OJK Dorong Sinergisme dalam Adopsi Teknologi di Sektor Jasa Keuangan
- account_circle radarekonomi
- calendar_month Ming, 9 Nov 2025
- visibility 156
- comment 0 komentar

Di tengah transformasi digital yang semakin pesat, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memainkan peran penting dalam mendorong sinergisme antara pelaku industri dan regulator. Dengan fokus pada adopsi teknologi di sektor jasa keuangan, OJK tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi, tetapi juga memastikan bahwa inovasi dapat berjalan secara harmonis dengan regulasi yang ada.
Sebagai lembaga pengawas utama di bidang jasa keuangan, OJK telah mengambil langkah-langkah strategis untuk memperkuat kolaborasi antar pelaku industri, termasuk bank, fintech, dan asosiasi teknologi. Salah satu contoh nyata adalah penunjukan Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI) sebagai asosiasi penyelenggara Inovasi Teknologi Sektor Keuangan (ITSK). Keputusan ini menunjukkan komitmen OJK terhadap penguatan ekosistem blockchain di Indonesia, yang kini menjadi bagian dari inovasi yang semakin mendalam.
Dalam surat resmi nomor S-335/IK.01/2025 tanggal 25 Juni 2025, OJK menetapkan ABI sebagai asosiasi penyelenggara ITSK. Hal ini menandai awal baru bagi ABI dalam menjalankan tanggung jawabnya sebagai mitra strategis OJK dalam membentuk masa depan inovasi keuangan digital Indonesia. Ketua Umum ABI, Robby, menyatakan bahwa penunjukan ini merupakan kesempatan besar untuk memperkuat posisi ABI sebagai penghubung antara industri dan pembuat kebijakan.
“Penunjukan ini bukan sekadar pengakuan resmi, tapi juga mempertegas posisi ABI sebagai penghubung strategis antara industri dan pembuat kebijakan,” ujar Robby. Dengan tanggung jawab baru ini, ABI akan melakukan fungsi pengawasan dan pembinaan terhadap anggotanya, termasuk pemantauan kepatuhan pelaporan, penyusunan kode etik, dan pelatihan serta edukasi. Selain itu, ABI juga akan menyusun mekanisme evaluasi mandiri dan menjalin kerja sama strategis baik domestik maupun internasional.
Selain itu, OJK juga terus mendorong pengembangan tokenisasi aset di sektor keuangan. Tokenisasi, yang merupakan proses mengkonversi aset fisik atau riil menjadi aset digital melalui jaringan blockchain, menciptakan potensi besar dalam meningkatkan efisiensi, transparansi, dan likuiditas. Co-CEO D3 Labs, Tigran Adhiwirya, menyatakan bahwa tokenisasi membawa nilai tambah nyata untuk industri keuangan, khususnya dalam aspek likuiditas dan inklusivitas. Dengan minat pasar yang tinggi terhadap solusi dari tokenisasi dan dukungan regulator yang progresif terhadap blockchain, antara lain melalui pelaksanaan regulatory sandbox (ruang uji coba), potensi pengembangan tokenisasi di Indonesia masih sangat besar.
Salah satu contoh implementasi tokenisasi di Indonesia adalah kolaborasi BTN bersama penyedia solusi teknologi finansial berbasis blockchain D3 Labs dalam mengembangkan produk tokenisasi aset properti pertama di Indonesia. Melalui skema Dana Investasi Real Estat (DIRE) berbasis teknologi blockchain, BTN mempersiapkan tokenisasi aset properti. Direktur Risk Management BTN, Setiyo Wibowo, menuturkan bahwa implementasi tokenisasi di sektor properti bisa berdampak pada kontribusi industri yang lebih signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Sementara itu, Kepala Departemen Pengaturan dan Perizinan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto OJK, Djoko Kurnijanto, menjelaskan pentingnya keseimbangan antara inovasi dan regulasi untuk memastikan kemajuan blockchain di Indonesia, termasuk tokenisasi. “Rem yang pakem mendukung industry kripto dan blockchain bertumbuh dengan baik. Di sisi lain, jangan sampe rem terus, tapi tidak punya gas, karena kita butuh layanan yang cepat, efisien, dan transparan, dan (ini) terjawab dengan teknologi blockchain. Ke depan teknologi ini akan mewarnai semua ranah kehidupan.”
Di luar industri keuangan, tokenisasi juga memiliki potensi untuk dikembangkan di sektor strategis lain, seperti komoditas. Terlebih, Indonesia merupakan eksportir terbesar dunia untuk komoditas seperti minyak sawit dan batu bara. Dengan adanya tokenisasi, aset-aset tersebut dapat dikelola secara lebih efisien dan transparan, memberikan manfaat bagi seluruh pihak yang terlibat.
Tidak hanya itu, OJK juga bekerja sama dengan berbagai institusi dan pelaku industri untuk mendorong adopsi teknologi di sektor jasa keuangan. Contohnya, Bank DKI bekerja sama dengan Fidac Inovasi Teknologi sebagai penyalur pinjaman (channeling agent) atas pemberian pinjaman kepada calon debitur. Kerja sama ini diharapkan dapat mendorong akselerasi bisnis Bank DKI, khususnya dalam meraih target pasar Kredit Multi Guna (KMG) bagi ASN. Dengan adanya kolaborasi ini, Bank DKI dapat menyalurkan fasilitas KMG lebih luas kepada ASN di seluruh Indonesia.
Melalui aplikasi DUMI yang dapat diunduh melalui Playstore, Fidac juga telah bekerja sama dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN) dalam komitmennya memfasilitasi layanan pinjaman finansial berbasis teknologi bagi ASN di seluruh Indonesia. Direktur PT Fidac Inovasi Teknologi, Harry Fardan Zaini, mengatakan bahwa skema channeling yang dibangun kedua belah pihak selain mendorong pencapaian bisnis, namun juga mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pemenuhan kebutuhan pembiayaan bagi ASN.
Dengan adanya kolaborasi antara OJK dan pelaku industri, seperti Bank DKI dan Fidac, diharapkan dapat meningkatkan inklusi keuangan dan memperluas akses layanan keuangan bagi masyarakat. Selain itu, kerja sama ini juga menjadi bentuk komitmen OJK dalam mendukung transformasi digital di sektor jasa keuangan, yang menjadi salah satu prioritas utama dalam roadmap pengembangan ekonomi digital Indonesia.
FAQ
-
Apa tujuan OJK dalam mendorong sinergisme adopsi teknologi di sektor jasa keuangan?
Tujuan OJK adalah untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan inklusi keuangan melalui kolaborasi antara pelaku industri dan regulator. -
Apa peran Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI) dalam adopsi teknologi di sektor jasa keuangan?
ABI bertanggung jawab untuk menjalankan fungsi pengawasan dan pembinaan terhadap anggotanya, termasuk pemantauan kepatuhan pelaporan, penyusunan kode etik, dan pelatihan serta edukasi. -
Bagaimana tokenisasi aset berkontribusi pada sektor keuangan?
Tokenisasi aset meningkatkan efisiensi, transparansi, dan likuiditas, serta mendorong inklusi keuangan dan pendalaman pasar keuangan. -
Apa manfaat dari kerja sama antara Bank DKI dan Fidac Inovasi Teknologi?
Kerja sama ini diharapkan dapat mendorong akselerasi bisnis Bank DKI, khususnya dalam meraih target pasar Kredit Multi Guna (KMG) bagi ASN. -
Bagaimana OJK mendukung pengembangan teknologi di sektor jasa keuangan?
OJK mendukung pengembangan teknologi melalui regulasi yang progresif, pelaksanaan regulatory sandbox, dan kerja sama dengan pelaku industri.
Tagging
OJK #InovasiTeknologi #SektorJasaKeuangan #TokenisasiAset #Blockchain #FinTech #RegulasiKeuangan #DigitalTransformation #InklusiKeuangan #PengembanganEkonomiDigital
- Penulis: radarekonomi



Saat ini belum ada komentar