Breaking News
light_mode
Beranda » Keuangan » Laporan Bankir: Strategi Jaga Kualitas Kredit di Tengah Ekonomi yang Berubah-ubah

Laporan Bankir: Strategi Jaga Kualitas Kredit di Tengah Ekonomi yang Berubah-ubah

  • account_circle radarekonomi
  • calendar_month Kam, 6 Nov 2025
  • visibility 412
  • comment 0 komentar

Dalam dunia bisnis dan keuangan, menjaga kualitas kredit menjadi salah satu tantangan terbesar, terutama ketika menghadapi kondisi ekonomi yang terus berubah. Di tengah situasi ini, bank-bank besar seperti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI (BBRI) menunjukkan strategi yang luar biasa dalam mengelola risiko kredit. Dengan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp184,98 triliun pada tahun 2024, BRI berhasil menjaga tingkat Non-Performing Loan (NPL) di bawah ambang batas ideal, yaitu sekitar 2%. Ini membuktikan bahwa meskipun ekonomi sedang dinamis, kualitas kredit tetap bisa dipertahankan dengan strategi yang tepat.

BRI salurkan KUR kepada UMKM

Strategi pengelolaan kredit yang diterapkan oleh BRI tidak hanya berfokus pada jumlah penyaluran, tetapi juga pada cara mengelola risiko agar tidak merugikan pihak bank maupun nasabah. Direktur Utama BRI Sunarso menjelaskan bahwa KUR yang disalurkan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memiliki karakteristik khusus. Dana untuk KUR sepenuhnya berasal dari bank, yang dihimpun melalui tabungan, deposito, dan giro masyarakat. Namun, karena sifatnya yang ditujukan bagi masyarakat yang belum bankable, risiko kredit macet tetap ada.

Untuk mengurangi beban risiko tersebut, BRI membagi proses pengelolaan kredit menjadi tiga tahap utama: front-end, mid-end, dan back-end. Tahap awal (front-end) fokus pada penjangkauan nasabah baru tanpa proses seleksi yang terlalu ketat. Hal ini bertujuan agar lebih banyak pelaku UMKM dapat mengakses kredit tanpa terlalu banyak hambatan administratif. Setelah itu, tahap mid-end dilakukan untuk memastikan kesehatan kredit secara berkala. Jika terjadi kredit macet, maka tahap back-end akan mengambil alih dengan fokus pada penagihan dan recovery rate.

Pengelolaan risiko kredit di BRI

Tingkat NPL sebesar 2% yang dicapai oleh BRI merupakan indikator penting bahwa strategi ini cukup efektif. Menurut Sunarso, angka ini jauh di bawah ambang batas ideal yang biasanya diterima di segmen UMKM, yaitu 3%. Hal ini menunjukkan bahwa BRI telah mampu mengelola risiko dengan baik, bahkan dalam kondisi ekonomi yang tidak stabil. Selain itu, 70% risiko kredit macet ditanggung oleh asuransi, sementara sisanya 30% ditanggung oleh bank. Dengan sistem ini, BRI mampu menjaga portofolio kredit tetap sehat.

KUR BRI mendukung pertumbuhan UMKM

Pentingnya KUR dalam mendukung pertumbuhan UMKM tidak bisa dipandang remeh. UMKM merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia, dan penyaluran kredit yang tepat dapat memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan penyaluran KUR sebesar Rp184,98 triliun, BRI telah menjangkau lebih dari 4 juta debitur UMKM di seluruh wilayah Indonesia. Ini bukan hanya sekadar angka, tetapi juga representasi dari komitmen BRI untuk memperkuat basis ekonomi rakyat.

Selain itu, strategi pengelolaan kredit BRI juga sejalan dengan visi pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Asta Cita Pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mencakup beberapa prioritas, termasuk meningkatkan lapangan kerja berkualitas dan mendorong kewirausahaan. Dengan penyaluran KUR yang luas, BRI berkontribusi langsung dalam mendorong pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan.

BRI sebagai mitra UMKM

Pada akhirnya, keberhasilan BRI dalam menjaga kualitas kredit di tengah ekonomi yang dinamis menunjukkan bahwa perbankan tidak hanya harus fokus pada pertumbuhan, tetapi juga pada keberlanjutan. Dengan strategi yang matang, BRI telah membuktikan bahwa kesehatan portofolio kredit bisa dipertahankan tanpa mengorbankan akses kredit bagi pelaku UMKM. Ini menjadi contoh bagaimana bank dapat berperan aktif dalam membangun perekonomian yang lebih kuat dan adil.

FAQ

Apa itu KUR?

KUR (Kredit Usaha Rakyat) adalah program kredit yang diberikan oleh bank kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan tujuan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi rakyat.

Bagaimana BRI menjaga kualitas kredit?

BRI menjaga kualitas kredit melalui strategi pengelolaan risiko yang terstruktur, termasuk pembagian proses menjadi tiga tahap: front-end, mid-end, dan back-end.

Apa manfaat KUR bagi UMKM?

KUR membantu UMKM mendapatkan akses kredit yang lebih mudah dan murah, sehingga dapat meningkatkan kapasitas produksi dan daya saing mereka di pasar.

Bagaimana NPL dihitung?

Non-Performing Loan (NPL) adalah kredit yang tidak dibayar selama 90 hari atau lebih. Tingkat NPL digunakan sebagai indikator kesehatan portofolio kredit suatu bank.

Apakah BRI memiliki rencana lanjutan untuk KUR?

Ya, BRI terus berkomitmen untuk memperluas akses kredit kepada UMKM dan menjaga kualitas kredit secara berkelanjutan.

Tag:

LaporanBankir #JagaKualitasKredit #EkonomiDinamis #BRI #KUR #UMKM #NPL #PertumbuhanEkonomi #Kewirausahaan #PemerintahIndonesia #BankRakyatIndonesia #PembiayaanUsaha #KreditMacet #AsuransiKredit #RecoveryRate #PemerataanEkonomi #PemberantasanKemiskinan #StrategiPerbankan #PerekonomianRakyat

  • Penulis: radarekonomi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pelaku Usaha Pembibitan Klarifikasi Soal Perkara Yang Dialami, Herizal Hormati Proses Hukum

    Pelaku Usaha Pembibitan Klarifikasi Soal Perkara Yang Dialami, Herizal Hormati Proses Hukum

    • calendar_month Sab, 3 Okt 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 60
    • 0Komentar

    Radarekonomi.com, Bireuen – Pengusaha pembibitan benur, Herizal menyampaikan klarifikasi sekaligus permohonan maaf secara terbuka ke publik terkait kasus yang dialaminya yang saat ini sedang bergulir di Polres Bireuen. Klarifikasi itu disampaikan oleh istri Herizal mewakili pihak keluarga. “Saya istri sekaligus mewakili pihak keluarga Herizal menyampaikan klarifikasi atas pemberitaan yang beredar mengenai perkara yang dialami Herizal […]

  • Upacara HUT ke-81 RI di PTPN I Regional 1 Berlangsung Khidmat

    Upacara HUT ke-81 RI di PTPN I Regional 1 Berlangsung Khidmat

    • calendar_month Sen, 17 Agu 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Redarekonomi.com, Tanjung Morawa – PT Perkebunan Nusantara I (Persero) Regional 1 menggelar upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026), di halaman Kantor Regional 1. Peringatan tahun ini mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”. Tema tersebut menjadi semangat dalam memperingati momentum kemerdekaan sekaligus mengajak seluruh insan perusahaan […]

  • Stabilitas Ekonomi Mendorong Investor Domestik Percaya Diri di Pasar Saham

    Stabilitas Ekonomi Mendorong Investor Domestik Percaya Diri di Pasar Saham

    • calendar_month Ming, 2 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 462
    • 0Komentar

    Stabilitas Ekonomi Mendorong Investor Domestik Percaya Diri di Pasar Saham Di tengah dinamika pasar keuangan yang seringkali penuh ketidakpastian, stabilitas ekonomi menjadi faktor kunci yang memengaruhi kepercayaan investor. Di Indonesia, khususnya dalam konteks pasar saham, kondisi ekonomi yang stabil tidak hanya memberikan rasa aman bagi pelaku bisnis tetapi juga mendorong para investor domestik untuk lebih […]

  • “NKRI: Negara Kepolisian Republik Indonesia?”

    “NKRI: Negara Kepolisian Republik Indonesia?”

    • calendar_month Sen, 1 Jun 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 330
    • 0Komentar

    Radaeekonomi.com, Jakarta – Diskusi publik bertajuk “NKRI: Negara Kepolisian Republik Indonesia?” mengangkat berbagai pandangan mengenai posisi dan peran Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dalam sistem ketatanegaraan Indonesia pascareformasi. Dalam diskusi tersebut, salah satu anggota Komisi Reformasi Polri menjelaskan bahwa tim yang dibentuk Presiden bertugas menghimpun masukan dari berbagai pihak, baik dari internal Polri, kementerian, lembaga negara, […]

  • Kinerja Perusahaan Pembiayaan Non-Bank Tetap Sehat: Tren dan Analisis Terkini

    Kinerja Perusahaan Pembiayaan Non-Bank Tetap Sehat: Tren dan Analisis Terkini

    • calendar_month Jum, 7 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 414
    • 0Komentar

    Di tengah dinamika perekonomian yang terus berkembang, kinerja perusahaan pembiayaan non-bank di Indonesia tetap menunjukkan kestabilan. Meski menghadapi berbagai tantangan, seperti penurunan pertumbuhan piutang dan perlambatan ekonomi, sejumlah indikator menunjukkan bahwa industri ini masih mampu bertahan dengan kondisi yang relatif sehat. Dengan data terbaru dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kita dapat melihat bagaimana sektor pembiayaan […]

  • Perbedaan Saham dan Obligasi dalam Pasar Modal

    Perbedaan Saham dan Obligasi dalam Pasar Modal

    • calendar_month Jum, 12 Des 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 415
    • 0Komentar

    Perbedaan Saham dan Obligasi dalam Pasar Modal: Pemahaman Dasar untuk Investor Investasi menjadi salah satu cara penting untuk membangun masa depan finansial yang lebih baik. Di pasar modal, dua instrumen paling umum yang sering dipilih oleh investor adalah saham dan obligasi. Meski keduanya termasuk dalam instrumen pasar modal, ternyata memiliki perbedaan mendasar yang perlu diketahui […]

expand_less