Breaking News
light_mode
Beranda » Umum » Data Pribadi Bocor, Pinjol Mengintai: Publik Bertanya, Siapa yang Melindungi?

Data Pribadi Bocor, Pinjol Mengintai: Publik Bertanya, Siapa yang Melindungi?

  • account_circle radarekonomi
  • calendar_month Sen, 24 Agu 2026
  • visibility 81
  • comment 0 komentar

Radarekonomi.com, JAKARTA – Kebocoran data pribadi kembali memantik keresahan publik. Di tengah maraknya penipuan digital, penyalahgunaan identitas, hingga praktik pinjaman online (pinjol), masyarakat kini mempertanyakan satu hal mendasar: ketika data pribadi bocor, siapa yang benar-benar bertanggung jawab melindungi korban?

Persoalan tersebut mengemuka dalam program Phenomena Social Obsesi RPK 96.3 FM–PEWARNA, Senin (24/8/2026). Diskusi menghadirkan Eprina Manurung, S.H., M.H., selaku kuasa pemohon, dan Mathew Febrian Lambok Hutasoit, S.H., selaku pemohon. Acara dipandu Suwidodo.

Keresahan publik semakin kuat karena data pribadi kini menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. KTP, NIK, nomor telepon, alamat hingga data keluarga kerap diminta ketika masyarakat mengakses layanan digital.

 

Masalah muncul ketika data tersebut bocor atau berpindah tangan tanpa sepengetahuan pemiliknya.

 

“Kita ini butuh satu kepastian,” tegas narasumber dalam diskusi tersebut.

 

Data Bocor, Korban Jangan Dibiarkan Sendirian

 

Eprina menilai masyarakat membutuhkan lembaga yang secara khusus dan fokus menangani perlindungan data pribadi.

 

Menurutnya, persoalan bukan hanya bagaimana data diretas atau bocor, tetapi apa yang terjadi setelah data tersebut jatuh ke tangan pihak yang tidak bertanggung jawab.

 

Ketika korban mengalami kerugian, masyarakat membutuhkan tempat mengadu yang jelas serta lembaga yang mempunyai kewenangan untuk memastikan persoalan tersebut ditindaklanjuti.

“Harapan kita supaya tidak bias, supaya tidak bingung. Lembaga ini harus ada,” ujarnya.

Ia menilai kejahatan digital sudah berkembang jauh. Kejahatan tidak lagi selalu terlihat secara kasatmata, tetapi bergerak di ruang maya dan dapat menyasar siapa saja.

Kelompok masyarakat yang kurang memahami teknologi digital, termasuk warga berusia lanjut, dinilai menjadi salah satu kelompok yang rentan menjadi korban.

KTP Dikirim Lewat WhatsApp, Bahayanya Bukan Main-main

Mathew mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan memberikan foto KTP, NIK, nomor telepon maupun data pribadi melalui WhatsApp atau media sosial.

Menurutnya, masyarakat harus memahami konsekuensi sebelum menyerahkan data kepada sebuah platform atau pihak tertentu.

 

“Kalau kita memberikan data kepada berbagai platform, kita harus menyadari apa konsekuensi hukumnya dan apa akibat yang timbul daripada kita memberikan data pribadi,” katanya.

 

Kebiasaan menganggap remeh permintaan data menjadi persoalan tersendiri.

 

“Cuma foto KTP,” “cuma nomor HP,” atau “buat verifikasi saja” sering kali dianggap tidak berbahaya.

 

Padahal, ketika data tersebut dikombinasikan dengan informasi lainnya, risiko penyalahgunaan identitas bisa semakin besar.

 

Pinjol Ikut Jadi Sorotan

 

Persoalan pinjaman online turut menjadi perhatian. Data pribadi yang diberikan kepada penyelenggara layanan tertentu berpotensi menimbulkan masalah apabila pengelolaannya tidak sesuai ketentuan.

 

Masyarakat pun mempertanyakan bagaimana data dapat berpindah kepada pihak lain dan digunakan untuk kepentingan penagihan atau aktivitas lainnya.

 

Di sinilah pertanyaan publik kembali muncul: jika data pribadi disalahgunakan, apakah korban harus mencari perlindungan sendiri?

 

Atau negara harus memiliki lembaga yang benar-benar fokus menerima pengaduan, melakukan pengawasan, dan memastikan hak masyarakat terlindungi?

 

Publik Menunggu Kepastian

 

Para pemohon dan kuasa hukum mendorong pembentukan lembaga khusus perlindungan data pribadi yang memiliki kewenangan jelas dan kuat.

 

Lembaga tersebut diharapkan menjadi pintu bagi masyarakat ketika menghadapi kebocoran atau penyalahgunaan data.

 

Bagi publik, persoalannya sederhana: data adalah identitas. Ketika identitas bocor, rasa aman ikut terancam.

 

Karena itu, pemerintah dituntut tidak hanya meminta masyarakat berhati-hati menjaga data, tetapi juga memastikan ada sistem perlindungan yang kuat ketika masyarakat menjadi korban.

Sebab, di era digital, pertanyaannya bukan lagi “apakah data kita bisa bocor?”, melainkan “ketika data kita bocor, siapa yang akan melindungi kita?”

 

Spr

  • Penulis: radarekonomi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pool Bus Ilegal Diduga Jadi Biang Kerok Kemacetan di Jalan Sisingamangaraja Medan

    Pool Bus Ilegal Diduga Jadi Biang Kerok Kemacetan di Jalan Sisingamangaraja Medan

    • calendar_month Jum, 21 Agu 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 54
    • 0Komentar

    Radarekonomi.com, Medan – Keberadaan pool bus yang diduga masih beroperasi tanpa mematuhi ketentuan Peraturan Wali Kota (Perwal) Medan Nomor 61 Tahun 2018 kembali menjadi sorotan. Sejumlah pool bus di sepanjang Jalan Sisingamangaraja, Medan, masih ditemukan menaikkan dan menurunkan penumpang di lokasi yang berpotensi mengganggu arus lalu lintas. Pantauan wartawan, Selasa, (18/8/2026) masih menemukan pool bus […]

  • Waktu Terbaik untuk Menukar Uang Baru dan Tips Menghindari Penipuan

    Waktu Terbaik untuk Menukar Uang Baru dan Tips Menghindari Penipuan

    • calendar_month Rab, 24 Des 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 321
    • 0Komentar

    Pada setiap tahunnya, menjelang hari raya seperti Lebaran, masyarakat Indonesia mulai mempersiapkan kebutuhan keuangan mereka. Salah satu hal yang sering dilakukan adalah menukar uang kertas lama dengan uang baru dalam pecahan kecil. Ini tidak hanya untuk keperluan belanja, tetapi juga biasanya digunakan sebagai “angpau” atau THR bagi keluarga dan kerabat. Tahun ini, Bank Indonesia (BI) […]

  • Kepatuhan Maskapai dalam Pelaporan PPN DTP: Pengaruh terhadap Stimulus Ekonomi

    Kepatuhan Maskapai dalam Pelaporan PPN DTP: Pengaruh terhadap Stimulus Ekonomi

    • calendar_month Sab, 8 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 338
    • 0Komentar

    Dalam era ekonomi yang semakin dinamis, kepatuhan perusahaan terhadap regulasi perpajakan menjadi faktor kunci dalam menentukan keberhasilan stimulus ekonomi. Salah satu aspek penting yang harus diperhatikan adalah pelaporan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah (DTP) oleh maskapai penerbangan. Kepatuhan ini tidak hanya berdampak pada kepatuhan hukum, tetapi juga berkontribusi langsung terhadap pertumbuhan ekonomi nasional melalui […]

  • Cara Mengatasi Masalah Infrastruktur yang Tidak Memadai di Wilayah Perkotaan

    Cara Mengatasi Masalah Infrastruktur yang Tidak Memadai di Wilayah Perkotaan

    • calendar_month Ming, 4 Jan 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 309
    • 0Komentar

    Slug: cara-mengatasi-masalah-infrastruktur-yang-tidak-memadai-di-wilayah-perkotaan Di tengah laju urbanisasi yang pesat, masalah infrastruktur yang tidak memadai menjadi salah satu tantangan terbesar bagi kota-kota besar di Indonesia. Jalan raya yang rusak, sistem transportasi umum yang tidak efisien, dan akses internet yang terbatas sering kali menghambat pertumbuhan ekonomi dan kualitas hidup masyarakat. Namun, dengan pendekatan yang tepat, solusi untuk mengatasi […]

  • Pasar Obligasi Korporasi Mengalami Peningkatan Penerbitan: Tren Terkini dan Analisis

    Pasar Obligasi Korporasi Mengalami Peningkatan Penerbitan: Tren Terkini dan Analisis

    • calendar_month Sel, 4 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 331
    • 0Komentar

    Pasar obligasi korporasi di Indonesia kembali menunjukkan tren positif dengan peningkatan penerbitan surat utang. Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah lembaga pemeringkat dan analis ekonomi memperkirakan bahwa aktivitas penerbitan obligasi perusahaan akan tetap kuat hingga akhir tahun 2025. Hal ini didorong oleh berbagai faktor seperti penurunan suku bunga, permintaan pasar yang meningkat, serta kebutuhan refinancing dari […]

  • Cara Mengajukan Koperasi Gadai BPJS Ketenagakerjaan: Panduan Terbaru

    Cara Mengajukan Koperasi Gadai BPJS Ketenagakerjaan: Panduan Terbaru

    • calendar_month Kam, 22 Jan 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 377
    • 0Komentar

    Di tengah tantangan ekonomi yang sering kali menghimpit masyarakat, terutama para pekerja, solusi keuangan seperti koperasi gadai BPJS Ketenagakerjaan menjadi pilihan penting. Koperasi ini memungkinkan Anda untuk mendapatkan pinjaman dengan jaminan kartu BPJS Ketenagakerjaan, sebuah langkah yang cukup inovatif dan membantu bagi banyak orang. Apa Itu Koperasi Gadai BPJS Ketenagakerjaan? Koperasi gadai BPJS Ketenagakerjaan adalah […]

expand_less