Breaking News
light_mode
Beranda » Polri » Aktivitas sebuah gudang penyimpanan gas LPG subsidi (melon) di Jl. Jati Tanjakan, RT 21/04, Desa Kedung Dalem, Kecamatan Mauk, tepat nya depan gedung sekolah ” YASPI” menuai sorotan tajam.

Aktivitas sebuah gudang penyimpanan gas LPG subsidi (melon) di Jl. Jati Tanjakan, RT 21/04, Desa Kedung Dalem, Kecamatan Mauk, tepat nya depan gedung sekolah ” YASPI” menuai sorotan tajam.

  • account_circle radarekonomi
  • calendar_month Sel, 28 Apr 2026
  • visibility 351
  • comment 0 komentar

RadarEkonomi.com, Gudang tersebut diduga beroperasi tanpa izin resmi, namun tetap berjalan selama bertahun-tahun.

Hasil penelusuran awak media di lokasi menunjukkan aktivitas distribusi yang cukup intens. Sebuah truk terlihat mengangkut puluhan tabung gas LPG keluar dari gudang, memperkuat dugaan adanya kegiatan niaga aktif.

 

 

 

Beroperasi Lama, Tapi “Tak Tersentuh” Aparat?

 

Fakta yang mencuat di lapangan justru memunculkan pertanyaan besar. Gudang disebut sudah berdiri cukup lama, namun tidak pernah melalui proses perizinan lingkungan di tingkat RT.

 

Seorang Ketua RT setempat menyampaikan bahwa pihaknya tidak pernah dilibatkan, bahkan tidak mengetahui secara pasti aktivitas usaha tersebut.

 

 

 

“Sudah lama berdiri, tapi tidak pernah izin ke kami. Katanya punya orang Cipora, Mauk. Pengiriman juga kami tidak tahu,” ujarnya.

 

Saat sempat ditegur, pengelola hanya menyatakan telah mengantongi izin. Namun pernyataan tersebut justru memicu kejanggalan.

 

“Mereka bilang sudah ada izin. Tapi izin ke siapa? Kami di lingkungan tidak pernah dilibatkan,” tegasnya.

 

 

 

Pengelola Akui Operasi 2–3 Tahun

 

Pengakuan berbeda datang dari pihak internal. AS yang disebut sebagai penanggung jawab gudang mengakui bahwa aktivitas tersebut telah berlangsung selama dua hingga tiga tahun.

Durasi ini memperkuat dugaan bahwa usaha berjalan cukup lama tanpa pengawasan ketat dari pihak berwenang.

Pemerintah Desa.“Kami Baru Tahu dari Media”

Yang lebih mengejutkan, pihak pemerintah desa justru mengaku tidak mengetahui keberada’an gudang tersebut.

Sekretaris Desa Kedung Dalem, H. Hamilludin, S.IP, menyatakan bahwa tidak pernah ada pengajuan izin ke kantor desa pada Rabu (23/04/2026)

“Saya baru tahu dari pemberitaan media. Selama ini tidak ada yang mengajukan izin ke kami,” ungkapnya.

Pernyataan ini mempertegas dugaan adanya aktivitas usaha yang berjalan di luar mekanisme resmi.

Sikap Tertutup Pengelola, Komunikasi Diputus

Upaya konfirmasi lanjutan kepada pihak lain berinisial FD justru menemui jalan buntu. Selain tidak memberikan keterangan, yang bersangkutan juga memblokir nomor wartawan.

Sikap ini dinilai semakin memperkuat kecurigaan adanya sesuatu yang ditutup-tutupi.

Potensi Pelanggaran Berat

Jika terbukti tidak memiliki izin, aktivitas gudang tersebut berpotensi melanggar hukum serius.

Mengacu pada Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, Pasal 53 menyebutkan.

Penyimpanan, pengangkutan, atau niaga migas tanpa izin merupakan tindak pidana, Ancaman hukuman penjara hingga 5 tahun, Denda maksimal mencapai Rp60 miliar.

Selain itu, kewajiban administrasi seperti Tanda Daftar Gudang (TDG) serta aturan zonasi wilayah juga diduga tidak dipenuhi.

Ada Apa di Balik Gudang Ini..?

Dengan lamanya operasional tanpa izin lingkungan, tidak adanya sepengetahuan pihak desa, hingga sikap tertutup pengelola, muncul pertanyaan yang tak bisa diabaikan.

Apakah ada pembiaran..? Atau justru ada pihak yang “melindungi”..?

Hingga berita ini diturunkan, pihak pemilik gudang belum memberikan klarifikasi resmi.

Awak media mendorong instansi terkait untuk segera turun tangan melakukan pengecekan lapangan dan penindakan jika ditemukan pelanggaran

  • Penulis: radarekonomi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Keterkaitan Antara BI, OJK, dan LPS dalam Industri Perbankan

    Keterkaitan Antara BI, OJK, dan LPS dalam Industri Perbankan

    • calendar_month Rab, 14 Jan 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 698
    • 0Komentar

    Dalam industri perbankan yang dinamis dan kompleks, keberadaan tiga lembaga utama—Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS)—memainkan peran krusial dalam menjaga stabilitas sistem keuangan. Ketiganya memiliki tanggung jawab spesifik namun saling terkait dalam memastikan bahwa sektor perbankan tetap sehat, aman, dan dapat dipercaya oleh masyarakat. Keterkaitan antara BI, OJK, dan […]

  • Apa Saja Manfaat dari Ekonomi Kreatif? Ini Penjelasannya

    Apa Saja Manfaat dari Ekonomi Kreatif? Ini Penjelasannya

    • calendar_month Sab, 20 Des 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 399
    • 0Komentar

    Ekonomi kreatif telah menjadi salah satu sektor penting dalam perekonomian Indonesia. Dengan mengandalkan ide, inovasi, dan kreativitas, sektor ini tidak hanya memberikan kontribusi signifikan terhadap PDB, tetapi juga membuka peluang kerja baru serta meningkatkan daya saing produk lokal di pasar global. Berikut adalah beberapa manfaat utama dari ekonomi kreatif. Membuka Lapangan Kerja Baru Salah satu […]

  • Keterkaitan Antara OJK dan LPS dalam Industri Perbankan: Peran dan Fungsi Masing-Masing

    Keterkaitan Antara OJK dan LPS dalam Industri Perbankan: Peran dan Fungsi Masing-Masing

    • calendar_month Sab, 24 Jan 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 629
    • 0Komentar

    Dalam dunia perbankan, dua lembaga yang sering menjadi topik pembahasan adalah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Keduanya memiliki peran masing-masing dalam menjaga stabilitas sistem keuangan di Indonesia. Namun, bagaimana keterkaitan antara OJK dan LPS dalam industri perbankan? Mari kita eksplorasi lebih dalam. Peran dan Fungsi OJK Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merupakan […]

  • Pasar Saham ATH Dipimpin Oleh Investor Domestik, Mengabaikan Outflow Asing di SBN

    Pasar Saham ATH Dipimpin Oleh Investor Domestik, Mengabaikan Outflow Asing di SBN

    • calendar_month Sen, 3 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 414
    • 0Komentar

    Pasar saham Indonesia kembali menunjukkan tren positif meski diperkirakan akan terus menghadapi tekanan dari arus keluar dana asing. Dalam beberapa bulan terakhir, investor domestik semakin memperkuat posisinya sebagai pemain utama dalam pasar modal, sementara aliran dana asing tetap terus berlangsung meskipun tidak sebesar sebelumnya. Hal ini menjadi perhatian besar bagi para analis dan pengamat pasar […]

  • Fintech P2P Lending Menghadapi Pengawasan Khusus Akibat Risiko Gagal Bayar

    Fintech P2P Lending Menghadapi Pengawasan Khusus Akibat Risiko Gagal Bayar

    • calendar_month Rab, 12 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 545
    • 0Komentar

    Di tengah pertumbuhan pesat industri fintech di Indonesia, khususnya Peer-to-Peer (P2P) lending, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) semakin memperketat pengawasan terhadap sektor ini. Hal ini dilakukan sebagai respons atas meningkatnya risiko gagal bayar yang dialami oleh beberapa pelaku usaha. Dengan adanya peningkatan jumlah pinjaman macet, OJK berupaya memastikan kestabilan dan kepercayaan masyarakat terhadap layanan finansial digital. […]

  • Apakah BPJS Ketenagakerjaan Bisa Digunakan untuk Berobat? Ini Penjelasannya

    Apakah BPJS Ketenagakerjaan Bisa Digunakan untuk Berobat? Ini Penjelasannya

    • calendar_month Jum, 30 Jan 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 717
    • 0Komentar

    Pertanyaan tentang apakah BPJS Ketenagakerjaan bisa untuk berobat sering muncul di kalangan pekerja Indonesia. Dengan semakin banyaknya kesadaran akan perlindungan sosial, banyak orang ingin memahami lebih dalam mengenai manfaat dan batasan dari program ini. BPJS Ketenagakerjaan adalah salah satu bentuk jaminan sosial yang dikelola oleh pemerintah, namun tidak semua layanan kesehatan bisa ditanggung oleh program […]

expand_less