Breaking News
light_mode
Beranda » Keuangan » Laporan Bankir Mengungkap Strategi Jaga Kualitas Kredit di Tengah Ekonomi yang Berubah-ubah

Laporan Bankir Mengungkap Strategi Jaga Kualitas Kredit di Tengah Ekonomi yang Berubah-ubah

  • account_circle radarekonomi
  • calendar_month Jum, 7 Nov 2025
  • visibility 269
  • comment 0 komentar

Di tengah situasi ekonomi yang terus bergerak dan penuh ketidakpastian, para pelaku bisnis dan lembaga keuangan menghadapi tantangan besar dalam menjaga kualitas kredit. Khususnya, perbankan harus mampu menyeimbangkan antara pertumbuhan portofolio kredit dengan pengelolaan risiko yang optimal. Dalam konteks ini, PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) menjadi salah satu contoh yang menarik untuk diteliti, karena telah menunjukkan strategi yang cukup efektif dalam menjaga kualitas kredit UMKM.

Penurunan NPL sebagai Indikator Kinerja

Pada semester I-2025, BRI mencatatkan rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) sebesar 3,23% secara gross dan 0,99% secara net. Angka ini lebih baik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, menunjukkan bahwa bank tersebut berhasil meningkatkan kualitas portofolionya. Hal ini sangat penting, mengingat penurunan NPL dapat memberikan dampak positif terhadap stabilitas keuangan dan daya saing perusahaan.

Menurut Mucharom, Direktur Manajemen Resiko BRI, pengelolaan risiko menjadi fokus utama dalam strategi penyaluran kredit. “Kami menyempurnakan model assessment sehingga kredit model lebih prediktif dan granular,” ujarnya. Ini menunjukkan bahwa BRI tidak hanya memprioritaskan jumlah kredit yang diberikan, tetapi juga memastikan bahwa setiap pinjaman yang disalurkan memiliki potensi untuk dilunasi.

Penguatan Model Assessment dan Monitoring Digital

Salah satu langkah yang dilakukan BRI adalah penguatan model assessment. Model ini dirancang agar lebih prediktif, sehingga mampu membaca risiko dengan lebih akurat. Selain itu, BRI juga memperkuat sistem monitoring digital melalui EWS (Early Warning System), yang membantu dalam mengidentifikasi potensi risiko sejak dini.

“Kami juga menguatkan fungsi remidy dan recovery dari sisi mikro dan konsumer market kami,” tambah Mucharom. Ini menunjukkan bahwa BRI tidak hanya fokus pada pencegahan, tetapi juga pada tindakan pascakegagalan pembayaran, seperti restrukturisasi dan recovery.

Peran UMKM dalam Pertumbuhan Kredit

Dari total kredit yang disalurkan, sebesar 80,32% berasal dari kredit UMKM. Ini menunjukkan bahwa UMKM masih menjadi tulang punggung pertumbuhan kredit di Indonesia. Namun, kondisi ekonomi yang melemah memengaruhi daya beli masyarakat, yang berdampak pada kemampuan UMKM dalam melunasi utang.

Untuk menghadapi hal ini, BRI melakukan pendekatan selektif dalam pemberian kredit. “Kami tekankan untuk tetap menumbuhkan kredit namun selektif dan kita perketat risk acceptance kriterianya,” ujar Sunarso, Direktur Utama BRI. Pendekatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa kredit yang diberikan tidak hanya jumlahnya tinggi, tetapi juga berkualitas.

Restrukturisasi dan Recovery sebagai Solusi

Tidak semua kredit bisa diselamatkan. Ketika kredit sudah jatuh, BRI melakukan restrukturisasi. “Kalau sudah tidak bisa dijaga, tetap jatuh, diapakan? Hal itu di back end yang mengerjakan. Kemudian kita lakukan restrukturisasi, bahkan jika diperlukan kita lakukan early restrukturisasi,” kata Sunarso.

Restrukturisasi ini bisa berupa penjadwalan ulang pembayaran, pengurangan suku bunga, atau pemberian waktu tambahan. Tujuannya adalah agar debitur tetap bisa melanjutkan usahanya tanpa terbebani oleh utang yang berlebihan.

Jika restrukturisasi tidak berhasil, BRI akan melakukan write off atau hapus buku kredit macet. Namun, penagihan tetap dilakukan. “Karena sebenarnya, itu uang kita yang sudah kita cadangkan dan kita tarik balik,” ujar Sunarso.

Pentingnya Edukasi Keuangan

Selain strategi internal bank, edukasi keuangan bagi masyarakat juga menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas kredit. Banyak debitur gagal dalam memenuhi kewajibannya karena kurangnya pemahaman tentang manajemen keuangan dan penggunaan kredit secara bijak.

Oleh karena itu, BRI dan lembaga keuangan lainnya perlu terus berkomitmen dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, terutama UMKM, agar mereka mampu mengelola keuangan dengan lebih baik dan menghindari kredit bermasalah.

Kesimpulan

Strategi yang diterapkan BRI dalam menjaga kualitas kredit di tengah ekonomi yang dinamis menunjukkan bahwa perbankan tidak hanya perlu fokus pada pertumbuhan, tetapi juga pada pengelolaan risiko yang optimal. Dengan pendekatan selektif, penguatan model assessment, dan penerapan teknologi digital, BRI berhasil menjaga kualitas kredit UMKM meskipun situasi ekonomi tidak selalu mendukung.

Namun, tantangan tetap ada. Oleh karena itu, kolaborasi antara lembaga keuangan, pemerintah, dan masyarakat sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan berkelanjutan dalam dunia kredit.

kredit UMKM sebagai tulang punggung pertumbuhan kredit

proses restrukturisasi kredit sebagai solusi kredit bermasalah

pentingnya edukasi keuangan untuk masyarakat

Tagging:

LaporanBankir #KualitasKredit #UMKM #EkonomiDinamis #NPL #BankRakyatIndonesia #ManajemenRisiko #PembiayaanUMKM #StrategiPerbankan #EdukasiKeuangan

  • Penulis: radarekonomi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Injeksi Likuiditas Rp200 Triliun ke Bank BUMN: Strategi Percepatan Kredit yang Harus Diketahui

    Injeksi Likuiditas Rp200 Triliun ke Bank BUMN: Strategi Percepatan Kredit yang Harus Diketahui

    • calendar_month Sel, 11 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 271
    • 0Komentar

    Di tengah tantangan ekonomi yang semakin kompleks, pemerintah Indonesia mengambil langkah strategis dengan menyalurkan dana sebesar Rp200 triliun ke lima bank BUMN. Injeksi likuiditas ini diharapkan menjadi katalis untuk mempercepat penyaluran kredit dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Langkah ini tidak hanya mengejutkan pelaku pasar, tetapi juga menandai perubahan arah kebijakan fiskal yang lebih proaktif. Kebijakan […]

  • Analisis Risiko Kredit di Sektor Properti Pasca Penurunan Suku Bunga

    Analisis Risiko Kredit di Sektor Properti Pasca Penurunan Suku Bunga

    • calendar_month Sab, 15 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 290
    • 0Komentar

    Di tengah dinamika perekonomian Indonesia, penurunan suku bunga acuan oleh Bank Indonesia (BI) menjadi isu yang sangat menarik perhatian masyarakat, khususnya para pelaku bisnis dan pengembang properti. Dengan penurunan suku bunga BI dari 5,75% menjadi 5,25%, berbagai sektor ekonomi mulai melihat peluang baru. Salah satunya adalah sektor properti, yang tidak hanya terpengaruh secara langsung oleh […]

  • Cara Mendapatkan Lowongan Kerja di E-Commerce yang Cocok untuk Pemula

    Cara Mendapatkan Lowongan Kerja di E-Commerce yang Cocok untuk Pemula

    • calendar_month Sel, 13 Jan 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 225
    • 0Komentar

    Slug: cara-mendapatkan-lowongan-kerja-di-e-commerce-yang-cocok-untuk-pemula Pada era digital saat ini, lowongan kerja e-commerce semakin diminati karena pertumbuhan industri online yang pesat. Banyak perusahaan e-commerce mencari tenaga profesional yang mampu mengelola bisnis secara digital, baik dalam pemasaran, pengelolaan produk, maupun layanan pelanggan. Bagi pemula, menemukan posisi yang sesuai bisa menjadi tantangan, namun dengan strategi yang tepat, peluang karier di […]

  • Mengapa Infrastruktur Existing Sangat Penting bagi Pembangunan dan Kehidupan Masyarakat

    • calendar_month Rab, 10 Des 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 270
    • 0Komentar

    Pembangunan suatu negara tidak bisa dipisahkan dari peran penting infrastruktur. Infrastruktur, baik yang baru maupun yang sudah ada, menjadi fondasi utama dalam menjaga kelancaran kehidupan sosial, ekonomi, dan pemerintahan. Dalam konteks Indonesia, mengapa infrastruktur existing sangat penting menjadi pertanyaan krusial yang perlu dijawab dengan pendekatan yang holistik dan berkelanjutan. Infrastruktur existing merujuk pada fasilitas-fasilitas fisik […]

  • Pembangunan Infrastruktur Kini Didominasi Skema Pembiayaan Swasta: Tren dan Dampak Terkini

    Pembangunan Infrastruktur Kini Didominasi Skema Pembiayaan Swasta: Tren dan Dampak Terkini

    • calendar_month Ming, 2 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 281
    • 0Komentar

    Di tengah tantangan ekonomi dan kebutuhan pembangunan yang semakin meningkat, pemerintah Indonesia kini lebih fokus pada pendanaan infrastruktur melalui skema pembiayaan swasta. Hal ini menjadi tren yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir, terutama setelah adanya peningkatan partisipasi sektor swasta dalam berbagai proyek infrastruktur penting. Dalam konteks ini, skema Pembiayaan Investasi Non-Anggaran Pemerintah (PINA) dan Kerja […]

  • Sejarah Perbankan Syariah di Indonesia: Awal Mula dan Perkembangannya

    Sejarah Perbankan Syariah di Indonesia: Awal Mula dan Perkembangannya

    • calendar_month Sen, 10 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 304
    • 0Komentar

    Pada masa lalu, sistem perbankan yang berlandaskan prinsip syariah telah ada jauh sebelum zaman modern. Praktik-praktik keuangan berbasis Islam seperti mudharabah, musharakah, dan qard sudah dikenal sejak era Nabi Muhammad SAW. Namun, perkembangan perbankan syariah secara formal dan terstruktur di Indonesia baru dimulai pada abad ke-20. Dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki […]

expand_less