Breaking News
light_mode
Beranda » Investasi » Pergerakan Harga Saham Sido Hari Ini: Analisis dan Prediksi Terkini

Pergerakan Harga Saham Sido Hari Ini: Analisis dan Prediksi Terkini

  • account_circle radarekonomi
  • calendar_month Ming, 16 Nov 2025
  • visibility 771
  • comment 0 komentar

Pertumbuhan ekonomi yang dinamis di Indonesia memperkuat minat masyarakat terhadap investasi, khususnya di pasar modal. Salah satu emiten yang sering menjadi perhatian adalah PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO). Dalam artikel ini, kita akan membahas pergerakan harga saham Sido hari ini serta analisis terkini yang bisa menjadi panduan bagi para investor.

Saham Sido atau SIDO telah lama menjadi salah satu pilihan utama bagi investor retail maupun institusi. Sejak IPO pada tahun 2000, saham ini dikenal sebagai saham yang likuid dan memiliki potensi pertumbuhan stabil. Dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp16.678.969.671.680, Sido menempati posisi penting dalam sektor farmasi dan jamu tradisional.

grafik saham sido harian

Dalam beberapa hari terakhir, harga saham Sido mengalami fluktuasi yang cukup signifikan. Pada hari Rabu (5/6), harga saham Sido mencapai Rp725 dengan kenaikan sebesar 0,69%. Hal ini menunjukkan adanya optimisme dari pasar terhadap kinerja perusahaan. Tim Analis Bareksa merekomendasikan untuk melakukan trading buy saham Sido di rentang harga Rp700 hingga Rp725, dengan target harga ambil untung di Rp745 dan Rp760, serta stop rugi Rp680.

Analisis teknikal juga menunjukkan bahwa saham Sido sedang berada dalam tren naik. Rata-rata volume perdagangan mencapai 50 juta lembar per hari, sementara level support terdekat berada di Rp508 dan resistance di Rp621. Indikator momentum seperti Stoch RSI menunjukkan peningkatan kekuatan, yang dapat menjadi indikasi positif untuk pembelian.

analisis teknikal saham sido

Selain itu, data fundamental Sido juga menunjukkan kinerja yang cukup baik. EPS (Earnings Per Share) tercatat sebesar Rp40,62, dengan PER (Price to Earnings) sebesar 13,91x. ROE (Return on Equity) belum tersedia, namun DER (Debt to Equity Ratio) masih dalam kisaran normal. Dividen yield yang tinggi, yaitu 779%, menunjukkan bahwa Sido masih memberikan dividen yang cukup besar kepada pemegang saham.

Meskipun demikian, investor perlu tetap waspada terhadap risiko yang ada. Pelemahan IHSG akibat spekulasi pemangkasan suku bunga AS dapat memengaruhi seluruh pasar saham, termasuk Sido. Oleh karena itu, penting bagi investor untuk memantau perkembangan pasar secara berkala dan tidak melakukan investasi tanpa analisis mendalam.

rekomendasi saham hari ini

Dalam konteks yang lebih luas, pelemahan IHSG seiring bursa saham kawasan Asia akibat pasar berspekulasi potensi pemangkasan bunga acuan Bank Sentral Amerika Serikat (AS) memengaruhi sentimen pasar. Namun, Sido tetap menjadi salah satu saham yang layak dipertimbangkan, terutama jika investor melihat peluang pertumbuhan jangka panjang.

Untuk investor pemula, disarankan untuk mulai berinvestasi secara bertahap dan memilih saham yang sesuai dengan profil risiko mereka. Ajaib, sebuah platform investasi online, menawarkan akses yang mudah dan aman untuk berinvestasi saham dan reksa dana. Melalui aplikasi Ajaib, investor dapat mempelajari berbagai produk investasi dan melakukan transaksi secara online.

Dalam kesimpulan, pergerakan harga saham Sido hari ini menunjukkan tren positif yang dapat dimanfaatkan oleh investor. Namun, penting untuk tetap memperhatikan analisis teknikal dan fundamental serta memantau perkembangan pasar secara berkala. Dengan strategi yang tepat, investasi di saham Sido dapat menjadi pilihan yang menguntungkan dalam jangka panjang.

  • Penulis: radarekonomi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Nonresiden Jual Neto Rp137,71 Triliun di SRBI Sepanjang Tahun 2025: Analisis dan Implikasi

    Nonresiden Jual Neto Rp137,71 Triliun di SRBI Sepanjang Tahun 2025: Analisis dan Implikasi

    • calendar_month Rab, 5 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 412
    • 0Komentar

    Pada tahun 2025, Indonesia mencatatkan pergerakan signifikan dalam pasar keuangan, terutama dalam bentuk aktivitas nonresiden di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Berdasarkan data terkini, nonresiden menjual neto sebesar Rp137,71 triliun selama periode tersebut. Angka ini menunjukkan adanya aliran modal yang signifikan dari investor asing ke pasar keuangan Indonesia, meskipun dalam kondisi yang dinamis dan penuh […]

  • Cara Pelaku UMKM Mengoptimalkan Adopsi Platform Digital untuk Pertumbuhan Bisnis

    Cara Pelaku UMKM Mengoptimalkan Adopsi Platform Digital untuk Pertumbuhan Bisnis

    • calendar_month Jum, 7 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 387
    • 0Komentar

    Di tengah transformasi digital yang semakin pesat, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia dihadapkan pada tantangan dan peluang baru. Adopsi platform digital menjadi kunci untuk meningkatkan daya saing, efisiensi, dan pertumbuhan bisnis. Dengan berbagai alat dan teknologi yang tersedia, UMKM tidak lagi terbatas oleh ruang dan waktu, melainkan bisa menjangkau pasar yang […]

  • Aktivitas sebuah gudang penyimpanan gas LPG subsidi (melon) di Jl. Jati Tanjakan, RT 21/04, Desa Kedung Dalem, Kecamatan Mauk, tepat nya depan gedung sekolah ” YASPI” menuai sorotan tajam.

    Aktivitas sebuah gudang penyimpanan gas LPG subsidi (melon) di Jl. Jati Tanjakan, RT 21/04, Desa Kedung Dalem, Kecamatan Mauk, tepat nya depan gedung sekolah ” YASPI” menuai sorotan tajam.

    • calendar_month Sel, 28 Apr 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 351
    • 0Komentar

    RadarEkonomi.com, Gudang tersebut diduga beroperasi tanpa izin resmi, namun tetap berjalan selama bertahun-tahun. Hasil penelusuran awak media di lokasi menunjukkan aktivitas distribusi yang cukup intens. Sebuah truk terlihat mengangkut puluhan tabung gas LPG keluar dari gudang, memperkuat dugaan adanya kegiatan niaga aktif.       Beroperasi Lama, Tapi “Tak Tersentuh” Aparat?   Fakta yang mencuat […]

  • SOFT ENTRY MEETING BPK, BNN SIAP DIAUDIT DEMI PENINGKATAN KINERJA PELAKSANAAN PROGRAM P4GN

    SOFT ENTRY MEETING BPK, BNN SIAP DIAUDIT DEMI PENINGKATAN KINERJA PELAKSANAAN PROGRAM P4GN

    • calendar_month Sel, 14 Jul 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 271
    • 0Komentar

    Radarekonomi.com, Inspektur Utama (Irtama) BNN RI, Dicky Kusumawardhana, bersama jajaran Deputi BNN RI menerima Direktur Pemeriksaan I B Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, Totok Sucahyo, beserta Tim Pemeriksa BPK RI dalam kegiatan Soft Entry Meeting Pelaksanaan Audit Kinerja atas Program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) Tahun 2024–Semester I 2026. Pertemuan yang […]

  • Kontribusi Investasi Terbesar dari Sektor Mineral Mencapai Rp97,60 Triliun

    Kontribusi Investasi Terbesar dari Sektor Mineral Mencapai Rp97,60 Triliun

    • calendar_month Kam, 6 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 398
    • 0Komentar

    Perekonomian Indonesia terus menunjukkan tanda-tanda penguatan, khususnya dalam hal realisasi investasi. Salah satu sektor yang memberikan kontribusi signifikan adalah sektor mineral. Berdasarkan data terbaru, kontribusi investasi terbesar berasal dari sektor ini dengan angka mencapai Rp97,60 triliun. Angka ini menunjukkan pertumbuhan yang pesat dan menjadi indikator positif bagi perekonomian nasional. Peningkatan ini tidak hanya terjadi secara […]

  • Pasar Obligasi Korporasi Mengalami Peningkatan Penerbitan: Tren Terkini dan Analisis

    Pasar Obligasi Korporasi Mengalami Peningkatan Penerbitan: Tren Terkini dan Analisis

    • calendar_month Sel, 4 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 403
    • 0Komentar

    Pasar obligasi korporasi di Indonesia kembali menunjukkan tren positif dengan peningkatan penerbitan surat utang. Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah lembaga pemeringkat dan analis ekonomi memperkirakan bahwa aktivitas penerbitan obligasi perusahaan akan tetap kuat hingga akhir tahun 2025. Hal ini didorong oleh berbagai faktor seperti penurunan suku bunga, permintaan pasar yang meningkat, serta kebutuhan refinancing dari […]

expand_less