Breaking News
light_mode
Beranda » Keuangan » OJK Dorong Pengadopsian Cepat Teknologi di Sektor Jasa Keuangan

OJK Dorong Pengadopsian Cepat Teknologi di Sektor Jasa Keuangan

  • account_circle radarekonomi
  • calendar_month Rab, 5 Nov 2025
  • visibility 419
  • comment 0 komentar

Jakarta, 2025 – Dalam upaya mempercepat transformasi digital dan meningkatkan efisiensi layanan di sektor jasa keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong pengadopsian teknologi yang cepat dan berkelanjutan. Sejak penerbitan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 3 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan ITSK, minat dari penyelenggara teknologi informasi dan sistem keuangan (ITSK) untuk menjadi peserta sandbox OJK tercatat sangat tinggi. Hingga Juni 2025, OJK telah menerima 205 kali permintaan konsultasi dari calon peserta sandbox. Dari jumlah tersebut, terdapat 119 pihak yang telah menyampaikan form konsultasi dan 113 di antaranya telah melakukan konsultasi.

Pengadopsian teknologi dalam sektor jasa keuangan tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga untuk menciptakan inovasi yang dapat memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat. Dengan adanya POJK ini, OJK menunjukkan komitmennya untuk membuka ruang bagi perusahaan teknologi finansial (fintech) dan penyelenggara layanan keuangan digital untuk berkembang secara bertanggung jawab. Hal ini juga menjadi langkah strategis dalam menghadapi tantangan global yang semakin mempercepat transformasi digital di berbagai sektor ekonomi.

Salah satu inisiatif utama OJK adalah program sandbox, yang bertujuan untuk memberikan ruang bagi penyelenggara ITSK untuk menguji model bisnisnya dalam lingkungan yang terkendali. Sampai dengan periode Juni 2025, terdapat 47 penyelenggara ITSK yang mengajukan permohonan pendaftaran ke OJK, 30 di antaranya telah ditetapkan sebagai penyelenggara ITSK terdaftar. Proses pendaftaran ini menandai selesainya proses pendaftaran bagi seluruh penyelenggara ITSK dengan model bisnis Pemeringkat Kredit Alternatif (PKA) dan Penyelenggara Agregasi Jasa Keuangan (PAJK) yang sebelumnya telah dinyatakan lulus dari proses sandbox OJK.

Selain itu, OJK juga telah menyetujui perizinan bagi 23 entitas di ekosistem perdagangan aset kripto. Ini termasuk 1 bursa kripto, 1 lembaga kliring penjaminan dan penyelesaian, 1 pengelola tempat penyimpanan, serta 20 pedagang aset kripto. Selain itu, OJK sedang melanjutkan proses perizinan terhadap 10 calon pedagang aset kripto. Angka ini menunjukkan bahwa OJK terus memperkuat regulasi dan pengawasan terhadap industri aset kripto yang semakin berkembang.

Dalam rangka mendukung pengembangan sektor IAKD (Inovasi Teknologi Sistem Keuangan Digital), OJK pada tanggal 25 Juni 2025 telah memberikan persetujuan kepada Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI) sebagai asosiasi Penyelenggara ITSK. Dengan demikian, saat ini telah terdapat 3 (tiga) asosiasi resmi Penyelenggara ITSK di sektor IAKD yaitu Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH), Asosiasi Fintech Syariah Indonesia (AFSI), dan Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI). Eksistensi asosiasi di sektor IAKD diharapkan dapat menjadi mitra strategis OJK dalam mendorong ITSK yang bertanggung jawab dan mengedepankan aspek kepatuhan, pelindungan konsumen, serta meningkatkan literasi keuangan digital di masyarakat.

Tidak hanya fokus pada pengembangan infrastruktur teknologi, OJK juga terus memastikan bahwa inovasi yang dilakukan oleh penyelenggara ITSK tetap berada dalam kerangka regulasi yang ketat. Dengan adanya POJK Nomor 29 Tahun 2024 tentang Pemeringkat Kredit Alternatif dan POJK Nomor 4 Tahun 2025 tentang Penyelenggara Agregasi Jasa Keuangan, OJK memastikan bahwa setiap penyelenggara ITSK yang ingin beroperasi harus memenuhi standar tertentu, baik dari segi keamanan data, perlindungan konsumen, maupun transparansi bisnis.

Sejalan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan pasar, OJK juga memberikan penyesuaian kewajiban pembayaran pungutan bagi penyelenggara di sektor IAKD yang memperoleh izin dari OJK. Penyesuaian ini berdasarkan pertimbangan bahwa OJK sedang mengembangkan industri IAKD secara nasional, disamping juga kondisi secara umum industri IAKD saat ini yang masih berada pada tahap awal kegiatan operasional. Adapun penyesuaian kewajiban pembayaran pungutan yang diberikan yaitu penerapan tarif pungutan 0 persen (tidak dikenakan pungutan) pada tahun 2025 dan akan dilakukan peningkatan tarif pungutan secara bertahap pada tahun-tahun selanjutnya.

Dengan langkah-langkah ini, OJK tidak hanya memastikan stabilitas sektor jasa keuangan, tetapi juga memberikan ruang bagi inovasi dan pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia. Dengan dukungan dari berbagai pihak, termasuk asosiasi dan penyelenggara ITSK, diharapkan sektor jasa keuangan akan semakin kuat, inklusif, dan mampu bersaing di tingkat regional maupun global.

FAQ

Apa tujuan OJK dalam mendorong pengadopsian teknologi di sektor jasa keuangan?

Tujuan OJK adalah untuk mempercepat transformasi digital, meningkatkan efisiensi layanan, serta menciptakan inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Bagaimana proses pengadopsian teknologi oleh OJK dilakukan?

OJK melakukan pengadopsian teknologi melalui berbagai inisiatif seperti program sandbox, penerbitan POJK, dan kerja sama dengan asosiasi penyelenggara ITSK.

Apakah ada regulasi yang mengatur penggunaan teknologi di sektor jasa keuangan?

Ya, OJK telah menerbitkan POJK Nomor 3 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan ITSK dan POJK Nomor 29 Tahun 2024 serta POJK Nomor 4 Tahun 2025 yang mengatur penggunaan teknologi di sektor jasa keuangan.

Apa manfaat dari adanya asosiasi penyelenggara ITSK?

Asosiasi penyelenggara ITSK berperan sebagai mitra strategis OJK dalam mendorong ITSK yang bertanggung jawab, mengedepankan kepatuhan, pelindungan konsumen, serta meningkatkan literasi keuangan digital.

Bagaimana OJK memastikan keamanan dan keandalan teknologi di sektor jasa keuangan?

OJK memastikan keamanan dan keandalan teknologi melalui regulasi yang ketat, pengawasan terhadap penyelenggara ITSK, serta kerja sama dengan berbagai pihak seperti asosiasi dan lembaga pemerintah.

Tag:

OJK #TeknologiKeuangan #InovasiDigital #Fintech #SektorJasaKeuangan #PenyelenggaraITSK #RegulasiKeuangan #PengadopsianTeknologi #IndustriKripto #PeraturanOJK

  • Penulis: radarekonomi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Festival Imlek di Jakarta, pemerintah serukan persatuan dan dorong pertumbuhan ekonomi

    Festival Imlek di Jakarta, pemerintah serukan persatuan dan dorong pertumbuhan ekonomi

    • calendar_month Sel, 3 Mar 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 323
    • 0Komentar

    RadarEkonomi.com Jakarta — festival imlek di jakarta berlangsung meriah dengan kehadiran wakil menteri ekonomi kreatif republik indonesia, wakil menteri pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, jajaran pemerintah provinsi dki jakarta, serta sejumlah tokoh dan pimpinan daerah. Dalam sambutannya, pemerintah menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya perayaan budaya yang dinilai sebagai simbol keberagaman dan keharmonisan masyarakat ibu kota. imlek […]

  • Inflasi Volatile Food Mencapai 6,44 Persen Akibat Gejolak Cuaca

    Inflasi Volatile Food Mencapai 6,44 Persen Akibat Gejolak Cuaca

    • calendar_month Sen, 10 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 574
    • 0Komentar

    Di tengah perubahan iklim yang semakin tidak terduga, inflasi volatile food atau inflasi pangan yang bergejolak kembali menjadi sorotan. Menurut data terbaru dari Bank Indonesia (BI), inflasi kelompok volatile food pada Oktober 2025 mencapai 6,44 persen secara tahunan (yoy). Angka ini sedikit meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang berada di angka 6,44 persen. Meski peningkatan ini […]

  • OJK Aktif Awasi Praktik Mis-Selling Produk Keuangan Digital: Apa yang Perlu Diketahui?

    OJK Aktif Awasi Praktik Mis-Selling Produk Keuangan Digital: Apa yang Perlu Diketahui?

    • calendar_month Ming, 9 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 442
    • 0Komentar

    Dalam era digital yang semakin pesat, sektor jasa keuangan khususnya produk keuangan digital semakin diminati masyarakat. Namun, dengan pertumbuhan yang cepat ini juga muncul berbagai tantangan, salah satunya adalah praktik mis-selling atau penjualan yang tidak transparan dan menyesatkan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah aktif melakukan pengawasan terhadap praktik-praktik tersebut agar konsumen tetap dilindungi dan industri […]

  • Sentimen Positif Publik Terhadap Program Hilirisasi Mencapai 77 Persen: Apa yang Perlu Diketahui?

    Sentimen Positif Publik Terhadap Program Hilirisasi Mencapai 77 Persen: Apa yang Perlu Diketahui?

    • calendar_month Ming, 2 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 417
    • 0Komentar

    Di tengah dinamika perekonomian nasional, khususnya dalam konteks kebijakan pemerintah terkait pengembangan sektor industri, sebuah survei menunjukkan bahwa sentimen positif publik terhadap program hilirisasi mencapai angka 77 persen. Angka ini menjadi indikator penting mengenai tingkat dukungan masyarakat terhadap inisiatif pemerintah dalam memperkuat ekonomi melalui pengolahan sumber daya alam secara lebih efisien dan berkelanjutan. Program hilirisasi, […]

  • Perkembangan E-Commerce di Indonesia: Tren dan Prospek Masa Depan

    Perkembangan E-Commerce di Indonesia: Tren dan Prospek Masa Depan

    • calendar_month Rab, 10 Des 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 545
    • 0Komentar

    Di tengah pesatnya pertumbuhan ekonomi digital, perkembangan e-commerce di Indonesia menjadi salah satu fenomena yang menarik perhatian. Seiring dengan meningkatnya akses internet dan penggunaan ponsel pintar, bisnis online semakin menggeser cara masyarakat berbelanja. Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS), pada 2024 terdapat sekitar 3,81 juta usaha e-commerce di Indonesia, yang mencerminkan potensi besar pasar […]

  • Program Kartu Prakerja Dilanjutkan untuk Peningkatan Keterampilan Tenaga Kerja: Apa yang Perlu Diketahui?

    Program Kartu Prakerja Dilanjutkan untuk Peningkatan Keterampilan Tenaga Kerja: Apa yang Perlu Diketahui?

    • calendar_month Sel, 4 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 426
    • 0Komentar

    Di tengah tantangan ekonomi yang terus berubah, pemerintah Indonesia terus memperkuat program-program yang bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Salah satu inisiatif penting yang telah berjalan selama lima tahun adalah Program Kartu Prakerja. Sejak diluncurkan pada 2020, program ini telah menjadi salah satu bentuk upaya pemerintah dalam menyiapkan tenaga kerja yang lebih kompeten dan siap […]

expand_less