Breaking News
light_mode
Beranda » Makroekonomi » Harga Grosir Komoditas Pertanian dan Dampaknya pada Kenaikan IHPB Nasional

Harga Grosir Komoditas Pertanian dan Dampaknya pada Kenaikan IHPB Nasional

  • account_circle radarekonomi
  • calendar_month Rab, 12 Nov 2025
  • visibility 400
  • comment 0 komentar

Pada awal tahun 2025, Indonesia kembali menghadapi tantangan ekonomi yang menarik perhatian publik. Salah satu isu utama yang menjadi sorotan adalah kenaikan Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Nasional. Data terbaru menunjukkan bahwa kenaikan harga komoditas pertanian di tingkat grosir berkontribusi signifikan terhadap naiknya angka inflasi secara keseluruhan. Hal ini menciptakan dampak yang luas, baik bagi produsen maupun konsumen.

Dalam laporan Badan Pusat Statistik (BPS), kenaikan IHPB Nasional secara tahunan (year on year/yoy) mencapai 2,99% pada Juli 2024, dengan sektor pertanian menjadi penyumbang terbesar sebesar 5,09%. Beberapa komoditas seperti beras, kelapa sawit, kakao, jahe, dan rokok kretek mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan. Tidak hanya itu, kenaikan harga BBM non subsidi juga turut memperparah situasi ini.

Kenaikan harga cabai dan bahan pangan di pasar tradisional

Salah satu contoh nyata dari kenaikan harga komoditas pertanian adalah cabai. Data dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) menunjukkan bahwa rata-rata harga cabai rawit merah melonjak 51,5% menjadi Rp 51.536/kg pada Januari 2025. Sementara itu, harga cabai merah keriting meningkat sebesar 41,4% menjadi Rp 41.429/kg. Lonjakan harga cabai ini tidak terlepas dari gangguan musim hujan dan banjir yang mengganggu produksi serta distribusi.

Kenaikan harga cabai bukanlah hal baru. Setiap tahun, kenaikan harga cabai terjadi di akhir tahun hingga awal tahun berikutnya. Hal ini disebabkan oleh faktor musiman dan kondisi iklim yang kurang mendukung. Namun, pada tahun 2025, lonjakan harga cabai terasa lebih tajam karena kombinasi antara penurunan produksi dan permintaan yang stabil.

Kenaikan harga BBM non subsidi di SPBU

Selain komoditas pertanian, kenaikan harga BBM non subsidi juga memberikan kontribusi besar terhadap kenaikan IHPB. PT Pertamina (Persero), Shell Indonesia, dan BP-AKR resmi menaikkan harga BBM-nya di seluruh SPBU yang ada di Indonesia mulai 1 Januari 2025. Penyesuaian harga tersebut mencakup berbagai jenis BBM seperti Pertamax (RON 92), Pertamax Green 95 (RON 95), Pertamax Turbo (RON 98), Dexlite, dan Pertamina Dex.

Kenaikan harga BBM ini tidak hanya berdampak pada sektor transportasi, tetapi juga memengaruhi biaya produksi dan distribusi barang-barang lainnya. Kenaikan harga energi akan langsung berdampak pada biaya operasional perusahaan, sehingga berpotensi meningkatkan harga jual produk yang dihasilkan.

Perkembangan inflasi bulanan dan tahunan di Indonesia

Inflasi bulanan (month to month/mtm) pada Januari 2025 diperkirakan naik sebesar 0,30%, sementara inflasi tahunan (year on year/yoy) diproyeksikan mencapai 1,85%. Angka ini sedikit lebih tinggi dibandingkan inflasi Desember 2024 yang tercatat sebesar 0,44% (mtm) dan 1,57% (yoy). Kenaikan inflasi ini didorong oleh kenaikan harga bahan pokok seperti cabai, bawang, minyak goreng, daging sapi, dan rokok.

Ekonom Bank Mandiri, Andry Asmoro, menjelaskan bahwa kenaikan inflasi Januari 2025 terutama disebabkan oleh kenaikan harga bahan pangan, terutama cabai dan bawang. Selain itu, kenaikan harga BBM juga turut memperparah inflasi. “Kenaikan harga BBM pada Januari juga naik,” ujarnya.

Pengaruh inflasi terhadap daya beli masyarakat

Kenaikan inflasi memiliki dampak yang sangat nyata terhadap daya beli masyarakat. Pengamat pertanian Center of Reform on Economic (CORE) Eliza Mardian menilai bahwa kenaikan harga bahan pangan yang tidak diimbangi dengan kenaikan pendapatan membuat daya beli masyarakat semakin tergerus, terutama kalangan menengah dan bawah. “Proporsi pengeluaran untuk membeli bahan makanan terhadap total pengeluarannya itu 58% kelas menengah dan 65% kelas bawah. Kenaikan harga akan sangat mempengaruhi pola konsumsi mereka,” kata Eliza.

Eliza juga menyoroti bahwa keputusan pemerintah untuk menaikkan Harga Eceran Tertinggi (HET) beberapa komoditas pangan bukanlah solusi yang tepat. Menurutnya, pemerintah seharusnya fokus pada efisiensi distribusi dan pengawasan spekulasi pasar, bukan sekadar menaikkan HET.

Meski demikian, pemerintah telah mengambil langkah-langkah untuk mengendalikan inflasi. Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, bahkan memerintahkan pemerintah daerah (Pemda) untuk mengambil langkah serius dalam mengatasi lonjakan harga cabai. Langkah konkret seperti memperbanyak sentra produksi dan menggalakkan gerakan tanam cabai dapat menjadi solusi yang efektif.

Sementara itu, ekonom Bank Maybank Indonesia, Juniman, menyatakan bahwa inflasi Januari 2025 didorong oleh harga rokok, BBM non-subsidi, minyak goreng, daging sapi, hingga cabai. “Sejumlah bahan pokok mengalami kenaikan harga dari cabai sampai gula,” ujarnya.

Dengan berbagai faktor yang saling berkaitan, kenaikan IHPB Nasional dan inflasi secara keseluruhan menjadi isu penting yang harus terus dipantau. Pemerintah, pelaku bisnis, dan masyarakat harus bersama-sama berupaya untuk menciptakan stabilitas harga yang seimbang, agar tidak terjadi tekanan berlebihan terhadap daya beli masyarakat.

FAQ:

  1. Apa yang dimaksud dengan IHPB?

    IHPB atau Indeks Harga Perdagangan Besar adalah indikator yang digunakan untuk mengukur perubahan harga barang di tingkat grosir. IHPB membantu mengidentifikasi tren inflasi yang terjadi di pasar.

  2. Mengapa harga cabai sering melonjak setiap tahun?

    Kenaikan harga cabai biasanya disebabkan oleh faktor musiman, seperti banjir dan hujan lebat yang mengganggu produksi. Selain itu, permintaan yang stabil juga berkontribusi pada kenaikan harga.

  3. Bagaimana kenaikan harga BBM memengaruhi inflasi?

    Kenaikan harga BBM memengaruhi biaya produksi dan distribusi barang. Biaya operasional perusahaan meningkat, sehingga berpotensi meningkatkan harga jual produk yang dihasilkan.

  4. Apa dampak inflasi terhadap daya beli masyarakat?

    Inflasi yang tinggi dapat mengurangi daya beli masyarakat, terutama bagi kalangan menengah dan bawah yang proporsi pengeluaran untuk bahan pangan cukup besar.

  5. Apa yang bisa dilakukan pemerintah untuk mengendalikan inflasi?

    Pemerintah dapat fokus pada efisiensi distribusi, pengawasan spekulasi pasar, dan pengembangan produksi komoditas lokal untuk mengurangi ketergantungan pada impor dan fluktuasi harga global.

Tags:

HargaGrosirKomoditasPertanian #IHPBNasional #Inflasi2025 #KenaikanHargaCabai #BBMNonSubsidi #DayaBeliMasyarakat #EkonomiIndonesia #InflasiInti #KenaikanHargaPangan #PerdaganganBesarNasional

  • Penulis: radarekonomi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cara Cek Pajak Jawa Timur Secara Online dan Terbaru

    Cara Cek Pajak Jawa Timur Secara Online dan Terbaru

    • calendar_month Jum, 5 Des 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 525
    • 0Komentar

    Jika Anda tinggal di Jawa Timur dan memiliki kendaraan bermotor, maka wajib hukumnya untuk membayar pajak kendaraan setiap tahun. Namun, kini tidak perlu repot mengunjungi kantor SAMSAT lagi karena ada banyak cara cek pajak Jawa Timur secara online yang bisa dilakukan dengan mudah dan cepat. Pengertian Pajak Kendaraan Bermotor Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) adalah kewajiban […]

  • Panduan Lengkap Kuliah E-Commerce di Indonesia untuk Pemula

    Panduan Lengkap Kuliah E-Commerce di Indonesia untuk Pemula

    • calendar_month Sab, 10 Jan 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 417
    • 0Komentar

    Kuliah e-commerce di Indonesia kini menjadi pilihan menarik bagi para calon mahasiswa yang ingin memasuki dunia bisnis digital. Dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat akan transaksi online, bidang ini menawarkan peluang karier yang sangat menjanjikan. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang kuliah e-commerce di Indonesia, mulai dari jurusan yang relevan hingga prospek […]

  • POSBANKUM KELURAHAN PASIRJAYA KECAMATAN BOGOR BARAG KOTA BOGOR BUKA RUANG PENGADUAN HAK TANAH PTSL

    POSBANKUM KELURAHAN PASIRJAYA KECAMATAN BOGOR BARAG KOTA BOGOR BUKA RUANG PENGADUAN HAK TANAH PTSL

    • calendar_month Kam, 10 Sep 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Radarekonomi.com  Pasirjaya, 10 September 2026 — Pos Bantuan Hukum (Posbankum) Kelurahan Pasirjaya secara resmi membuka ruang pengaduan bagi masyarakat yang mengalami masalah terkait hilangnya hak atas tanah maupun ketidakjelasan status sertifikat hasil Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) tahun 2018 dan 2019. Langkah ini diambil menyikapi banyaknya warga yang telah mengikuti program tersebut namun hingga […]

  • Panduan Lengkap Modal Bisnis E-Commerce untuk Pemula

    Panduan Lengkap Modal Bisnis E-Commerce untuk Pemula

    • calendar_month Jum, 5 Des 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 403
    • 0Komentar

    Dalam era digital yang semakin pesat, bisnis e-commerce menjadi salah satu pilihan terbaik bagi para pengusaha yang ingin membangun usaha dengan biaya relatif rendah dan potensi pertumbuhan tinggi. Namun, meskipun menarik, memulai bisnis e-commerce tidak bisa dilakukan secara asal-asalan. Salah satu hal penting yang perlu dipertimbangkan adalah modal bisnis e-commerce. Dengan modal yang tepat, Anda […]

  • Cara Bermain Saham dengan Modal 100 Ribu untuk Pemula

    Cara Bermain Saham dengan Modal 100 Ribu untuk Pemula

    • calendar_month Sab, 20 Des 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 489
    • 0Komentar

    Pada era digital saat ini, investasi saham tidak lagi menjadi hal yang terasa asing atau mahal. Bahkan bagi pemula, bermain saham bisa dilakukan dengan modal kecil seperti 100 ribu rupiah. Dengan memahami langkah-langkah dasar dan strategi yang tepat, siapa pun bisa memulai perjalanan investasi saham. Modal 100 ribu memang terlihat kecil, tetapi jangan salah. Banyak […]

  • Pemerintah Mengintensifkan Promosi Investasi di Negara Mitra Dagang Utama

    Pemerintah Mengintensifkan Promosi Investasi di Negara Mitra Dagang Utama

    • calendar_month Sen, 3 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 405
    • 0Komentar

    Di tengah tantangan ekonomi global yang semakin mengkhawatirkan, pemerintah Indonesia mulai memperkuat langkah-langkahnya untuk meningkatkan investasi asing. Dengan fokus pada negara-negara mitra dagang utama, seperti Singapura, China, Jepang, dan Amerika Serikat (AS), pemerintah berupaya keras untuk membangun kembali kepercayaan investor dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih stabil. Langkah ini dilakukan dalam rangka menjawab tekanan neraca […]

expand_less