Breaking News
light_mode
Beranda » Makroekonomi » Pengertian dan Penerapan Kebijakan Ekonomi Masa Demokrasi Terpimpin

Pengertian dan Penerapan Kebijakan Ekonomi Masa Demokrasi Terpimpin

  • account_circle radarekonomi
  • calendar_month Jum, 30 Jan 2026
  • visibility 335
  • comment 0 komentar

Di tengah perjalanan sejarah Indonesia, masa demokrasi terpimpin (1959-1965) menjadi salah satu periode yang penuh tantangan, khususnya dalam bidang ekonomi. Dalam masa ini, pemerintahan dipegang oleh Presiden Soekarno dengan otoritas yang sangat besar, dan kebijakan ekonomi yang diterapkan mencerminkan prinsip “ekonomi terpimpin” yang menempatkan negara sebagai pengendali utama aktivitas ekonomi.

Latar Belakang Kebijakan Ekonomi Masa Demokrasi Terpimpin

Sanering mata uang Indonesia masa demokrasi terpimpin

Masa demokrasi terpimpin berlangsung setelah Dekrit Presiden tanggal 5 Juli 1959, yang membatalkan sistem pemerintahan liberal dan mengembalikan UUD 1945. Dalam konteks ekonomi, pemerintah mengambil alih peran besar dalam mengatur perekonomian nasional. Tujuan utamanya adalah untuk membangun perekonomian yang mandiri dan bebas dari pengaruh asing, serta menciptakan kesenjangan ekonomi yang lebih merata.

Kebijakan ekonomi pada masa ini didasarkan pada prinsip “ekonomi terpimpin”, di mana pemerintah bertindak sebagai pengarah utama. Hal ini melibatkan pembentukan lembaga-lembaga seperti Dewan Perancang Nasional (Deparnas) yang bertugas menyusun rencana pembangunan nasional. Selain itu, pemerintah juga mengimplementasikan kebijakan devaluasi mata uang (sanering), pembatasan pengeluaran pemerintah, dan penurunan inflasi.

Penerapan Kebijakan Ekonomi

Proyek mercusuar di masa demokrasi terpimpin

Salah satu kebijakan penting yang dilakukan adalah Deklarasi Ekonomi pada 28 Maret 1963. Deklarasi ini bertujuan untuk membebaskan perekonomian dari imperialisme dan menciptakan kondisi ekonomi sosialis yang terpimpin. Di samping itu, pemerintah juga menerapkan Dana Revolusi untuk mendanai proyek-proyek besar seperti Asian Games IV dan Ganefo, yang bertujuan meningkatkan citra Indonesia di dunia internasional.

Namun, kebijakan ini juga membawa konsekuensi buruk. Inflasi yang tinggi, defisit anggaran, dan penurunan daya beli masyarakat menjadi masalah serius. Misalnya, inflasi mencapai 592% pada tahun 1965, sedangkan pendapatan per kapita turun drastis antara 1962-1963.

Tantangan Ekonomi Masa Demokrasi Terpimpin

Kondisi ekonomi Indonesia pada masa demokrasi terpimpin

Tantangan ekonomi pada masa ini tidak hanya berasal dari kebijakan pemerintah sendiri, tetapi juga dari situasi politik yang tidak stabil. Pemberontakan di berbagai daerah, konfrontasi dengan Malaysia, dan keluarnya Indonesia dari PBB pada 1965 semakin memperparah kondisi ekonomi. Ekspor dan investasi merosot tajam, cadangan devisa habis, dan bantuan asing berhenti karena penolakan terhadap IMF.

Selain itu, pemerintah menghabiskan dana besar untuk proyek mercusuar, seperti pembangunan Stadion Senayan dan Monumen Nasional, yang justru memperburuk defisit anggaran. Kebijakan ini tidak hanya menguras keuangan negara, tetapi juga tidak memberikan manfaat langsung bagi masyarakat luas.

Kesimpulan

Kebijakan ekonomi masa demokrasi terpimpin mencerminkan upaya pemerintah untuk membangun sistem ekonomi yang mandiri dan terpimpin. Meskipun memiliki tujuan baik, implementasinya menghadapi banyak tantangan, termasuk inflasi tinggi, defisit anggaran, dan ketidakstabilan politik. Pengalaman masa ini menjadi pelajaran penting dalam sejarah ekonomi Indonesia, bahwa kebijakan ekonomi harus seimbang antara kontrol pemerintah dan partisipasi masyarakat serta swasta.

Masa demokrasi terpimpin, meski gagal secara ekonomi, tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan bangsa Indonesia menuju sistem perekonomian yang lebih stabil dan berkelanjutan.

  • Penulis: radarekonomi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • SOFT ENTRY MEETING BPK, BNN SIAP DIAUDIT DEMI PENINGKATAN KINERJA PELAKSANAAN PROGRAM P4GN

    SOFT ENTRY MEETING BPK, BNN SIAP DIAUDIT DEMI PENINGKATAN KINERJA PELAKSANAAN PROGRAM P4GN

    • calendar_month Sel, 14 Jul 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 165
    • 0Komentar

    Radarekonomi.com, Inspektur Utama (Irtama) BNN RI, Dicky Kusumawardhana, bersama jajaran Deputi BNN RI menerima Direktur Pemeriksaan I B Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, Totok Sucahyo, beserta Tim Pemeriksa BPK RI dalam kegiatan Soft Entry Meeting Pelaksanaan Audit Kinerja atas Program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) Tahun 2024–Semester I 2026. Pertemuan yang […]

  • Viral di Rohil! Arjuna Sitepu C.PAR: Jangan Mainkan Isu Asusila untuk Mengaburkan Masalah Legalitas Jabatan

    Viral di Rohil! Arjuna Sitepu C.PAR: Jangan Mainkan Isu Asusila untuk Mengaburkan Masalah Legalitas Jabatan

    • calendar_month Jum, 13 Feb 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 362
    • 0Komentar

    RadarEkonomi.com, Kab. Rokan Hilir, Riau – Menanggapi pernyataan Muhajirin Siringo Ringo terkait desakan pembebastugasan H. Fauzi Efrizal, S.Sos., M.Si selaku Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Rokan Hilir atas dugaan video asusila tahun 2024, pernyataan tersebut patut dipertanyakan secara serius. Arjuna Sitepu menyatakan, perlu kejelasan apakah desakan tersebut benar-benar demi kehormatan daerah atau justru merupakan bentuk pengalihan […]

  • 34 Tarian Daerah Beserta Asal dan Propertinya yang Unik dan Budaya

    34 Tarian Daerah Beserta Asal dan Propertinya yang Unik dan Budaya

    • calendar_month Kam, 22 Jan 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 389
    • 0Komentar

    34 Tarian Daerah Beserta Asal dan Propertinya yang Unik dan Budaya Indonesia adalah negara dengan kekayaan budaya yang sangat beragam, salah satunya adalah tarian daerah yang menjadi ciri khas dari setiap provinsi. Dengan jumlah provinsi sebanyak 34, masing-masing memiliki tarian tradisional yang unik dan penuh makna. Tari daerah tidak hanya sebagai bentuk seni, tetapi juga […]

  • PROYEK Siluman di RAWALUMBU TANPA IDENTITAS, JAWABAN PELAKSANA PEKERJAAN MENGUNDANG KEMARAHAN WARGA   

    PROYEK Siluman di RAWALUMBU TANPA IDENTITAS, JAWABAN PELAKSANA PEKERJAAN MENGUNDANG KEMARAHAN WARGA  

    • calendar_month Rab, 29 Jul 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 108
    • 0Komentar

    Radarekonomi.com, BEKASI – Proyek perbaikan jalan yang berlangsung di kawasan Bojong Rawalumbu, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, semakin menuai kritik tajam dari masyarakat. Pekerjaan yang dilakukan di malam hari ini tidak memiliki papan proyek yang memuat informasi penting seperti nama kontraktor, sumber dana, jadwal pengerjaan, hingga nilai anggaran yang digunakan. Padahal, kelengkapan dokumen dan informasi proyek […]

  • Barang Paling Laris di TikTok Shop Maret 2026: Bukan Baju, Tapi Produk Ini!

    • calendar_month Jum, 27 Mar 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 703
    • 0Komentar

    Dalam dunia e-commerce, tren belanja online terus berubah seiring dengan perubahan perilaku konsumen. Salah satu platform yang mencatat pertumbuhan pesat adalah TikTok Shop. Berdasarkan data terbaru, produk yang paling laris di TikTok Shop pada bulan Maret 2026 tidak lagi berupa baju, melainkan produk-produk yang lebih spesifik dan menarik minat pengguna. Artikel ini akan membahas secara […]

  • Sentimen Positif Publik Terhadap Program Hilirisasi Mencapai 77 Persen: Apa yang Perlu Diketahui?

    Sentimen Positif Publik Terhadap Program Hilirisasi Mencapai 77 Persen: Apa yang Perlu Diketahui?

    • calendar_month Ming, 2 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 347
    • 0Komentar

    Di tengah dinamika perekonomian nasional, khususnya dalam konteks kebijakan pemerintah terkait pengembangan sektor industri, sebuah survei menunjukkan bahwa sentimen positif publik terhadap program hilirisasi mencapai angka 77 persen. Angka ini menjadi indikator penting mengenai tingkat dukungan masyarakat terhadap inisiatif pemerintah dalam memperkuat ekonomi melalui pengolahan sumber daya alam secara lebih efisien dan berkelanjutan. Program hilirisasi, […]

expand_less