tidak hanya berperan sebagai pelaku ekonomi lokal, tetapi juga menjadi bagian dari sistem perdagangan internasional. Hal ini memberikan peluang besar bagi para pengusaha kecil untuk meningkatkan skala usaha, memperluas […]

  • Ekspor Kelapa Sawit Mengalami Peningkatan Produksi pada Triwulan Ketiga Tahun 2025

    Ekspor Kelapa Sawit Mengalami Peningkatan Produksi pada Triwulan Ketiga Tahun 2025

    • calendar_month Rab, 12 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 348
    • 0Komentar

    Pertumbuhan ekonomi Indonesia terus menunjukkan tanda-tanda positif, khususnya dalam sektor pertanian dan perkebunan. Salah satu indikator utama yang menggembirakan adalah peningkatan produksi dan ekspor kelapa sawit di triwulan ketiga tahun 2025. Data yang dirilis oleh Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menunjukkan bahwa volume ekspor produk sawit mencapai 22,7 juta ton hingga Agustus 2025, meningkat […]

expand_less