OJK Blokir Ribuan Rekening Bank Terindikasi Judi Online: Apa yang Perlu Anda Ketahui?
- account_circle radarekonomi
- calendar_month Rab, 5 Nov 2025
- visibility 191
- comment 0 komentar

Di tengah maraknya aktivitas kejahatan siber dan tindakan ilegal di dunia digital, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali mengambil langkah tegas dengan meminta perbankan untuk memblokir ribuan rekening yang terindikasi digunakan dalam aktivitas judi online. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pencegahan tindak pidana keuangan yang semakin kompleks dan merugikan masyarakat.
Menurut data terbaru, OJK telah meminta perbankan untuk memblokir sekitar 25.912 rekening yang terindikasi digunakan dalam transaksi judi daring. Angka ini meningkat drastis dibandingkan jumlah pemblokiran sebelumnya, yaitu sekitar 17.026 rekening pada bulan Juli 2025. Hal ini menunjukkan bahwa ancaman judi online semakin nyata dan memerlukan penanganan yang lebih ketat.

Pemblokiran rekening ini dilakukan berdasarkan data yang diperoleh OJK dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Dengan adanya data tersebut, OJK memastikan bahwa setiap rekening yang mencurigakan dapat segera ditindaklanjuti. Selain itu, OJK juga meminta bank untuk melakukan Enhanced Due Diligence (EDD), yaitu uji tuntas lanjutan terhadap transaksi yang mencurigakan. Langkah ini bertujuan untuk memastikan bahwa tidak ada rekening yang digunakan untuk kegiatan ilegal seperti jual beli rekening atau pencucian uang.
Selain memblokir rekening, OJK juga meminta bank untuk memperketat pengawasan terhadap rekening yang tidak aktif atau dormant. Menurut Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, rekening dormant rawan disalahgunakan dan perlu diawasi agar tidak menjadi sarana kejahatan keuangan. Rekening yang tidak memiliki aktivitas selama 3 hingga 6 bulan biasanya akan diblokir oleh bank sebagai bentuk perlindungan bagi nasabah dan sistem perbankan secara keseluruhan.

Namun, penting untuk diketahui bahwa rekening dormant masih merupakan hak nasabah. Meskipun diblokir, nasabah tetap bisa mengaktifkannya kembali melalui proses verifikasi di kantor cabang. Selain itu, biaya administrasi tetap berlaku meskipun rekening tidak aktif. Oleh karena itu, nasabah disarankan untuk selalu memantau rekening miliknya dan menjaga komunikasi dengan bank agar tidak terjadi kesalahan atau gangguan dalam transaksi keuangan.
Tidak hanya itu, OJK juga meminta bank untuk meningkatkan kemampuan deteksi terhadap anomali transaksi keuangan. Dengan semakin tingginya ancaman siber, bank harus lebih waspada terhadap aktivitas yang mencurigakan, termasuk transaksi yang dilakukan dari lokasi asing atau melalui alat yang tidak biasa. Langkah ini bertujuan untuk meminimalkan risiko penyalahgunaan rekening dan menjaga keamanan sistem perbankan.
![]()
Kolaborasi antara OJK, PPATK, dan lembaga lainnya juga menjadi kunci dalam upaya memberantas judi online. Sebagai contoh, PPATK dan DANA telah memperkuat kolaborasi dalam memantau transaksi keuangan yang mencurigakan. Dengan adanya kerja sama ini, sistem perbankan dapat lebih efektif dalam mendeteksi dan menindaklanjuti aktivitas ilegal yang terjadi di dunia digital.
Selain itu, OJK juga terus berupaya meningkatkan inovasi layanan perbankan, terutama melalui digital banking. Layanan ini dirancang untuk memudahkan nasabah dalam melakukan transaksi tanpa harus datang langsung ke kantor cabang. Dengan adanya layanan digital, nasabah bisa lebih mudah memantau rekening dan menghindari risiko penyalahgunaan.

Meski demikian, masyarakat tetap perlu waspada terhadap modus penipuan yang sering kali menggunakan jasa bank sebagai sarana. Banyak kasus penipuan terjadi karena nasabah tidak memperhatikan aktivitas rekening atau tidak mengganti nomor telepon dan alamat yang terdaftar. Oleh karena itu, OJK dan bank terus mengedukasi masyarakat untuk menggunakan layanan perbankan secara aman dan bijak.
FAQ
Apa tujuan OJK memblokir rekening bank terindikasi judi online?
Tujuan utama OJK adalah untuk mencegah penyalahgunaan rekening bank dalam aktivitas ilegal seperti judi online, pencucian uang, dan jual beli rekening. Pemblokiran ini juga bertujuan untuk melindungi nasabah dan menjaga keamanan sistem perbankan.
Bagaimana cara mengaktifkan kembali rekening dormant?
Nasabah dapat mengaktifkan kembali rekening dormant dengan mendatangi kantor cabang bank terdekat dan membawa dokumen identitas diri serta bukti kepemilikan rekening.
Apakah rekening dormant masih bisa digunakan?
Rekening dormant tetap merupakan hak nasabah, namun akses transaksinya akan dibatasi. Biaya administrasi tetap berlaku hingga saldonya habis jika tidak diaktifkan kembali.
Bagaimana OJK memantau aktivitas rekening?
OJK meminta bank untuk melakukan Enhanced Due Diligence (EDD) terhadap transaksi mencurigakan. Selain itu, bank juga diminta untuk memperkuat kemampuan deteksi anomali transaksi keuangan.
Apa manfaat dari kolaborasi antara OJK dan PPATK?
Kolaborasi ini memungkinkan OJK dan PPATK untuk saling mendukung dalam memantau dan menindaklanjuti aktivitas keuangan ilegal. Dengan informasi yang lebih akurat dan cepat, tindakan pencegahan dapat dilakukan secara lebih efektif.
Tag
- OJK Blokir Rekening Judi Online
- Pemblokiran Rekening Bank
- Aktivitas Judi Online
- Keamanan Transaksi Keuangan
- Pengawasan Perbankan
- Rekening Dormant
- Pencegahan Pencucian Uang
- Penulis: radarekonomi



Saat ini belum ada komentar