Breaking News
light_mode
Beranda » Keuangan » KSSK Sepakat Perkuat Kewaspadaan Terhadap Risiko Downside: Apa yang Perlu Diketahui?

KSSK Sepakat Perkuat Kewaspadaan Terhadap Risiko Downside: Apa yang Perlu Diketahui?

  • account_circle radarekonomi
  • calendar_month Ming, 9 Nov 2025
  • visibility 332
  • comment 0 komentar

Dalam menghadapi tantangan perekonomian global yang semakin dinamis, Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) kembali menunjukkan komitmennya untuk memperkuat kewaspadaan terhadap risiko downside. Rapat berkala KSSK II tahun 2025 yang diadakan pada 17 April 2025 menegaskan pentingnya koordinasi antarlembaga dan pengambilan kebijakan yang efektif guna menjaga stabilitas ekonomi dan sektor keuangan dalam negeri. Dengan kondisi ketidakpastian yang meningkat akibat dinamika kebijakan tarif AS dan eskalasi perang dagang, langkah-langkah proaktif diperlukan agar Indonesia tetap mampu bertahan dan bahkan tumbuh secara berkelanjutan.

Ketidakpastian Global Mengancam Pertumbuhan Ekonomi

Dinamika pasar keuangan global dan dampaknya terhadap ekonomi Indonesia

Pada triwulan I-2025, ketidakpastian perekonomian global meningkat, terutama karena kebijakan tarif impor Pemerintah Amerika Serikat (AS). Kebijakan ini tidak hanya memicu perang tarif, tetapi juga berdampak negatif terhadap pertumbuhan ekonomi AS, Tiongkok, dan ekonomi global secara keseluruhan. Selain itu, kebijakan tersebut mendorong perilaku risk aversion pemilik modal, sehingga menyebabkan penurunan yield US Treasury dan pelemahan indeks mata uang dolar AS (DXY). Aliran modal dunia bergeser dari AS ke aset keuangan di Eropa dan Jepang serta komoditas emas, sementara aliran keluar modal dari negara berkembang masih berlanjut, memberikan tekanan terhadap pelemahan mata uang negara-negara tersebut.

Menurut World Economic Outlook (WEO) April 2025, IMF menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global ke level 2,8% pada 2025 dan 3,0% pada 2026. Angka ini turun masing-masing 0,5 percentage points (pp) dan 0,3 pp dibandingkan proyeksi Januari 2025. Proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia juga direvisi ke 4,7% (-0,4 pp) untuk 2025, namun penurunan tersebut tergolong moderat dibandingkan negara lain seperti Thailand (-1,1 pp), Vietnam (-0,9 pp), Filipina (-0,6 pp), dan Meksiko (-1,7 pp).

Upaya KSSK dalam Memitigasi Risiko

Kinerja ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global

Untuk menghadapi risiko downside yang semakin tinggi, KSSK telah menyepakati beberapa langkah strategis. Salah satunya adalah meningkatkan kewaspadaan serta memperkuat koordinasi dan kebijakan lembaga-lembaga anggota KSSK. Hal ini dilakukan dalam upaya memitigasi potensi dampak rambatan faktor-faktor risiko global sekaligus memperkuat perekonomian dan sektor keuangan dalam negeri.

Selain itu, KSSK juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dalam merespons dinamika ekonomi global. Koordinasi ini diperlukan untuk memastikan bahwa kebijakan yang diambil dapat meminimalkan dampak negatif terhadap perekonomian nasional.

Kinerja Ekonomi Indonesia di Tengah Ketidakpastian

Meski menghadapi tantangan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I-2025 tetap positif. Konsumsi rumah tangga tetap baik didukung oleh belanja pemerintah terkait pemberian Tunjangan Hari Raya (THR), belanja sosial, dan berbagai insentif lainnya. Selain itu, keberlanjutan pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) di berbagai wilayah dan meningkatnya aktivitas konstruksi properti swasta diprakirakan meningkatkan kinerja investasi.

Investasi swasta masih baik didukung keyakinan produsen yang tecermin pada aktivitas manufaktur Indonesia yang ekspansif. Investasi, khususnya non bangunan, tetap menopang pertumbuhan ekonomi sebagaimana tecermin dari meningkatnya impor barang modal, terutama alat-alat berat. Sementara itu, kinerja ekspor diprakirakan juga tetap baik, didukung oleh ekspor non-migas yang meningkat pada Maret 2025, terutama komoditas CPO, besi dan baja, serta mesin dan peralatan elektrik.

Stabilitas Sistem Keuangan Tetap Terjaga

Stabilitas sektor jasa keuangan nasional di tengah ketidakpastian global

Stabilitas sistem keuangan (SSK) tetap terjaga di tengah meningkatnya ketidakpastian perekonomian dan pasar keuangan global. BI terus memperkuat respons bauran kebijakan moneter, makro prudensial, dan sistem pembayaran untuk menjaga stabilitas dalam rangka memperkuat pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Kebijakan moneter terus diperkuat untuk menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi (pro-stability and growth).

Sementara itu, kebijakan makro prudensial dan sistem pembayaran terus dioptimalkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan (pro-growth). BI juga terus memperkuat strategi stabilisasi nilai tukar Rupiah yang sesuai dengan fundamental terutama melalui intervensi transaksi NDF di pasar luar negeri serta transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik.

Peran OJK dan LPS dalam Menjaga Stabilitas Sektor Keuangan

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) juga memainkan peran penting dalam menjaga stabilitas sektor jasa keuangan nasional. Kinerja intermediasi perbankan tumbuh positif dengan profil risiko yang terjaga. Kredit perbankan pada Maret 2025 mencatatkan pertumbuhan sebesar 9,16 persen yoy menjadi Rp 7.908,4 triliun, didorong oleh Kredit Investasi yang tumbuh tinggi sebesar 13,36 persen yoy dan diikuti oleh Kredit Konsumsi sebesar 9,32 persen yoy.

Di sisi lain, LPS terus memastikan SSK dan kinerja ekonomi nasional tetap terjaga melalui program penjaminan simpanan yang kredibel dan resolusi bank yang efektif. Pemantauan cakupan penjaminan simpanan dan evaluasi terhadap Tingkat Bunga Penjaminan terus dilakukan agar sejalan dengan arah suku bunga simpanan, kondisi likuiditas perbankan, dan perkembangan ekonomi nasional.

Kesimpulan

KSSK sepakat untuk memperkuat kewaspadaan terhadap risiko downside sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas ekonomi dan sektor keuangan nasional. Dengan koordinasi yang kuat antarlembaga dan kebijakan yang proaktif, Indonesia siap menghadapi tantangan global sambil tetap mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi. Langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah, BI, OJK, dan LPS menunjukkan komitmen untuk menjaga stabilitas dan memperkuat daya tahan ekonomi dalam menghadapi dinamika global yang semakin kompleks.

Tagging:

KSSK #StabilitasSistemKeuangan #RisikoDownside #EkonomiIndonesia #PertumbuhanEkonomi #BankIndonesia #OJK #LPS

FAQ

1. Apa yang dimaksud dengan risiko downside?

Risiko downside merujuk pada kemungkinan adanya penurunan atau kerugian yang bisa terjadi akibat faktor-faktor eksternal atau internal, seperti ketidakpastian pasar keuangan, perang dagang, atau perubahan kebijakan.

2. Bagaimana KSSK bekerja dalam menjaga stabilitas sistem keuangan?

KSSK terdiri dari Menteri Keuangan, Gubernur Bank Indonesia, Ketua Dewan Komisioner OJK, dan Ketua Dewan Komisioner LPS. Mereka bekerja sama untuk memastikan koordinasi dan kebijakan yang efektif dalam menghadapi risiko dan menjaga stabilitas ekonomi.

3. Apa peran Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah?

Bank Indonesia memperkuat strategi stabilisasi nilai tukar Rupiah melalui intervensi di pasar luar negeri dan pasar domestik, serta pembelian Surat Berharga Negara (SBN) untuk menjaga stabilitas pasar keuangan.

4. Bagaimana pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global?

Pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap positif di tengah ketidakpastian global, didukung oleh konsumsi rumah tangga, investasi, dan ekspor yang stabil.

5. Apa yang dilakukan OJK dalam menjaga stabilitas sektor keuangan?

OJK memantau perkembangan pasar saham, mengambil langkah-langkah kebijakan untuk menjaga stabilitas pasar, dan melakukan perlindungan konsumen melalui berbagai inisiatif.

  • Penulis: radarekonomi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PT. MAYORA INDAH Tbk (Perseroan ) PANGGILAN RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM TAHUNAN dan RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM LUAR BIASA

    PT. MAYORA INDAH Tbk (Perseroan ) PANGGILAN RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM TAHUNAN dan RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM LUAR BIASA

    • calendar_month Sen, 1 Jun 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 273
    • 0Komentar

    Radarekonomi.com, Jakarta (Rapat) Direksi Perseroan mengundang Para Pemegang Saham untuk menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang diselenggarakan secara fisik dan elektronik melalui aplikasi eASY.KSEI. Kehadiran Pemegang Saham secara fisik akan diselenggarakan dengan memperhatikan kapasitas ruang rapat yang tersedia. Pemegang Saham atau kuasanya yang ingin hadir secara fisik […]

  • Waktu Operasional Pasar Saham Amerika yang Perlu Anda Ketahui

    Waktu Operasional Pasar Saham Amerika yang Perlu Anda Ketahui

    • calendar_month Jum, 28 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 530
    • 0Komentar

    Di tengah semakin berkembangnya pasar keuangan global, para investor di Indonesia mulai melirik peluang dari pasar saham Amerika Serikat. Namun, untuk bisa memaksimalkan kesempatan tersebut, penting bagi Anda untuk memahami jam operasional bursa saham Amerika. Dengan mengetahui waktu buka dan tutup pasar, Anda bisa merencanakan strategi trading yang lebih efektif dan tidak melewatkan momen penting. […]

  • Informasi Terbaru tentang BPJS Ketenagakerjaan di Surabaya dan Karimunjawa

    Informasi Terbaru tentang BPJS Ketenagakerjaan di Surabaya dan Karimunjawa

    • calendar_month Rab, 14 Jan 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 296
    • 0Komentar

    Di tengah dinamika kebijakan jaminan sosial yang terus berkembang, BPJS Ketenagakerjaan tetap menjadi salah satu aspek penting dalam melindungi kesejahteraan pekerja di Indonesia. Dalam konteks ini, informasi terkini mengenai layanan BPJS Ketenagakerjaan di Surabaya dan Karimunjawa menjadi sangat relevan bagi masyarakat, khususnya para pekerja dan pengusaha. BPJS Ketenagakerjaan atau Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan adalah […]

  • Panduan Lengkap Menghitung Kurs Pajak 31 Desember 2023

    Panduan Lengkap Menghitung Kurs Pajak 31 Desember 2023

    • calendar_month Sel, 20 Jan 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 302
    • 0Komentar

    Pendahuluan Dalam dunia bisnis, terutama bagi pelaku usaha yang terlibat dalam kegiatan ekspor dan impor, memahami kurs pajak menjadi hal penting. Kurs pajak tidak hanya berfungsi sebagai acuan dalam transaksi internasional, tetapi juga digunakan untuk menghitung kewajiban perpajakan. Dengan demikian, pemahaman yang tepat tentang cara menghitung kurs pajak pada tanggal tertentu, seperti 31 Desember 2023, […]

  • Semua yang Perlu Anda Ketahui tentang Bantuan UMKM Tahap 2

    Semua yang Perlu Anda Ketahui tentang Bantuan UMKM Tahap 2

    • calendar_month Sel, 23 Des 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 310
    • 0Komentar

    Bantuan UMKM Tahap 2 menjadi salah satu langkah penting pemerintah dalam mendukung pelaku usaha mikro di tengah tantangan ekonomi yang masih terasa. Dengan adanya bantuan ini, diharapkan dapat memberikan angin segara bagi para pengusaha kecil yang terdampak pandemi dan kondisi pasar yang tidak stabil. Bantuan UMKM Tahap 2 adalah bentuk dukungan langsung dari pemerintah kepada […]

  • Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo resmi membuka Rakernis Reskrim Polri T.A. 2026 yang mengusung tema “Optimalisasi

    Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo resmi membuka Rakernis Reskrim Polri T.A. 2026 yang mengusung tema “Optimalisasi

    • calendar_month Sel, 9 Jun 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 137
    • 0Komentar

    RadarEkonomi.com, Jakarta – Pelayanan fungsi reserse yang bermanfaat untuk masyrakat guna mewujudkan penegakan hukum yang responsif beretika dan berkeadilan dalam rangka mendukung serta menyukseskan rencana kerja pemerintah 2026”, di Mabes Polri,Turut hadir, Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Republik Indonesia Meutya Viada Hafid, Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Letnan Jenderal TNI (Purn) Nugroho Sulistyo, […]

expand_less