Breaking News
light_mode
Beranda » Ekspor-Impor » Pemerintah Provinsi Memperkuat Ekosistem Kolaboratif TPID untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi

Pemerintah Provinsi Memperkuat Ekosistem Kolaboratif TPID untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi

  • account_circle radarekonomi
  • calendar_month Sen, 3 Nov 2025
  • visibility 398
  • comment 0 komentar

Pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan menjadi salah satu prioritas utama pemerintah di berbagai tingkatan, khususnya dalam memastikan stabilitas harga dan pengendalian inflasi. Dalam rangka mewujudkan hal tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) telah memperkuat kolaborasi dengan Badan Pengelola Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TP2DD) se-Sulawesi Tenggara melalui berbagai kegiatan strategis. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kelembagaan dan mempercepat digitalisasi transaksi pemerintah daerah, sehingga dapat menciptakan lingkungan ekonomi yang lebih stabil dan berkelanjutan.

Kolaborasi antara pemerintah provinsi, Bank Indonesia, dan lembaga terkait lainnya telah membawa dampak positif bagi pengendalian inflasi di wilayah Sultra. Salah satu contoh nyata adalah keberhasilan TPID dan TP2DD Provinsi Bali dalam menjaga stabilitas harga serta inovasi digitalisasi. Hal ini menjadi inspirasi bagi Sultra untuk meningkatkan efektivitas kebijakan pengendalian inflasi melalui pembelajaran langsung dan sinergi yang lebih kuat.

Peserta capacity building TPID di Bali

Dalam kegiatan Capacity Building TPID dan TP2DD se-Sulawesi Tenggara yang dilaksanakan di Provinsi Bali, perwakilan dari 17 kabupaten/kota di Sultra hadir untuk belajar dari pengalaman sukses Bali. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pertukaran pengetahuan, tetapi juga menjadi langkah awal untuk memperkuat kerja sama antar daerah dan mempercepat transformasi digital pemerintahan.

Salah satu faktor penting dalam pengendalian inflasi adalah ketersediaan pasokan barang dan jasa yang cukup, serta kelancaran distribusi. Untuk itu, pemerintah provinsi dan TPID terus melakukan upaya untuk memperkuat produksi lokal, menambah cadangan pangan, serta memperbaiki infrastruktur perdagangan. Selain itu, komunikasi yang efektif antara pusat dan daerah juga menjadi kunci dalam menjaga ekspektasi inflasi agar tetap sesuai target.

Sinergi pemerintah provinsi dan Bank Indonesia dalam pengendalian inflasi

Selain itu, pemerintah provinsi juga berkomitmen untuk memperkuat sistem informasi dan data terkait inflasi. Dengan adanya data yang akurat dan terpercaya, TPID dapat merancang kebijakan yang tepat sasaran dan responsif terhadap perubahan pasar. Hal ini sangat penting, terutama dalam menghadapi fluktuasi harga yang sering dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti cuaca, politik, atau kondisi global.

Digitalisasi juga menjadi salah satu strategi utama dalam memperkuat ekosistem TPID. Dengan menerapkan sistem transaksi non-tunai dan terintegrasi, pemerintah daerah dapat meningkatkan transparansi, mengurangi risiko korupsi, serta mempercepat proses administrasi. Dukungan teknologi dari BPD Sultra dan kerja sama dengan Bank Indonesia telah memberikan kontribusi signifikan dalam membangun tata kelola pemerintahan yang lebih modern dan efisien.

Pemda Sulawesi Tenggara berhasil meraih status "Pemda Digital"

Hasil yang diraih oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara juga patut dicatat. Empat TPID dari Sultra masuk nominasi penghargaan nasional, termasuk TPID Provinsi Sultra, TPID Kota Baubau, TPID Kabupaten Bombana, dan TPID Kabupaten Muna Barat. Selain itu, seluruh pemda di Sultra berhasil meraih status “Pemda Digital” berdasarkan skor Indeks ETPD Semester I 2025, dengan nilai di atas 80%. Ini menunjukkan bahwa Sultra telah melakukan transformasi yang signifikan dalam memperkuat ekosistem pengendalian inflasi dan pemerintahan digital.

Meski demikian, tantangan masih tetap ada. Inflasi di Sultra pada Agustus 2025 tercatat mengalami deflasi sebesar 0,24% (mtm), namun secara tahunan mencapai 3,75% (yoy) — sedikit di atas rentang target nasional. Untuk itu, pemerintah provinsi dan TPID terus memperkuat strategi pengendalian inflasi melalui sinergi dan penerapan enam langkah konkret dari Kementerian Dalam Negeri.

Perkuat ekosistem TPID untuk pertumbuhan ekonomi

Kolaborasi yang kuat antara pemerintah provinsi, TPID, dan lembaga terkait lainnya akan menjadi fondasi utama dalam menciptakan stabilitas ekonomi yang berkelanjutan. Dengan pengendalian inflasi yang baik, daya beli masyarakat dapat terjaga, investasi lebih mudah berkembang, dan pertumbuhan ekonomi bisa tercapai secara optimal. Semua ini akan berdampak positif bagi kesejahteraan masyarakat dan kemajuan daerah secara keseluruhan.

FAQ

Apa itu TPID?

TPID (Tim Pengendali Inflasi Daerah) adalah lembaga yang dibentuk oleh pemerintah daerah untuk mengendalikan inflasi di tingkat wilayah. TPID bertugas memantau harga, memastikan ketersediaan pasokan, serta berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menjaga stabilitas harga.

Bagaimana TPID bekerja?

TPID bekerja melalui empat pilar utama yaitu keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif. Dengan pendekatan ini, TPID dapat merancang kebijakan yang tepat sasaran dan responsif terhadap perubahan pasar.

Mengapa digitalisasi penting dalam pengendalian inflasi?

Digitalisasi memungkinkan pemerintah daerah untuk meningkatkan transparansi, mengurangi risiko korupsi, serta mempercepat proses administrasi. Dengan data yang akurat dan terpercaya, TPID dapat merancang kebijakan yang lebih efektif dan efisien.

Apa manfaat dari kerja sama antara pemerintah provinsi dan Bank Indonesia?

Kerja sama antara pemerintah provinsi dan Bank Indonesia membantu menjaga stabilitas harga, memperkuat sistem informasi, serta mempercepat transformasi digital pemerintahan. Hal ini sangat penting dalam menghadapi tantangan ekonomi yang semakin kompleks.

Bagaimana Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara menghadapi inflasi?

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara menghadapi inflasi melalui berbagai strategi, seperti memperkuat produksi lokal, menambah cadangan pangan, memperbaiki infrastruktur perdagangan, serta memperkuat komunikasi antar daerah dan pusat. Selain itu, pemerintah juga fokus pada digitalisasi transaksi pemerintah daerah.

Tagging:

PemerintahProvinsi #TPID #Inflasi #EkonomiIndonesia #Digitalisasi #PengendalianInflasi #PertumbuhanEkonomi

  • Penulis: radarekonomi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Waktu Operasional Bursa Saham yang Harus Anda Ketahui

    Waktu Operasional Bursa Saham yang Harus Anda Ketahui

    • calendar_month Jum, 28 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 523
    • 0Komentar

    Pasar modal menjadi salah satu aset penting bagi masyarakat Indonesia dalam membangun kekayaan dan investasi jangka panjang. Salah satu elemen kunci dalam berinvestasi di pasar modal adalah mengetahui jam buka bursa saham. Waktu operasional bursa saham tidak hanya menentukan kapan transaksi bisa dilakukan, tetapi juga memengaruhi strategi dan keuntungan yang bisa diperoleh investor. Pendahuluan Bursa […]

  • Penurunan Impor Migas Lebih Besar Dibanding Ekspor: Analisis Terkini

    Penurunan Impor Migas Lebih Besar Dibanding Ekspor: Analisis Terkini

    • calendar_month Sel, 11 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 407
    • 0Komentar

    Di tengah dinamika perekonomian global, tren penurunan impor migas di Indonesia terus menjadi perhatian utama. Tidak hanya dalam skala bulanan, data terbaru menunjukkan bahwa penurunan impor migas lebih besar dibandingkan penurunan ekspor. Fenomena ini memicu pertanyaan tentang faktor-faktor yang menyebabkan perubahan tersebut dan dampaknya terhadap stabilitas energi nasional. Pada September 2024, Badan Pusat Statistik (BPS) […]

  • Pemahaman Lengkap tentang Pasal 62 UU Ketenagakerjaan

    Pemahaman Lengkap tentang Pasal 62 UU Ketenagakerjaan

    • calendar_month Rab, 31 Des 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 1.191
    • 0Komentar

    Dalam dunia kerja, terutama bagi karyawan yang bekerja berdasarkan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT), penting untuk memahami aturan hukum yang mengatur hubungan antara pekerja dan pengusaha. Salah satu ketentuan yang sering menjadi perhatian adalah Pasal 62 UU Ketenagakerjaan, yang berkaitan dengan ganti rugi jika hubungan kerja diakhiri sebelum masa kontrak berakhir. Artikel ini akan membahas […]

  • Cara Menonaktifkan BPJS Ketenagakerjaan Sendiri: Panduan Lengkap 2024

    Cara Menonaktifkan BPJS Ketenagakerjaan Sendiri: Panduan Lengkap 2024

    • calendar_month Kam, 13 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 685
    • 0Komentar

    Di tengah dinamika dunia kerja yang terus berkembang, banyak pekerja di Indonesia mulai mempertanyakan hak dan prosedur terkait kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah, apakah bisa menonaktifkan BPJS Ketenagakerjaan sendiri? Pertanyaan ini tidak hanya relevan bagi karyawan yang sedang mencari alternatif keuangan, tetapi juga penting untuk memahami tata kelola jaminan sosial […]

  • Terpilih Kembali Secara Aklamasi/Amanah, Guntur Syahputra Siap Pimpin PAC Pemuda Pancasila Medan Denai Periode 2026–2029

    Terpilih Kembali Secara Aklamasi/Amanah, Guntur Syahputra Siap Pimpin PAC Pemuda Pancasila Medan Denai Periode 2026–2029

    • calendar_month Ming, 26 Jul 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 222
    • 0Komentar

    Rafarekonomi.com, Medan – Kepemimpinan Guntur Syahputra di tubuh Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pemuda Pancasila Kecamatan Medan Denai resmi berlanjut. Melalui Musyawarah Rapat Pemilihan Pengurus (RPP) yang berlangsung khidmat dan penuh semangat kekeluargaan di Wisma Menteng Indah, Medan, Guntur Syahputra kembali dipercaya dan terpilih sebagai Ketua PAC Pemuda Pancasila Medan Denai untuk masa bakti 2026–2029. ​Terpilihnya […]

  • Presiden Prabowo Tetapkan 50 Ruas Jalan Tol Baru sebagai PSN 2025: Informasi Terkini dan Dampaknya

    Presiden Prabowo Tetapkan 50 Ruas Jalan Tol Baru sebagai PSN 2025: Informasi Terkini dan Dampaknya

    • calendar_month Sel, 4 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 389
    • 0Komentar

    Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto kembali mengambil langkah strategis dalam mempercepat pembangunan infrastruktur nasional. Salah satu kebijakan terbaru yang mendapat perhatian adalah penetapan 50 ruas jalan tol baru sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) tahun 2025. Keputusan ini diumumkan melalui Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 16 Tahun 2025, yang ditandatangani oleh Menteri Koordinator Airlangga […]

expand_less