Pemerintah Provinsi Memperkuat Ekosistem Kolaboratif TPID untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi
- account_circle radarekonomi
- calendar_month Sen, 3 Nov 2025
- visibility 151
- comment 0 komentar

Pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan menjadi salah satu prioritas utama pemerintah di berbagai tingkatan, khususnya dalam memastikan stabilitas harga dan pengendalian inflasi. Dalam rangka mewujudkan hal tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) telah memperkuat kolaborasi dengan Badan Pengelola Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TP2DD) se-Sulawesi Tenggara melalui berbagai kegiatan strategis. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kelembagaan dan mempercepat digitalisasi transaksi pemerintah daerah, sehingga dapat menciptakan lingkungan ekonomi yang lebih stabil dan berkelanjutan.
Kolaborasi antara pemerintah provinsi, Bank Indonesia, dan lembaga terkait lainnya telah membawa dampak positif bagi pengendalian inflasi di wilayah Sultra. Salah satu contoh nyata adalah keberhasilan TPID dan TP2DD Provinsi Bali dalam menjaga stabilitas harga serta inovasi digitalisasi. Hal ini menjadi inspirasi bagi Sultra untuk meningkatkan efektivitas kebijakan pengendalian inflasi melalui pembelajaran langsung dan sinergi yang lebih kuat.

Dalam kegiatan Capacity Building TPID dan TP2DD se-Sulawesi Tenggara yang dilaksanakan di Provinsi Bali, perwakilan dari 17 kabupaten/kota di Sultra hadir untuk belajar dari pengalaman sukses Bali. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pertukaran pengetahuan, tetapi juga menjadi langkah awal untuk memperkuat kerja sama antar daerah dan mempercepat transformasi digital pemerintahan.
Salah satu faktor penting dalam pengendalian inflasi adalah ketersediaan pasokan barang dan jasa yang cukup, serta kelancaran distribusi. Untuk itu, pemerintah provinsi dan TPID terus melakukan upaya untuk memperkuat produksi lokal, menambah cadangan pangan, serta memperbaiki infrastruktur perdagangan. Selain itu, komunikasi yang efektif antara pusat dan daerah juga menjadi kunci dalam menjaga ekspektasi inflasi agar tetap sesuai target.

Selain itu, pemerintah provinsi juga berkomitmen untuk memperkuat sistem informasi dan data terkait inflasi. Dengan adanya data yang akurat dan terpercaya, TPID dapat merancang kebijakan yang tepat sasaran dan responsif terhadap perubahan pasar. Hal ini sangat penting, terutama dalam menghadapi fluktuasi harga yang sering dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti cuaca, politik, atau kondisi global.
Digitalisasi juga menjadi salah satu strategi utama dalam memperkuat ekosistem TPID. Dengan menerapkan sistem transaksi non-tunai dan terintegrasi, pemerintah daerah dapat meningkatkan transparansi, mengurangi risiko korupsi, serta mempercepat proses administrasi. Dukungan teknologi dari BPD Sultra dan kerja sama dengan Bank Indonesia telah memberikan kontribusi signifikan dalam membangun tata kelola pemerintahan yang lebih modern dan efisien.

Hasil yang diraih oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara juga patut dicatat. Empat TPID dari Sultra masuk nominasi penghargaan nasional, termasuk TPID Provinsi Sultra, TPID Kota Baubau, TPID Kabupaten Bombana, dan TPID Kabupaten Muna Barat. Selain itu, seluruh pemda di Sultra berhasil meraih status “Pemda Digital” berdasarkan skor Indeks ETPD Semester I 2025, dengan nilai di atas 80%. Ini menunjukkan bahwa Sultra telah melakukan transformasi yang signifikan dalam memperkuat ekosistem pengendalian inflasi dan pemerintahan digital.
Meski demikian, tantangan masih tetap ada. Inflasi di Sultra pada Agustus 2025 tercatat mengalami deflasi sebesar 0,24% (mtm), namun secara tahunan mencapai 3,75% (yoy) — sedikit di atas rentang target nasional. Untuk itu, pemerintah provinsi dan TPID terus memperkuat strategi pengendalian inflasi melalui sinergi dan penerapan enam langkah konkret dari Kementerian Dalam Negeri.

Kolaborasi yang kuat antara pemerintah provinsi, TPID, dan lembaga terkait lainnya akan menjadi fondasi utama dalam menciptakan stabilitas ekonomi yang berkelanjutan. Dengan pengendalian inflasi yang baik, daya beli masyarakat dapat terjaga, investasi lebih mudah berkembang, dan pertumbuhan ekonomi bisa tercapai secara optimal. Semua ini akan berdampak positif bagi kesejahteraan masyarakat dan kemajuan daerah secara keseluruhan.
FAQ
Apa itu TPID?
TPID (Tim Pengendali Inflasi Daerah) adalah lembaga yang dibentuk oleh pemerintah daerah untuk mengendalikan inflasi di tingkat wilayah. TPID bertugas memantau harga, memastikan ketersediaan pasokan, serta berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menjaga stabilitas harga.
Bagaimana TPID bekerja?
TPID bekerja melalui empat pilar utama yaitu keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif. Dengan pendekatan ini, TPID dapat merancang kebijakan yang tepat sasaran dan responsif terhadap perubahan pasar.
Mengapa digitalisasi penting dalam pengendalian inflasi?
Digitalisasi memungkinkan pemerintah daerah untuk meningkatkan transparansi, mengurangi risiko korupsi, serta mempercepat proses administrasi. Dengan data yang akurat dan terpercaya, TPID dapat merancang kebijakan yang lebih efektif dan efisien.
Apa manfaat dari kerja sama antara pemerintah provinsi dan Bank Indonesia?
Kerja sama antara pemerintah provinsi dan Bank Indonesia membantu menjaga stabilitas harga, memperkuat sistem informasi, serta mempercepat transformasi digital pemerintahan. Hal ini sangat penting dalam menghadapi tantangan ekonomi yang semakin kompleks.
Bagaimana Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara menghadapi inflasi?
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara menghadapi inflasi melalui berbagai strategi, seperti memperkuat produksi lokal, menambah cadangan pangan, memperbaiki infrastruktur perdagangan, serta memperkuat komunikasi antar daerah dan pusat. Selain itu, pemerintah juga fokus pada digitalisasi transaksi pemerintah daerah.
Tagging:
PemerintahProvinsi #TPID #Inflasi #EkonomiIndonesia #Digitalisasi #PengendalianInflasi #PertumbuhanEkonomi
- Penulis: radarekonomi



Saat ini belum ada komentar