Breaking News
light_mode
Beranda » General » Mengapa Kita Jadi Lebih Boros di Bulan Maret? Ini Penjelasan Pakar Psikologi

Mengapa Kita Jadi Lebih Boros di Bulan Maret? Ini Penjelasan Pakar Psikologi

  • account_circle radarekonomi
  • calendar_month Ming, 1 Mar 2026
  • visibility 49
  • comment 0 komentar

Bulan Maret sering kali menjadi bulan yang penuh dengan kejutan, baik dalam hal cuaca maupun keuangan. Banyak orang merasa dompet mereka terasa lebih ringan daripada biasanya, bahkan sebelum gajian tiba. Pertanyaannya, mengapa kebiasaan boros ini sering muncul di bulan tertentu, khususnya Maret? Menurut pakar psikologi, ada alasan mendalam di balik perilaku tersebut. Mari kita coba memahami lebih jauh mengapa kita cenderung boros di bulan Maret dan bagaimana cara mengatasinya.

1. Perubahan Emosional dan Stres

Salah satu faktor utama yang membuat seseorang boros adalah perubahan emosional. Bulan Maret sering kali ditandai dengan berbagai perubahan, baik itu dari segi pekerjaan, lingkungan sosial, atau bahkan iklim. Ketika seseorang merasa stres, bosan, atau bahkan sedang senang berlebihan, banyak orang menggunakan belanja sebagai cara melampiaskan emosi. Istilah populer untuk ini adalah retail therapy.

Penelitian menunjukkan bahwa membeli sesuatu bisa memberikan rasa kontrol atau kebahagiaan sementara. Namun, efeknya hanya bersifat sementara, sementara tagihan kartu kredit atau pengeluaran lainnya tetap ada. Di bulan Maret, ketika banyak orang mulai merasa lelah setelah menjalani dua bulan pertama tahun ini, emosi bisa menjadi lebih sensitif, sehingga memicu kecenderungan untuk belanja secara impulsif.

2. Godaan Diskon dan Strategi Pemasaran

Mengapa Kita Jadi Lebih Boros di Bulan Maret Diskon dan Marketing

Bulan Maret juga sering kali menjadi waktu bagi toko-toko online dan offline untuk mengadakan promo besar-besaran. Dari diskon 50% hingga “Beli 1 Gratis 1”, strategi pemasaran ini dirancang untuk membuat kita merasa seperti tidak boleh melewatkan kesempatan emas. Sayangnya, sering kali kita justru membeli barang yang tidak benar-benar dibutuhkan.

Pakar psikologi menyebutkan bahwa godaan ini bekerja pada pikiran kita secara bawah sadar. Kita cenderung merasa bahwa jika kita tidak membeli sesuatu sekarang, kita akan kehilangan kesempatan itu selamanya. Hal ini terutama terjadi di akhir bulan, ketika kita merasa uang sudah hampir habis dan ingin “mencoba” sesuatu yang baru.

3. Dopamin dan Keseruan Berbelanja

Mengapa Kita Jadi Lebih Boros di Bulan Maret Dopamin dan Berbelanja

Ketika kita berbelanja, otak melepaskan dopamin—zat kimia yang membuat kita merasa senang. Ini adalah alasan mengapa scrolling aplikasi belanja atau hunting barang wishlist bisa terasa seperti game yang tak berkesudahan. Di bulan Maret, ketika kita mulai merasa bosan dengan rutinitas, sensasi ini bisa semakin kuat.

Namun, efek dopamin ini juga bisa membuat kita terjebak dalam siklus boros. Setiap kali kita membeli sesuatu, kita merasa lega, tapi segera setelah itu, kita kembali mencari kepuasan yang sama. Inilah yang membuat pengeluaran di bulan Maret sering kali tidak terkendali.

4. FOMO (Fear of Missing Out)

FOMO atau rasa takut ketinggalan adalah salah satu penyebab utama kebiasaan boros. Bulan Maret sering kali menjadi waktu di mana media sosial penuh dengan aktivitas dan tren baru. Teman-teman posting tentang liburan, gaya hidup baru, atau produk terbaru, membuat kita merasa perlu ikut serta.

Ini bisa sangat memengaruhi keputusan belanja, terutama jika kita merasa bahwa kebahagiaan sejati hanya bisa didapat melalui barang-barang yang kita miliki. Padahal, kebahagiaan sejati tidak selalu bisa dibeli. Di bulan Maret, ketika kita mulai merasa ketinggalan, kita cenderung lebih mudah tergoda untuk membeli sesuatu yang tidak diperlukan.

5. Pengeluaran Akhir Bulan yang Tidak Terkendali

Bulan Maret sering kali menjadi bulan yang penuh dengan kejutan finansial. Saat jarak ke gajian tinggal hitungan hari, banyak orang merasa bahwa penghematan ketat sudah tidak relevan lagi. Perasaan tanggung ini membuat pengeluaran kecil dianggap tidak masalah karena waktunya dianggap sudah dekat.

Namun, logika ini sering kali menutup kesadaran bahwa setiap rupiah tetap memiliki fungsi. Keputusan belanja di fase ini jarang dipikirkan secara panjang. Fokus lebih tertuju pada rasa lega karena bulan hampir berakhir. Padahal, kebiasaan mengendur di titik ini bisa terbawa ke bulan berikutnya dan membentuk siklus boros yang berulang tanpa disadari.

Kesimpulan

Mengapa kita jadi lebih boros di bulan Maret? Jawabannya tidak hanya terletak pada situasi keuangan, tetapi juga pada faktor-faktor psikologis yang tersembunyi. Dari emosi hingga godaan diskon, semua bisa memengaruhi kebiasaan belanja kita. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk lebih sadar akan pola pikir dan kebiasaan belanja kita, terutama di bulan-bulan tertentu seperti Maret.

Dengan memahami alasan-alasan ini, kita bisa mulai mengambil langkah-langkah untuk mengontrol pengeluaran dan menghindari siklus boros yang tidak perlu. Ingat, kekayaan sejati bukanlah jumlah uang yang kita miliki, melainkan kemampuan kita untuk mengelolanya dengan bijak.

  • Penulis: radarekonomi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pengertian dan Jenis-Jenis Lembaga Keuangan Bukan Bank di Indonesia

    Pengertian dan Jenis-Jenis Lembaga Keuangan Bukan Bank di Indonesia

    • calendar_month Sab, 17 Jan 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 106
    • 0Komentar

    Lembaga keuangan bukan bank (LKBB) adalah institusi yang bergerak di bidang keuangan, tetapi tidak memiliki status sebagai bank. Meskipun tidak menerima tabungan atau deposito secara langsung seperti bank, lembaga ini memainkan peran penting dalam menyalurkan dana kepada masyarakat dan sektor bisnis. Dengan tugas utama menghimpun dana melalui penerbitan surat berharga dan menyalurkannya untuk investasi serta […]

  • Enam Jenis Properti Tari Kreasi yang Perlu Diketahui

    Enam Jenis Properti Tari Kreasi yang Perlu Diketahui

    • calendar_month Rab, 12 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 151
    • 0Komentar

    Dalam seni tari, properti memainkan peran penting sebagai pelengkap yang menambah daya tarik dan makna dari setiap gerakan. Properti tari tidak hanya menjadi aksesoris, tetapi juga memiliki fungsi simbolis dan estetika yang kaya akan makna. Dalam tari kreasi, properti tari sering kali mengalami pengembangan dan inovasi, sesuai dengan konsep dan tema tarian yang diusung. Berikut […]

  • 5 Contoh E-commerce yang Populer dan Menguntungkan di Indonesia

    5 Contoh E-commerce yang Populer dan Menguntungkan di Indonesia

    • calendar_month Sel, 20 Jan 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 115
    • 0Komentar

    Dalam era digital yang semakin berkembang, e-commerce menjadi salah satu sektor bisnis yang paling diminati. Di Indonesia, banyak platform e-commerce bermunculan, baik yang berbasis B2C (Business to Consumer) maupun B2B (Business to Business). Berikut ini adalah lima contoh e-commerce terpopuler dan menguntungkan di Indonesia yang layak untuk diperhitungkan. 1. Lazada Lazada adalah salah satu e-commerce […]

  • Peluang Bisnis Jagung Bakar: Strategi Sukses dan Tips Memulai Usaha

    Peluang Bisnis Jagung Bakar: Strategi Sukses dan Tips Memulai Usaha

    • calendar_month Ming, 28 Des 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 122
    • 0Komentar

    Di tengah semakin tingginya permintaan akan camilan yang lezat dan praktis, bisnis jagung bakar menjadi salah satu pilihan menarik untuk dijalankan. Tidak hanya memiliki cita rasa yang khas dan enak, jagung bakar juga mudah dibuat serta bisa disesuaikan dengan berbagai preferensi rasa. Peluang bisnis jagung bakar ini sangat menjanjikan, terutama bagi para pengusaha pemula yang […]

  • Kinerja Pasar Modal Positif Sepanjang Oktober 2025: Tren dan Analisis Terkini

    Kinerja Pasar Modal Positif Sepanjang Oktober 2025: Tren dan Analisis Terkini

    • calendar_month Jum, 7 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 144
    • 0Komentar

    Pasar modal Indonesia kembali menunjukkan pertumbuhan yang positif sepanjang bulan Oktober 2025. Hal ini menjadi bukti bahwa meskipun dihadapkan pada berbagai tantangan ekonomi global, pasar modal nasional tetap mampu bertahan dan bahkan tumbuh. Kinerja ini didorong oleh berbagai faktor seperti sentimen global yang membaik, stabilitas perekonomian domestik, serta kebijakan pemerintah yang proaktif. Indeks Harga Saham […]

  • Wapres Gibran hadir dalam acara Imlek Nasional di Lapangan Banteng Jakarta 

    Wapres Gibran hadir dalam acara Imlek Nasional di Lapangan Banteng Jakarta 

    • calendar_month Ming, 1 Mar 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 47
    • 0Komentar

    RadarEkonomi.com, Puncak perayaan Imlek Nasional 2026 digelar di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, sore ini. Bagaimana suasana parade puncak perayaan Imlek Nasional 2026 ini? Pantauan awak media di lokasi, Sabtu (28/2/2026), pukul 16.27 WIB, perayaan diawali dengan parade kirab dari depan Gereja Katedral. Peserta parade mulai long march berjalan dari depan Gereja Katedral Jakarta menuju Lapangan […]

expand_less