Breaking News
light_mode
Beranda » Umum » Data Pribadi Bocor, Pinjol Mengintai: Publik Bertanya, Siapa yang Melindungi?

Data Pribadi Bocor, Pinjol Mengintai: Publik Bertanya, Siapa yang Melindungi?

  • account_circle radarekonomi
  • calendar_month Sen, 24 Agu 2026
  • visibility 187
  • comment 0 komentar

Radarekonomi.com, JAKARTA – Kebocoran data pribadi kembali memantik keresahan publik. Di tengah maraknya penipuan digital, penyalahgunaan identitas, hingga praktik pinjaman online (pinjol), masyarakat kini mempertanyakan satu hal mendasar: ketika data pribadi bocor, siapa yang benar-benar bertanggung jawab melindungi korban?

Persoalan tersebut mengemuka dalam program Phenomena Social Obsesi RPK 96.3 FM–PEWARNA, Senin (24/8/2026). Diskusi menghadirkan Eprina Manurung, S.H., M.H., selaku kuasa pemohon, dan Mathew Febrian Lambok Hutasoit, S.H., selaku pemohon. Acara dipandu Suwidodo.

Keresahan publik semakin kuat karena data pribadi kini menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. KTP, NIK, nomor telepon, alamat hingga data keluarga kerap diminta ketika masyarakat mengakses layanan digital.

 

Masalah muncul ketika data tersebut bocor atau berpindah tangan tanpa sepengetahuan pemiliknya.

 

“Kita ini butuh satu kepastian,” tegas narasumber dalam diskusi tersebut.

 

Data Bocor, Korban Jangan Dibiarkan Sendirian

 

Eprina menilai masyarakat membutuhkan lembaga yang secara khusus dan fokus menangani perlindungan data pribadi.

 

Menurutnya, persoalan bukan hanya bagaimana data diretas atau bocor, tetapi apa yang terjadi setelah data tersebut jatuh ke tangan pihak yang tidak bertanggung jawab.

 

Ketika korban mengalami kerugian, masyarakat membutuhkan tempat mengadu yang jelas serta lembaga yang mempunyai kewenangan untuk memastikan persoalan tersebut ditindaklanjuti.

“Harapan kita supaya tidak bias, supaya tidak bingung. Lembaga ini harus ada,” ujarnya.

Ia menilai kejahatan digital sudah berkembang jauh. Kejahatan tidak lagi selalu terlihat secara kasatmata, tetapi bergerak di ruang maya dan dapat menyasar siapa saja.

Kelompok masyarakat yang kurang memahami teknologi digital, termasuk warga berusia lanjut, dinilai menjadi salah satu kelompok yang rentan menjadi korban.

KTP Dikirim Lewat WhatsApp, Bahayanya Bukan Main-main

Mathew mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan memberikan foto KTP, NIK, nomor telepon maupun data pribadi melalui WhatsApp atau media sosial.

Menurutnya, masyarakat harus memahami konsekuensi sebelum menyerahkan data kepada sebuah platform atau pihak tertentu.

 

“Kalau kita memberikan data kepada berbagai platform, kita harus menyadari apa konsekuensi hukumnya dan apa akibat yang timbul daripada kita memberikan data pribadi,” katanya.

 

Kebiasaan menganggap remeh permintaan data menjadi persoalan tersendiri.

 

“Cuma foto KTP,” “cuma nomor HP,” atau “buat verifikasi saja” sering kali dianggap tidak berbahaya.

 

Padahal, ketika data tersebut dikombinasikan dengan informasi lainnya, risiko penyalahgunaan identitas bisa semakin besar.

 

Pinjol Ikut Jadi Sorotan

 

Persoalan pinjaman online turut menjadi perhatian. Data pribadi yang diberikan kepada penyelenggara layanan tertentu berpotensi menimbulkan masalah apabila pengelolaannya tidak sesuai ketentuan.

 

Masyarakat pun mempertanyakan bagaimana data dapat berpindah kepada pihak lain dan digunakan untuk kepentingan penagihan atau aktivitas lainnya.

 

Di sinilah pertanyaan publik kembali muncul: jika data pribadi disalahgunakan, apakah korban harus mencari perlindungan sendiri?

 

Atau negara harus memiliki lembaga yang benar-benar fokus menerima pengaduan, melakukan pengawasan, dan memastikan hak masyarakat terlindungi?

 

Publik Menunggu Kepastian

 

Para pemohon dan kuasa hukum mendorong pembentukan lembaga khusus perlindungan data pribadi yang memiliki kewenangan jelas dan kuat.

 

Lembaga tersebut diharapkan menjadi pintu bagi masyarakat ketika menghadapi kebocoran atau penyalahgunaan data.

 

Bagi publik, persoalannya sederhana: data adalah identitas. Ketika identitas bocor, rasa aman ikut terancam.

 

Karena itu, pemerintah dituntut tidak hanya meminta masyarakat berhati-hati menjaga data, tetapi juga memastikan ada sistem perlindungan yang kuat ketika masyarakat menjadi korban.

Sebab, di era digital, pertanyaannya bukan lagi “apakah data kita bisa bocor?”, melainkan “ketika data kita bocor, siapa yang akan melindungi kita?”

 

Spr

  • Penulis: radarekonomi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kinerja Ekspor Kuat Didukung oleh Produk Logam Mulia dan Perhiasan: Tren Terkini dan Analisis

    Kinerja Ekspor Kuat Didukung oleh Produk Logam Mulia dan Perhiasan: Tren Terkini dan Analisis

    • calendar_month Jum, 7 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 399
    • 0Komentar

    Di tengah dinamika perekonomian global yang terus berubah, sektor ekspor Indonesia menunjukkan tanda-tanda kekuatan yang signifikan. Salah satu bidang yang mencatat pertumbuhan pesat adalah industri logam mulia dan perhiasan. Kinerja ekspor kuat ini didukung oleh inovasi dan kreativitas para perajin lokal yang mampu menghadirkan produk-produk yang sesuai dengan tren pasar internasional. Berdasarkan data dari Kementerian […]

  • Ciri Ciri E Commerce yang Wajib Anda Ketahui

    Ciri Ciri E Commerce yang Wajib Anda Ketahui

    • calendar_month Kam, 29 Jan 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 375
    • 0Komentar

    Ini Dia Ciri-Ciri E-Commerce yang Wajib Anda Ketahui Di era digital saat ini, e-commerce telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Berbelanja online kini menjadi pilihan utama banyak orang karena kemudahan dan fleksibilitasnya. Namun, tidak semua platform e-commerce memiliki ciri-ciri yang sama. Untuk memahami lebih dalam tentang e-commerce, berikut adalah beberapa ciri-ciri yang wajib […]

  • 2 Hal Penting yang Harus Diperhatikan dalam Prinsip Ekonomi

    2 Hal Penting yang Harus Diperhatikan dalam Prinsip Ekonomi

    • calendar_month Sen, 26 Jan 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 358
    • 0Komentar

    Prinsip ekonomi adalah dasar dari setiap keputusan finansial yang diambil, baik oleh individu maupun organisasi. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering kali tidak menyadari bahwa setiap tindakan ekonomi yang kita lakukan didasarkan pada prinsip-prinsip tertentu. Untuk memahami lebih dalam, mari kita bahas dua hal penting yang harus diperhatikan dalam prinsip ekonomi. 1. Rasionalitas dalam Pengambilan Keputusan […]

  • Contoh Judul Skripsi Perbankan Syariah yang Menarik dan Terbaru

    Contoh Judul Skripsi Perbankan Syariah yang Menarik dan Terbaru

    • calendar_month Jum, 21 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 530
    • 0Komentar

    Contoh Judul Skripsi Perbankan Syariah yang Menarik dan Terbaru Perbankan syariah kini semakin berkembang pesat di Indonesia, tidak hanya sebagai alternatif sistem keuangan tetapi juga sebagai bagian dari strategi pengembangan ekonomi nasional. Dalam konteks akademis, penelitian tentang perbankan syariah menjadi sangat relevan, terutama bagi mahasiswa yang ingin menghasilkan karya ilmiah yang bermanfaat dan berkontribusi pada […]

  • Keterkaitan Antara BI, OJK, dan LPS dalam Industri Perbankan

    Keterkaitan Antara BI, OJK, dan LPS dalam Industri Perbankan

    • calendar_month Rab, 14 Jan 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 697
    • 0Komentar

    Dalam industri perbankan yang dinamis dan kompleks, keberadaan tiga lembaga utama—Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS)—memainkan peran krusial dalam menjaga stabilitas sistem keuangan. Ketiganya memiliki tanggung jawab spesifik namun saling terkait dalam memastikan bahwa sektor perbankan tetap sehat, aman, dan dapat dipercaya oleh masyarakat. Keterkaitan antara BI, OJK, dan […]

  • Serda Djoko, Pembangunan Pos Kamling Upaya Tingkatkan Keamanan Lingkungan & Komsos

    Serda Djoko, Pembangunan Pos Kamling Upaya Tingkatkan Keamanan Lingkungan & Komsos

    • calendar_month Sab, 24 Okt 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 27
    • 0Komentar

    RadarEkonomi.com, Surakarta – Serda Djoko Riyadi Babinsa Serengan Koramil 03 Serengan Kodim 0735 Surakarta bersama warga melakukan kerja bakti membuat pos keamanan lingkungan (Pos Kamling), di Makam bergolo Kelurahan Serengan Kecamatan Serengan Kota Surakarta, Sabtu (24/10/2026) Pukul 09.00 Wib Babinsa yang memiliki tanggung jawab wilayah binaan dan menyikapi situasi wilayah, sangat mengapresiasi lahirnya kepedulian masyarakat […]

expand_less