Pelaku usaha berbagi pengalaman bisnis dan motivasi penghasilan di sebuah pertemuan komunitas
- account_circle radarekonomi
- calendar_month Sen, 27 Apr 2026
- visibility 87
- comment 0 komentar

RadarEkonomi.com, Jakarta 27 April 2026 –Sebuah kegiatan pertemuan komunitas bisnis digelar dengan menghadirkan pemaparan pengalaman usaha, motivasi, serta peluang penghasilan bagi masyarakat. Acara ini diawali dengan sapaan dan ajakan kepada peserta untuk bergabung serta memahami konsep usaha yang ditawarkan.
Dalam pemaparannya, narasumber menceritakan perjalanan usaha yang dimulai sejak masa krisis moneter 1998. Saat itu, banyak perusahaan mengalami kebangkrutan dan masyarakat kehilangan sumber penghasilan. Kondisi tersebut mendorong lahirnya sebuah konsep usaha berbasis komunitas yang bertujuan membantu masyarakat memperoleh penghasilan tambahan.
Konsep yang diperkenalkan adalah sistem pemasaran berbasis jaringan atau komunitas (time sharing marketing community), di mana setiap anggota memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang. Peserta cukup bergabung dengan memilih paket usaha yang tersedia, mulai dari nominal Rp500 ribu hingga Rp3,5 juta.
Dalam sistem tersebut, anggota hanya diminta untuk mereferensikan dua orang lainnya. Dari aktivitas tersebut, anggota berpotensi memperoleh berbagai bonus seperti bonus sponsor, bonus pasangan (pairing), bonus reward, dan bonus pengembangan jaringan.
Narasumber juga menjelaskan bahwa sistem ini telah dijalankan sejak tahun 1998 dan diklaim telah membantu banyak orang dari berbagai latar belakang, mulai dari pekerja kecil hingga kalangan profesional, dalam meningkatkan taraf ekonomi mereka.
Selain itu, disampaikan pula bahwa kunci keberhasilan dalam menjalankan usaha ini adalah konsistensi, keberanian mencoba, serta kemampuan membangun jaringan. Peserta juga diingatkan untuk tidak gengsi dalam memulai usaha dan tetap menjaga etika dalam berkomunikasi serta menawarkan peluang bisnis kepada orang lain.
Acara tersebut turut diisi dengan sesi motivasi yang menekankan pentingnya kemandirian ekonomi, terutama di tengah kondisi ekonomi yang dinamis. Para peserta diajak untuk memiliki visi besar, berani bermimpi, serta memanfaatkan teknologi seperti telepon genggam sebagai sarana produktif untuk menghasilkan pendapatan.
Kegiatan ditutup dengan ajakan kepada masyarakat untuk terus belajar, bekerja keras, dan memanfaatkan peluang usaha yang ada sebagai sarana meningkatkan kesejahteraan hidup.
/Supriyadi
- Penulis: radarekonomi



Saat ini belum ada komentar