Breaking News
light_mode
Beranda » Pajak » Potongan BPJS Ketenagakerjaan untuk Karyawan

Potongan BPJS Ketenagakerjaan untuk Karyawan

  • account_circle radarekonomi
  • calendar_month Jum, 5 Des 2025
  • visibility 404
  • comment 0 komentar

Pahami Potongan BPJS Ketenagakerjaan untuk Karyawan

BPJS Ketenagakerjaan adalah program jaminan sosial yang wajib diikuti oleh semua pekerja di Indonesia. Tujuannya adalah memberikan perlindungan finansial dan kesejahteraan bagi karyawan dalam berbagai situasi, seperti kecelakaan kerja, kematian, pensiun, atau kehilangan pekerjaan. Salah satu hal penting yang perlu dipahami oleh karyawan adalah besaran potongan BPJS Ketenagakerjaan dari gaji bulanan mereka.

Dalam artikel ini, kita akan membahas secara rinci mengenai persentase potongan BPJS Ketenagakerjaan untuk karyawan, serta bagaimana perhitungannya dilakukan. Penjelasan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang jelas dan bermanfaat bagi para pekerja dan pengelola HR.

Apa Itu BPJS Ketenagakerjaan?

BPJS Ketenagakerjaan adalah program yang diatur oleh pemerintah melalui Peraturan Pemerintah Nomor 84 Tahun 2013. Program ini mencakup beberapa jenis jaminan, yaitu Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), dan Jaminan Pensiun (JP). Setiap jenis jaminan memiliki mekanisme pembayaran iuran yang berbeda, baik dari sisi karyawan maupun perusahaan.

Berapa Persen Potongan BPJS Ketenagakerjaan?

Potongan BPJS Ketenagakerjaan dari gaji karyawan tergantung pada jenis jaminan yang diberikan. Secara umum, karyawan hanya menanggung sebagian kecil dari total iuran, sedangkan sisanya ditanggung oleh perusahaan. Berikut rincian persentase potongan untuk masing-masing jaminan:

  1. Jaminan Hari Tua (JHT)
  2. Total iuran: 5,7% dari gaji
  3. Potongan karyawan: 2%
  4. Potongan perusahaan: 3,7%

  5. Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)

  6. Total iuran: 0,24%–1,74% dari gaji (tergantung risiko pekerjaan)
  7. Potongan karyawan: 0% (seluruhnya ditanggung perusahaan)

  8. Jaminan Kematian (JKM)

  9. Total iuran: 0,3% dari gaji
  10. Potongan karyawan: 0% (seluruhnya ditanggung perusahaan)

  11. Jaminan Pensiun (JP)

  12. Total iuran: 3% dari gaji
  13. Potongan karyawan: 1%
  14. Potongan perusahaan: 2%

Dengan demikian, total potongan dari gaji karyawan adalah 3% (2% untuk JHT dan 1% untuk JP). Sementara itu, perusahaan dan pemerintah menanggung sisa iuran sesuai ketentuan masing-masing jaminan.

Contoh Perhitungan Potongan BPJS Ketenagakerjaan

Untuk memahami lebih jelas, mari kita lihat contoh perhitungan potongan BPJS Ketenagakerjaan dari gaji karyawan:

  • Gaji pokok: Rp10.000.000
  • Tunjangan tetap: Rp2.000.000
  • Total pendapatan: Rp12.000.000

Perhitungan:
– JHT karyawan: 2% × Rp12.000.000 = Rp240.000

– JP karyawan: 1% × Rp12.000.000 = Rp120.000

– Total potongan karyawan: Rp240.000 + Rp120.000 = Rp360.000/bulan

Dengan demikian, karyawan dengan gaji sebesar Rp12 juta akan mengalami potongan sebesar Rp360 ribu setiap bulan untuk iuran BPJS Ketenagakerjaan.

Mengapa Penting Memahami Potongan BPJS Ketenagakerjaan?

Memahami potongan BPJS Ketenagakerjaan sangat penting karena dapat membantu karyawan merencanakan keuangan mereka secara lebih baik. Selain itu, pengetahuan ini juga berguna untuk memastikan bahwa manfaat jaminan sosial yang diberikan bisa diterima secara maksimal.

Bagi pengelola HR, pemahaman tentang aturan BPJS Ketenagakerjaan sangat penting untuk mematuhi regulasi pemerintah dan menghindari sanksi hukum. Perusahaan yang tidak mendaftarkan karyawan ke BPJS Ketenagakerjaan melanggar Undang-Undang No. 24 Tahun 2011.

Tips Mengelola Iuran BPJS Ketenagakerjaan

  1. Gunakan sistem payroll otomatis untuk menghitung iuran secara akurat.
  2. Periksa slip gaji setiap bulan untuk memastikan potongan sesuai dengan aturan.
  3. Cek saldo JHT melalui aplikasi BPJS Ketenagakerjaan untuk memantau iuran.
  4. Hubungi BPJS Ketenagakerjaan jika ada ketidaksesuaian data.

Kesimpulan

Potongan BPJS Ketenagakerjaan untuk karyawan adalah 3% dari gaji bulanan (2% untuk JHT dan 1% untuk JP). Sementara itu, perusahaan dan pemerintah menanggung sisa iuran sesuai ketentuan masing-masing jaminan. Dengan memahami rincian ini, karyawan dan pengelola HR dapat mengelola gaji dan jaminan sosial dengan lebih baik.

Pastikan perusahaan Anda terdaftar dan iuran dibayar tepat waktu untuk mendapatkan manfaat maksimal!

Jaminan Kecelakaan Kerja BPJS Ketenagakerjaan

Manfaat Jaminan Pensiun BPJS Ketenagakerjaan

Cara Mengecek Saldo BPJS Ketenagakerjaan

  • Penulis: radarekonomi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • BKPM dan Pemda NTT Kolaborasi Tingkatkan Wirausaha dan Hilirisasi Ekonomi

    BKPM dan Pemda NTT Kolaborasi Tingkatkan Wirausaha dan Hilirisasi Ekonomi

    • calendar_month Jum, 14 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 409
    • 0Komentar

    Di tengah dinamika perekonomian yang terus berkembang, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Republik Indonesia kembali menunjukkan komitmennya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui kerja sama dengan pemerintah daerah. Salah satu inisiatif terbaru adalah kolaborasi antara BKPM dengan Pemerintah Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam upaya meningkatkan wirausaha dan mempercepat proses hilirisasi ekonomi. […]

  • Ini Dia Kekurangan-Jekurangan Jaringan Infrastruktur yang Perlu Diketahui

    Ini Dia Kekurangan-Jekurangan Jaringan Infrastruktur yang Perlu Diketahui

    • calendar_month Kam, 4 Des 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 402
    • 0Komentar

    Jaringan infrastruktur adalah fondasi penting dalam membangun dan mengembangkan suatu wilayah. Mulai dari jalan raya, sistem listrik, air bersih, hingga jaringan komunikasi, semua elemen ini saling terkait dan berkontribusi pada kemajuan ekonomi dan kualitas hidup masyarakat. Namun, meskipun memiliki manfaat besar, jaringan infrastruktur juga memiliki kekurangan yang perlu diperhatikan. Salah satu kekurangan utama jaringan infrastruktur […]

  • Ekspor Kelapa Sawit Mengalami Peningkatan Produksi pada Triwulan Ketiga Tahun 2025

    Ekspor Kelapa Sawit Mengalami Peningkatan Produksi pada Triwulan Ketiga Tahun 2025

    • calendar_month Rab, 12 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 413
    • 0Komentar

    Pertumbuhan ekonomi Indonesia terus menunjukkan tanda-tanda positif, khususnya dalam sektor pertanian dan perkebunan. Salah satu indikator utama yang menggembirakan adalah peningkatan produksi dan ekspor kelapa sawit di triwulan ketiga tahun 2025. Data yang dirilis oleh Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menunjukkan bahwa volume ekspor produk sawit mencapai 22,7 juta ton hingga Agustus 2025, meningkat […]

  • Injeksi Likuiditas Rp200 Triliun ke Bank BUMN: Dampak pada Pemulihan Ekonomi Segmen Terjangkau

    Injeksi Likuiditas Rp200 Triliun ke Bank BUMN: Dampak pada Pemulihan Ekonomi Segmen Terjangkau

    • calendar_month Sen, 10 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 397
    • 0Komentar

    Di tengah tantangan ekonomi yang terus menghadang, pemerintah Indonesia kembali mengambil langkah strategis untuk mempercepat pemulihan sektor riil. Salah satu inisiatif utamanya adalah injeksi dana sebesar Rp200 triliun dari kas negara ke sistem perbankan nasional, khususnya bank-bank BUMN. Langkah ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dengan meningkatkan aliran kredit dan menstimulasi aktivitas bisnis di berbagai […]

  • Ekonomi Indonesia Awal Oktober 2025: Tetap On Track dengan Pertumbuhan yang Stabil

    Ekonomi Indonesia Awal Oktober 2025: Tetap On Track dengan Pertumbuhan yang Stabil

    • calendar_month Kam, 13 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 466
    • 0Komentar

    Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada awal Oktober 2025 terus menunjukkan tanda-tanda positif, meskipun ada perbedaan proyeksi dari berbagai lembaga internasional. Berbagai faktor seperti stimulus fiskal, kinerja ekspor, dan stabilitas konsumsi domestik menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi yang tetap on track. Meski begitu, tantangan seperti tarif impor AS dan ketidakpastian global masih menjadi perhatian bagi para pengamat […]

  • Cara Menghitung Pajak Penghasilan yang Benar dan Mudah Dipahami

    Cara Menghitung Pajak Penghasilan yang Benar dan Mudah Dipahami

    • calendar_month Sab, 27 Des 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 550
    • 0Komentar

    Pajak penghasilan (PPh) adalah kewajiban hukum yang harus dipenuhi oleh setiap warga negara Indonesia yang memiliki penghasilan. Meskipun terdengar rumit, menghitung PPh bisa dilakukan dengan langkah-langkah sederhana jika Anda memahami dasar-dasarnya. Artikel ini akan membimbing Anda melalui proses perhitungan pajak penghasilan secara lengkap dan mudah dipahami. Apa Itu Pajak Penghasilan (PPh)? PPh adalah pajak yang […]

expand_less