Breaking News
light_mode
Beranda » Keuangan » Laporan Bankir: Strategi Jaga Kualitas Kredit di Tengah Ekonomi yang Berubah-ubah

Laporan Bankir: Strategi Jaga Kualitas Kredit di Tengah Ekonomi yang Berubah-ubah

  • account_circle radarekonomi
  • calendar_month Kam, 6 Nov 2025
  • visibility 148
  • comment 0 komentar

Dalam dunia bisnis dan keuangan, menjaga kualitas kredit menjadi salah satu tantangan terbesar, terutama ketika menghadapi kondisi ekonomi yang terus berubah. Di tengah situasi ini, bank-bank besar seperti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI (BBRI) menunjukkan strategi yang luar biasa dalam mengelola risiko kredit. Dengan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp184,98 triliun pada tahun 2024, BRI berhasil menjaga tingkat Non-Performing Loan (NPL) di bawah ambang batas ideal, yaitu sekitar 2%. Ini membuktikan bahwa meskipun ekonomi sedang dinamis, kualitas kredit tetap bisa dipertahankan dengan strategi yang tepat.

BRI salurkan KUR kepada UMKM

Strategi pengelolaan kredit yang diterapkan oleh BRI tidak hanya berfokus pada jumlah penyaluran, tetapi juga pada cara mengelola risiko agar tidak merugikan pihak bank maupun nasabah. Direktur Utama BRI Sunarso menjelaskan bahwa KUR yang disalurkan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memiliki karakteristik khusus. Dana untuk KUR sepenuhnya berasal dari bank, yang dihimpun melalui tabungan, deposito, dan giro masyarakat. Namun, karena sifatnya yang ditujukan bagi masyarakat yang belum bankable, risiko kredit macet tetap ada.

Untuk mengurangi beban risiko tersebut, BRI membagi proses pengelolaan kredit menjadi tiga tahap utama: front-end, mid-end, dan back-end. Tahap awal (front-end) fokus pada penjangkauan nasabah baru tanpa proses seleksi yang terlalu ketat. Hal ini bertujuan agar lebih banyak pelaku UMKM dapat mengakses kredit tanpa terlalu banyak hambatan administratif. Setelah itu, tahap mid-end dilakukan untuk memastikan kesehatan kredit secara berkala. Jika terjadi kredit macet, maka tahap back-end akan mengambil alih dengan fokus pada penagihan dan recovery rate.

Pengelolaan risiko kredit di BRI

Tingkat NPL sebesar 2% yang dicapai oleh BRI merupakan indikator penting bahwa strategi ini cukup efektif. Menurut Sunarso, angka ini jauh di bawah ambang batas ideal yang biasanya diterima di segmen UMKM, yaitu 3%. Hal ini menunjukkan bahwa BRI telah mampu mengelola risiko dengan baik, bahkan dalam kondisi ekonomi yang tidak stabil. Selain itu, 70% risiko kredit macet ditanggung oleh asuransi, sementara sisanya 30% ditanggung oleh bank. Dengan sistem ini, BRI mampu menjaga portofolio kredit tetap sehat.

KUR BRI mendukung pertumbuhan UMKM

Pentingnya KUR dalam mendukung pertumbuhan UMKM tidak bisa dipandang remeh. UMKM merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia, dan penyaluran kredit yang tepat dapat memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan penyaluran KUR sebesar Rp184,98 triliun, BRI telah menjangkau lebih dari 4 juta debitur UMKM di seluruh wilayah Indonesia. Ini bukan hanya sekadar angka, tetapi juga representasi dari komitmen BRI untuk memperkuat basis ekonomi rakyat.

Selain itu, strategi pengelolaan kredit BRI juga sejalan dengan visi pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Asta Cita Pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mencakup beberapa prioritas, termasuk meningkatkan lapangan kerja berkualitas dan mendorong kewirausahaan. Dengan penyaluran KUR yang luas, BRI berkontribusi langsung dalam mendorong pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan.

BRI sebagai mitra UMKM

Pada akhirnya, keberhasilan BRI dalam menjaga kualitas kredit di tengah ekonomi yang dinamis menunjukkan bahwa perbankan tidak hanya harus fokus pada pertumbuhan, tetapi juga pada keberlanjutan. Dengan strategi yang matang, BRI telah membuktikan bahwa kesehatan portofolio kredit bisa dipertahankan tanpa mengorbankan akses kredit bagi pelaku UMKM. Ini menjadi contoh bagaimana bank dapat berperan aktif dalam membangun perekonomian yang lebih kuat dan adil.

FAQ

Apa itu KUR?

KUR (Kredit Usaha Rakyat) adalah program kredit yang diberikan oleh bank kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan tujuan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi rakyat.

Bagaimana BRI menjaga kualitas kredit?

BRI menjaga kualitas kredit melalui strategi pengelolaan risiko yang terstruktur, termasuk pembagian proses menjadi tiga tahap: front-end, mid-end, dan back-end.

Apa manfaat KUR bagi UMKM?

KUR membantu UMKM mendapatkan akses kredit yang lebih mudah dan murah, sehingga dapat meningkatkan kapasitas produksi dan daya saing mereka di pasar.

Bagaimana NPL dihitung?

Non-Performing Loan (NPL) adalah kredit yang tidak dibayar selama 90 hari atau lebih. Tingkat NPL digunakan sebagai indikator kesehatan portofolio kredit suatu bank.

Apakah BRI memiliki rencana lanjutan untuk KUR?

Ya, BRI terus berkomitmen untuk memperluas akses kredit kepada UMKM dan menjaga kualitas kredit secara berkelanjutan.

Tag:

LaporanBankir #JagaKualitasKredit #EkonomiDinamis #BRI #KUR #UMKM #NPL #PertumbuhanEkonomi #Kewirausahaan #PemerintahIndonesia #BankRakyatIndonesia #PembiayaanUsaha #KreditMacet #AsuransiKredit #RecoveryRate #PemerataanEkonomi #PemberantasanKemiskinan #StrategiPerbankan #PerekonomianRakyat

  • Penulis: radarekonomi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • UMKM Menghadapi Kebutuhan Mendesak untuk Adopsi Digital dan Pembiayaan

    UMKM Menghadapi Kebutuhan Mendesak untuk Adopsi Digital dan Pembiayaan

    • calendar_month Sab, 1 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 145
    • 0Komentar

    UMKM Menghadapi Kebutuhan Mendesak untuk Adopsi Digital dan Pembiayaan Di tengah arus perubahan yang pesat, UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) di Indonesia kini menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Perkembangan teknologi digital yang pesat telah mengubah cara masyarakat bertransaksi, berkomunikasi, bahkan memilih produk atau jasa yang ingin mereka beli. Di tengah situasi ini, UMKM tidak […]

  • Likuiditas Bank: Apakah Cukup untuk Menghadapi Kebutuhan Akhir Tahun?

    Likuiditas Bank: Apakah Cukup untuk Menghadapi Kebutuhan Akhir Tahun?

    • calendar_month Jum, 7 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 151
    • 0Komentar

    Pada masa libur panjang akhir tahun, likuiditas perbankan menjadi salah satu aspek penting yang harus diperhatikan. Di tengah lonjakan transaksi dan permintaan uang tunai dari masyarakat, bank-bank di Indonesia berupaya memastikan kesiapan mereka dalam memberikan layanan yang optimal. Salah satu contohnya adalah PT Bank Syariah Indonesia (BSI) yang telah menyiapkan dana tunai sebesar Rp12,2 triliun […]

  • Mengapa Jepang Menerapkan Kebijakan Ekonomi Perang? Analisis Sejarah dan Dampaknya

    Mengapa Jepang Menerapkan Kebijakan Ekonomi Perang? Analisis Sejarah dan Dampaknya

    • calendar_month Rab, 10 Des 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 228
    • 0Komentar

    Pada masa Perang Dunia II, Jepang menerapkan kebijakan ekonomi perang sebagai bagian dari strategi pemerintahannya untuk memperkuat posisi militer dan ekonomi negara. Kebijakan ini tidak hanya bertujuan untuk mendukung operasi militer, tetapi juga untuk mengontrol sumber daya alam dan meningkatkan produksi barang yang diperlukan dalam perang. Meskipun kebijakan ini terlihat seperti tindakan eksploitatif, ia memiliki […]

  • Cara Meminjam Uang di Kredivo dengan Mudah dan Cepat

    Cara Meminjam Uang di Kredivo dengan Mudah dan Cepat

    • calendar_month Jum, 9 Jan 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Di tengah perkembangan teknologi keuangan yang pesat, aplikasi fintech seperti Kredivo semakin menjadi solusi praktis bagi masyarakat yang membutuhkan dana darurat atau pendanaan untuk kebutuhan pribadi. Salah satu layanan terpopuler dari Kredivo adalah kemampuan untuk meminjam uang secara cepat dan mudah. Jika kamu masih bingung bagaimana cara meminjam uang di Kredivo, berikut panduan lengkapnya. Langkah-Langkah […]

  • Industri Meminta Kepastian Kebijakan Energi dan Logistik untuk Meningkatkan Efisiensi

    Industri Meminta Kepastian Kebijakan Energi dan Logistik untuk Meningkatkan Efisiensi

    • calendar_month Sel, 11 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 148
    • 0Komentar

    Industri Meminta Kepastian Kebijakan Energi dan Logistik untuk Meningkatkan Efisiensi Dalam dunia bisnis yang dinamis, kepastian kebijakan menjadi salah satu faktor kunci yang memengaruhi efisiensi operasional dan pertumbuhan perusahaan. Di Indonesia, sektor industri terus menghadapi tantangan dalam menjalankan aktivitasnya karena ketidakjelasan regulasi energi dan logistik. Tuntutan dari pelaku usaha terhadap kebijakan yang lebih stabil dan […]

  • Beras SPHP Melimpah Tapi Harga Masih Goyang? Ini Penjelasan Bulog

    Beras SPHP Melimpah Tapi Harga Masih Goyang? Ini Penjelasan Bulog

    • calendar_month Kam, 26 Mar 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 50
    • 0Komentar

    Di tengah wacana impor beras yang sempat menggemparkan masyarakat, harga beras di berbagai daerah masih terlihat fluktuatif. Meski stok beras dalam negeri melimpah, khususnya beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang telah didistribusikan, harga di pasar tradisional belum sepenuhnya stabil. Hal ini menimbulkan pertanyaan, apakah kebijakan pemerintah untuk menyediakan beras SPHP cukup efektif? Berdasarkan […]

expand_less