Breaking News
light_mode
Beranda » Keuangan » Kondisi Iklim Global Mempengaruhi Fluktuasi Harga Pangan: Analisis Terkini

Kondisi Iklim Global Mempengaruhi Fluktuasi Harga Pangan: Analisis Terkini

  • account_circle radarekonomi
  • calendar_month Sab, 8 Nov 2025
  • visibility 462
  • comment 0 komentar

Dalam beberapa tahun terakhir, isu kenaikan harga pangan menjadi topik yang semakin mengemuka, terutama di tengah perubahan iklim yang semakin ekstrem. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa kondisi iklim global menjadi faktor utama tekanan harga volatile food, atau harga pangan yang fluktuatif. Fenomena ini tidak hanya terjadi di satu wilayah, tetapi melibatkan berbagai negara di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Perubahan iklim yang memicu cuaca ekstrem seperti gelombang panas, kekeringan, dan banjir telah berdampak signifikan pada produksi komoditas pangan. Contohnya, kenaikan harga kakao global sebesar 280% pada April 2024, disebabkan oleh gelombang panas di Ghana dan Pantai Gading. Sementara itu, harga selada di Australia meningkat 300% setelah banjir pada tahun 2022. Di Jepang, harga beras naik 48%, sedangkan di India, harga kentang melonjak 81% pada awal 2024. Semua peningkatan ini terjadi akibat peristiwa iklim yang tidak biasa.

Kondisi ini menunjukkan bahwa iklim bukan lagi sekadar faktor lingkungan, tetapi juga menjadi ancaman langsung bagi stabilitas ekonomi dan ketahanan pangan. Dalam laporan yang dirilis oleh tim ilmuwan internasional, dinyatakan bahwa sampai emisi nol bersih dicapai, cuaca ekstrem akan semakin sering terjadi, sehingga memperparah tekanan pada harga pangan. Hal ini membuat masyarakat, khususnya keluarga berpenghasilan rendah, semakin rentan terhadap kenaikan biaya hidup.

Di Indonesia, kenaikan harga beras mencapai 16% pada Februari 2024 akibat kekeringan parah di tahun sebelumnya. Yosi Amelia dari MADANI Berkelanjutan menyatakan bahwa dampak krisis iklim terhadap ketersediaan pangan semakin berat, terutama karena sistem pangan Indonesia sangat bergantung pada satu komoditas, yaitu beras. Sementara itu, Sartika Nur Shalati dari CERAH mengkhawatirkan bahwa kenaikan permukaan air laut dapat mengancam sawah di pesisir, yang berpotensi mengurangi produksi beras hingga satu juta ton per tahun.

Selain itu, penelitian yang dipublikasikan di Environmental Research Letters juga menunjukkan bahwa fenomena cuaca ekstrem seperti El Niño pada 2023–2024 turut berkontribusi pada peningkatan intensitas cuaca yang tidak wajar. Dengan demikian, lonjakan harga pangan akibat cuaca ekstrem cenderung bersifat sementara, tetapi risiko jangka panjang tetap ada jika tidak ada langkah mitigasi yang tepat.

Kenaikan harga pangan akibat perubahan iklim di berbagai negara

Penting untuk memahami bahwa kenaikan harga pangan bukanlah masalah lokal saja, tetapi juga global. Di Inggris, misalnya, perubahan iklim menambah £361 (sekitar Rp7,9 juta) pada tagihan makanan rumah tangga rata-rata antara 2022 dan 2023. Di AS, kekeringan di California pada 2022 menyebabkan kerugian hingga US$2 miliar dalam hasil panen. Sementara itu, di China, suhu ekstrem pada Juni–September 2023 menyebabkan kenaikan harga sayuran hingga 40%.

Meskipun banyak negara telah mengambil langkah-langkah untuk mengurangi emisi gas rumah kaca, target Perjanjian Paris untuk membatasi kenaikan suhu global hingga 1,5 derajat Celsius masih jauh dari realisasi. Oleh karena itu, perlu adanya kebijakan yang lebih tegas dan kolaborasi internasional untuk mengatasi krisis iklim yang secara langsung memengaruhi harga pangan.

Kenaikan harga beras di Indonesia akibat kekeringan

Di tengah situasi ini, masyarakat dan pelaku usaha harus adaptasi dengan perubahan yang terjadi. Banyak keluarga dan pengusaha mengambil langkah-langkah untuk mengurangi pengeluaran, seperti mengganti menu makanan, mengurangi konsumsi bahan pokok, atau bahkan mulai menanam sendiri tanaman untuk memenuhi kebutuhan pangan. Di Yogyakarta, contohnya, sebuah pesantren mulai mengembangkan lahan hidroponik untuk mengurangi ketergantungan pada pasokan luar. Sementara itu, di Pontianak dan Padang, masyarakat mulai beralih ke menu yang lebih hemat, seperti sambal dan gulai, untuk mengatasi kenaikan harga bahan makanan.

Namun, solusi jangka panjang tetap memerlukan kebijakan pemerintah yang proaktif. Diperlukan regulasi yang bisa menekan inflasi harga pangan, serta investasi dalam teknologi pertanian yang ramah iklim. Selain itu, penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan dan mengurangi emisi karbon agar dampak perubahan iklim tidak semakin memburuk.

Masyarakat menghadapi kenaikan harga pangan di pasar tradisional

Kesimpulannya, kondisi iklim global memang menjadi faktor utama tekanan harga volatile food. Tidak hanya mengancam stabilitas ekonomi, tetapi juga mengganggu kehidupan sehari-hari masyarakat, terutama keluarga berpenghasilan rendah. Dengan semakin seringnya peristiwa iklim ekstrem, diperlukan aksi nyata dari pemerintah, masyarakat, dan pelaku bisnis untuk mengurangi risiko krisis pangan dan menjaga kesejahteraan masyarakat.

FAQ:

  1. Apa penyebab kenaikan harga pangan saat ini?

    Kenaikan harga pangan terutama disebabkan oleh perubahan iklim yang memicu cuaca ekstrem seperti gelombang panas, kekeringan, dan banjir. Fenomena-fenomena ini mengganggu produksi pertanian dan menurunkan pasokan komoditas pangan.

  2. Bagaimana dampak perubahan iklim terhadap masyarakat?

    Perubahan iklim memengaruhi ketersediaan dan harga pangan, terutama bagi keluarga berpenghasilan rendah. Biaya hidup meningkat, dan masyarakat terpaksa mengubah pola konsumsi untuk mengurangi pengeluaran.

  3. Apa solusi yang bisa diambil untuk mengatasi kenaikan harga pangan?

    Solusi jangka pendek termasuk adaptasi konsumsi, seperti mengurangi penggunaan bahan mahal. Solusi jangka panjang memerlukan kebijakan pemerintah yang proaktif, investasi dalam pertanian berkelanjutan, dan pengurangan emisi gas rumah kaca.

  4. Bagaimana perubahan iklim memengaruhi Indonesia?

    Di Indonesia, perubahan iklim menyebabkan kekeringan yang memengaruhi produksi beras, serta kenaikan permukaan air laut yang mengancam sawah di pesisir. Ini berpotensi menyebabkan krisis pangan yang berkepanjangan.

  5. Apa peran masyarakat dalam menghadapi kenaikan harga pangan?

    Masyarakat dapat beradaptasi dengan mengurangi konsumsi bahan mahal, beralih ke menu yang lebih hemat, dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan.

Tagging:

KondisiIklimGlobal #HargaPanganVolatile #PerubahanIklim #FluktuasiHarga #KrisisPangan #EkonomiIndonesia #PertanianBerkelanjutan

  • Penulis: radarekonomi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Eks Pengelola Judi Kutalimbaru Diduga Turun Gunung ke Telaga Sari, Polrestabes Medan Belum Beri Tanggapan

    Eks Pengelola Judi Kutalimbaru Diduga Turun Gunung ke Telaga Sari, Polrestabes Medan Belum Beri Tanggapan

    • calendar_month Rab, 16 Sep 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Radarekonomi.com, Deli Serdang – Kawasan tanah garapan di Desa Telaga Sari, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, diduga kuat telah disulap menjadi “surga” baru bagi para penikmat judi dadu dan sabung ayam. Mirisnya, praktik haram yang memicu kerumunan massa massal ini disinyalir tidak lepas dari campur tangan oknum pengelola berinisial Edy alias Sembiring. Berdasarkan informasi dan […]

  • Apa Saja Manfaat dari Ekonomi Kreatif bagi Masyarakat dan Perekonomian?

    Apa Saja Manfaat dari Ekonomi Kreatif bagi Masyarakat dan Perekonomian?

    • calendar_month Ming, 11 Jan 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 365
    • 0Komentar

    Ekonomi kreatif kini menjadi salah satu sektor yang sangat penting dalam perekonomian Indonesia. Dengan perkembangan teknologi dan perubahan pola pikir masyarakat, ekonomi kreatif semakin menunjukkan potensi besar untuk memberikan manfaat yang signifikan baik bagi individu maupun negara. Tidak hanya sebagai sumber penghasilan, ekonomi kreatif juga berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi, pengurangan angka pengangguran, serta pelestarian budaya […]

  • Pengertian Pariwisata Menurut Para Ahli: Definisi dan Konsep Terlengkap

    Pengertian Pariwisata Menurut Para Ahli: Definisi dan Konsep Terlengkap

    • calendar_month Sab, 20 Des 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 833
    • 0Komentar

    Pariwisata adalah salah satu sektor yang sangat penting dalam perekonomian Indonesia. Banyak orang menghabiskan waktu luangnya untuk berlibur ke berbagai tempat, baik dalam maupun luar negeri. Namun, apakah Anda tahu apa sebenarnya pengertian pariwisata menurut para ahli? Artikel ini akan membahas secara lengkap definisi dan konsep pariwisata menurut beberapa ahli serta menjelaskan peran pariwisata dalam […]

  • Dampak Kebijakan Politik dan Ekonomi Masa Orde Baru terhadap Indonesia

    Dampak Kebijakan Politik dan Ekonomi Masa Orde Baru terhadap Indonesia

    • calendar_month Rab, 14 Jan 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 595
    • 0Komentar

    Dampak Kebijakan Politik dan Ekonomi Masa Orde Baru terhadap Indonesia Masa Orde Baru (1966-1998) menjadi salah satu era penting dalam sejarah Indonesia. Di bawah kepemimpinan Presiden Soeharto, pemerintahan ini menciptakan perubahan signifikan di berbagai bidang, termasuk politik, ekonomi, dan sosial. Meskipun membawa pertumbuhan ekonomi yang pesat dan stabilitas politik relatif, kebijakan yang diterapkan juga menimbulkan […]

  • Contoh Kata Pengantar Laporan Kunjungan Industri yang Menarik dan Profesional

    Contoh Kata Pengantar Laporan Kunjungan Industri yang Menarik dan Profesional

    • calendar_month Kam, 13 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 627
    • 0Komentar

    Pada era globalisasi saat ini, dunia bisnis terus berkembang pesat. Salah satu cara untuk memahami dinamika industri adalah melalui kunjungan industri. Kunjungan ini tidak hanya memberikan wawasan langsung tentang proses produksi, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran praktis bagi para pelajar maupun profesional. Dalam rangka meningkatkan pemahaman akan peran industri dalam perekonomian, penulis menyusun laporan ini […]

  • Komisi IV DPRD Medan Ingin Batalkan Eksekusi PSU Contempo

    Komisi IV DPRD Medan Ingin Batalkan Eksekusi PSU Contempo

    • calendar_month Sel, 28 Jul 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 232
    • 0Komentar

    Radarekonomi.com, Medan – Perwakilan pemilik lahan (Felix), yakni Fauzi, Sentana, dan Hansen, menduga Komisi IV DPRD Medan berupaya membatalkan rencana eksekusi pembongkaran Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU) Perumahan Contempo di Jalan Brigjen Zein Hamid, Lingkungan VII, Kelurahan Titi Kuning, Kecamatan Medan Johor. Dugaan itu muncul setelah Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar Komisi IV DPRD […]

expand_less