Breaking News
light_mode
Beranda » Makroekonomi » Bank Indonesia Melonggarkan Kebijakan Makroprudensial Kredit Properti: Apa Artinya bagi Pasar?

Bank Indonesia Melonggarkan Kebijakan Makroprudensial Kredit Properti: Apa Artinya bagi Pasar?

  • account_circle radarekonomi
  • calendar_month Sen, 31 Agu 2026
  • visibility 42
  • comment 0 komentar

Di tengah upaya memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional, Bank Indonesia (BI) mengumumkan perpanjangan sejumlah kebijakan pelonggaran makroprudensial hingga 31 Desember 2025. Salah satu kebijakan yang diperpanjang adalah uang muka kredit properti sebesar 0%, yang sebelumnya dijadwalkan berakhir pada 31 Desember 2024. Keputusan ini menandai langkah strategis BI untuk mendorong pertumbuhan kredit dan memperkuat sektor properti.

Gubernur BI, Perry Warjiyo, menjelaskan bahwa pelonggaran kebijakan makroprudensial diperlukan untuk mendorong pertumbuhan kredit. “Oleh karena itu, LTV (Loan to Value) dan FTV (Financing to Value) 100% untuk properti akan dilanjutkan hingga akhir tahun depan,” kata Perry dalam konferensi pers pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur Bulan Oktober 2024.

Dengan LTV 100%, nasabah kredit pemilikan rumah (KPR) dapat memperoleh pinjaman senilai 100% dari harga rumah tanpa perlu membayar uang muka. Selain itu, BI juga melanjutkan rasio countercyclical capital buffer sebesar 0%, rasio intermediasi makroprudensial (RIM) antara 84% hingga 94%, serta uang muka kendaraan bermotor paling rendah 10%.

Pertumbuhan Kredit yang Menjanjikan

Perry melaporkan bahwa pertumbuhan kredit mencapai 10,85% secara tahunan (yoy) per September 2024. Pertumbuhan ini didorong oleh minat penyaluran yang terjaga, realokasi alat likuid, dan dukungan dari Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM). Rasio kredit bermasalah atau nonperforming loan (NPL) tercatat sebesar 2,26% untuk NPL gross dan 0,78% untuk NPL net.

Dalam periode yang sama, pembiayaan syariah tumbuh 11,37% yoy, sementara kredit UMKM mengalami pertumbuhan 5,04% yoy, menunjukkan perbaikan dibandingkan bulan sebelumnya. “Ke depan, BI yakin pertumbuhan kredit pada 2024 akan tetap berada di kisaran 10% sampai 12%,” ungkap Perry.

Ketahanan sistem keuangan tetap terjaga dengan likuiditas yang memadai. Alat likuid per dana pihak ketiga (AL/DPK) pada September 2024 mencapai 25,22%, dan rasio kecukupan modal (CAR) per Agustus 2024 berada pada level 26,69%, yang menunjukkan kekuatan dalam menyerap risiko dan mendukung pertumbuhan kredit.

Pertumbuhan kredit Bank Indonesia 2024

Dampak pada Industri Properti

Bank Indonesia menilai kebijakan relaksasi rasio loan to value/financing to value (LTV/FTV) untuk kredit pembiayaan properti maksimal 100 persen akan berdampak terhadap industri properti nasional. Hal ini mengingat konsumsi masyarakat telah tertahan akibat pandemi Covid-19.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan pertumbuhan kredit properti nasional belum begitu kuat, namun kondisi pemulihan ini bisa semakin mendorong pemulihan ekonomi. “Alhamdulilah kredit properti sudah mulai naik, yang punya duit menengah ke atas sudah mulai beli apartemen. Karena kami bebaskan, mau beli apartemen dua silakan, tiga silakan. Makanya sekarang keliatan kredit perumahan sudah mulai naik,” ujarnya saat acara Sarasehan Akselerasi Pemulihan Ekonomi Nasional.

Berdasarkan data Bank Indonesia, penyaluran kredit sektor properti pada Februari 2021 mulai membaik, kredit KPR/KPA kembali mengalami peningkatan dari 3,6 persen (yoy) pada Januari 2021 menjadi 3,8 persen (yoy) pada bulan laporan terutama didorong oleh peningkatan kredit KPR tipe 22 s.d 70.

Pengembang properti Indonesia optimis 2024

Harapan dan Tantangan

Selain itu, BI juga bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memastikan implementasi kebijakan ini berjalan optimal. OJK akan memonitor kepatuhan bank terhadap ketentuan NPL serta mendorong perbankan untuk memberikan suku bunga kredit yang kompetitif bagi konsumen properti.

Sektor properti memiliki kontribusi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, terutama melalui efek berganda (multiplier effect) yang melibatkan sektor konstruksi, manufaktur, dan jasa. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa sektor properti dan konstruksi menyumbang lebih dari 13% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional pada 2023.

Meski optimis, kebijakan ini juga menghadapi tantangan. Salah satunya adalah potensi peningkatan risiko kredit macet (non-performing loan). Namun, BI menegaskan bahwa kebijakan ini dirancang dengan prinsip kehati-hatian. “Kami telah menetapkan kriteria yang ketat, seperti evaluasi kemampuan bayar konsumen dan pengawasan terhadap perbankan. Dengan langkah ini, risiko kredit macet dapat diminimalkan,” tambah Perry.

Kebijakan makroprudensial kredit properti Bank Indonesia

Kesimpulan

Dengan kebijakan ini, Bank Indonesia optimistis penyaluran kredit sektor properti akan meningkat hingga 15% pada 2024, dibandingkan pertumbuhan sekitar 10% di tahun sebelumnya. Target ini diharapkan dapat tercapai dengan dukungan kebijakan moneter dan fiskal yang saling bersinergi.

Para pelaku industri properti menyambut baik kebijakan ini. Agung, seorang pengembang perumahan di Bogor, mengatakan bahwa pelonggaran LTV akan membantu konsumen yang sebelumnya terkendala uang muka tinggi. “Ini adalah kabar baik, terutama bagi keluarga muda yang ingin memiliki rumah pertama,” ujarnya.

Ekonom Universitas Gadjah Mada, Fahmi Radhi, menilai kebijakan LTV yang dilonggarkan memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan kredit properti. “Dengan meningkatnya pembelian properti, sektor konstruksi akan bergerak lebih cepat, menciptakan lapangan kerja baru, dan meningkatkan pendapatan negara dari pajak properti,” jelas Fahmi.

Kebijakan makroprudensial Bank Indonesia tidak hanya berdampak positif bagi sektor properti, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam memperkuat perekonomian nasional. Dengan kebijakan yang terukur dan berkelanjutan, Indonesia siap menghadapi tantangan dan peluang di masa depan.

  • Penulis: radarekonomi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cara Mengajukan Link BRI UMKM 2021 dan Persyaratan yang Dibutuhkan

    Cara Mengajukan Link BRI UMKM 2021 dan Persyaratan yang Dibutuhkan

    • calendar_month Jum, 16 Jan 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 316
    • 0Komentar

    Pandemi Covid-19 telah mengubah cara berbisnis di Indonesia, terutama bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Untuk membantu mereka tetap bertahan, pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM memberikan bantuan dana dalam bentuk Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) atau dikenal juga sebagai BLT UMKM. Salah satu cara untuk mengajukan bantuan ini adalah melalui link BRI […]

  • Subsektor Ekonomi Kreatif yang Berkaitan dengan Desain Pakaian dan Peluang Bisnisnya

    Subsektor Ekonomi Kreatif yang Berkaitan dengan Desain Pakaian dan Peluang Bisnisnya

    • calendar_month Jum, 7 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 406
    • 0Komentar

    Di tengah perkembangan ekonomi kreatif yang pesat di Indonesia, subsektor fesyen atau mode menjadi salah satu yang menarik perhatian. Tidak hanya sebagai bagian dari gaya hidup masyarakat, industri fesyen juga memiliki potensi besar dalam menggerakkan perekonomian nasional. Dengan tren yang terus berubah dan permintaan pasar yang dinamis, desain pakaian menjadi salah satu aspek utama yang […]

  • Wilayah dengan Kegiatan Industri Seperti Pabrik yang Banyak Terdapat di Indonesia

    Wilayah dengan Kegiatan Industri Seperti Pabrik yang Banyak Terdapat di Indonesia

    • calendar_month Sel, 27 Jan 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 296
    • 0Komentar

    Di tengah dinamika ekonomi dan bisnis yang terus berkembang, wilayah-wilayah di Indonesia yang memiliki kegiatan industri seperti pabrik menjadi fokus utama dalam pengembangan ekonomi nasional. Kehadiran pabrik tidak hanya berdampak pada peningkatan produktivitas tetapi juga memengaruhi struktur tenaga kerja, infrastruktur, dan lingkungan sekitar. Berikut ini adalah pembahasan mengenai wilayah-wilayah yang menjadi pusat aktivitas industri di […]

  • Pemerintah Kaji Perluasan Insentif Pajak Kendaraan Listrik: Apa yang Perlu Diketahui?

    Pemerintah Kaji Perluasan Insentif Pajak Kendaraan Listrik: Apa yang Perlu Diketahui?

    • calendar_month Kam, 6 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 328
    • 0Komentar

    Di tengah tuntutan global untuk mengurangi emisi karbon dan mendorong penggunaan energi terbarukan, pemerintah Indonesia kini tengah mempertimbangkan perluasan insentif pajak bagi kendaraan listrik. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat transisi dari kendaraan berbahan bakar fosil ke kendaraan bertenaga listrik, sekaligus memberikan dorongan ekonomi bagi industri otomotif nasional. Insentif pajak saat ini telah diberlakukan melalui Peraturan […]

  • Pemerintah Daerah Perkuat Cadangan Pangan Lokal untuk Menghadapi Nataru

    Pemerintah Daerah Perkuat Cadangan Pangan Lokal untuk Menghadapi Nataru

    • calendar_month Sab, 1 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 321
    • 0Komentar

    Dalam rangka menghadapi perayaan Nataru yang selalu menjadi momen penting bagi masyarakat Indonesia, pemerintah daerah kini tengah memperkuat cadangan pangan lokal. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok, terutama di tengah meningkatnya permintaan saat liburan akhir tahun. Menurut Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian, cadangan pangan daerah […]

  • Terpilih Kembali Secara Aklamasi/Amanah, Guntur Syahputra Siap Pimpin PAC Pemuda Pancasila Medan Denai Periode 2026–2029

    Terpilih Kembali Secara Aklamasi/Amanah, Guntur Syahputra Siap Pimpin PAC Pemuda Pancasila Medan Denai Periode 2026–2029

    • calendar_month Ming, 26 Jul 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Rafarekonomi.com, Medan – Kepemimpinan Guntur Syahputra di tubuh Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pemuda Pancasila Kecamatan Medan Denai resmi berlanjut. Melalui Musyawarah Rapat Pemilihan Pengurus (RPP) yang berlangsung khidmat dan penuh semangat kekeluargaan di Wisma Menteng Indah, Medan, Guntur Syahputra kembali dipercaya dan terpilih sebagai Ketua PAC Pemuda Pancasila Medan Denai untuk masa bakti 2026–2029. ​Terpilihnya […]

expand_less