Breaking News
light_mode
Beranda » Keuangan » Arus Modal Asing Keluar dari Pasar SBN dan SRBI: Analisis Terkini

Arus Modal Asing Keluar dari Pasar SBN dan SRBI: Analisis Terkini

  • account_circle radarekonomi
  • calendar_month Kam, 16 Apr 2026
  • visibility 563
  • comment 0 komentar

Pasar keuangan Indonesia kembali mengalami arus keluar modal asing pada awal November 2025. Data yang dirilis oleh Bank Indonesia (BI) menunjukkan bahwa investor asing melakukan penjualan bersih sebesar Rp4,58 triliun dalam periode 3-6 November 2025. Ini menjadi perubahan signifikan dibandingkan periode sebelumnya, di mana tercatat aliran masuk sebesar Rp1,0 triliun. Arus keluar ini terutama terjadi di pasar Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), sementara pasar saham masih menjadi satu-satunya penopang dengan net buy sebesar Rp2,54 triliun.

Penyebab Arus Keluar Modal Asing

Salah satu faktor utama yang mendorong arus keluar modal asing adalah penguatan dolar AS. Setelah rilis data tenaga kerja yang tetap solid, dolar AS kembali memperkuat nilai tukarnya. Hal ini membuat investor global lebih memilih instrumen aman seperti obligasi pemerintah AS, yang imbal hasilnya semakin menarik.

Selain itu, spekulasi bahwa The Federal Reserve (The Fed) belum akan menurunkan suku bunga di pertemuan Desember mendatang juga memberi tekanan pada arus modal asing. Kenaikan imbal hasil US Treasury turut mendorong investor melakukan rotasi portofolio dari aset berisiko ke aset aman. Hal ini mencerminkan ketidakpastian di pasar global, terutama di tengah situasi politik di Amerika Serikat.

Tekanan di Pasar SBN dan SRBI

Penurunan investasi asing di pasar SBN dan SRBI

Tekanan terbesar terhadap pasar keuangan Indonesia berasal dari pasar SBN dan SRBI. Dalam periode 3-6 November 2025, investor asing melakukan jual neto sebesar Rp4,42 triliun di pasar SBN dan Rp2,69 triliun di pasar SRBI. Kondisi ini berbeda dengan posisi sebelumnya, di mana terdapat pembelian bersih di pasar SBN dan SRBI.

Meskipun terdapat sedikit aliran masuk pada akhir Oktober, secara kumulatif selama tahun 2025, arus modal asing masih berada di zona negatif. Total penjualan asing di pasar saham mencapai Rp39,13 triliun, diikuti dengan Rp0,91 triliun di pasar SBN, serta Rp137,71 triliun di instrumen SRBI. Angka ini menunjukkan bahwa investor asing cenderung menjauhi aset berisiko dan lebih memilih instrumen yang dinilai lebih stabil.

Indikator Risiko Investasi

Kenaikan CDS sebagai indikator risiko investasi

Kenaikan premi Credit Default Swap (CDS) Indonesia tenor 5 tahun menjadi indikator lain yang menunjukkan meningkatnya persepsi risiko terhadap surat utang Indonesia. Pada 6 November 2025, CDS naik ke level 75,49 basis poin (bps), meningkat dari 73,03 bps pada 31 Oktober 2025. CDS sendiri merupakan instrumen derivatif yang mencerminkan biaya perlindungan terhadap risiko gagal bayar suatu negara. Semakin tinggi nilai CDS, semakin besar pula premi risiko yang harus dibayar oleh investor.

Meskipun kenaikan CDS menunjukkan peningkatan risiko, nilai tersebut masih relatif aman. Investor global tetap melihat Indonesia sebagai negara yang memiliki potensi pertumbuhan ekonomi, meski dengan beberapa tantangan di luar negeri.

Tantangan Eksternal dan Internal

Tantangan eksternal yang muncul dari kebijakan Presiden AS Donald Trump juga turut memengaruhi arus modal asing. Kebijakan unilateralisme yang diambil oleh pemerintahan Trump menimbulkan ketidakpastian di pasar global. Hal ini berdampak pada aliran investasi yang terhambat, termasuk di Indonesia. Selain itu, perubahan kebijakan perdagangan dan defisit APBN yang cukup besar turut memengaruhi sentimen investor.

Di sisi internal, kebijakan pemerintah yang dinilai kontradiktif dengan pertumbuhan ekonomi domestik juga menjadi faktor penurunan minat investor. Misalnya, pengurangan anggaran belanja pemerintah yang dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto menunjukkan ketidakjelasan dalam kebijakan fiskal. Hal ini memengaruhi kinerja sektor-sektor strategis, seperti perbankan BUMN, yang sering menjadi incaran investor asing.

Kebijakan BI dan Proyeksi Masa Depan

Dalam situasi ini, Bank Indonesia (BI) diharapkan dapat mengambil langkah-langkah yang tepat untuk menjaga stabilitas pasar keuangan. Salah satunya adalah menurunkan suku bunga, yang saat ini berada di level 5,75 persen. Namun, penurunan suku bunga tidak mudah dilakukan karena kebutuhan pemerintah untuk membayar bunga utang dari penerbitan SBN yang bisa mencapai sebesar Rp800 triliun.

Ekonom PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) Suhindarto menilai, BI kemungkinan akan lebih kaku dalam mengambil kebijakan pelonggaran moneter. Meskipun ada kebijakan pelonggaran, penurunan suku bunga diperkirakan akan terbatas pada tahun 2025.

Kesimpulan

Arus modal asing yang keluar dari pasar SBN dan SRBI mencerminkan ketidakpastian di pasar keuangan Indonesia. Faktor-faktor seperti penguatan dolar AS, spekulasi The Fed, serta gejolak politik di AS menjadi penyebab utama. Meskipun demikian, investor masih melihat potensi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Untuk menjaga stabilitas pasar, kebijakan BI dan pemerintah perlu lebih proaktif dalam menghadapi tantangan eksternal dan internal. Dengan langkah-langkah yang tepat, Indonesia dapat tetap menjadi tujuan investasi yang menarik bagi investor global.

  • Penulis: radarekonomi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Eks Pengelola Judi Kutalimbaru Diduga Turun Gunung ke Telaga Sari, Polrestabes Medan Belum Beri Tanggapan

    Eks Pengelola Judi Kutalimbaru Diduga Turun Gunung ke Telaga Sari, Polrestabes Medan Belum Beri Tanggapan

    • calendar_month Rab, 16 Sep 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Radarekonomi.com, Deli Serdang – Kawasan tanah garapan di Desa Telaga Sari, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, diduga kuat telah disulap menjadi “surga” baru bagi para penikmat judi dadu dan sabung ayam. Mirisnya, praktik haram yang memicu kerumunan massa massal ini disinyalir tidak lepas dari campur tangan oknum pengelola berinisial Edy alias Sembiring. Berdasarkan informasi dan […]

  • Biaya Kuliah di Institut Teknologi dan Bisnis BRI: Informasi Terkini 2024

    Biaya Kuliah di Institut Teknologi dan Bisnis BRI: Informasi Terkini 2024

    • calendar_month Sen, 8 Des 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 388
    • 0Komentar

    Pendidikan tinggi menjadi salah satu aspek penting dalam membangun masa depan yang cerah. Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan ekonomi global, institusi pendidikan seperti Institut Teknologi dan Bisnis BRI (BRI Institute) menjadi pilihan strategis bagi calon mahasiswa yang ingin menghadapi tantangan dunia kerja dengan pengetahuan dan keterampilan yang relevan. Biaya kuliah di BRI Institute menjadi […]

  • Madani Film Festival 2026 Angkat Semangat “Rimpang”, Perluas Ruang Aman Seni dan Budaya

    Madani Film Festival 2026 Angkat Semangat “Rimpang”, Perluas Ruang Aman Seni dan Budaya

    • calendar_month Sel, 6 Okt 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 68
    • 0Komentar

    Radarekonomi.com, JAKARTA || Radar Warta Nasional – Madani Film Festival 2026 mengangkat tema “Rimpang”, sebagai gagasan tentang daya hidup, keberagaman, kolaborasi, dan kemampuan komunitas untuk terus tumbuh di tengah berbagai tekanan sosial. Festival yang memasuki penyelenggaraan ke-9 ini tidak hanya menghadirkan pemutaran film, tetapi juga pertunjukan musik, diskusi, karya seni, komunitas, serta berbagai program lintas […]

  • Kebijakan Stimulus Properti: Penurunan Suku Bunga dan Insentif PPN yang Perlu Diketahui

    Kebijakan Stimulus Properti: Penurunan Suku Bunga dan Insentif PPN yang Perlu Diketahui

    • calendar_month Sab, 8 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 418
    • 0Komentar

    Di tengah dinamika perekonomian Indonesia, kebijakan stimulus properti menjadi salah satu langkah penting untuk mendorong pertumbuhan sektor real estate. Salah satu elemen utama dari kebijakan ini adalah penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) serta insentif pajak pertambahan nilai (PPN). Dengan perubahan ini, banyak pelaku usaha dan investor mulai melirik kembali potensi pasar properti […]

  • Cara Dapat Komisi 100 Juta dari Jualan Hampers di TikTok: Strategi Merapat yang Efektif

    • calendar_month Sen, 30 Mar 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 447
    • 0Komentar

    Di tengah persaingan bisnis digital yang semakin ketat, TikTok telah menjadi salah satu platform paling efektif untuk menjual produk. Salah satu strategi yang kini sedang tren adalah affiliate marketing, terutama dalam bentuk penjualan hampers. Tidak hanya menguntungkan, tetapi juga bisa memberikan komisi hingga ratusan juta rupiah jika dilakukan dengan benar. Berikut ini adalah panduan lengkap […]

  • Panduan Lengkap Berinvestasi di Saham Lo Kheng Hong untuk Pemula

    Panduan Lengkap Berinvestasi di Saham Lo Kheng Hong untuk Pemula

    • calendar_month Sen, 17 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 546
    • 0Komentar

    Investasi saham menjadi salah satu pilihan yang semakin diminati oleh banyak orang, terutama bagi mereka yang ingin mengembangkan kekayaan dalam jangka panjang. Salah satu tokoh yang sangat dihormati di Indonesia adalah Lo Kheng Hong, yang dikenal dengan pendekatan investasi cerdas dan hasil yang mengesankan. Dengan pengalaman bertahun-tahun di pasar modal, Lo Kheng Hong sering dijuluki […]

expand_less