Breaking News
light_mode
Beranda » Keuangan » Laporan Bankir: Strategi Jaga Kualitas Kredit di Tengah Ekonomi yang Berubah-ubah

Laporan Bankir: Strategi Jaga Kualitas Kredit di Tengah Ekonomi yang Berubah-ubah

  • account_circle radarekonomi
  • calendar_month Kam, 6 Nov 2025
  • visibility 272
  • comment 0 komentar

Dalam dunia bisnis dan keuangan, menjaga kualitas kredit menjadi salah satu tantangan terbesar, terutama ketika menghadapi kondisi ekonomi yang terus berubah. Di tengah situasi ini, bank-bank besar seperti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI (BBRI) menunjukkan strategi yang luar biasa dalam mengelola risiko kredit. Dengan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp184,98 triliun pada tahun 2024, BRI berhasil menjaga tingkat Non-Performing Loan (NPL) di bawah ambang batas ideal, yaitu sekitar 2%. Ini membuktikan bahwa meskipun ekonomi sedang dinamis, kualitas kredit tetap bisa dipertahankan dengan strategi yang tepat.

BRI salurkan KUR kepada UMKM

Strategi pengelolaan kredit yang diterapkan oleh BRI tidak hanya berfokus pada jumlah penyaluran, tetapi juga pada cara mengelola risiko agar tidak merugikan pihak bank maupun nasabah. Direktur Utama BRI Sunarso menjelaskan bahwa KUR yang disalurkan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memiliki karakteristik khusus. Dana untuk KUR sepenuhnya berasal dari bank, yang dihimpun melalui tabungan, deposito, dan giro masyarakat. Namun, karena sifatnya yang ditujukan bagi masyarakat yang belum bankable, risiko kredit macet tetap ada.

Untuk mengurangi beban risiko tersebut, BRI membagi proses pengelolaan kredit menjadi tiga tahap utama: front-end, mid-end, dan back-end. Tahap awal (front-end) fokus pada penjangkauan nasabah baru tanpa proses seleksi yang terlalu ketat. Hal ini bertujuan agar lebih banyak pelaku UMKM dapat mengakses kredit tanpa terlalu banyak hambatan administratif. Setelah itu, tahap mid-end dilakukan untuk memastikan kesehatan kredit secara berkala. Jika terjadi kredit macet, maka tahap back-end akan mengambil alih dengan fokus pada penagihan dan recovery rate.

Pengelolaan risiko kredit di BRI

Tingkat NPL sebesar 2% yang dicapai oleh BRI merupakan indikator penting bahwa strategi ini cukup efektif. Menurut Sunarso, angka ini jauh di bawah ambang batas ideal yang biasanya diterima di segmen UMKM, yaitu 3%. Hal ini menunjukkan bahwa BRI telah mampu mengelola risiko dengan baik, bahkan dalam kondisi ekonomi yang tidak stabil. Selain itu, 70% risiko kredit macet ditanggung oleh asuransi, sementara sisanya 30% ditanggung oleh bank. Dengan sistem ini, BRI mampu menjaga portofolio kredit tetap sehat.

KUR BRI mendukung pertumbuhan UMKM

Pentingnya KUR dalam mendukung pertumbuhan UMKM tidak bisa dipandang remeh. UMKM merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia, dan penyaluran kredit yang tepat dapat memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan penyaluran KUR sebesar Rp184,98 triliun, BRI telah menjangkau lebih dari 4 juta debitur UMKM di seluruh wilayah Indonesia. Ini bukan hanya sekadar angka, tetapi juga representasi dari komitmen BRI untuk memperkuat basis ekonomi rakyat.

Selain itu, strategi pengelolaan kredit BRI juga sejalan dengan visi pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Asta Cita Pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mencakup beberapa prioritas, termasuk meningkatkan lapangan kerja berkualitas dan mendorong kewirausahaan. Dengan penyaluran KUR yang luas, BRI berkontribusi langsung dalam mendorong pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan.

BRI sebagai mitra UMKM

Pada akhirnya, keberhasilan BRI dalam menjaga kualitas kredit di tengah ekonomi yang dinamis menunjukkan bahwa perbankan tidak hanya harus fokus pada pertumbuhan, tetapi juga pada keberlanjutan. Dengan strategi yang matang, BRI telah membuktikan bahwa kesehatan portofolio kredit bisa dipertahankan tanpa mengorbankan akses kredit bagi pelaku UMKM. Ini menjadi contoh bagaimana bank dapat berperan aktif dalam membangun perekonomian yang lebih kuat dan adil.

FAQ

Apa itu KUR?

KUR (Kredit Usaha Rakyat) adalah program kredit yang diberikan oleh bank kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan tujuan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi rakyat.

Bagaimana BRI menjaga kualitas kredit?

BRI menjaga kualitas kredit melalui strategi pengelolaan risiko yang terstruktur, termasuk pembagian proses menjadi tiga tahap: front-end, mid-end, dan back-end.

Apa manfaat KUR bagi UMKM?

KUR membantu UMKM mendapatkan akses kredit yang lebih mudah dan murah, sehingga dapat meningkatkan kapasitas produksi dan daya saing mereka di pasar.

Bagaimana NPL dihitung?

Non-Performing Loan (NPL) adalah kredit yang tidak dibayar selama 90 hari atau lebih. Tingkat NPL digunakan sebagai indikator kesehatan portofolio kredit suatu bank.

Apakah BRI memiliki rencana lanjutan untuk KUR?

Ya, BRI terus berkomitmen untuk memperluas akses kredit kepada UMKM dan menjaga kualitas kredit secara berkelanjutan.

Tag:

LaporanBankir #JagaKualitasKredit #EkonomiDinamis #BRI #KUR #UMKM #NPL #PertumbuhanEkonomi #Kewirausahaan #PemerintahIndonesia #BankRakyatIndonesia #PembiayaanUsaha #KreditMacet #AsuransiKredit #RecoveryRate #PemerataanEkonomi #PemberantasanKemiskinan #StrategiPerbankan #PerekonomianRakyat

  • Penulis: radarekonomi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Profil dan Aktivitas PT Sinergi Properti Pratama Terkini

    Profil dan Aktivitas PT Sinergi Properti Pratama Terkini

    • calendar_month Sel, 25 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 329
    • 0Komentar

    PT Sinergi Properti Pratama (SPP) adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang jasa konstruksi, manajemen gedung, serta penyedia tenaga kerja. Didirikan pada tahun 2015, SPP telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir, dengan fokus utama pada proyek-proyek konstruksi umum dan pengelolaan fasilitas gedung untuk instansi pemerintah maupun swasta. Salah satu mitra strategisnya adalah PT PLN […]

  • Peran E-Commerce dalam Mendorong Ekspor Produk UMKM: Strategi dan Manfaat

    Peran E-Commerce dalam Mendorong Ekspor Produk UMKM: Strategi dan Manfaat

    • calendar_month Sel, 4 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 264
    • 0Komentar

    Di tengah era digital yang semakin berkembang, peran e-commerce dalam memperluas pasar bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) semakin menjadi sorotan. Tidak hanya sebagai alat promosi dan pemasaran, e-commerce kini menjadi jembatan penting untuk membuka akses ke pasar internasional. Dalam konteks ini, UMKM tidak lagi bisa mengabaikan digitalisasi, karena hal itu menjadi salah satu […]

  • Waktu Pasar Saham Buka: Informasi Lengkap untuk Investor Pemula

    Waktu Pasar Saham Buka: Informasi Lengkap untuk Investor Pemula

    • calendar_month Sen, 29 Des 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 379
    • 0Komentar

    Pasar saham adalah salah satu bentuk investasi yang semakin diminati oleh masyarakat Indonesia. Namun, bagi investor pemula, memahami jam operasional pasar saham menjadi hal penting agar dapat bertransaksi dengan efektif dan sesuai regulasi. Artikel ini akan membahas secara lengkap mengenai waktu pasar saham buka di Bursa Efek Indonesia (BEI) serta informasi terkait mekanisme perdagangan. Jadwal […]

  • Ekspor Nonmigas September 2025 Tembus US$23,68 Miliar, Ini Rincian dan Analisisnya

    Ekspor Nonmigas September 2025 Tembus US$23,68 Miliar, Ini Rincian dan Analisisnya

    • calendar_month Rab, 12 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 270
    • 0Komentar

    Pertumbuhan ekonomi Indonesia kembali menunjukkan tanda-tanda positif pada bulan September 2025. Nilai ekspor nonmigas yang mencapai US$23,68 miliar menjadi bukti bahwa sektor nonmigas masih menjadi tulang punggung perekonomian nasional. Angka ini naik sebesar 12,79 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, mengalahkan pertumbuhan ekspor migas yang turun hingga 13,61 persen. Kenaikan ekspor nonmigas ini tidak […]

  • Defisit Neraca Migas Menurun Jadi US,64 Miliar, Ini Penyebabnya

    Defisit Neraca Migas Menurun Jadi US$1,64 Miliar, Ini Penyebabnya

    • calendar_month Kam, 13 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 263
    • 0Komentar

    Indonesia terus berupaya memperbaiki kinerja sektor migas yang selama ini menjadi salah satu tantangan utama dalam menjaga keseimbangan neraca perdagangan. Dalam beberapa bulan terakhir, angka defisit neraca migas menunjukkan penurunan signifikan, yaitu turun menjadi US$1,64 miliar. Angka ini menjadi indikasi positif bahwa upaya pemerintah dan pelaku industri migas mulai memberikan dampak nyata. Pengurangan defisit ini […]

  • Terjang Hujan dan Angin, Posbakum Adibrata & Tribun Tipikor Bagikan Ratusan Takjil di Semarang Barat

    Terjang Hujan dan Angin, Posbakum Adibrata & Tribun Tipikor Bagikan Ratusan Takjil di Semarang Barat

    • calendar_month Rab, 4 Mar 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 177
    • 0Komentar

    RadarEkonomi.com, SEMARANG – Semangat berbagi tak luntur meski cuaca tak menentu. Di tengah guyuran hujan deras dan angin kencang yang melanda Kota Semarang pada Rabu sore, 4 Maret 2026, personel Pos Bantuan Hukum (Posbakum) Adibrata bersama Media Tribun Tipikor tetap turun ke jalan untuk menjalankan aksi kemanusiaan. Bertempat di sepanjang Jalan Abdurahman Saleh, Semarang Barat, […]

expand_less