Breaking News
light_mode
Beranda » Umum » Survei: 77% Pendapatan UMKM Menurun Selama Masa Pandemi (2020-2021)

Survei: 77% Pendapatan UMKM Menurun Selama Masa Pandemi (2020-2021)

  • account_circle radarekonomi
  • calendar_month Sab, 1 Nov 2025
  • visibility 439
  • comment 0 komentar

Pandemi Covid-19 yang melanda dunia sejak 2020 hingga 2021 memberikan dampak luar biasa terhadap perekonomian Indonesia, khususnya pada sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Survei yang dilakukan oleh Katadata Insight Center (KIC) menunjukkan bahwa sebanyak 77 persen pendapatan UMKM mengalami penurunan selama masa tersebut. Angka ini mencerminkan tantangan besar yang dihadapi pelaku UMKM dalam menjaga kelangsungan bisnis mereka.

Dari data yang diperoleh, survei ini mengungkapkan bahwa sebagian besar UMKM agrikultur juga mengalami penurunan volume produksi dan omzet. Sebanyak 54 persen dari responden mengungkapkan bahwa produksi turun di atas 30 persen, sementara 42 persen harus mengurangi jumlah karyawan. Hal ini menunjukkan bahwa UMKM tidak hanya terdampak secara finansial tetapi juga struktural dalam operasional bisnis.

Meskipun situasi sulit, pemerintah telah berupaya memberikan bantuan kepada UMKM. Salah satu bentuk bantuan yang paling signifikan adalah Banpres BPUM/BLT UMKM. Berdasarkan survei KIC, sekitar 18 persen responden mengaku menerima bantuan ini. Dana sebesar Rp 2,4 juta per UMKM diberikan secara utuh, meski ada sekitar 3 persen yang mengeluhkan adanya pemotongan untuk sumbangan atau administrasi.

Pelaku UMKM menerima bantuan pemerintah

Bantuan tunai ini umumnya digunakan sebagai modal usaha, dengan 74 persen responden menyatakan bahwa dana tersebut dialokasikan untuk memperkuat bisnis. Namun, sekitar 10 persen menggunakan bantuan untuk kebutuhan sehari-hari. Meski demikian, masih banyak UMKM yang merasa sosialisasi bantuan ini kurang optimal, terutama bagi pelaku UMKM agrikultur yang lebih sulit dijangkau karena lokasi yang jauh dari perkotaan.

Selain bantuan langsung, digitalisasi menjadi salah satu solusi yang mulai diadopsi oleh UMKM. Survei KIC menunjukkan bahwa 43 persen UMKM yang saat ini masih memasarkan produk secara offline menyatakan minat untuk beralih ke pemasaran online. Sementara itu, 20 persen responden mengatakan bahwa mereka akan segera beradaptasi dengan digitalisasi dalam waktu dekat.

Digitalisasi bukan hanya membantu UMKM dalam menjangkau pasar yang lebih luas, tetapi juga meningkatkan profesionalisme dan efisiensi operasional. Banyak pelaku UMKM yang mengakui bahwa pemasaran digital berpengaruh signifikan terhadap omzet. Sebanyak 43 persen pelaku usaha mengatakan bahwa omzet mereka kini lebih besar didorong oleh pemasaran online.

UMKM beradaptasi dengan teknologi digital

Pengembangan digitalisasi juga diiringi dengan dukungan dari lembaga keuangan seperti Bank Rakyat Indonesia (BRI). Direktur Bisnis Mikro BRI Supari mengungkapkan bahwa bantuan dari pemerintah pada Agustus 2020 membantu pengusaha UMKM bangkit setelah mengalami kesulitan selama enam bulan pertama pandemi. Selain itu, program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang melibatkan 5 program bantuan juga memberikan dampak positif terhadap UMKM.

Menurut Santoso, Sekretaris Deputi Bidang UKM, UMKM memiliki peran penting dalam perekonomian nasional. Jumlah tenaga kerja yang diserap oleh UMKM mencapai hampir 133 juta orang. Oleh karena itu, bantuan kepada UMKM sangat diperlukan untuk menjaga stabilitas ekonomi negara.

Di tengah tantangan pandemi, UMKM juga menunjukkan ketangguhan dalam beradaptasi. Banyak pelaku usaha yang memilih untuk go digital agar bisa bertahan. Platform e-commerce dan fintech menjadi alat penting dalam membantu UMKM mendapatkan akses ke pasar dan pinjaman. Misalnya, TaniHub bekerja sama dengan petani untuk menyediakan solusi digital yang memudahkan distribusi produk dan pengelolaan keuangan.

UMKM beradaptasi dengan digitalisasi

Selain itu, BRI juga menggelar acara Pesta Rakyat Simpedes (PRS) 2022 sebagai bentuk dukungan terhadap UMKM. Acara ini tidak hanya bertujuan untuk mempromosikan layanan keuangan digital, tetapi juga untuk memberikan edukasi dan wadah bagi pelaku UMKM untuk berkembang. Dengan tema “Pede Memimpin Perubahan”, PRS 2022 diharapkan dapat memperkuat semangat dan inovasi para pelaku UMKM di Indonesia.

Meski sempat mengalami penurunan pendapatan, UMKM Indonesia menunjukkan kemampuan adaptasi yang baik. Dengan dukungan dari pemerintah, lembaga keuangan, serta inisiatif digitalisasi, UMKM terus berupaya untuk bangkit dan tumbuh di tengah krisis. Harapan besar diarahkan pada keberlanjutan bisnis dan pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih kuat di masa depan.

FAQ

  1. Bagaimana dampak pandemi terhadap UMKM di Indonesia?

    Dampak pandemi cukup signifikan, dengan 77 persen pendapatan UMKM mengalami penurunan. Banyak UMKM mengalami penurunan produksi, omzet, dan bahkan harus mengurangi jumlah karyawan.

  2. Apa saja bantuan yang diberikan pemerintah kepada UMKM selama pandemi?

    Pemerintah memberikan bantuan tunai seperti Banpres BPUM/BLT UMKM, subsidi bunga pinjaman, dan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

  3. Bagaimana digitalisasi membantu UMKM?

    Digitalisasi membantu UMKM menjangkau pasar yang lebih luas, meningkatkan profesionalisme, menekan biaya operasional, dan memudahkan pengelolaan keuangan.

  4. Apakah UMKM berhasil beradaptasi dengan digitalisasi?

    Ya, banyak UMKM yang mulai beralih ke pemasaran online dan menggunakan platform digital untuk meningkatkan omzet dan efisiensi bisnis.

  5. Apa peran UMKM dalam perekonomian Indonesia?

    UMKM berkontribusi besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan menyerap sebagian besar tenaga kerja di Indonesia.

Tag:

UMKM #Pandemi #BantuanPemerintah #Digitalisasi #PemulihanEkonomi #BRI #PestaRakyatSimpedes #GoDigital #PendapatanUMKM #InklusiKeuangan

  • Penulis: radarekonomi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Satu Tahun Danantara Indonesia: Memperkuat Fondasi untuk Masa Depan Generasi Indonesia.  Dukungan Nyata Jasa Raharja Bagi Pendidikan Generasi Emas Indonesia

    Satu Tahun Danantara Indonesia: Memperkuat Fondasi untuk Masa Depan Generasi Indonesia. Dukungan Nyata Jasa Raharja Bagi Pendidikan Generasi Emas Indonesia

    • calendar_month Jum, 13 Mar 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 324
    • 0Komentar

    RadarEkonomi.com, Jakarta – Danantara Indonesia menandai satu tahun perjalanan kelembagaannya melalui kegiatan refleksi bersama yang diselenggarakan di Wisma Danantara, Jakarta, pada Selasa (11/3/2026). Kegiatan tersebut dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia, para Menteri Kabinet, serta pimpinan dan seluruh insan Danantara. Dalam kesempatan tersebut, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memberikan arahan kepada seluruh insan Danantara Indonesia mengenai […]

  • Indonesia Memperkuat Posisi Sebagai Produsen Utama Nikel Dunia: Tren dan Dampak Ekonomi

    Indonesia Memperkuat Posisi Sebagai Produsen Utama Nikel Dunia: Tren dan Dampak Ekonomi

    • calendar_month Sel, 11 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 440
    • 0Komentar

    Di tengah pergeseran global dalam penggunaan energi dan teknologi, Indonesia telah memperkuat posisinya sebagai produsen utama nikel dunia. Kebijakan pemerintah yang fokus pada hilirisasi sumber daya alam tidak hanya memberikan dampak signifikan terhadap pasar internasional, tetapi juga membuka peluang baru bagi sektor ekonomi dalam negeri. Dengan cadangan nikel yang melimpah dan kebijakan strategis yang diterapkan, […]

  • Ekonomi Mikro dan Makro dalam Investasi

    Ekonomi Mikro dan Makro dalam Investasi

    • calendar_month Sen, 24 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 515
    • 0Komentar

    Jelaskan Perbedaan Ekonomi Mikro dan Makro dengan Jelas Dalam dunia ekonomi, dua konsep yang sering dibahas adalah ekonomi mikro dan makro. Kedua cabang ilmu ini memiliki peran penting dalam memahami dinamika pasar, kebijakan pemerintah, dan pengambilan keputusan investasi. Namun, meski keduanya saling terkait, ada perbedaan mendasar antara keduanya. Artikel ini akan menjelaskan secara detail perbedaan […]

  • Insentif Pajak untuk Mendukung Ekspor Melalui Hilirisasi: Apa yang Perlu Diketahui

    Insentif Pajak untuk Mendukung Ekspor Melalui Hilirisasi: Apa yang Perlu Diketahui

    • calendar_month Sen, 10 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 401
    • 0Komentar

    Di tengah tantangan global dan dinamika pasar internasional, pemerintah Indonesia terus berupaya memperkuat sektor ekonomi melalui kebijakan yang mendorong pertumbuhan berkelanjutan. Salah satu strategi utama yang digunakan adalah pemberian insentif pajak untuk mendukung ekspor melalui hilirisasi. Kebijakan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan nilai tambah dari sumber daya alam (SDA), tetapi juga membantu menjaga stabilitas ekonomi […]

  • Partai Buruh menggelar pelantikan Pengurus Pleno Exco Pusat Partai Buruh

    Partai Buruh menggelar pelantikan Pengurus Pleno Exco Pusat Partai Buruh

    • calendar_month Sen, 29 Jun 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 207
    • 0Komentar

    MabesNews.com, Jakarta – Partai Buruh menggelar pelantikan Pengurus Pleno Exco Pusat Partai Buruh, Periode 2026-2031 di Gedung Pusat Perfilman H. Usmar Ismail, Jakarta, Senin (29/6/2026). Pembacaan ikrar dibacakan salah satu kader Partai Buruh dan disaksikan langsung oleh Presiden Partai Buruh Said Iqbal. “Kami berikrar untuk menjunjung tinggi integritas, kejujuran, disiplin, solidaritas, kolektivitas kepemimpinan, dan semangat […]

  • Waktu Terbaik untuk Menukar Uang Baru dan Tips Menghindari Penipuan

    Waktu Terbaik untuk Menukar Uang Baru dan Tips Menghindari Penipuan

    • calendar_month Rab, 24 Des 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 397
    • 0Komentar

    Pada setiap tahunnya, menjelang hari raya seperti Lebaran, masyarakat Indonesia mulai mempersiapkan kebutuhan keuangan mereka. Salah satu hal yang sering dilakukan adalah menukar uang kertas lama dengan uang baru dalam pecahan kecil. Ini tidak hanya untuk keperluan belanja, tetapi juga biasanya digunakan sebagai “angpau” atau THR bagi keluarga dan kerabat. Tahun ini, Bank Indonesia (BI) […]

expand_less