Breaking News
light_mode
Beranda » General » Mengapa Kita Jadi Lebih Boros di Bulan Maret? Ini Penjelasan Pakar Psikologi

Mengapa Kita Jadi Lebih Boros di Bulan Maret? Ini Penjelasan Pakar Psikologi

  • account_circle radarekonomi
  • calendar_month Ming, 1 Mar 2026
  • visibility 322
  • comment 0 komentar

Bulan Maret sering kali menjadi bulan yang penuh dengan kejutan, baik dalam hal cuaca maupun keuangan. Banyak orang merasa dompet mereka terasa lebih ringan daripada biasanya, bahkan sebelum gajian tiba. Pertanyaannya, mengapa kebiasaan boros ini sering muncul di bulan tertentu, khususnya Maret? Menurut pakar psikologi, ada alasan mendalam di balik perilaku tersebut. Mari kita coba memahami lebih jauh mengapa kita cenderung boros di bulan Maret dan bagaimana cara mengatasinya.

1. Perubahan Emosional dan Stres

Salah satu faktor utama yang membuat seseorang boros adalah perubahan emosional. Bulan Maret sering kali ditandai dengan berbagai perubahan, baik itu dari segi pekerjaan, lingkungan sosial, atau bahkan iklim. Ketika seseorang merasa stres, bosan, atau bahkan sedang senang berlebihan, banyak orang menggunakan belanja sebagai cara melampiaskan emosi. Istilah populer untuk ini adalah retail therapy.

Penelitian menunjukkan bahwa membeli sesuatu bisa memberikan rasa kontrol atau kebahagiaan sementara. Namun, efeknya hanya bersifat sementara, sementara tagihan kartu kredit atau pengeluaran lainnya tetap ada. Di bulan Maret, ketika banyak orang mulai merasa lelah setelah menjalani dua bulan pertama tahun ini, emosi bisa menjadi lebih sensitif, sehingga memicu kecenderungan untuk belanja secara impulsif.

2. Godaan Diskon dan Strategi Pemasaran

Mengapa Kita Jadi Lebih Boros di Bulan Maret Diskon dan Marketing

Bulan Maret juga sering kali menjadi waktu bagi toko-toko online dan offline untuk mengadakan promo besar-besaran. Dari diskon 50% hingga “Beli 1 Gratis 1”, strategi pemasaran ini dirancang untuk membuat kita merasa seperti tidak boleh melewatkan kesempatan emas. Sayangnya, sering kali kita justru membeli barang yang tidak benar-benar dibutuhkan.

Pakar psikologi menyebutkan bahwa godaan ini bekerja pada pikiran kita secara bawah sadar. Kita cenderung merasa bahwa jika kita tidak membeli sesuatu sekarang, kita akan kehilangan kesempatan itu selamanya. Hal ini terutama terjadi di akhir bulan, ketika kita merasa uang sudah hampir habis dan ingin “mencoba” sesuatu yang baru.

3. Dopamin dan Keseruan Berbelanja

Mengapa Kita Jadi Lebih Boros di Bulan Maret Dopamin dan Berbelanja

Ketika kita berbelanja, otak melepaskan dopamin—zat kimia yang membuat kita merasa senang. Ini adalah alasan mengapa scrolling aplikasi belanja atau hunting barang wishlist bisa terasa seperti game yang tak berkesudahan. Di bulan Maret, ketika kita mulai merasa bosan dengan rutinitas, sensasi ini bisa semakin kuat.

Namun, efek dopamin ini juga bisa membuat kita terjebak dalam siklus boros. Setiap kali kita membeli sesuatu, kita merasa lega, tapi segera setelah itu, kita kembali mencari kepuasan yang sama. Inilah yang membuat pengeluaran di bulan Maret sering kali tidak terkendali.

4. FOMO (Fear of Missing Out)

FOMO atau rasa takut ketinggalan adalah salah satu penyebab utama kebiasaan boros. Bulan Maret sering kali menjadi waktu di mana media sosial penuh dengan aktivitas dan tren baru. Teman-teman posting tentang liburan, gaya hidup baru, atau produk terbaru, membuat kita merasa perlu ikut serta.

Ini bisa sangat memengaruhi keputusan belanja, terutama jika kita merasa bahwa kebahagiaan sejati hanya bisa didapat melalui barang-barang yang kita miliki. Padahal, kebahagiaan sejati tidak selalu bisa dibeli. Di bulan Maret, ketika kita mulai merasa ketinggalan, kita cenderung lebih mudah tergoda untuk membeli sesuatu yang tidak diperlukan.

5. Pengeluaran Akhir Bulan yang Tidak Terkendali

Bulan Maret sering kali menjadi bulan yang penuh dengan kejutan finansial. Saat jarak ke gajian tinggal hitungan hari, banyak orang merasa bahwa penghematan ketat sudah tidak relevan lagi. Perasaan tanggung ini membuat pengeluaran kecil dianggap tidak masalah karena waktunya dianggap sudah dekat.

Namun, logika ini sering kali menutup kesadaran bahwa setiap rupiah tetap memiliki fungsi. Keputusan belanja di fase ini jarang dipikirkan secara panjang. Fokus lebih tertuju pada rasa lega karena bulan hampir berakhir. Padahal, kebiasaan mengendur di titik ini bisa terbawa ke bulan berikutnya dan membentuk siklus boros yang berulang tanpa disadari.

Kesimpulan

Mengapa kita jadi lebih boros di bulan Maret? Jawabannya tidak hanya terletak pada situasi keuangan, tetapi juga pada faktor-faktor psikologis yang tersembunyi. Dari emosi hingga godaan diskon, semua bisa memengaruhi kebiasaan belanja kita. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk lebih sadar akan pola pikir dan kebiasaan belanja kita, terutama di bulan-bulan tertentu seperti Maret.

Dengan memahami alasan-alasan ini, kita bisa mulai mengambil langkah-langkah untuk mengontrol pengeluaran dan menghindari siklus boros yang tidak perlu. Ingat, kekayaan sejati bukanlah jumlah uang yang kita miliki, melainkan kemampuan kita untuk mengelolanya dengan bijak.

  • Penulis: radarekonomi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Panduan Investasi Saham Menurut Islam: Prinsip dan Tips untuk Pemula

    Panduan Investasi Saham Menurut Islam: Prinsip dan Tips untuk Pemula

    • calendar_month Sel, 2 Des 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 479
    • 0Komentar

    Investasi saham menurut islam menjadi topik yang semakin diminati oleh masyarakat Muslim di Indonesia. Dengan pertumbuhan ekonomi yang pesat dan kesadaran akan kebutuhan finansial jangka panjang, banyak orang mulai melirik opsi investasi seperti saham. Namun, bagi umat Islam, tidak semua bentuk investasi bisa dilakukan karena harus memenuhi prinsip-prinsip syariah. Investasi saham menurut islam tidak dilarang, […]

  • Analisis Dampak Potensi Kenaikan UMP 2026 Terhadap Inflasi

    Analisis Dampak Potensi Kenaikan UMP 2026 Terhadap Inflasi

    • calendar_month Sab, 15 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 423
    • 0Komentar

    Pada tahun 2026, isu kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) akan menjadi topik yang sangat menarik perhatian masyarakat dan pelaku bisnis. Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan telah menyatakan bahwa pengumuman resmi mengenai kenaikan UMP 2026 akan dilakukan pada 21 November 2025. Namun, sebelumnya, para buruh dan serikat pekerja telah memperkirakan bahwa kenaikan upah ini akan mencapai antara […]

  • Pasar Properti Menghadapi Tantangan Dinamika Sosial di Akhir Kuartal III

    Pasar Properti Menghadapi Tantangan Dinamika Sosial di Akhir Kuartal III

    • calendar_month Sen, 3 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 412
    • 0Komentar

    Pasar properti di Indonesia kembali menjadi sorotan, terutama menjelang akhir kuartal III tahun ini. Tren pemulihan yang mulai menunjukkan kestabilan, disertai dengan perbaikan kondisi KPR dan strategi promosi pengembang, membuat sejumlah ahli optimis bahwa pasar properti akan mengalami pertumbuhan yang signifikan. Namun, di balik sinyal positif tersebut, ada tantangan dinamika sosial yang harus dihadapi oleh […]

  • Cara Memproses Perjalanan Bisnis dengan Efisien dan Akurat

    Cara Memproses Perjalanan Bisnis dengan Efisien dan Akurat

    • calendar_month Sab, 8 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 410
    • 0Komentar

    Perjalanan bisnis sering kali menjadi bagian penting dalam aktivitas operasional perusahaan. Baik itu kunjungan ke klien, rapat mitra, atau pelatihan di luar kota, prosesnya harus diatur dengan baik agar tidak mengganggu produktivitas dan tetap sesuai anggaran. Dalam artikel ini, kita akan membahas cara memproses perjalanan bisnis dengan efisien dan akurat, sehingga setiap kegiatan dinas berjalan […]

  • Prospek Investasi Mineral PT Timah di Tengah Perubahan Pasar Global

    Prospek Investasi Mineral PT Timah di Tengah Perubahan Pasar Global

    • calendar_month Sel, 25 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 415
    • 0Komentar

    Di tengah perubahan dinamis pasar global, khususnya di sektor pertambangan dan energi, PT Timah Investasi Mineral (PT Timah) menunjukkan potensi yang menarik bagi para investor. Dengan berbagai inisiatif strategis dan komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan, perusahaan ini menjadi salah satu pilar penting dalam pengembangan sektor mineral Indonesia. PT Timah, yang secara resmi dikenal sebagai PT Timah […]

  • Dr. Halim Darmawan menyampaikan pentingnya membangun mentalitas, integritas, dan profesionalisme para advokat di tengah perkembangan regulasi hukum yang terus berubah.

    Dr. Halim Darmawan menyampaikan pentingnya membangun mentalitas, integritas, dan profesionalisme para advokat di tengah perkembangan regulasi hukum yang terus berubah.

    • calendar_month Sab, 9 Mei 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 382
    • 0Komentar

    Jakarta, Hotel Fairmont – Dr. Halim Darmawan, S.H., M.H., pengacara senior sekaligus akademisi yang dikenal sebagai Managing Partner Halim & Partners serta Ketua Senat dan Rektor Universitas Pramita Indonesia, resmi dilantik sebagai pengurus Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Profesional periode 2026–2031. Pelantikan tersebut berlangsung di Grand Ballroom Lt. 2 Hotel Fairmont Jakarta, Jumat (8/5), dan dihadiri […]

expand_less