Ekspor Nonmigas September 2025 Tembus US$23,68 Miliar, Ini Rincian dan Analisisnya
- account_circle radarekonomi
- calendar_month Rab, 12 Nov 2025
- visibility 189
- comment 0 komentar
Pertumbuhan ekonomi Indonesia kembali menunjukkan tanda-tanda positif pada bulan September 2025. Nilai ekspor nonmigas yang mencapai US$23,68 miliar menjadi bukti bahwa sektor nonmigas masih menjadi tulang punggung perekonomian nasional. Angka ini naik sebesar 12,79 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, mengalahkan pertumbuhan ekspor migas yang turun hingga 13,61 persen.
Kenaikan ekspor nonmigas ini tidak terlepas dari berbagai komoditas utama yang mendominasi pasar global. Logam mulia dan perhiasan, besi dan baja, serta lemak dan minyak nabati menjadi salah satu penopang utama. Selain itu, sektor industri pengolahan juga memberikan kontribusi signifikan, dengan total ekspor sebesar US$19,90 miliar atau sekitar 84 persen dari total ekspor nonmigas.
Penjelasan Data Ekspor Nonmigas September 2025
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor nonmigas pada September 2025 mencapai US$23,68 miliar, meningkat secara tahunan sebesar 12,79 persen. Sementara itu, ekspor migas hanya mencatatkan penurunan sebesar 13,61 persen, dengan nilai sebesar US$0,99 miliar.
Peningkatan ekspor nonmigas ini didorong oleh beberapa komoditas utama. Salah satunya adalah logam mulia dan perhiasan (HS71) yang melonjak hingga 168,57 persen dengan andil sebesar 5,66 persen terhadap total ekspor. Selain itu, besi dan baja (HS72) meningkat 23,67 persen dengan andil 2,48 persen, sementara lemak dan minyak hewani/nabati (HS15) naik 18 persen dengan andil 1,70 persen.
Kontribusi Sektor Industri Pengolahan
Sektor industri pengolahan menjadi penyumbang terbesar ekspor nonmigas di bulan September 2025. Total ekspor sektor ini mencapai US$19,90 miliar, atau sekitar 84 persen dari total ekspor nonmigas. Pertumbuhan sektor ini mencapai 20,25 persen secara tahunan, dengan andil 15,13 persen terhadap total ekspor nasional.
Beberapa komoditas yang menjadi pendorong utama antara lain barang perhiasan dan barang berharga, logam dasar bukan besi, kimia dasar organik hasil pertanian, semikonduktor, dan minyak kelapa sawit. Kenaikan ini menunjukkan bahwa sektor industri pengolahan semakin memperkuat posisinya sebagai mesin utama ekspor nasional.
Perkembangan Ekspor Nonmigas Kumulatif Januari–September 2025
Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia pada Januari–September 2025 mencapai US$209,81 miliar, naik 8,14 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024. Dari jumlah tersebut, ekspor nonmigas mencatatkan angka US$199,77 miliar atau tumbuh 9,57 persen secara tahunan.
Peningkatan ekspor nonmigas ini juga ditunjukkan oleh kinerja sektor industri pengolahan yang mencapai US$104,43 miliar pada Januari–Agustus 2025, dengan kontribusi sebesar 71,32 persen terhadap total ekspor nasional. Hal ini menunjukkan bahwa sektor industri pengolahan tetap menjadi motor penggerak utama ekspor Indonesia.
Wilayah Penyumbang Ekspor Terbesar
Dari segi wilayah, Jawa Barat menjadi provinsi dengan ekspor terbesar pada September 2025, dengan nilai US$28,89 miliar atau 13,77 persen dari total ekspor nasional. Jawa Timur dan Kepulauan Riau masing-masing menyumbang US$22,19 miliar dan US$17,53 miliar.
Peningkatan ekspor dari Jawa Barat dan Jawa Timur menunjukkan bahwa daerah-daerah sentral industri masih menjadi pusat kegiatan ekspor nasional. Di sisi lain, Kepulauan Riau juga semakin memperkuat perannya sebagai daerah dengan potensi ekspor tinggi, terutama dalam sektor industri pengolahan.
Tren Pasar Ekspor Nonmigas
Pasar ekspor nonmigas Indonesia juga menunjukkan pertumbuhan yang positif. Tiongkok, Amerika Serikat, dan India tetap menjadi tiga pasar utama dengan total nilai ekspor sebesar US$83,52 miliar, atau 41,81 persen dari total ekspor nonmigas nasional pada Januari–September 2025.
Selain itu, negara-negara seperti Swiss, Bangladesh, dan Singapura mencatatkan pertumbuhan ekspor tertinggi secara kumulatif. Swis misalnya, mencatatkan peningkatan ekspor sebesar 228,88 persen, sedangkan Bangladesh dan Singapura masing-masing tumbuh 41,98 persen dan 36,81 persen.
Analisis dan Prospek Ekspor Nonmigas
Analisis terhadap data ekspor nonmigas September 2025 menunjukkan bahwa sektor industri pengolahan dan komoditas strategis seperti logam mulia dan perhiasan masih menjadi penopang utama. Selain itu, peningkatan ekspor ke pasar Asia dan Eropa menunjukkan bahwa Indonesia semakin mampu memperluas jaringan perdagangan internasional.
Namun, tantangan seperti fluktuasi harga komoditas global dan tekanan permintaan pasar harus tetap diperhatikan. Pemerintah dan pelaku usaha perlu terus memperkuat kebijakan hilirisasi dan substitusi impor untuk menjaga daya saing sektor ekspor.
Kesimpulan
Nilai ekspor nonmigas September 2025 yang mencapai US$23,68 miliar menjadi indikator positif bagi perekonomian Indonesia. Pertumbuhan yang signifikan ini menunjukkan bahwa sektor nonmigas tetap menjadi tulang punggung ekspor nasional. Dengan kontribusi besar dari sektor industri pengolahan dan komoditas strategis, Indonesia semakin memperkuat posisinya sebagai produsen ekspor yang stabil dan berkelanjutan.
Tantangan tetap ada, namun dengan strategi yang tepat dan kolaborasi antara pemerintah dan swasta, ekspor nonmigas akan terus berkembang dan memberikan kontribusi besar bagi perekonomian nasional.
Tag:
EksporNonmigas #EksporIndonesia #EksporSeptember2025 #EkonomiIndonesia #IndustriPengolahan #LogamMulia #EksporNasional #KomoditasEkspor #PerdaganganInternasional #EksporNonMigas2025
FAQ:
Q1: Apa yang dimaksud dengan ekspor nonmigas?
A: Ekspor nonmigas merujuk pada ekspor barang-barang yang bukan berasal dari sumber daya alam seperti minyak bumi dan gas bumi. Contohnya adalah produk industri, pertanian, dan jasa.
Q2: Bagaimana pertumbuhan ekspor nonmigas Indonesia pada September 2025?
A: Ekspor nonmigas pada September 2025 meningkat sebesar 12,79 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dengan total nilai mencapai US$23,68 miliar.
Q3: Apa komoditas utama yang mendukung ekspor nonmigas?
A: Beberapa komoditas utama yang mendukung ekspor nonmigas antara lain logam mulia dan perhiasan, besi dan baja, serta lemak dan minyak nabati.
Q4: Siapa saja pasar utama ekspor nonmigas Indonesia?
A: Pasar utama ekspor nonmigas Indonesia antara lain Tiongkok, Amerika Serikat, dan India. Selain itu, Swiss, Bangladesh, dan Singapura juga mencatatkan pertumbuhan ekspor yang signifikan.
Q5: Apa tantangan yang dihadapi sektor ekspor nonmigas?
A: Tantangan utama termasuk fluktuasi harga komoditas global dan tekanan permintaan pasar. Untuk menghadapi hal ini, pemerintah dan pelaku usaha perlu terus memperkuat kebijakan hilirisasi dan substitusi impor.
- Penulis: radarekonomi



Saat ini belum ada komentar