Breaking News
light_mode
Beranda » Umum » Penunjukan Plh Sekda Kota Medan Disorot, Adi Warman Lubis Pertanyakan Komitmen terhadap Sistem Merit

Penunjukan Plh Sekda Kota Medan Disorot, Adi Warman Lubis Pertanyakan Komitmen terhadap Sistem Merit

  • account_circle radarekonomi
  • calendar_month Sel, 4 Agu 2026
  • visibility 177
  • comment 0 komentar

Radarekonomi.com, Medan – Penunjukan Erfin Fachrurrazi sebagai Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Medan mendapat sorotan dari Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) TKN Kompas Nusantara, Adi Warman Lubis, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Pagar UNRI Prabowo-Gibran untuk Rakyat Indonesia.

Adi Warman Lubis menilai, meskipun jabatan Plh Sekda bersifat sementara, keputusan tersebut tetap mencerminkan arah dan cara pandang kepala daerah dalam membangun serta mengelola birokrasi pemerintahan.

Ia menegaskan, kritik yang disampaikannya bukan ditujukan kepada pribadi Erfin Fachrurrazi, melainkan terhadap keputusan politik dan administratif yang diambil dalam penunjukan tersebut.

 

“Walaupun statusnya hanya Plh, jabatan Sekda bukanlah posisi biasa. Plh Sekda tetap menjadi koordinator birokrasi dan menjalankan fungsi strategis dalam memastikan roda pemerintahan berjalan. Karena itu, penunjukannya tidak boleh dianggap sekadar formalitas,” ujar Adi Warman Lubis.

 

Menurutnya, jabatan Sekda membutuhkan pemahaman yang mendalam terhadap kultur birokrasi, karakter organisasi, serta berbagai persoalan lintas perangkat daerah. Pemahaman tersebut, kata dia, tidak dapat diperoleh dalam waktu singkat.

 

“Dari pandangan saya, publik patut bertanya apakah pejabat yang belum lama bertugas di lingkungan Pemerintah Kota Medan telah memiliki pemahaman yang cukup mengenai kompleksitas birokrasi kota ini. Mengelola birokrasi sebesar Kota Medan memerlukan proses adaptasi dan pengalaman yang tidak singkat,” katanya.

 

Adi juga menilai, penunjukan tersebut berpotensi mengesampingkan keberadaan sejumlah pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Kota Medan yang telah lama berkarier dan memiliki pengalaman dalam mengelola pemerintahan daerah.

 

“Di Pemko Medan terdapat banyak pejabat eselon II yang telah bertahun-tahun mengabdi, memahami dinamika organisasi, serta terlibat langsung dalam penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah. Ketika mereka tidak menjadi pilihan, masyarakat tentu berhak mempertanyakan apa ukuran yang digunakan dalam penunjukan Plh Sekda ini,” ujarnya.

 

Lebih lanjut, Adi Warman Lubis menilai keputusan tersebut dapat memunculkan pertanyaan publik mengenai komitmen Pemerintah Kota Medan terhadap penerapan sistem merit dalam birokrasi.

 

“Kalau untuk menunjuk seorang Plh Sekda saja pertimbangan yang digunakan tidak dijelaskan secara terbuka kepada masyarakat, bagaimana masyarakat bisa yakin bahwa pengisian jabatan Sekda definitif nantinya benar-benar mengedepankan profesionalisme dan sistem merit?” katanya.

 

Ia juga menyinggung pengalaman Sekda Kota Medan sebelumnya, Wiriya Alrahman, yang dinilainya memiliki pengalaman panjang dalam lingkungan Pemerintah Kota Medan.

 

“Pak Wiriya membangun kapasitasnya melalui pengalaman panjang di lingkungan Pemko Medan. Menurut saya, pengalaman dan pemahaman seperti itu tidak dapat digantikan dalam waktu singkat. Karena itu, saya berharap jangan sampai jabatan strategis dipandang hanya sebagai posisi yang bisa diisi tanpa mempertimbangkan penguasaan yang utuh terhadap birokrasi Kota Medan,” ungkapnya.

 

Di akhir pernyataannya, Adi Warman Lubis meminta Wali Kota Medan memberikan penjelasan secara terbuka mengenai dasar pertimbangan penunjukan Erfin Fachrurrazi sebagai Plh Sekda. Menurutnya, keterbukaan diperlukan agar keputusan tersebut tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

“Keputusan ini adalah hak prerogatif kepala daerah. Namun, setiap hak prerogatif juga harus dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat. Semakin terbuka dasar pertimbangannya, semakin besar pula kepercayaan masyarakat terhadap arah kepemimpinan birokrasi Kota Medan,” pungkasnya. JG

  • Penulis: radarekonomi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Peranan Ilmu Kimia dalam Bidang Industri dan Pentingnya dalam Kehidupan Sehari-hari

    Peranan Ilmu Kimia dalam Bidang Industri dan Pentingnya dalam Kehidupan Sehari-hari

    • calendar_month Kam, 18 Des 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 428
    • 0Komentar

    Peranan Ilmu Kimia dalam Bidang Industri dan Pentingnya dalam Kehidupan Sehari-hari Ilmu kimia, yang sering dianggap sebagai ilmu eksakta yang rumit, sebenarnya memiliki peran yang sangat mendasar dalam berbagai bidang industri. Dari pengembangan material baru hingga optimasi proses produksi, ilmu kimia menjadi fondasi utama inovasi dan efisiensi. Artikel ini akan membahas secara mendalam bagaimana ilmu […]

  • Arus Modal Asing Keluar Mayoritas dari Pasar SBN dan SRBI: Analisis Terkini

    Arus Modal Asing Keluar Mayoritas dari Pasar SBN dan SRBI: Analisis Terkini

    • calendar_month Sab, 15 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 436
    • 0Komentar

    Pasar keuangan Indonesia kembali menghadapi arus keluar modal asing pada awal November 2025. Setelah sebelumnya mencatatkan aliran masuk di akhir Oktober, investor asing kembali melakukan penjualan bersih yang signifikan. Data dari Bank Indonesia (BI) menunjukkan bahwa selama periode transaksi 3–6 November 2025, investor asing tercatat melakukan net sell sebesar Rp4,58 triliun. Hal ini menjadi perhatian […]

  • Kelebihan dan Kekurangan E-Commerce yang Perlu Anda Ketahui

    Kelebihan dan Kekurangan E-Commerce yang Perlu Anda Ketahui

    • calendar_month Ming, 18 Jan 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 522
    • 0Komentar

    Dalam era digital yang semakin berkembang, e-commerce telah menjadi salah satu bentuk bisnis yang sangat populer. E-commerce, atau perdagangan elektronik, adalah proses jual beli barang atau layanan melalui internet. Dengan adanya e-commerce, para pelaku usaha dapat menjangkau pasar yang lebih luas tanpa batasan geografis. Namun, seperti halnya segala sesuatu, e-commerce juga memiliki kelebihan dan kekurangan […]

  • Investor Institusi Mulai Lirik Properti Komersial di Luar Negeri: Tren Baru Pasar

    Investor Institusi Mulai Lirik Properti Komersial di Luar Negeri: Tren Baru Pasar

    • calendar_month Ming, 9 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 421
    • 0Komentar

    Di tengah dinamika pasar global yang terus berubah, para investor institusi kini mulai memperluas pandangan mereka ke sektor properti komersial di luar negeri. Fenomena ini menjadi indikasi bahwa tren investasi properti tidak lagi terpaku pada wilayah lokal, melainkan mencari peluang di pasar internasional yang lebih luas. Pergerakan ini didorong oleh berbagai faktor, termasuk peningkatan permintaan […]

  • Pembagian Target Pangsa Pasar dalam Industri Perbankan

    Pembagian Target Pangsa Pasar dalam Industri Perbankan

    • calendar_month Ming, 2 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 406
    • 0Komentar

    Pangsa pasar perbankan di Indonesia terus berkembang, namun pembagian target pangsa pasar yang tepat menjadi kunci sukses dalam menjalankan strategi pemasaran. Dalam industri perbankan, segmentasi pasar memungkinkan bank untuk menjangkau nasabah dengan kebutuhan dan preferensi yang berbeda-beda. Hal ini tidak hanya membantu meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga memperkuat posisi bank di pasar. Target pangsa pasar […]

  • PHK Terbanyak Terjadi di Jawa Barat: Data 20,95 Persen dari Total Kepala Daerah

    PHK Terbanyak Terjadi di Jawa Barat: Data 20,95 Persen dari Total Kepala Daerah

    • calendar_month Sel, 4 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 387
    • 0Komentar

    Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang terjadi secara massal kembali menjadi perhatian serius bagi pemerintah dan masyarakat Indonesia. Dalam beberapa bulan terakhir, data menunjukkan bahwa jumlah pekerja yang mengalami pemutusan hubungan kerja meningkat tajam, dengan Jawa Barat menjadi provinsi dengan angka PHK terbanyak. Angka ini mencapai 20,95 persen dari total ke daerah, menjadikannya pusat perhatian dalam […]

expand_less