Breaking News
light_mode
Beranda » Umum » Pengguna E-Commerce di Indonesia: Tren dan Statistik Terkini

Pengguna E-Commerce di Indonesia: Tren dan Statistik Terkini

  • account_circle radarekonomi
  • calendar_month Sab, 20 Des 2025
  • visibility 707
  • comment 0 komentar

Di tengah tantangan ekonomi yang terus berubah, pengguna e-commerce di Indonesia tetap menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Dengan semakin banyaknya masyarakat yang memilih belanja online, industri ini menjadi salah satu sektor paling dinamis dalam perekonomian nasional. Tren ini tidak hanya mencerminkan perubahan perilaku konsumen, tetapi juga menandai transformasi digital yang pesat di Tanah Air.

Menurut laporan Mandiri Institute, nilai transaksi e-commerce di Indonesia kembali menguat pada tahun 2024 setelah sempat melemah pada 2023. Peningkatan ini menunjukkan bahwa minat penggunaan e-commerce semakin meningkat, bahkan di tengah kondisi pasar yang tidak stabil. Kemudahan akses, efisiensi waktu, serta promo menarik yang ditawarkan menjadikan e-commerce sebagai pilihan utama bagi masyarakat.

Dari data historis, nilai transaksi e-commerce di Indonesia telah berkembang secara signifikan sejak 2017. Pada tahun tersebut, nilai transaksi hanya sebesar Rp42 triliun, namun angka ini melonjak tajam menjadi Rp106 triliun pada 2018, dan terus meningkat hingga mencapai Rp401 triliun pada 2021. Meski terjadi penurunan 4,7% pada 2023, nilai transaksi kembali naik 7,3% pada 2024 menjadi Rp487 triliun.

Pertumbuhan pengguna e-commerce di Indonesia dari tahun ke tahun

Berdasarkan data PDSI Kemendag, jumlah pengguna e-commerce di Indonesia telah bertambah 69% selama lima tahun terakhir, dari 38 juta pengguna pada 2020 menjadi 65 juta pada 2024. Proyeksi menunjukkan bahwa jumlah ini akan terus meningkat hingga mencapai 99 juta pengguna pada 2029. Angka ini menunjukkan bahwa e-commerce tidak hanya menjadi tren sementara, tetapi juga bagian penting dari kehidupan sehari-hari masyarakat.

Indonesia juga menjadi negara dengan nilai penjualan e-commerce terbesar di Asia Tenggara pada 2024. Berdasarkan proyeksi Cube Asia, nilai total penjualan neto (net merchandise value) mencapai US$64 miliar, atau sekitar 42,6% dari total nilai penjualan e-commerce di ASEAN. Thailand dan Filipina masing-masing mencatatkan US$24 miliar dan US$19 miliar, menunjukkan bahwa Indonesia masih unggul dalam skala regional.

Selain itu, laporan e-Conomy SEA 2025 menyebutkan bahwa nilai Gross Merchandise Value (GMV) sektor e-commerce diperkirakan mencapai 71 miliar dollar AS (sekitar Rp 1.187 triliun) pada 2025, meningkat 14 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Salah satu faktor utama yang mendorong pertumbuhan ini adalah pertumbuhan video commerce, yang kini menjadi mesin utama dalam mengakselerasi aktivitas belanja online.

Video commerce sebagai tren baru dalam e-commerce

Video commerce, yang merupakan konten video yang digunakan untuk mempromosikan dan menjual produk secara online, telah memberikan dampak besar pada industri e-commerce. Volume transaksi video commerce melonjak hingga 90 persen dari tahun ke tahun, sementara waktu yang dihabiskan konsumen untuk menonton video belanja meningkat lebih dari 400 persen. Hal ini menunjukkan bahwa visualisasi dan demonstrasi produk secara langsung sangat diminati oleh konsumen.

Tidak hanya itu, sektor digital lain seperti transportasi dan layanan pesan antar makanan, online travel, media online, serta layanan keuangan digital juga ikut tumbuh. Pertumbuhan rata-rata sebesar 13 persen dari tahun ke tahun menunjukkan bahwa ekosistem digital Indonesia semakin kuat dan beragam.

Namun, meskipun pertumbuhan e-commerce terlihat positif, industri ini masih menghadapi tantangan. Minimnya pemahaman UMKM terhadap pemasaran digital, serta ketidakmerataan infrastruktur logistik dan pembayaran digital, terutama di luar Pulau Jawa, menjadi hambatan utama. Oleh karena itu, kolaborasi antara pelaku bisnis, pemerintah, dan regulator menjadi kunci untuk menciptakan ekosistem yang sehat dan berkelanjutan.

Pengguna e-commerce di Indonesia terus meningkat, dan tren ini menunjukkan bahwa industri ini tidak hanya menjadi pilihan belanja, tetapi juga bagian dari transformasi ekonomi digital yang sedang berlangsung. Dengan inovasi dan adaptasi yang cepat, e-commerce di Indonesia memiliki potensi besar untuk terus berkembang dan menjadi tulang punggung perekonomian nasional.

  • Penulis: radarekonomi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sekolah Tinggi Pariwisata AMPTA Yogyakarta kampus utama

    Sekolah Tinggi Pariwisata AMPTA Yogyakarta kampus utama

    • calendar_month Sen, 10 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 267
    • 0Komentar

    Informasi Lengkap tentang Sekolah Tinggi Pariwisata AMPTA Yogyakarta Sekolah Tinggi Pariwisata AMPTA Yogyakarta, atau yang dikenal dengan STP AMPTA, merupakan salah satu institusi pendidikan unggulan di bidang pariwisata dan perhotelan. Berdiri sejak 13 Januari 1987, AMPTA telah menjadi pilihan utama bagi calon mahasiswa yang ingin menempuh studi di bidang ini. Dengan lokasi strategis di kawasan […]

  • Setelah 8 Tahun, Iuran Kalibata City Akhirnya Naik

    Setelah 8 Tahun, Iuran Kalibata City Akhirnya Naik

    • calendar_month Sen, 4 Mei 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 235
    • 0Komentar

    Radarekonomi.com, Jakarta – Iuran Pengelolaan Lingkungan Apartemen Kalibata City Jakarta naik. Bagi sebagian besar penghuni, ini bukan kejutan, dan bukan masalah. Delapan tahun tanpa penyesuaian, gedung yang kini hampir dua dekade usianya membutuhkan biaya perawatan yang tidak bisa terus ditekan. Suhadi tinggal di tower Cendana sejak 2011. Lebih dari satu dekade ia menyaksikan apartemen ini […]

  • Fokus Pemerintah Memperkuat Kompetensi Tenaga Kerja untuk Mendukung Hilirisasi Industri

    Fokus Pemerintah Memperkuat Kompetensi Tenaga Kerja untuk Mendukung Hilirisasi Industri

    • calendar_month Rab, 12 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 258
    • 0Komentar

    Di tengah tuntutan ekonomi yang semakin dinamis, pemerintah Indonesia kini lebih fokus pada upaya memperkuat kompetensi tenaga kerja sesuai dengan kebutuhan hilirisasi. Ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan daya saing sektor industri nasional dan memastikan bahwa SDM (Sumber Daya Manusia) dapat mengikuti perkembangan teknologi serta standar global. Hilirisasi, yang merupakan proses pengolahan bahan mentah menjadi […]

  • Tekan Angka Kecelakaan, Jasa Raharja DKI Bersama Satlantas Jakut dan RS Hermina Gelar Safety Campaign di Cilincing

    Tekan Angka Kecelakaan, Jasa Raharja DKI Bersama Satlantas Jakut dan RS Hermina Gelar Safety Campaign di Cilincing

    • calendar_month Sen, 15 Jun 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 89
    • 0Komentar

    RadarEkonomi.com, Jakarta – PT Jasa Raharja Kantor Wilayah Utama DKI Jakarta berkolaborasi dengan RS Hermina Podomoro dan Satlantas Polres Metro Jakarta Utara menggelar Safety Campaign serta Pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) di Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, Selasa (9/6/2026). Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Sub Bagian Pelayanan Jasa Raharja DKI Jakarta, Wahyu Agung, beserta tim […]

  • Polsek Natar Ungkap Kasus Curanmor, Pelaku Asal Sumsel dan Barang Bukti Berhasil Diamankan

    Polsek Natar Ungkap Kasus Curanmor, Pelaku Asal Sumsel dan Barang Bukti Berhasil Diamankan

    • calendar_month Sel, 9 Jun 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 78
    • 0Komentar

    RadarEkonomi.com, Lampung Selatan – Jajaran Polsek Natar berhasil mengungkap kasus tindak pidana pencurian sepeda motor yang terjadi di Desa Haduyang, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan. Seorang pria berinisial S.Y. (19) berhasil diamankan, sementara sepeda motor milik korban juga berhasil ditemukan sebagai barang bukti. Kapolsek Natar, AKP Setio Budi Howo, S.H., membenarkan keberhasilan pengungkapan kasus tersebut. […]

  • Pemerintah Dorong UMKM Naik Kelas dan Modernisasi Koperasi: Inisiatif Terbaru dan Dampaknya

    Pemerintah Dorong UMKM Naik Kelas dan Modernisasi Koperasi: Inisiatif Terbaru dan Dampaknya

    • calendar_month Jum, 7 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 284
    • 0Komentar

    Di tengah dinamika ekonomi yang terus bergerak, pemerintah Indonesia menunjukkan komitmen kuat untuk memperkuat sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta mengakselerasi modernisasi koperasi. Langkah-langkah strategis ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing pelaku usaha kecil, memperluas akses pasar, dan menciptakan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan inovasi digital dan kolaborasi lintas sektor, UMKM […]

expand_less