Breaking News
light_mode
Beranda » Keuangan » Laporan Bankir Mengungkap Strategi Jaga Kualitas Kredit di Tengah Ekonomi yang Berubah-ubah

Laporan Bankir Mengungkap Strategi Jaga Kualitas Kredit di Tengah Ekonomi yang Berubah-ubah

  • account_circle radarekonomi
  • calendar_month Jum, 7 Nov 2025
  • visibility 358
  • comment 0 komentar

Di tengah situasi ekonomi yang terus bergerak dan penuh ketidakpastian, para pelaku bisnis dan lembaga keuangan menghadapi tantangan besar dalam menjaga kualitas kredit. Khususnya, perbankan harus mampu menyeimbangkan antara pertumbuhan portofolio kredit dengan pengelolaan risiko yang optimal. Dalam konteks ini, PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) menjadi salah satu contoh yang menarik untuk diteliti, karena telah menunjukkan strategi yang cukup efektif dalam menjaga kualitas kredit UMKM.

Penurunan NPL sebagai Indikator Kinerja

Pada semester I-2025, BRI mencatatkan rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) sebesar 3,23% secara gross dan 0,99% secara net. Angka ini lebih baik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, menunjukkan bahwa bank tersebut berhasil meningkatkan kualitas portofolionya. Hal ini sangat penting, mengingat penurunan NPL dapat memberikan dampak positif terhadap stabilitas keuangan dan daya saing perusahaan.

Menurut Mucharom, Direktur Manajemen Resiko BRI, pengelolaan risiko menjadi fokus utama dalam strategi penyaluran kredit. “Kami menyempurnakan model assessment sehingga kredit model lebih prediktif dan granular,” ujarnya. Ini menunjukkan bahwa BRI tidak hanya memprioritaskan jumlah kredit yang diberikan, tetapi juga memastikan bahwa setiap pinjaman yang disalurkan memiliki potensi untuk dilunasi.

Penguatan Model Assessment dan Monitoring Digital

Salah satu langkah yang dilakukan BRI adalah penguatan model assessment. Model ini dirancang agar lebih prediktif, sehingga mampu membaca risiko dengan lebih akurat. Selain itu, BRI juga memperkuat sistem monitoring digital melalui EWS (Early Warning System), yang membantu dalam mengidentifikasi potensi risiko sejak dini.

“Kami juga menguatkan fungsi remidy dan recovery dari sisi mikro dan konsumer market kami,” tambah Mucharom. Ini menunjukkan bahwa BRI tidak hanya fokus pada pencegahan, tetapi juga pada tindakan pascakegagalan pembayaran, seperti restrukturisasi dan recovery.

Peran UMKM dalam Pertumbuhan Kredit

Dari total kredit yang disalurkan, sebesar 80,32% berasal dari kredit UMKM. Ini menunjukkan bahwa UMKM masih menjadi tulang punggung pertumbuhan kredit di Indonesia. Namun, kondisi ekonomi yang melemah memengaruhi daya beli masyarakat, yang berdampak pada kemampuan UMKM dalam melunasi utang.

Untuk menghadapi hal ini, BRI melakukan pendekatan selektif dalam pemberian kredit. “Kami tekankan untuk tetap menumbuhkan kredit namun selektif dan kita perketat risk acceptance kriterianya,” ujar Sunarso, Direktur Utama BRI. Pendekatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa kredit yang diberikan tidak hanya jumlahnya tinggi, tetapi juga berkualitas.

Restrukturisasi dan Recovery sebagai Solusi

Tidak semua kredit bisa diselamatkan. Ketika kredit sudah jatuh, BRI melakukan restrukturisasi. “Kalau sudah tidak bisa dijaga, tetap jatuh, diapakan? Hal itu di back end yang mengerjakan. Kemudian kita lakukan restrukturisasi, bahkan jika diperlukan kita lakukan early restrukturisasi,” kata Sunarso.

Restrukturisasi ini bisa berupa penjadwalan ulang pembayaran, pengurangan suku bunga, atau pemberian waktu tambahan. Tujuannya adalah agar debitur tetap bisa melanjutkan usahanya tanpa terbebani oleh utang yang berlebihan.

Jika restrukturisasi tidak berhasil, BRI akan melakukan write off atau hapus buku kredit macet. Namun, penagihan tetap dilakukan. “Karena sebenarnya, itu uang kita yang sudah kita cadangkan dan kita tarik balik,” ujar Sunarso.

Pentingnya Edukasi Keuangan

Selain strategi internal bank, edukasi keuangan bagi masyarakat juga menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas kredit. Banyak debitur gagal dalam memenuhi kewajibannya karena kurangnya pemahaman tentang manajemen keuangan dan penggunaan kredit secara bijak.

Oleh karena itu, BRI dan lembaga keuangan lainnya perlu terus berkomitmen dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, terutama UMKM, agar mereka mampu mengelola keuangan dengan lebih baik dan menghindari kredit bermasalah.

Kesimpulan

Strategi yang diterapkan BRI dalam menjaga kualitas kredit di tengah ekonomi yang dinamis menunjukkan bahwa perbankan tidak hanya perlu fokus pada pertumbuhan, tetapi juga pada pengelolaan risiko yang optimal. Dengan pendekatan selektif, penguatan model assessment, dan penerapan teknologi digital, BRI berhasil menjaga kualitas kredit UMKM meskipun situasi ekonomi tidak selalu mendukung.

Namun, tantangan tetap ada. Oleh karena itu, kolaborasi antara lembaga keuangan, pemerintah, dan masyarakat sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan berkelanjutan dalam dunia kredit.

kredit UMKM sebagai tulang punggung pertumbuhan kredit

proses restrukturisasi kredit sebagai solusi kredit bermasalah

pentingnya edukasi keuangan untuk masyarakat

Tagging:

LaporanBankir #KualitasKredit #UMKM #EkonomiDinamis #NPL #BankRakyatIndonesia #ManajemenRisiko #PembiayaanUMKM #StrategiPerbankan #EdukasiKeuangan

  • Penulis: radarekonomi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mitra Dagang Utama Indonesia Tetap Tiongkok, AS, dan India: Analisis Terkini

    • calendar_month Rab, 5 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 416
    • 0Komentar

    Dalam dinamika perdagangan global yang terus berkembang, Indonesia tetap mempertahankan posisi sebagai negara dengan mitra dagang utama yang signifikan, yaitu Tiongkok, Amerika Serikat (AS), dan India. Ketiga negara ini tidak hanya menjadi pasar utama bagi produk Indonesia, tetapi juga berperan penting dalam investasi, teknologi, dan kerja sama ekonomi jangka panjang. Meskipun terdapat tantangan dan kritik […]

  • Efek Jangka Panjang Pemotongan BI-Rate Terhadap Biaya Dana Perbankan: Analisis dan Dampak Ekonomi

    Efek Jangka Panjang Pemotongan BI-Rate Terhadap Biaya Dana Perbankan: Analisis dan Dampak Ekonomi

    • calendar_month Kam, 13 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 364
    • 0Komentar

    Pemotongan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) yang dilakukan secara bertahap dalam beberapa bulan terakhir menunjukkan dampak yang signifikan terhadap berbagai sektor perekonomian, khususnya perbankan. Salah satu aspek utama yang terpengaruh adalah biaya dana (Cost of Fund/CoF), yang menjadi salah satu indikator penting dalam menilai kinerja keuangan bank. Artikel ini akan membahas efek jangka […]

  • Cara Menjaga Keseimbangan Stabilitas Harga dan Kesejahteraan Petani

    Cara Menjaga Keseimbangan Stabilitas Harga dan Kesejahteraan Petani

    • calendar_month Kam, 6 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 462
    • 0Komentar

    Menjaga keseimbangan antara stabilitas harga dan kesejahteraan petani adalah tantangan yang kompleks, namun sangat penting untuk memastikan keberlanjutan sektor pertanian dan ketahanan pangan nasional. Di tengah dinamika ekonomi global dan perubahan iklim yang semakin mengancam, pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan harus bekerja sama untuk menciptakan sistem yang adil dan berkelanjutan bagi para petani. Dalam artikel […]

  • Pengertian dan Pentingnya Manajemen Industri Jasa Makanan dan Gizi dalam Bisnis Kuliner

    Pengertian dan Pentingnya Manajemen Industri Jasa Makanan dan Gizi dalam Bisnis Kuliner

    • calendar_month Sen, 22 Des 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 412
    • 0Komentar

    Pendahuluan Di tengah pertumbuhan ekonomi yang pesat, sektor bisnis kuliner menjadi salah satu bidang yang paling menjanjikan di Indonesia. Namun, keberhasilan bisnis ini tidak hanya bergantung pada kualitas masakan atau inovasi rasa, tetapi juga pada manajemen industri jasa makanan dan gizi. Proses pengelolaan yang efisien dan berkelanjutan menjadi kunci utama untuk memastikan kualitas, keamanan, dan […]

  • Ancaman Eksternal dalam Bidang Ekonomi dan Pengaruhnya terhadap Negara

    Ancaman Eksternal dalam Bidang Ekonomi dan Pengaruhnya terhadap Negara

    • calendar_month Sel, 11 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 441
    • 0Komentar

    Pendahuluan Di tengah dinamika global yang semakin kompleks, ancaman eksternal dalam bidang ekonomi menjadi isu yang tidak bisa diabaikan. Dalam konteks Indonesia, pengaruh dari luar negeri terhadap perekonomian negara ini sangat signifikan, baik melalui arus investasi, perdagangan, maupun teknologi. Tidak hanya itu, ancaman-ancaman ini juga berpotensi memengaruhi stabilitas politik dan sosial, sehingga perlu dipahami secara […]

  • Cara Memperluas Basis Investor dengan Produk Digital yang Efektif

    Cara Memperluas Basis Investor dengan Produk Digital yang Efektif

    • calendar_month Sab, 8 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 338
    • 0Komentar

    Di tengah perkembangan teknologi yang pesat, dunia investasi juga mengalami transformasi besar-besaran. Salah satu strategi utama untuk memperluas basis investor adalah melalui penggunaan produk digital. Dengan adanya platform finansial dan aplikasi investasi, calon investor dapat lebih mudah mengakses pasar modal, memahami risiko, serta membangun kebiasaan investasi yang sehat. Di Indonesia, khususnya, banyak perusahaan fintech seperti […]

expand_less