Breaking News
light_mode
Beranda » Keuangan » Daya Beli Masyarakat Tetap Resilien di Tengah Tekanan Harga Pangan

Daya Beli Masyarakat Tetap Resilien di Tengah Tekanan Harga Pangan

  • account_circle radarekonomi
  • calendar_month Sel, 14 Apr 2026
  • visibility 13
  • comment 0 komentar

Di tengah kenaikan harga pangan yang terus berlangsung, daya beli masyarakat Indonesia masih menunjukkan tanda-tanda ketahanan. Meskipun inflasi mencapai angka tertinggi dalam tujuh tahun terakhir pada Juli 2022, sejumlah pelaku usaha dan masyarakat tetap berupaya mempertahankan kemampuan mereka untuk memenuhi kebutuhan dasar.

Inflasi yang dipicu oleh kenaikan harga bahan pokok seperti cabai, sayuran, dan minyak goreng memberikan tantangan bagi kelompok masyarakat menengah ke bawah. Namun, banyak dari mereka menunjukkan sikap adaptif. Seperti Soraya, pemilik warteg di Jakarta Selatan, yang harus melakukan siasat-siasat untuk menjaga harga jual tanpa meningkatkan biaya konsumen. Ia mengurangi penggunaan bahan mahal dan memilih tidak menyajikan olahan sayur yang harganya melonjak. Meski pendapatannya turun, ia tetap berusaha mempertahankan bisnisnya.

Pelaku usaha warung makan di Jakarta menghadapi kenaikan harga bahan pokok

Pemerintah juga telah mengambil langkah-langkah untuk mengendalikan inflasi, termasuk menaikkan subsidi energi dan bahan bakar minyak. Kebijakan ini bertujuan untuk melindungi daya beli masyarakat, khususnya dari kalangan yang lebih rentan. Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan bahwa inflasi yang terjadi saat ini relatif moderat dibandingkan negara-negara lain. Namun, ekonom seperti Mohammad Faisal dari Center of Reform Economics (CORE) memperingatkan bahwa inflasi bisa semakin buruk pada tahun depan jika tekanan global dan faktor cuaca tetap berlanjut.

Faktor-faktor seperti perang Ukraina-Rusia, gangguan distribusi akibat cuaca, serta permintaan yang meningkat pasca-pandemi menjadi penyebab utama kenaikan harga. Di sisi lain, produsen barang dan jasa coba menahan harga pasar meski ongkos produksi meningkat. Namun, kebijakan ini mungkin tidak bertahan lama, sehingga risiko peningkatan inflasi terus mengancam.

Warga Indonesia membeli bahan pokok di pasar tradisional

Meski begitu, daya beli masyarakat tetap menunjukkan sifat yang resilien. Banyak orang memilih alternatif makanan yang lebih murah atau beradaptasi dengan perubahan harga. Contohnya, Lutfi Kurniawan, seorang karyawan swasta di Jakarta, yang mulai mencari tempat makan yang lebih hemat agar gajinya tidak tergerus inflasi.

Selain itu, pemerintah juga aktif melakukan pemantauan terhadap harga pangan dan upaya memastikan stok cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Presiden Joko Widodo bahkan rutin memantau kondisi ketahanan pangan, termasuk beras, jagung, kedelai, dan minyak goreng.

Dalam situasi yang penuh tantangan, daya beli masyarakat Indonesia tetap menunjukkan ketangguhan. Meskipun ada tekanan harga, masyarakat dan pelaku usaha terus berupaya mempertahankan stabilitas ekonomi sehari-hari. Dengan kebijakan yang tepat dan kesadaran diri dari para pelaku, harapan untuk memperkuat daya beli di masa depan tetap terbuka.

  • Penulis: radarekonomi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wow! Apa itu Peluang Usaha Akademi Bosan Susah (UBS) 2026?

    Wow! Apa itu Peluang Usaha Akademi Bosan Susah (UBS) 2026?

    • calendar_month Sab, 4 Apr 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 73
    • 0Komentar

    RadarEkonomi.com, Jakarta – Dari Buya ERMAS ANDICO SYAMDA. PROGRAM CMS-SMS Assalamualaikum.. Jadikan MOMENTUM SUKSES TAHUN 2026 ini. Untuk SUKSES dapat komisi minimal Rp 75.000.000 per bulan, maksimum Rp  525.000.000-, harus lah ada dua orang minimal kita cetak LEADERS Di bawahnya LANGSUNG ya. Buya ERMAS , sebagai mantan Ketuanya PMC – UBS Premium Members Club ketika […]

  • Cara Membuat Surat Penawaran Kerjasama Ekspor dan Impor yang Efektif

    Cara Membuat Surat Penawaran Kerjasama Ekspor dan Impor yang Efektif

    • calendar_month Kam, 6 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 140
    • 0Komentar

    Surat penawaran kerjasama ekspor dan impor adalah dokumen penting yang menjadi awal dari hubungan bisnis antar pihak. Dalam dunia perdagangan internasional, surat ini berfungsi sebagai alat komunikasi resmi untuk menyampaikan penawaran layanan atau produk kepada calon mitra bisnis. Surat penawaran yang baik tidak hanya menunjukkan profesionalisme, tetapi juga memperkuat kepercayaan dan potensi kerja sama jangka […]

  • PT SMI Mobilisasi Dana Investasi Infrastruktur Strategis

    PT SMI Mobilisasi Dana Investasi Infrastruktur Strategis

    • calendar_month Ming, 2 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 142
    • 0Komentar

    PT SMI Memperkuat Peran dalam Mobilisasi Dana Investasi Infrastruktur Strategis Dalam rangka mendukung pembangunan infrastruktur nasional yang berkelanjutan, PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI terus memperkuat perannya sebagai salah satu lembaga pemerintah yang bertindak sebagai fiscal tools dalam memobilisasi dana investasi untuk proyek-proyek strategis. Dengan komitmen besar dan strategi yang jelas, PT SMI […]

  • Bank Indonesia Reduces BI-Rate to 4.75% on October 22, 2025: What You Need to Know

    Bank Indonesia Reduces BI-Rate to 4.75% on October 22, 2025: What You Need to Know

    • calendar_month Sab, 15 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 269
    • 0Komentar

    Pada hari Rabu, 22 Oktober 2025, Bank Indonesia (BI) mengumumkan keputusan untuk menurunkan suku bunga acuan (BI Rate) menjadi 4,75 persen. Ini merupakan langkah terbaru dalam rangkaian penurunan suku bunga yang telah dilakukan sejak tahun lalu. Keputusan ini diambil dalam Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang berlangsung pada tanggal 21 dan 22 Oktober 2025. Penurunan […]

  • KSSK Sepakat Perkuat Kewaspadaan Terhadap Risiko Downside: Apa yang Perlu Diketahui?

    KSSK Sepakat Perkuat Kewaspadaan Terhadap Risiko Downside: Apa yang Perlu Diketahui?

    • calendar_month Ming, 9 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Dalam menghadapi tantangan perekonomian global yang semakin dinamis, Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) kembali menunjukkan komitmennya untuk memperkuat kewaspadaan terhadap risiko downside. Rapat berkala KSSK II tahun 2025 yang diadakan pada 17 April 2025 menegaskan pentingnya koordinasi antarlembaga dan pengambilan kebijakan yang efektif guna menjaga stabilitas ekonomi dan sektor keuangan dalam negeri. Dengan kondisi ketidakpastian […]

  • Pemerintah Fokus Menciptakan Pemerataan Kesejahteraan Masyarakat: Tantangan dan Strategi

    Pemerintah Fokus Menciptakan Pemerataan Kesejahteraan Masyarakat: Tantangan dan Strategi

    • calendar_month Sab, 1 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 146
    • 0Komentar

    Di tengah dinamika ekonomi global yang terus berubah, pemerintah Indonesia menunjukkan komitmen kuat untuk menciptakan pemerataan kesejahteraan masyarakat. Dalam konteks ini, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 menjadi salah satu instrumen utama dalam menjawab tantangan-tantangan ekonomi dan sosial yang semakin kompleks. Pemerintah tidak hanya fokus pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada keadilan sosial dan […]

expand_less