Breaking News
light_mode
Beranda » Keuangan » Laporan Bankir: Strategi Jaga Kualitas Kredit di Tengah Ekonomi yang Berubah-ubah

Laporan Bankir: Strategi Jaga Kualitas Kredit di Tengah Ekonomi yang Berubah-ubah

  • account_circle radarekonomi
  • calendar_month Kam, 6 Nov 2025
  • visibility 270
  • comment 0 komentar

Dalam dunia bisnis dan keuangan, menjaga kualitas kredit menjadi salah satu tantangan terbesar, terutama ketika menghadapi kondisi ekonomi yang terus berubah. Di tengah situasi ini, bank-bank besar seperti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI (BBRI) menunjukkan strategi yang luar biasa dalam mengelola risiko kredit. Dengan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp184,98 triliun pada tahun 2024, BRI berhasil menjaga tingkat Non-Performing Loan (NPL) di bawah ambang batas ideal, yaitu sekitar 2%. Ini membuktikan bahwa meskipun ekonomi sedang dinamis, kualitas kredit tetap bisa dipertahankan dengan strategi yang tepat.

BRI salurkan KUR kepada UMKM

Strategi pengelolaan kredit yang diterapkan oleh BRI tidak hanya berfokus pada jumlah penyaluran, tetapi juga pada cara mengelola risiko agar tidak merugikan pihak bank maupun nasabah. Direktur Utama BRI Sunarso menjelaskan bahwa KUR yang disalurkan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memiliki karakteristik khusus. Dana untuk KUR sepenuhnya berasal dari bank, yang dihimpun melalui tabungan, deposito, dan giro masyarakat. Namun, karena sifatnya yang ditujukan bagi masyarakat yang belum bankable, risiko kredit macet tetap ada.

Untuk mengurangi beban risiko tersebut, BRI membagi proses pengelolaan kredit menjadi tiga tahap utama: front-end, mid-end, dan back-end. Tahap awal (front-end) fokus pada penjangkauan nasabah baru tanpa proses seleksi yang terlalu ketat. Hal ini bertujuan agar lebih banyak pelaku UMKM dapat mengakses kredit tanpa terlalu banyak hambatan administratif. Setelah itu, tahap mid-end dilakukan untuk memastikan kesehatan kredit secara berkala. Jika terjadi kredit macet, maka tahap back-end akan mengambil alih dengan fokus pada penagihan dan recovery rate.

Pengelolaan risiko kredit di BRI

Tingkat NPL sebesar 2% yang dicapai oleh BRI merupakan indikator penting bahwa strategi ini cukup efektif. Menurut Sunarso, angka ini jauh di bawah ambang batas ideal yang biasanya diterima di segmen UMKM, yaitu 3%. Hal ini menunjukkan bahwa BRI telah mampu mengelola risiko dengan baik, bahkan dalam kondisi ekonomi yang tidak stabil. Selain itu, 70% risiko kredit macet ditanggung oleh asuransi, sementara sisanya 30% ditanggung oleh bank. Dengan sistem ini, BRI mampu menjaga portofolio kredit tetap sehat.

KUR BRI mendukung pertumbuhan UMKM

Pentingnya KUR dalam mendukung pertumbuhan UMKM tidak bisa dipandang remeh. UMKM merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia, dan penyaluran kredit yang tepat dapat memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan penyaluran KUR sebesar Rp184,98 triliun, BRI telah menjangkau lebih dari 4 juta debitur UMKM di seluruh wilayah Indonesia. Ini bukan hanya sekadar angka, tetapi juga representasi dari komitmen BRI untuk memperkuat basis ekonomi rakyat.

Selain itu, strategi pengelolaan kredit BRI juga sejalan dengan visi pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Asta Cita Pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mencakup beberapa prioritas, termasuk meningkatkan lapangan kerja berkualitas dan mendorong kewirausahaan. Dengan penyaluran KUR yang luas, BRI berkontribusi langsung dalam mendorong pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan.

BRI sebagai mitra UMKM

Pada akhirnya, keberhasilan BRI dalam menjaga kualitas kredit di tengah ekonomi yang dinamis menunjukkan bahwa perbankan tidak hanya harus fokus pada pertumbuhan, tetapi juga pada keberlanjutan. Dengan strategi yang matang, BRI telah membuktikan bahwa kesehatan portofolio kredit bisa dipertahankan tanpa mengorbankan akses kredit bagi pelaku UMKM. Ini menjadi contoh bagaimana bank dapat berperan aktif dalam membangun perekonomian yang lebih kuat dan adil.

FAQ

Apa itu KUR?

KUR (Kredit Usaha Rakyat) adalah program kredit yang diberikan oleh bank kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan tujuan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi rakyat.

Bagaimana BRI menjaga kualitas kredit?

BRI menjaga kualitas kredit melalui strategi pengelolaan risiko yang terstruktur, termasuk pembagian proses menjadi tiga tahap: front-end, mid-end, dan back-end.

Apa manfaat KUR bagi UMKM?

KUR membantu UMKM mendapatkan akses kredit yang lebih mudah dan murah, sehingga dapat meningkatkan kapasitas produksi dan daya saing mereka di pasar.

Bagaimana NPL dihitung?

Non-Performing Loan (NPL) adalah kredit yang tidak dibayar selama 90 hari atau lebih. Tingkat NPL digunakan sebagai indikator kesehatan portofolio kredit suatu bank.

Apakah BRI memiliki rencana lanjutan untuk KUR?

Ya, BRI terus berkomitmen untuk memperluas akses kredit kepada UMKM dan menjaga kualitas kredit secara berkelanjutan.

Tag:

LaporanBankir #JagaKualitasKredit #EkonomiDinamis #BRI #KUR #UMKM #NPL #PertumbuhanEkonomi #Kewirausahaan #PemerintahIndonesia #BankRakyatIndonesia #PembiayaanUsaha #KreditMacet #AsuransiKredit #RecoveryRate #PemerataanEkonomi #PemberantasanKemiskinan #StrategiPerbankan #PerekonomianRakyat

  • Penulis: radarekonomi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Profil dan Peran PT Wijaya Karya Industri Energi dalam Pembangunan Infrastruktur Energi di Indonesia

    Profil dan Peran PT Wijaya Karya Industri Energi dalam Pembangunan Infrastruktur Energi di Indonesia

    • calendar_month Sen, 24 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 383
    • 0Komentar

    Slug: profil-dan-peran-pt-wijaya-karya-industri-energi-dalam-pembangunan-infrastruktur-energi-di-indonesia Di tengah tuntutan masyarakat akan penggunaan energi yang lebih efisien dan ramah lingkungan, PT Wijaya Karya Industri Energi (WINNER) muncul sebagai salah satu pelaku utama dalam pembangunan infrastruktur energi di Indonesia. Sebagai anak usaha dari PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, WINNER tidak hanya fokus pada sektor konstruksi, tetapi juga mengembangkan solusi inovatif untuk […]

  • Cara Mengajukan Link BRI UMKM 2021 dan Persyaratan yang Dibutuhkan

    Cara Mengajukan Link BRI UMKM 2021 dan Persyaratan yang Dibutuhkan

    • calendar_month Jum, 16 Jan 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 227
    • 0Komentar

    Pandemi Covid-19 telah mengubah cara berbisnis di Indonesia, terutama bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Untuk membantu mereka tetap bertahan, pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM memberikan bantuan dana dalam bentuk Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) atau dikenal juga sebagai BLT UMKM. Salah satu cara untuk mengajukan bantuan ini adalah melalui link BRI […]

  • Nomor WA Pinjaman Uang Terpercaya dan Aman Tahun Ini

    Nomor WA Pinjaman Uang Terpercaya dan Aman Tahun Ini

    • calendar_month Kam, 27 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 305
    • 0Komentar

    Di tengah perkembangan teknologi yang pesat, banyak masyarakat Indonesia kini lebih memilih menggunakan layanan keuangan melalui media digital seperti WhatsApp (WA) untuk memudahkan akses informasi dan transaksi. Salah satu yang semakin diminati adalah nomor WA pinjaman uang, terutama dari layanan bank keliling atau koperasi simpan pinjam yang menyediakan layanan keuangan kepada masyarakat di daerah-daerah yang […]

  • Indonesia Menjadi Peringkat Tiga Besar Tujuan Investasi Nonmigas Asia Tenggara: Analisis Terkini

    Indonesia Menjadi Peringkat Tiga Besar Tujuan Investasi Nonmigas Asia Tenggara: Analisis Terkini

    • calendar_month Sel, 11 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 263
    • 0Komentar

    Indonesia terus menunjukkan perkembangan pesat dalam sektor investasi nonmigas, khususnya di tengah dinamika perekonomian global yang semakin kompetitif. Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia telah menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan investasi terbaik di kawasan Asia Tenggara. Pada periode Januari hingga September 2025, nilai ekspor nonmigas mencapai 199,77 miliar dolar AS, meningkat sebesar 9,57 persen dibandingkan […]

  • Ketentuan Insentif PPh 21 DTP untuk Sektor Padat Karya: Panduan Terbaru

    Ketentuan Insentif PPh 21 DTP untuk Sektor Padat Karya: Panduan Terbaru

    • calendar_month Sab, 8 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 266
    • 0Komentar

    Pemerintah Indonesia kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi melalui kebijakan yang berpihak pada masyarakat dan pelaku usaha. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah pemberian insentif pajak penghasilan (PPh) Pasal 21 Ditanggung Pemerintah (DTP) bagi karyawan di sektor padat karya. Kebijakan ini resmi diberlakukan mulai Januari 2025, dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 10/2025 […]

  • Sekolah Tinggi Pariwisata AMPTA Yogyakarta kampus utama

    Sekolah Tinggi Pariwisata AMPTA Yogyakarta kampus utama

    • calendar_month Sen, 10 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 267
    • 0Komentar

    Informasi Lengkap tentang Sekolah Tinggi Pariwisata AMPTA Yogyakarta Sekolah Tinggi Pariwisata AMPTA Yogyakarta, atau yang dikenal dengan STP AMPTA, merupakan salah satu institusi pendidikan unggulan di bidang pariwisata dan perhotelan. Berdiri sejak 13 Januari 1987, AMPTA telah menjadi pilihan utama bagi calon mahasiswa yang ingin menempuh studi di bidang ini. Dengan lokasi strategis di kawasan […]

expand_less