Breaking News
light_mode
Beranda » Keuangan » Bank Indonesia Terus Jaga Stabilitas Nilai Rupiah di Tengah Tekanan DXY

Bank Indonesia Terus Jaga Stabilitas Nilai Rupiah di Tengah Tekanan DXY

  • account_circle radarekonomi
  • calendar_month Jum, 14 Nov 2025
  • visibility 203
  • comment 0 komentar

Bank Indonesia Berupaya Menjaga Stabilitas Nilai Rupiah Meski Menghadapi Tekanan Dari Indeks DXY

Nilai tukar rupiah terus menjadi perhatian utama bagi pemerintah dan Bank Indonesia (BI) dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi global. Di tengah tekanan dari indeks dolar AS (DXY), BI terus memperkuat langkah-langkah stabilisasi untuk menjaga stabilitas nilai rupiah, sekaligus menyeimbangkan kebijakan moneter yang sesuai dengan kondisi ekonomi domestik.

Pada 27 Maret 2025, nilai tukar rupiah tercatat sebesar Rp16.560 per dolar AS, menguat 0,12% dibandingkan akhir Februari 2025. Meskipun demikian, tekanan terhadap rupiah terjadi di pasar offshore NDF pada saat Indonesia sedang mengalami libur panjang. Hal ini menyebabkan pasar domestik tidak terbuka, sementara pasar luar negeri tetap bergerak. Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani, menyampaikan bahwa intervensi BI dilakukan secara konsisten di pasar offshore NDF, terutama di pasar Asia, Eropa, dan New York, demi menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Pada hari yang sama, rupiah mengalami apresiasi terhadap dolar AS setelah BI memutuskan untuk menahan suku bunga acuannya di level 5,75%. Merujuk data Refinitiv, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada 24 April 2025 dibuka pada posisi Rp16.850/US$, atau menguat 0,06%. Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) pada 08:55 WIB turun 0,27% ke angka 99,58, lebih rendah dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di posisi 99,84.

Rupiah juga mengalami pelemahan sebesar 1,18% year-to-date ke posisi Rp16.325 per dolar AS pada Rabu (19/2/2025). Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan bahwa meskipun rupiah melemah 1,06% dibandingkan posisi akhir Desember 2024, nilai tukar tersebut relatif stabil jika dibandingkan dengan kelompok mata uang negara berkembang mitra dagang utama Indonesia. Selain itu, rupiah juga menguat terhadap kelompok mata uang negara maju di luar dolar AS.

Perkembangan ini sejalan dengan konsistensi kebijakan stabilisasi BI, didukung oleh aliran masuk modal asing yang masih berlanjut serta imbal hasil instrumen keuangan domestik yang menarik. Perry juga menegaskan bahwa komitmen BI untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah akan terus dilakukan melalui optimasi instrumen moneter seperti Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), Sekuritas Valas Bank Indonesia (SVBI), dan Sekuritas Sukuk Valas Bank Indonesia (SUVBI).

Ke depan, BI berharap stabilitas nilai tukar rupiah dapat dipertahankan dengan dukungan dari imbal hasil yang menarik, inflasi yang rendah, dan prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap baik. Penguatan kebijakan pemerintah terkait devisa hasil ekspor (DHE) sumber daya alam (SDA) yang berlaku mulai 1 Maret 2025 juga diprakirakan akan turut mendukung stabilitas nilai tukar rupiah.

Namun, tekanan terhadap rupiah tetap ada di tengah kebijakan pemangkasan suku bunga, kekhawatiran atas independensi bank sentral, serta meningkatnya risiko fiskal nasional. Pengamat mata uang dan komoditas PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, menyatakan bahwa pergerakan rupiah dalam perdagangan terakhir dipengaruhi oleh faktor eksternal dan internal. Dari sisi eksternal, sentimen positif datang dari Amerika Serikat setelah Senat menyetujui rancangan undang-undang pendanaan pemerintah untuk mengakhiri penutupan pemerintah (government shutdown) terpanjang dalam sejarah.

Selain itu, pasar juga terus menilai kemungkinan penurunan suku bunga acuan AS pada Desember mendatang. Namun, The Federal Reserve dalam pertemuan Oktober lalu menepis ekspektasi pemangkasan tersebut. Dari sisi geopolitik, tensi meningkat di Eropa setelah Ukraina melancarkan serangan pesawat nirawak terhadap infrastruktur energi Rusia, yang dibalas dengan serangan balasan oleh Moskow. Konflik ini menekan stabilitas kawasan, sekaligus mendukung kenaikan harga minyak dunia akibat gangguan produksi energi Rusia.

Di dalam negeri, isu terkait rencana redenominasi rupiah menjadi perhatian pelaku pasar. Kementerian Keuangan memastikan kebijakan tersebut belum akan diterapkan dalam waktu dekat. Kepastian itu tercantum dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 70 Tahun 2025 tentang Rencana Strategis Kementerian Keuangan 2025–2029, yang hanya menargetkan penuntasan penyusunan Rancangan Undang-Undang tentang Perubahan Harga Rupiah (RUU Redenominasi) pada 2026.

Redenominasi sendiri dimaknai sebagai penyederhanaan jumlah digit nominal rupiah tanpa mengubah daya beli. BI menilai langkah ini strategis untuk meningkatkan efisiensi transaksi, memperkuat kredibilitas mata uang, dan mendukung modernisasi sistem pembayaran nasional. Proses pembahasan dasar hukum redenominasi akan dilakukan bersama pemerintah dan DPR dengan memperhatikan stabilitas politik, ekonomi, sosial, serta kesiapan teknis.

Dengan berbagai upaya yang dilakukan, Bank Indonesia terus berkomitmen untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tekanan dari indeks DXY. Langkah-langkah strategis ini diharapkan mampu memberikan kepercayaan kepada investor dan masyarakat, sekaligus menjaga stabilitas ekonomi nasional.


FAQ: Pertanyaan Umum Tentang Stabilitas Nilai Rupiah

1. Apa yang membuat nilai tukar rupiah rentan terhadap tekanan DXY?

Nilai tukar rupiah sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi global, terutama indeks dolar AS (DXY). Ketika DXY naik, rupiah cenderung melemah karena adanya tekanan dari dolar AS sebagai mata uang dominan dalam perdagangan internasional.

2. Bagaimana Bank Indonesia menjaga stabilitas nilai tukar rupiah?

Bank Indonesia menjaga stabilitas nilai tukar melalui intervensi di pasar valuta asing, optimalisasi instrumen moneter, serta kebijakan suku bunga yang seimbang. BI juga memperkuat kebijakan stabilisasi dan memastikan aliran investasi asing tetap stabil.

3. Apakah redenominasi rupiah akan segera diterapkan?

Tidak, redenominasi rupiah belum akan diterapkan dalam waktu dekat. Pemerintah dan Bank Indonesia sedang menyiapkan dasar hukumnya, dengan target penyelesaian RUU Redenominasi pada 2026.

4. Apa dampak dari penurunan suku bunga AS terhadap rupiah?

Penurunan suku bunga AS dapat memberikan tekanan pada rupiah, karena investor cenderung mencari aset yang menawarkan imbal hasil lebih tinggi. Namun, BI terus memantau situasi ini dan melakukan langkah-langkah stabilisasi.

5. Bagaimana pengaruh geopolitik terhadap nilai tukar rupiah?

Geopolitik, seperti konflik di Eropa atau ketegangan di kawasan Asia, dapat memengaruhi stabilitas ekonomi global dan mengganggu arus perdagangan. Ini bisa berdampak pada nilai tukar rupiah, terutama jika terjadi gangguan pasokan energi atau ketidakpastian ekonomi.


Tag:

BankIndonesia #NilaiTukarRupiah #StabilitasEkonomi #DXY #Inflasi #BIrate #KebijakanMoneter #InvestasiAsing #RedenominasiRupiah #MataUangIndonesia

  • Penulis: radarekonomi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Apa Itu Lembaga Infrastruktur Politik dan Perannya dalam Sistem Pemerintahan?

    Apa Itu Lembaga Infrastruktur Politik dan Perannya dalam Sistem Pemerintahan?

    • calendar_month Sab, 17 Jan 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 141
    • 0Komentar

    Pada sistem pemerintahan suatu negara, terdapat dua komponen utama yang saling mendukung, yaitu infrastruktur politik dan suprastruktur politik. Meskipun keduanya memiliki peran berbeda, keduanya sama-sama penting dalam menjaga stabilitas dan dinamika kehidupan berpolitik. Dalam artikel ini, kita akan membahas secara rinci mengenai lembaga infrastruktur politik serta perannya dalam sistem pemerintahan Indonesia. Infrastruktur politik merujuk pada […]

  • OJK Blokir Ribuan Rekening Bank Terindikasi Judi Online: Apa yang Perlu Diketahui?

    OJK Blokir Ribuan Rekening Bank Terindikasi Judi Online: Apa yang Perlu Diketahui?

    • calendar_month Rab, 5 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 196
    • 0Komentar

    Di tengah pertumbuhan pesat teknologi digital dan akses internet yang semakin mudah, kejahatan siber juga berkembang pesat. Salah satu ancaman yang kini menjadi perhatian serius adalah aktivitas judi online. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengambil langkah tegas dengan memblokir ribuan rekening bank yang terindikasi terkait dengan praktik tersebut. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk menjaga […]

  • Inovasi Digital sebagai Pendorong Utama Transformasi Ekonomi Indonesia

    Inovasi Digital sebagai Pendorong Utama Transformasi Ekonomi Indonesia

    • calendar_month Sen, 10 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 180
    • 0Komentar

    Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang konsisten selama beberapa tahun terakhir tidak bisa dilepaskan dari peran penting inovasi digital. Dari sektor manufaktur hingga pertanian, penerapan teknologi digital telah menjadi motor penggerak utama yang mendorong efisiensi, produktivitas, dan daya saing nasional. Di tengah tantangan global, transformasi digital tidak hanya menjadi kebutuhan, tetapi juga peluang besar untuk memperkuat fondasi […]

  • Cara Mendaftar UMKM Online dengan Mudah dan Cepat

    Cara Mendaftar UMKM Online dengan Mudah dan Cepat

    • calendar_month Jum, 16 Jan 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Pendahuluan Di era digital saat ini, pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia semakin memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan bisnis mereka. Salah satu langkah penting yang harus dilakukan adalah mendaftarkan usaha secara resmi melalui sistem online. Proses pendaftaran UMKM online kini menjadi lebih sederhana berkat platform seperti OSS (Online Single Submission), yang memungkinkan pelaku usaha […]

  • KSSK Sepakat Perkuat Kewaspadaan Terhadap Risiko Downside: Apa yang Perlu Diketahui?

    KSSK Sepakat Perkuat Kewaspadaan Terhadap Risiko Downside: Apa yang Perlu Diketahui?

    • calendar_month Ming, 9 Nov 2025
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 191
    • 0Komentar

    Dalam menghadapi tantangan perekonomian global yang semakin dinamis, Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) kembali menunjukkan komitmennya untuk memperkuat kewaspadaan terhadap risiko downside. Rapat berkala KSSK II tahun 2025 yang diadakan pada 17 April 2025 menegaskan pentingnya koordinasi antarlembaga dan pengambilan kebijakan yang efektif guna menjaga stabilitas ekonomi dan sektor keuangan dalam negeri. Dengan kondisi ketidakpastian […]

  • UBS Hadirkan Peluang Bisnis Menjanjikan, Raih Penghasilan dan Wujudkan Impian Bersama

    UBS Hadirkan Peluang Bisnis Menjanjikan, Raih Penghasilan dan Wujudkan Impian Bersama

    • calendar_month Sab, 11 Apr 2026
    • account_circle radarekonomi
    • visibility 148
    • 0Komentar

    RadarEkonomi.com, Jakarta – UBS menghadirkan peluang bisnis modern berbasis sharing marketing community opportunity, sebuah konsep usaha yang memberikan kesempatan yang sama bagi setiap orang untuk sukses bersama. Program ini dirancang untuk siapa saja yang ingin memiliki penghasilan tambahan, bahkan membangun kemandirian finansial. Dengan sistem yang mudah dijalankan dan dukungan komunitas yang kuat, setiap anggota berpeluang […]

expand_less