Cara Membayar Fidyah dengan Uang: Panduan Lengkap untuk Pemula
- account_circle radarekonomi
- calendar_month Sel, 20 Jan 2026
- visibility 101
- comment 0 komentar

Slug: cara-membayar-fidyah-dengan-uang-panduan-lengkap
Pada bulan Ramadan, puasa menjadi salah satu rukun Islam yang wajib dijalani oleh setiap Muslim yang mampu. Namun, bagi sebagian orang yang memiliki uzur tertentu seperti usia lanjut, sakit kronis, atau keadaan khusus lainnya, mereka diperbolehkan tidak berpuasa. Dalam hal ini, mereka wajib membayar fidyah sebagai ganti dari puasa yang ditinggalkan. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan menggunakan uang. Berikut penjelasan lengkap tentang cara membayar fidyah dengan uang.
Fidyah berasal dari kata “fadaa” yang berarti mengganti atau menebus. Dalam konteks puasa Ramadan, fidyah merupakan bentuk pengganti bagi seseorang yang tidak mampu menjalankan puasa karena alasan tertentu. Perintah membayar fidyah tercantum dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 184, yang menyatakan bahwa orang yang tidak mampu berpuasa harus membayar fidyah berupa makanan untuk orang miskin.

Menurut mazhab Hanafi, fidyah dapat dibayarkan dalam bentuk uang, bukan hanya makanan. Hal ini didasarkan pada prinsip bahwa tujuan utama dari fidyah adalah memenuhi kebutuhan fakir miskin. Oleh karena itu, uang sering kali lebih bermanfaat daripada makanan, terutama jika kondisi ekonomi masyarakat sedang sulit.
Berdasarkan Surat Keputusan Ketua BAZNAS No. 14 Tahun 2025, nilai fidyah untuk wilayah Jabodetabek ditetapkan sebesar Rp60.000 per hari per jiwa. Artinya, jika seseorang tidak berpuasa selama 30 hari, maka ia harus membayar fidyah sebesar Rp1.800.000.

Cara membayar fidyah dengan uang dapat dilakukan dengan beberapa pilihan:
-
Membayar langsung kepada fakir miskin: Anda dapat memberikan uang tunai kepada individu yang membutuhkan. Jumlahnya sesuai dengan ketentuan fidyah, yaitu Rp60.000 per hari per jiwa.
-
Melalui lembaga zakat resmi: Banyak lembaga zakat seperti BAZNAS menyalurkan fidyah secara aman dan transparan. Anda dapat melakukan donasi melalui platform digital atau langsung ke kantor BAZNAS terdekat.
-
Membayar secara kolektif: Jika Anda ingin menyalurkan fidyah kepada banyak orang, Anda bisa membagi jumlah uang tersebut ke beberapa penerima. Misalnya, jika Anda tidak berpuasa selama 30 hari, Anda bisa memberikan uang kepada 30 orang miskin, masing-masing mendapat Rp60.000.
Selain itu, menurut pendapat ulama Hanafiyah, fidyah juga bisa dihitung berdasarkan takaran makanan pokok. Contohnya, untuk setiap hari puasa yang ditinggalkan, Anda bisa memberikan uang senilai 3,25 kilogram kurma, anggur, atau beras. Nilai ini kemudian dikonversi ke dalam rupiah sesuai harga pasar.
Namun, penting untuk diingat bahwa fidyah hanya wajib dibayarkan oleh orang-orang yang benar-benar tidak mampu berpuasa, seperti lansia, orang sakit kronis, atau ibu hamil yang khawatir dengan kesehatannya. Jika seseorang masih memiliki kemungkinan untuk mengganti puasanya nanti, maka ia wajib melakukan qadha, bukan fidyah.
Dengan demikian, cara membayar fidyah dengan uang adalah salah satu alternatif yang bisa dipilih, terutama bagi yang ingin memastikan bahwa bantuan tersebut sampai kepada yang membutuhkan. Selalu pastikan bahwa pembayaran fidyah dilakukan dengan sungguh-sungguh dan sesuai dengan ketentuan syariat.
- Penulis: radarekonomi



Saat ini belum ada komentar